Janji Cinta Sepupuku

Janji Cinta Sepupuku
Bab 12.


__ADS_3

Asisten rumah tangga Ella mendatangi mereka di ruang serbaguna untuk membawakan aneka macam cemilan di meja untuk mereka sambil mengerjakan tugas sekolah mereka.


"Non, Bibi bawain makanan ringan untuk teman -temannya Non Ella." kata Asisten rumah tangga Ella yang biasa dipanggil Bi Sumiati.


"Iya, Bi Sumiati terimakasih." jawab Ella dengan nada ramah sembari menawarkan cemilan yang berupa sepiring kue Ape, kue ****, kue cubit dan kue Laba-laba kepada teman-temannya.


Di ruang keluarga lantai bawah terdengar suara Kakaknya Ella sedang berbicara dengan seorang pria yang suaranya sudah dikenal dengan baik oleh Salsa.


"Eh, Kak Dennis Rodman berada di rumah Ella." pikir Salsa.


"Ei,siapa lagi tuh yang berada di lantai bawah? " tanya Ecca si Ratu heboh dengan sinar matanya yang penasaran kepada Ella.


"Cowok gebetanku baru saja datang ke rumahku seperti biasa untuk mengajak Kakak Gunawan pergi ke klub bilyar favorit mereka." jawab Ella di tiang tangga untuk melihat ke lantai bawah dan menemukan sosok pria idamannya di sana.


"Wah, kece badai juga nih cowok ganteng yang di katakan oleh Ella sebagai gebetannya." kata Ecca memuji dengan suara yang keras sampai terdengar oleh kedua telinga Dennis Rodman di ruang keluarga.


"Siapa sih di lantai atas rumah Lo, Gun? Ramai banget deh? " tanya Dennis Rodman dengan alis tebalnya terangkat sedikit kepada Gunawan.


"Oh itu gengnya teman-teman Ade Gue." jawab Gunawan sambil memakai jaketnya lalu tangan kanannya mengambil kunci mobilnya dan segera berjalan keluar dari ruang keluarga dengan di ikut oleh Dennis Rodman.


Ecca melempar pulpennya di buku tulisnya usai menyelesaikan tugasnya lalu berbaring di lantai dengan nyaman sambil makan kue Ape dari atas meja.


"Kue **** buatan Bi Sumiati memang paling enak dan manisnya asli dari gula beneran bukan pemanis buatan yang biasa kita beli dan makan di depan gerbang sekolah kita." kata Ecca yang tidak pernah berhenti untuk makan kue tersebut.


"Ya,Ecca, kalau kamu suka makan kue **** dari Bi Sumiati nanti sebelum kamu pulang ke rumah mu, aku akan membawakan beberapa kue **** untukmu, ya? " ucap Ella yang senang melihat temannya menyukai masakan Bibi nya.

__ADS_1


Salsa mengambil segelas jus tomat dari meja di samping kotak pensilnya dan meminum jusnya dengan nikmat sekali lalu melihat hpnya dengan kaget.


"Astaga, sudah jam delapan malam. " pekiknya di dalam hatinya.


"Ella, Aku pamit pulang duluan ya soalnya sudah malam nih." kata Salsa cepat-cepat merapikan peralatan sekolahnya ke dalam tasnya lalu gadis itu segera menyalami Ella dan teman-temannya dan turun dari lantai atas dengan diikuti oleh Ella di belakangnya.


"Sa.. Apa kamu mau Aku minta tolong Pak Udin untuk anterin kamu pulang ke rumahmu?" tanya Ella di depan pintu rumahnya kepada Salsa.


"Tak perlu, La.Terimakasih, Aku bisa pulang naik taksi online." jawab Salsa yang terkejut dengan mobil sport milik Marco telah berhenti di depan pintu gerbang rumah Ella.


"Nona Salsa, silakan Anda masuk ke mobil Tuan Muda. " kata supir pribadi Marco nada sopan kepada Salsa sembari membukakan pintu mobil untuk Salsa.


