JASMINE Loves

JASMINE Loves
Flash back off - Jasmine


__ADS_3

" Wanitaku.....kau sudah jadi milik ku malam ini dan kupastikan kau hanya milik ku saja.


Di depan cermin dengan bingkai ukiran kayu berwarna coklat tampak pantulan bayangan muncul dari senyum yang begitu menggoda.


Dingin nya udara pegunungan pagi ini terasa begitu menusuk.


CCCCUUUPPP


Sleepp


Kedua tangan kekar telah melingkar dan menyusup ke dalam baju depan pemilik nya,


Meremas kedua bukit kembar dan menarik penutup nya, jari jarinya bermain pada pucuk benda kecil yang telah mengerasss membuai dan menghanyutkan rasa yang begitu memabuk kan.


" Berjanjilahhh sayang.....berjanjilah kau akan setia padaku "


" aaaaahhhhhh hhhuuffff .....Apa kau mengingin kan ku lagii" erangan nya sambil mendesah.


Merasakan tangan kekar itu menggelitikk bukit kesayangan nya.


" Aku menunggu jawaban mu sweety, ucapny, kini salah satu jemari nya mengusap lembut puncak kecil berwarna merah pink wanita nya?!......


Bayangan kedua insan tampak jelas pada pantulan cermin, mencari jawaban di kedua bola mata indah ituu.


Semalam Jasmine menyerahkan mahkota yang sangat berharga miliknya dalam kehangatan dan sentuhan yang memabuk kan,


rancuan yang membangkitkan gelora yang menggebu hingga berahkir penyatuan kedua insan di luar batasan sebuah ikatan suci.


" haahaaahaaaaa......."Percayakan saja setiap ucapan mu itu hanya pada dirimu, buatku itu hanya omong kosong".


" JANGAN BERHARAP LEBIH, terlalu menjijik kan".


*******


Hingar bingar music dan kumpulan manusia yang memenuhi club xxx di pusat ibu kota, menggambarkan banyak cerita tabu, bagi sebagian orang menutup mata mungkin lebih baik.


" Neil.....gunakan saja mobil ku untuk merayakan kelulusan kita" hheemm sepertinya lebih asyik jika bersama mereka".


Aku tak akan menyia nyiakan kesempatann kali ini, gumam Black dalam hati.


" Bocah tengil,,, kelulusan ini sepertinya sudah membuat mu otak mesum mu menjadi bertambah tingkat an nya hhhhaaa."


"Aku bisa membaca isi otak kosong mu, berapa banyak sudah kecebong yang mubazir haahaaaa ."


" Setidak nya aku punya jiwa bisnis yang handal dalam urusan yang satu itu, dan bisa kau andalkan tentunya ..... ya itupun kalau kau mau berguru padaku". Sikap arogan nya muncul kepermukaan ... Mulai deh.


.


.


.


.


Kepulan asap rokok dan minuman keras begitu menusuk tajam indra penciuman saat pintu club xxx terbuka.


" Are you ready ladies" Sapa William sambil merentangkan kedua tangan nya memeluk dan mengecup bergantian pipi ke empat gadis yang ada di hadapan nya.

__ADS_1


Aahh itu biasa kan cipika cipiki saapaann hangat begituu yaachh entah lahhh.


WWOOWW


PERFECTO, ucap William sambil melempar senyum kepuasan yang terukir di sudut bibir nya, sambil memandang liar ladies nya malam ini.


" Jika kalian setuju ladies ahkir pekan kalian sudah bisa bekerja padaku, kalian tentunya sudah paham bagaimana dan apa yang harus di kenakan sebagai seorang Sexy Dancer bukan?" ucapnya tegas tanpa basa basi dan menyeramkan.


*****


10.00


" Kak semalem bagaimana kencan mu"? ucap Alex penuh tanya.


" Bukan urusan mu diam lah?! Cerca Jasmine, entah hari ini mood dan badan nya terasa buruk begitu lelah.


" Nanti aku bilang ke momy kakak pulang pagi lagi awas!!" ancam Alex tak mau kalah sengit dari kakak perempuan nya.


" Diam lah atau kau mau jatah pulsa mu berhenti, silahkan. Hhhheeeemmm , wajah intimidasi menghiasi wajah kuning langsat nya, setidak nya aku punya titik kelemahan mu boy.


