
Salsa membuka pintu daun jendela kamarnya di pagi hari yang masih gelap karena hari itu cuaca buruk sekali sesuai dengan perasaan hatinya di saat ini.Suara petir dan cahaya kilat di langit di luar sana mengiringi hujan lebat tidak pernah berhenti meskipun Salsa harus bersiap pergi ke sekolah pada hari itu juga.
Deru suara mobil Marco terdengar dari halaman depan rumah Pak Rudy Wijayanto.Lalu pemuda tampan itu keluar dari mobilnya dengan ditemani oleh supirnya yang membantu untuk memayungi pemuda itu berjalan dari halaman depan ke arah teras rumah dan pintu kayu rumah Pak Rudy pun terbuka untuk Marco masuk ke ruang tamu.
"Selamat pagi untuk O'om Rudy dan Tante Lisa, Marco datang untuk menjemput Salsa dan antar dia ke sekolah pada pagi hari ini sekaligus untuk membawanya pulang ke rumah Opa Hendri." kata Marco nada sopan kepada Rudy dan Lisa Wijayanto di ruang tamu orangtua Salsa.
"Iya,selamat pagi juga Marco, silakan kamu bisa menunggu Salsa selesai rapi-rapi dan menemui mu di sini." kata Rudy Wijayanto dengan senyum cerah dibibirnya menyambut kedatangan calon menantunya di rumahnya.
Lisa Wijayanto menaiki tangga untuk menemui Salsa di kamar anaknya untuk memberitahukan kedatangan Marco di rumah mereka kepada Salsa.
"Sa, calon suamimu sudah datang untuk jemput kamu di ruang tamu kita. Ayo cepat kamu dapat merapikan barangmu di tas travelmu dan tidak boleh lupa untuk membawa tas sekolahmu juga. "kata Lisa Wijayanto kepada Salsa yang segera mematuhi perintah dari Mamanya.
Salsa membawa barangnya dari kamar ke ruang tamu, dan terlihat oleh sepasang mata Marco yang cepat memerintahkan supirnya bawakan barang pribadi Salsa ke bagasi mobilnya melalui isyarat matanya kepada supirnya.
"Baik,Salsa.Mari kita pamit kepada Papa dan Mamamu."kata Marco kepada Salsa yang berdiri di sampingnya.
" Pa, Ma, Salsa pergi ke sekolah dan pamit untuk pulang ke rumah Opa bersama dengan Kakak Marco."kata Salsa berpamitan dengan orangtua nya.
"Ya, hati-hati di sekolah dan sampai jumpa lain waktu di rumah Pak Hendri Salim di akhir pekan ini, ya nak? " Pak Rudy Wijayanto memberikan kecupan di dahi Salsa.
"Iya, Pa." jawab Salsa menahan kesedihan yang melanda hatinya.
"Marco,tolong kamu bantu kami untuk menjaga Salsa-kami dengan baik bersamamu." kata Rudy Wijayanto kepada Marco dengan nada seorang ayah yang menyayangi putrinya.
"Iya, O'om Rudy, tentu saja O'om tak perlu cemas karena Salsa akan selalu Marco jaga dengan sepenuh hati Marco." kata Marco memberikan pelukan hangat kepada Rudy Wijayanto seperti ia menyayangi Papanya sendiri.
__ADS_1
Lalu Marco menggandeng tangan Salsa dan di ajaknya keluar dari ruang tamu menuju ke teras rumah untuk masuk ke mobilnya yang sudah di siapkan oleh supirnya dengan cekatan.
"Salsa,apakah kamu sudah sarapan pagi hari ini sebelum kamu tahu bahwa Aku akan datang ke rumah orangtuamu untuk menjemputmu? " tanya Marco halus kepada Salsa di dalam mobil.
"Belum." jawab Salsa.
"Ah,Aku sudah tahu kau belum sarapan pagi hari ini di rumah orangtuamu. Karena itu Aku telah siapkan bekal sarapan pagi untukmu di dalam kotak makan lucu ini." kata Marco memberikan kotak makan warna pink motif hello kitty kepada Salsa.
