Janji Cinta Sepupuku

Janji Cinta Sepupuku
Bab 24


__ADS_3

Marco melompat bangun dari sofa begitu dirinya mendengar suara jam weker di hpnya sendiri di atas bantal kepala dan begitu ia melihat jarum jam menunjukkan pukul sembilan pagi.Pemuda itu segera berlari ke ruang pakaian dan berlari ke kamar mandi.


"Astaga kebiasaan dia itu bangun jam segini dan tetap saja dia tak pernah sadar bahwa ia harus belajar untuk bertanggungjawab atas jadwalnya sendiri." batin Salsa.Gadis itu sudah berpakaian rapi dan duduk di sofa depan pintu kamar untuk menunggu Marco.


Dan, terdengar suara lift di luar kamar yang telah membukakan pintu untuk Pak Hendri Salim dan istrinya yakni Ibu Deswinta Handoko Salim yang berjalan ke arah pintu kamar.


"Marco,Salsa.. Tolong buka pintu kamar kalian." Kata Pak Hendri Salim mengetuk pintu kamar.


"Iya,Opa." jawab Salsa bergegas membuka pintu kamar untuk Pak Hendri Salim dan Bu Deswinta Handoko Salim yang sudah berdiri dengan sikap agung.


"Dimana Marco?Apakah dia belum bangun tidur? "tanya Bu Deswinta Handoko Salim nada angkuh kepada Salsa.


" Kak Marco sudah bangun tidur dan sekarang ini dia ada di kamar mandi."jawab Salsa sopan.


"Jam segini dia baru bangun tidur? Ahh,Salsa kau sebagai calon istrinya mestinya harus bisa mengingatkannya dalam hal sekecil apapun." kata Bu Deswinta Handoko Salim nada marah.


"Istriku, sabarlah."kata Pak Hendri Salim nada lembut supaya istrinya tak memarahi Salsa.


"Suamiku, Kau harusnya bisa membiarkan Aku sebagai wanita paling senior di Kediaman Salim untuk mendidiknya supaya dia layak untuk jadi istri dari cucu kita, Marco." kata Bu Deswinta Handoko Salim yang malah memarahi suaminya sendiri.


Marco yang mendengar suara Oma nya segera keluar dari ruang pakaian sambil memakai baju kerjanya secara asal saja sampai Salsa dengan terampil membantunya untuk merapikan bajunya dan mengambilkan sepasang sepatu kerjanya.


"Opa dan Oma ada apa sepagi ini datang ke sini dengan marah-marah?"tanya Marco nada sopan kepada Pak Hendri Salim dan Bu Deswinta Handoko Salim sambil mengambil tas kerjanya di tangan Salsa.


"Menunggumu untuk sarapan pagi." jawab Bu Deswinta Handoko Salim nada lembut kepada Marco sambil menggandeng tangan cucunya di depan Salsa lalu mereka berdua berjalan keluar dari kamar bersama-sama.


Pak Hendri Salim menghampiri Salsa yang tetap berdiri di ruang serbaguna lalu tersenyum ramah dan penyayang kepada Salsa yang membalas senyuman Pak Hendri Salim dengan senyuman di bibirnya yang manis.

__ADS_1


"Opa, hari ini kita akan sarapan pagi menu apa di ruang makan? " tanya Salsa nada manja sambil menggandeng tangan Opa nya.


"Oh, Kamu akan lihat di ruang makan setelah kita sampai di sana." jawab Pak Hendri Salim nada lembut kepada Salsa sambil membelai lembut rambut indah Salsa.


Di ruang makan sudah lengkap dengan hadirnya seluruh anggota keluarga Salim termasuk Ricco Salim dan Dennis Rodman yang sudah duduk di kursi makan mereka masing-masing.


"Selamat pagi untuk Opa dan Oma juga semua." sapa Sheila yang berdiri di depan kursi makan di depan kursi makan yang diduduki oleh Marco.


"Ya, selamat pagi untuk kalian semua.Mari kita semua sarapan pagi bersama." jawab Pak Hendri Salim nada lembut kepada para anggota keluarganya.