Jasmine mengambil sepotong roti tawar yg tersedia di depan meja makan, mengoles nya dengan selai coklat terlebih dulu, menambahkan sehelai roti pada sisi bagian yang lain nya, menumpuk nya menjadi satu kesatuan dan memakan nya dengan lahap.


Ancaman maut Jasmine membuat Alex menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


Memutar kelopak kedua mata nya, hhhuuufff selalu mengancam.


" Ja ja - jangan kak, uuuhhhh baiklah aku diam" pasrah Alex dengan mengangkat kedua tangan nya di atas kepala


"Aku khan hanya bertanya . Ehmm kemaren siapa yang bersama mu kak?!..."


Albert, Gio, Jimmy, Toni apa Bram Black ?!..."bisik nya lagi".


Alex menghampiri Jasmine dan menepuk pelan punggung kakak nya...


" HHuuufff.....aku hanya menghawatirkan mu kak".


Cuman kau satu satunya saudara yang kupunya, bagaimana mungkin aku diam saja.


Muuuaaacchh dikecup nya pundak Jasmine dengan sorot mata menanti penjelasan, tangan nya kini melingkar bergelayut di leher Jasmine meluapkan rasa begitu berharga nya Jasmine di mata Alex.


" Apa yang kau ucapkan BODOH".


PLETAK sentilan jemari Jasmine mengarah ke kening Alex.


" Auuuuwww ..... " Alex melepaskan pelukan nya dan bibir nya tampak maju karena cemberut.


"Sudahlah aku baik baik saja" Jasmin berdiri dari meja makan.


"Kak. Aku sangat menyayangimu, aku hanya gak mau kamu terluka karena dendam masalalu mu kak. Kumohon hentikan".


Jasmine diam sejenak, merenungkan kata kata Alex. Tangan nya mengepal dengan keras raut wajah nya terlihat begitu banyak tersimpan kesedihan yang selama ini menumpuk mengusik hati nya.


****


FLASH BACK OFF


"Hikkksss...hikksss Ampunn ammpunn pa, isak tangis gadis kecil menggema di setiap sudut kamar".

__ADS_1


CCETAASS....CETAASS....CETASS Cepat katakan kemana saja kau Jasmine gadis yg masih menginjak usia 9 tahun.


Kayu rotan setebal 5 cm membentur keras di tubuh kecil nya, menyisa kan guratan merah yang begitu perih panas menyiksa.


Hiiikksss hhiikksss ammpunn ampuun pa ammpun.


" Apa kau bilang, selalu kata kata itu tapi kau mengulangi nya lagi."


CETAS


BBUGGGG


BBUUGGG


pukulann dan tendangan di terima tubuh Jasmine kecil, Jasmine tersungkur di lantai yang teramat dingin.


Amppuuun ceracau mulut kecil nya hiiikksss.


" SSSTTTOOOPPP....Apa yang kau lakukan, dia bisa mati." Kumohon berhentilah dia putri mu".


Devika terkejut samar terdengar suara tangis memilukan di sudut ruangan yang tak pernah terpakai, berlarian mencari sumber suara dan dia menemukan putri nya tersungkur mengenaskan" .


"GILA kau Roi !!!!!!"


Tangiis nya memecah seketika menggapai tubuh gadis kecil nya dan mendekap nya,


Devika hendak berdiri dan membopong Jasmin tapiiii.....


" AAAUUUUWW.....".


Rambut nya yang terurai kini ditarikkk sangat keras dan kencang.


Devina memekik kesakitan dan memundurkan langkah kaki nya tersungkur menatap kerasnya lantai berbahan Granit..


" Bagaimana cara mu mendidik anak, itu semua akibat didikan mu Devika". Teriak nya tanpa mau disalahkan, dan melepasnkan rambut Devika.


CCCIIIHHH


Crrriinngg


Sekali ku dengar kalian melawan ku, kalian akan tau akibat nya nada teriakann itu menggema di setiap sudut ruangan.


.


.


.


.


Setragis itu masa lalu Jasmine, nasib buruk nya dan trauma masa kecil nya tak seindah nama nya bukan?!....


Hhiiiikkss 😥😥 semangat Jasmin ku!!....


LIKE gratis


VOTE

__ADS_1


Komen nya ya guys 😉


HAPPY READING 😍


__ADS_2