
"Dia anaknya Pak Muklis yang belum lama ini ikut gabung kerja di sini." jawab Yono yang cepat memahami temannya itu.
"Wah,cantik banget siapa namanya? Apakah kau mengenalnya? " tanya Marco tanpa mengalihkan perhatiannya kepada gadis cantik yang saat ini sedang mengarahkan pandangan mata kepada dirinya.
"Namanya Yasmin, ya lumayan kenal sih soalnya Saya pernah kerja dengannya di kota Palembang sekitar lima tahun yang lalu."jawab Yono sambil berjalan kembali ke arah pabrik karena mereka sudah harus kembali bekerja usai jam istirahat selesai.
Marco memberikan kedipan sambil mengikuti Yono kepada Yasmin gadis cantik yang menarik perhatiannya itu dan mendatangkan hasrat ingin mendekati gadis itu sebagai hiburannya di kota Pontianak.
"Aku harus mendekatinya nanti sore pulang kerja supaya Aku bisa mendapatkan jodohku." kata Pak Anton yang seru sendiri di depan pekerjaan yang harus dikerjakannya itu yaitu merapikan kayu mahoni, kayu jati dan berbagai jenis kayu di pabrik kayu.
Marco yang memiliki sifat playboy sejak pemuda itu duduk di bangku sekolah menengah atas di USA telah hadir kembali usai bertemu dengan Yasmin meskipun ia harus ingat bahwa ia telah memiliki tunangan di Jakarta.
"Hiburan lebih penting daripada Aku menjadi pria kayu tak berperasaan sehingga Aku tak pernah menghiraukan sinyal cinta dari gadis cantik di dekatku saat ini." pikir Marco.
Namun sebelum ia melancarkan rencananya itu hpnya berdering kencang yang membuatnya itu harus cepat menerima panggilan telepon dari Opa nya di Jakarta.
"📱Marco, ingat kamu dilarang bermain-main di tempat kerjamu atau Opa akan mengganti nama belakangmu dan menghapus nama dari surat ahli waris Opa." kata Pak Hendri Salim melalui video call secara langsung kepada Marco.
"📱Ya, Opa, tenang sajalah. Aku takkan pernah bermain-main di tempat kerjaku. Ohya gimana kabarnya Oma- ku di Swiss?Apakah Oma sudah pulang dari pertemuannya dengan para desainer ternama di Ibukota Zurich? " tanya Marco yang cerdas telah mengalihkan percakapannya pada Opa nya.
"📱Oh, Oma-mu baik, dia akan pulang saat hari raya imlek yang akan datang yaitu pada tahun depan." jawab Opa nya yang tersenyum lebar.
"📱Syukurlah, berarti Opa takkan pernah lagi ada perasaan kesepian tanpa adanya Oma Emma di sisi Opa." kata Marco yang pandai membuat hati Opa nya melambung tinggi dengan nada bicara nya itu.
*****
__ADS_1
SMA Mutiara Bangsa, Jakarta.
Jam tiga siang, Salsa dan teman-temannya telah beramai-ramai berjalan keluar dari dalam kelas mereka untuk menuruni tangga dengan senyum cerah yang menghiasi bibir mereka.
"Jadi kan kalian akan belajar bersama denganku di rumahku? " tanya Ella menengok sedikit untuk melihat teman-temannya yang berjalan di dekat nya menuju ke area parkiran mobil.
"Jadi dong,buktinya kami jalan bareng sama kamu ke mobilmu yang sudah di tungguin sama Pak Udin supirmu itu, La."jawab Salsa dengan nada halus kepada Ella temannya itu.
" Wah, terimakasih Salsa kamu memang teman aku yang paling baik. "kata Ella memeluk Salsa dengan gembira.
" Eh, ya, ya sama-sama Ella."kata Salsa tertawa riang bersama teman-temannya.