Mereka pun menikmati menu makanan sarapan pagi dengan sukacita namun sopan. Salsa yang duduk di kursi makan di samping Marco dapat menikmati sarapan paginya dengan santai dan nyaman.


"Sa, hari ini akan ada pesta lajang untukku dan untukmu di dua tempat yang berbeda maka itu Aku akan mengizinkan kamu untuk menikmati waktu bersama dengan keluarga pribadi dan teman-temanmu sepanjang hari ini." kata Marco di dekatnya sambil minum kopi.


"Ya,Kak Marco terimakasih untuk izinnya." kata Salsa lembut kepada Marco yang memberikan kecupan hangat di bibirnya dengan secepat kilat supaya tak ada seorangpun yang melihat Marco menciumnya.


"Kenapa wajahmu seperti kue bantal keras,Den? " tanya Sheila nada menyindir kepada Dennis di kursi makan sampingnya.


"Bukan urusanmu. " jawab Dennis Rodman nada ketus kepada Sheila.


Shella mengangkat bahunya sambil menyeringai kepada Dennis Rodman dan senyuman sinis dari gadis itu terlihat oleh sepasang mata Ricco yang duduk di kursi makan depan gadis itu.


"Ric, Aku mau pergi kerja bareng kamu lho hari ini." kata Chika Purnamasari Wahyudi tunangan Ricco Salim melayangkan senyuman manisnya kepada Ricco Salim.


"Iya." jawab Ricco Salim nada dingin.


"Opa, bolehkah Aku meminta kue cucur warna hijau dari piring makanmu? " tanya Romeo Salim cucu bungsu dari Pak Hendri Salim dengan nada manja.

__ADS_1


"Oh, ya tentu saja Romeo sayang." jawab Pak Hendri Salim dengan senyuman sayangnya pada anak kecil usia sepuluh tahun di kursi makan di dekatnya.


"Romeo,hari ini kamu ada jadwal les piano dan gurumu sudah datang ke perpustakaan untuk mengajarimu di sana."kata Bu Deswinta dengan senyuman ramahnya kepada Romeo Salim.


" Iya, Oma. "jawab anak kecil itu nada patuh.


"Romeo, kamu harus rajin belajar supaya kamu bisa membangga-banggakan Papa, Mama dan Kakakmu dengan nilai pelajaran-pelajaranmu baik di sekolah maupun les di rumah ini semua nilainya bagus." kata Marco memeluk Adiknya di dekatnya.


"Iya, Kak Marco, jangan khawatir karena Adikmu yang paling ganteng ini akan selalu menjadi adik paling membanggakan kamu, Papa dan Mama." jawab Romeo Salim nada riang kepada Marco.


Chika Purnamasari Wahyudi memperhatikan tiap gerak-gerik Marco yang menarik perhatiannya di sepanjang pagi hari itu di ruang makan di rumah Pak Hendri Salim yang megah.


"Wah,dia sangat berkarakter dengan pesonanya yang sangat istimewa." batin Chika.


"Chika, ayo kita segera berangkat ke kantor jika kamu sudah selesai sarapan pagi." kata Ricco di dekat gadis rambut ikal warna coklat.


"Eh, ya." kata Chika.


Mereka berdua segera berpamitan kepada Pak Hendri Salim lalu meninggalkan ruang makan, dan disusul oleh Dennis Rodman yang bergegas melewati pintu ruang makan.


"Dennis tunggu Aku..!" teriak Sheila segera lari ke luar ruang makan untuk menyusul Dennis ke parkiran mobil mereka.


"Sa, Aku berangkat ya. " kata Marco lembut pada Salsa seraya berpamitan kepada Pak Hendri Salim dan Bu Deswinta Handoko Salim.


"Ya, Kak Marco hati-hati dalam menyetir mobil di jalan raya dan apabila kamu sudah sampai di kantor untuk tidak lupa untuk mengirim pesan WA kepadaku agar Aku tidak mencemaskanmu." kata Salsa lembut kepada Marco sembari jalan di samping Marco menuju ke mobil lain yang di khususkan untuk dirinya oleh Marco.


"Ya, sayang tentu saja." kata Marco memeluknya singkat sebelum masuk ke mobil khusus untuk kerja.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2