Janji Cinta Sepupuku

Janji Cinta Sepupuku
Bab 16.


__ADS_3

SMA Mutiara Bangsa,Jakarta.


Salsa menyalami tangan kanan Marco sebelum ia keluar dari mobil tunangannya itu lalu gadis itu berjalan melewati pintu gerbang sekolahnya dan mobil tunangannya telah meninggalkan kawasan sekolahnya dalam waktu lima menit saja.


"Salsa.. " panggil Ella temannya yang berlari ke arahnya di halaman sekolah.


"Ella,tumben jam segini kamu baru sampai di sekolah? "sapa Salsa yang memperlambat jalan menuju ke gedung sekolah agar gadis itu dapat mengimbangi langkah temannya.


" Ya,macet parah di jalanan.Ohya, Sa.Aku ingin pulangin bros kamu nih yang ketinggalan di sofa rumahku."kata Ella mengeluarkan bros dari saku seragam SMA-nya dan memberikannya kepada Salsa.


"Eh,trims ya, Ella." kata Salsa ramah kepada Ella yang merangkulnya untuk berjalan ke gedung sekolah.


Di kelas, mereka bergabung dengan Ecca dan Astrid yang sedang membahas tentang wisata perpisahan mereka yang akan dilaksanakan di Pulau Bali usai mereka selesai ujian nasional dan mendapatkan surat kelulusan SMA Mutiara Bangsa.


"Eh,masih tiga minggu lagi kok sampai UN IPA selesai.Jadi, kita tenang sajalah dengan kita bisa menikmati masa-masa terakhir kita memakai seragam putih Abu-Abu." kata Salsa selalu ceria bila ia bersama dengan teman-teman sebayanya di sekolahnya.


"Iya, Salsa.Aku sudah memikirkan untuk siang ini kita bisa jalan- jalan ke Mal untuk hilangkan stres sejenak dari UN Matematika."kata Ecca yang kini menunjukkan jadwal jalan-jalan mereka kepada Salsa di bangku depan mejanya.


" Wah,hari ini kita akan pergi ke Mal, besok kita ke PIK, lusa kita ke Bioskop,besoknya lagi kita ke kolam renang dan terakhir kita ke rumahmu dan rumahnya Astrid."kata Salsa membaca jadwal untuk jalan-jalan mereka di tangannya.


"Iya, dan kita bisa mengisi jadwal yang kosong di rumahmu saja, Sa." kata Ecca dengan senyuman cerahnya kepada Salsa dan kedua temannya di sekitarnya.


"Iya, Sa.Kami ingin tahu dimana rumahmu agar kami dapat mengenang masa indah kita sebagai anak-anak SMA Mutiara Bangsa." kata Astrid di sebelah kanan Salsa sambil berbalik ke arah papan tulis karena guru mereka sudah masuk ke kelas mereka.


*****

__ADS_1


PT.Salim Sejahtera,Jakarta Pusat.


Marco membuka file di laptopnya untuk melihat pekerjaannya yang sudah disiapkan oleh wakil Sekretaris yang sudah menunggunya datang ke kantor itu.


"Pak Marco,file pertama adalah berkas laporan pembelian barang baku untuk pembuatan mebel yang terbaik untuk produksi kita pada tahun -tahun berikutnya." kata wakil Sekretarisnya di sampingnya.


"File kedua isinya apa saja? " tanya Marco tanpa mengalihkan perhatiannya kepada laptopnya di meja kerjanya.


"Pembangunan infrastruktur jaringan internet di pulau kecil di daerah kepulauan Riau yang akan dibangun dalam waktu dekat ini yaitu pada bulan Juli nanti."jawab wakil Sekretarisnya menunjuk pada layar laptopnya di kolom lain.


" Emm,Opa pernah mengatakan bahwa Aku ini sebagai cucunya harus mempelajari apapun yang berhubungan dengan usahanya di Jakarta dan sekitarnya.Hmm, aku akan memulainya dari sekarang di sini."pikir Marco.


Pintu kantornya di ketuk oleh Dennis Rodman di luar pintu kaca kantornya sehingga ia meminta wakil Sekretaris untuk keluar dari kantornya agar Dennis Rodman dapat bicara dengannya.