Ella termangu dengan hadirnya sebuah mobil mewah warna hitam di depan pintu gerbangnya dan Salsa temannya itu masuk ke dalam mobil itu? Ia hampir tak pernah mempercayai apa yang barusan di lihatnya itu.


Ella langsung memberitahukan penemuannya itu kepada Ecca dan Astrid di ruang serbaguna di lantai atas sampai kedua orang temannya itu pun terkesiap dengan penemuannya yang telah menceritakan tentang Salsa.


"Ahh, pantas saja Salsa paling anti kalau kita ini main ke rumahnya karena dia itu bukan anak SMA biasa seperti kita, " kata Ecca dengan yakin pada ucapannya itu.


"Tapi, Salsa hebat lho dia mau temanan sama kita dan sikapnya ramah dari awal kita kenal dia di kelas satu SMA hingga sekarang ini kita kelas tiga SMA." kata Astrid bangga.


"Ya,Salsa benar-benar hebat.Eh, apa kalian tahu cowok ganteng yang kemarin lalu nunguin dia di pintu gerbang sekolah? Apakah jangan-jangan dia itu pacarnya Salsa? " tanya Ecca yang telah menerima bungkusan berisi kue **** dari Bibi Sumiati berikan kepada gadis mungil berambut ikal.


"Bukan, cowok itu adalah Kakak sepupunya yang baru datang dari luar negeri." jawab Astrid yang telah diberitahu Salsa perihal kakak sepupunya temannya itu.


"Oh, kalau begitu apakah kita boleh berkenalan dengan Kakak sepupunya? Ya, siapa tahu saja Aku bisa jadi pacar kakak sepupunya yang kece itu? " tanya Ecca sambil berjalan turun ke lantai bawah.

__ADS_1


"Entahlah, kau tanyakan saja kepada Salsa -nya secara langsung esok di sekolah." jawab Astrid yang sudah berdiri di depan mobil taksi online.


"Ya, baiklah, sampai jumpa besok di sekolah." kata Ecca melambaikan tangannya ke arah Ella di pintu gerbang rumah Ella dan masuk ke mobil taksi online yang lainnya.


Ella kembali ke ruang serbaguna untuk bantu Bi Sumiati merapikan meja dan sofa usai teman- temannya pulang. Ia tak sengaja menemukan bros bunga persik di sofa yang tadi di duduki oleh Salsa.


"Cantik sekali bros ini pasti mahal harganya.Ah, apa bros ini kepunyaan Salsa,ya? " pikir Ella.


*****


Rumah Pak Hendri Salim, Jakarta.


Setibanya Salsa di depan pintu gerbang rumah Pak Hendri Salim. Gadis itu segera berlari masuk melalui pintu bagian belakang agar tak seorang pun yang melihatnya pulang ke rumah itu pada jam sembilan malam.Ia lalu menyelinap naik ke lantai atas melalui tangga darurat yang berada di bawah garasi mobil-mobil koleksi tunangannya.


"Darimana saja kamu? Kenapa jam segini kamu baru pulang ke rumah?" tanya Marco dari lantai tangga garasi mobil dengan tatapan matanya penuh teguran kepada Salsa.


"Ke.. Kenapa kamu bisa berada di rumah ini dan kapan kamu pulang dari kota Pontianak? " tanya balik Salsa kaget melihat tunangannya berada di depannya.


"Jawab dulu pertanyaan Aku." kata Marco nada tegas dengan tatapannya terarah kepada Salsa di lantai tangga bawah.


"Kak Marco, Salsa dari belajar bersama dengan teman sekolah Salsa tapi pulangnya kemalaman, Salsa minta maaf kepada Kakak, karena Salsa terlambat pulang." kata Salsa yang menunduk di depan Marco.


"Oh,kenapa kamu tak belajar di rumah saja agar kamu tidak selalu berkeliaran di luar rumah usai kamu pulang dari sekolahmu yang jadwal pulang sudah ku ketahui yaitu tiap hari senin-jumat jam pulangnya adalah jam tiga siang jika tak ada jam pelajaran ekstrakurikuler." kata Marco menarik tangan Salsa lalu mengajak tunangannya naik ke lantai atas menuju ke lift.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2