Salsa membuka kotak makan lalu menemukan menu sarapan pagi berupa nasi goreng spesial yang terlihat lezat di sepasang mata indah Salsa yang mendatangkan kebahagiaan di hati Marco.
"Sa,ayo dicoba sarapan pagi buatanku yang di khususkan untuk kamu tunanganku." kata Marco sambil mengelus rambut panjang Salsa dengan kelembutan.
"Eh,ya,Kak Marco.Terimakasih banyak." kata Salsa tersenyum manis untuk Marco.
Salsa mengambil sendok dan garpu dari Marco lalu menikmati sarapan paginya dengan senang sekali karena ia makan nasi goreng spesial yang dibuatkan oleh Marco khusus untuk dirinya.
"Iya, Kak Marco.Terimakasih atas doamu." kata Salsa sambil mengunyah nasi goreng spesial di mulutnya yang mungil.
"Ini jangan lupa untuk minum air putihmu dari botol minuman warna pink motif hello kitty juga agar kamu selalu semangat dalam berjuang untuk meraih mimpi indahmu." kata Marco yang menundukkan kepala untuk menberikan kecupan hangat di kening halus Salsa.
"Iya, Kak Marco terimakasih untuk sarapan pagi yang spesial darimu." kata Salsa usai sarapan pagi dan minum air putih dari botol minuman yang diberikan oleh Marco kepadanya.
"Sama-sama Salsa sebagai tunanganku, kamu tak perlu sungkan untuk meminta apapun dariku, maka aku pasti akan mengabulkannya untukmu dapat bahagia disisiku." kata Marco membantu Salsa untuk turun dari mobilnya lalu mengantar tunangannya ke depan teras gedung sekolah dengan memayungi gadis manis itu.
"Kak Marco,sampai jumpa nanti malam di rumah Pak Hendri Salim." kata Salsa memberikan satu kecupan manis di pipi Marco sebelum gadis itu naik tangga untuk menuju ke kelas gadis itu.
__ADS_1
Marco menghubungi Opa nya untuk membelikan rumah yang superlengkap di kawasan elit yang berada dekat dengan lingkungan perumahan Opa nya tinggal melalui video call di mobilnya di dalam perjalanannya ke kantornya.
"Marco, kamu kerja dahulu yang benar barulah Opa mu akan berikan apapun yang kau inginkan, dan satu hal lagi yang perlu kamu ingat adalah kau jangan pernah menyakiti hati Salsa dan juga kepercayaan kami kepadamu." kata Pak Hendri Salim di video call kepada Marco.
"Iya, Opa.Ohya, Aku sudah mengirimkan laporan mengenai produksi rak buku di pabrik di daerah Pamulang yang sekarang semakin meningkat pesat atas kerja kerasku kemarin." kata Marco di video call kepada Opa nya yang membaca file laporannya melalui aplikasi dokumen pribadi ke HP Opa nya.
"Baik, Marco.Aku mau kamu kunjungi agen di daerah Bengkulu pada akhir pekan ini bersama dengan Salsa untuk mengajaknya berlibur di sana bersamamu." kata Pak Hendri Salim di video call kepada Marco.
"Baik, Opa." jawab Marco.
*****
Di SMA Mutiara Bangsa, Jakarta.
Ella menghampiri Salsa yang sedang berdiri di balkon depan kelas mereka di jam istirahat kedua mereka pada siang hari.Ella menawarkan ice cream mochi kepada Salsa lalu mengajak ngobrol temannya itu.
"Sa, Aku kemarin baru mendapatkan surat cinta dari anak kelas sebelah." kata Ella menceritakan tentang surat cinta yang di dapatkannya dari salah seorang teman Andreas kepada Salsa.
"Wow, lalu? "
"Aku menolaknya. "
"Kenapa?"
"Aku suka kepada Kak Dennis Rodman temannya Kakakku itu lho." jawab Ella dengan merenung sendiri di dekat Salsa.
__ADS_1
Salsa tersenyum melihat temannya yang manis ini sedang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada sepupunya. Ia pun merangkul Ella untuk menberikan dukungan untuk temannya itu.
Bersambung!!