"Aku ingin kamu kunjungi salah satu pabrik di daerah Pamulang bersamaku sekarang juga." jawab Dennis nada serius kepada Marco sepupu terbaiknya sekaligus musuh persaingan cintanya pada Salsa.


"Eh,memangnya kenapa dengan pabrik di daerah tersebut sampai kamu mau Aku kunjungi pabrik itu?" tanya Marco menutup filenya di laptopnya untuk berjalan ke dekat Dennis.


"Kau akan melihatnya nanti setelah kamu dapat berada di sana." jawab Dennis nada lebih serius kepada Marco yang menganggukkan kepala, lalu sepupunya berjalan ke pintu kantor.Ia pun cepat mengikuti sepupunya meninggalkan kantor ke arah pintu lift.


Setibanya mereka berdua di pabrik yang ingin di kunjungi oleh Marco.Disana mereka menemukan beberapa kejanggalan dalam pembuatan barang produksi rak buku yang sesuai dengan pesanan dari konsumen mereka.Marco pun memanggil kepala pabrik untuk memberikan laporan secara keseluruhan kepadanya di ruang kantor di pabrik tersebut.


"Bagaimana bisa pemesanan rak buku tak sama dengan buku pemesanannya?"tanya Marco nada keras kepada kepala pabrik yang gemetaran di tanya olehnya.


"Karena kayu, triplek dan kaca tidak ada yang sesuai dengan permintaan konsumen kita, Pak Marco." jawab kepala pabrik memberikan data pembuatan barang rak buku kepada Marco yang segera memeriksa keseluruhan data tersebut.

__ADS_1


"Triplek nya kamu pesan dari agen apa? Hutan apakah yang kau dapatkan untuk pembuatan triplek nya?"tanya Marco nada serius sekali pada kepala pabrik.


"PT Bumi Gunawan, Pak Marco. Hutannya dari daerah Bengkulu Utara." jawab kepala pabrik di depan meja kerja Marco dengan wajah pucat.


"Hmm, hubungi pihak agen sekarang juga karena Aku ingin bicara dengan mereka." perintah dari Marco menatap Dennis Rodman yang berdiri di belakang kursi yang diduduki oleh kepala pabrik.


"Siap, Marco." sahut Dennis segera merogoh HP dari saku celana kerjanya dan menelepon orang yang ingin di hubungi oleh Marco.


Marco menunggu dengan tak sabar melihat HP Dennis tak mendapatkan balasan dari pihak agen.Maka ia segera menarik tangan Dennis dan kepala pabrik untuk mengikutinya ke lapangan secara langsung.


"Sebutkan bahan-bahan terbaik dari pembuatan rak buku PT Salim Sejahtera kepadaku untuk kita bisa segera memproduksi rak buku yang sesuai dengan data pemesanan yang telah kita dapat dari konsumen." kata Marco yang menemui tiap buruh di pabrik itu secara langsung.


Dennis memerhatikan cara kerja sepupunya itu dengan saksama dan tersenyum kecut karena ia akan kalah dari Marco yang ternyata seorang pria muda yang pekerja keras dan mau belajar untuk kemajuan dari diri sepupunya itu.


"Emm,apa yang ada di benaknya setelah ia tahu apa yang akan didapatkannya apabila dia dapat menyelamatkan pabrik ini?" batin Dennis.


Marco mencatat semua yang ingin dipelajarinya di buku agenda kerjanya sambil mendengarkan tiap keluhan yang dikeluarkan oleh para buruh di pabrik secara cermat.


"Cat, pelumas,sablon, lalu apalagi?" tanya Marco ingin tahu sambil membantu salah seorang dari buruh pabrik mengecat rak buku yang sudah jadi dan ditaruh di samping tempat duduk buruh itu.


"Tutupnya harus ada kenop atau gagang bentuk bulat atau lengkung." jawab buruh pabrik dengan senang bertemu dengan cucu pemilik dari pabrik tempatnya bekerja.


"Pak Marco,Anda kapan pulang dari luar negeri ke Indonesia?"tanya salah seorang dari buruh pabrik yang merasa kagum dengan ketampanan dan kinerja dari Marco.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2