Pak Udin supirnya Ella telah membukakan pintu mobil untuk Salsa dan teman-teman sekolah Ella dengan senyuman ramah ketika pria usia lima puluh tahun itu melihat Ella dan teman-temannya telah berjalan ke arah mobil yang terparkir di area parkiran mobil.
"Masa sekolah SMA adalah masa yang paling indah dan takkan pernah bisa terulang kembali usai kita lulus tak lama lagi."kata Ecca dengan menghela napas dalam-dalam.
"Ya, tak terasa kita sudah berada di ujung akhir tahun ajaran sekolah menengah atas kita setelah kita ujian nasional berakhir pada beberapa hari lagi." kata Astrid dengan senyumannya.
"Ya, tapi kapan-kapan kita akan buat reuni untuk kita bisa bertemu kembali usai lulusan SMA pada bulan Juli tahun ini." kata Salsa yang telah memikirkan bagaimana kehidupannya nanti usai Ia lulus SMA.
"Ya, pasti dong, meskipun kita berpisah dengan kehidupan kita masing-masing seperti Ella akan kuliah di Universitas Indonesia di Depok, Ecca akan kuliah di Universitas IPTN di Bandung,Aku akan kuliah di Universitas Bunda Mulia di sini di Jakarta ini.Dan, Kamu Salsa akan kuliah dimana usai lulus SMA? "
"Belum tahu." jawab Salsa pelan.
"Mmm, kuliah di Universitas yang sama dengan Universitas ku saja biar kita selalu bersama- sama." tutur Astrid sambil menyerahkan formulir pendaftaran Universitas Bunda Mulia kepada Salsa.
__ADS_1
"Emm, ya deh nanti ku diskusikan dahulu dengan Mama dan Papaku di rumahku,terimakasih ya untuk formulirnya." kata Salsa memeluk sahabat dekatnya dengan sayang.
Mobil keluarganya Ella telah memasuki kawasan perumahan di daerah Jakarta Timur dan berhenti di sebuah rumah minimalis yang cantik untuk di jadikan contoh rumah paling modern di seluruh perumahan tersebut.
"Selamat datang di rumahku untuk teman- teman paling baik di dunia ini bagiku." kata Ella dengan ceria dan hangat menyambut kedatangan teman -teman sekelasnya di rumahnya.
"Wahh, rumahmu sejuk banget Ella.. " kata Ecca memuji keindahan dekorasi taman minimalis di depan rumahnya Ella yang menarik sekali.
"Ya,taman di rumahku adalah desain arsitek dari teman Kakakku yang merekomendasikannya kepada Papaku yang sangat menyukai taman di rumahku seperti kebun raya Bogor versi mininya. " kata Ella yang menunjukkan taman bunga yang berada di depan rumahnya kepada teman- temannya.
Di ruang dalam rumah Ella ternyata ada Kakak laki-laki Ella yang sedang nonton TV sambil tiduran di sofa. Ella pun mengajak teman-teman ke kamarnya untuk belajar bersama.
"Ella, Kakakmu ganteng banget sih.." ucap Ecca sambil berjalan di tangga menuju ke lantai atas.
"Ya, Ella,tolong kenalin kami kepada Kakakmu itu usai kita belajar bersama." kata Astrid cekikikan sendiri.
"Iya, ya, nama kakakku itu Gunawan." kata Ella di telinga Salsa.
Salsa menanggapi temannya itu dengan senyum di bibirnya untuk kesopanan meskipun ia sama sekali tidak tertarik dengan kakak laki-laki nya Ella.
"Sa, cowok ganteng kemarin lalu tak kalah lho sama Kakaknya Ella."kata Astrid melewati Salsa untuk lebih dulu sampai ke ruang serbaguna di lantai atas.
"Semua sama saja kok karena menurutku Papa ku lah yang paling ganteng di seluruh dunia ini." kata Salsa dengan senyum manisnya berjalan ke arah sofa pendek di ruang serbaguna usai Ella membawakan buku pelajaran yang akan mereka bahas bersama-sama.
Bersambung!!
__ADS_1