JASMINE Loves

JASMINE Loves
Daster 2


__ADS_3

"Apa saja yang kau beli, banyak sekali Bryan?!..." di bongkar nya isi paper bag yang di serahkan Bryan ke Jasmine.


"Ini apa polkadot pink" tuingg dilempar Jasmien ke kanan.


" Ini corak harimau kuning hitam" ttuuiing lempar di sebelah kiri Jasmine.


"Ini bentuk renda yang bahkan hanya menutupi bukit ku separuh saja" ttuuiinngg lempar Jasmine ke arah Bryan.


" AAHHHH" tariak Jasmine sebal.


"Kau memilih sendiri ini semua Bryan?"


"Hheemm....Iya, bagus khan,kau pasti akan tampak semakin seksi istri ku" alis naik turun Bryan menandakan pilihan nya itu sangat tepat jika jasmine menggunakan di depan nya.


"Dasar mesum, buaya darat cap kadal" kau sama saja dengan yang lain.Ucap Jasmine sebal.


" Kau ini, kenapa berantakan begini" cerca Bryan gak habis pikir di depan matanya sekarang terpampang under***** tiga pasang dengan corak berpasangan.


" Aku membeli nya untuk keperluan mu selama kau di rumah sakit Jasmine , nanti aku yang akan memakai kan nya semua ke tubuh mu istriku"


Ucap Bryan lirih terdengar sangat menggelitik di telinga Jasmine, matanya menatap lekat mata Jasmien dengan sorot mata yang tak bisa di artikan.


" Mimpi apa aku semalam, sekarang aku bisa ada di sini dengan mu setelah sekian lama kita tak bertemu, apa kau tak merindukan ku?!"ucap lirih Bryan dan mengambil satu pakaian daster yang berserakan di atas tempat tidur.


"Hari ini aku akan menjagamu sayang, paman dan tante Defika baru bisa kesini besok sore" tangan Bryan membelai lembut pipi Jasmine kedua alis nya terangkat senyum nya mengembang seolah dia baru saja mendapat jackpot.


" Sementara pakai lah ini dulu istri ku!" nada perintah dengan penekanan yang penuh arti.


" AAAPAAA!! kau menyuruhku memakai daster? " Aku gak akan pakai itu, ucap Jasmine.


" Ayolah gadis keras kepala, baik lah kalau kamu gak mau pakai daster aku malah senang sayang kau tinggl pilih corak polkadot ini, corak harimau itu atauu corak renda ini hhaaaahaahaaaa" Bryan memunguti pakai an yang berantakan di atas kasur Jasmine.


Wajah Bryan tampak memerah dengan berbagai warna dan bentuk pakaian dalam yang baru di beli nya untuk Jasmine.


Tampak peluh menetes dan tangan yang bergetar membayangkan Jasmine memakai barang pembelian nya.


"Yang ada hanya daster ini, kalau kau tak mau berarti dengan senang hati aku akan menemani mu seharian ini dengan memandang mu tanpa apapun eeehhmmm, gimana istriku !

__ADS_1


Sorot mata nya semakin berbinar dan tampak penuh kemenangan.


"Menyebalkan" gerutu Jasmine sambil mengerucutkan bibir nya.


Bryan mengambil paper back yang di beli nya tadi dan mencari sebuah gunting.


" Heeii bodoh, apa yang kau lakukan HHAAHHH?"


Jasmine nampak bergidik saat Bryan membawa sebuah gunting dan berjalan menuju ke arah Jasmine,


Wajah Bryan tampak sangat dingin mengarahkan gunting di tangan kanan nya dan tangan kiri nya memegang pundak Jasmin.


"Jasmine tampak pucat, andai saja badan ku tak selemas ini aku akan menendang mu Bryan" ucap nya .


" haahaahaaa amarah mu semakin membuat mu semakin cantik istriku" Bryan terkekeh, wajah Jasmin yang tadi nya pucat terlihat memerah dengan tatapan mata yang sayu.


Jasmine sangat mengenal Bryan dia tidak akan berani melakukan sesuatu yang menyakiti Jasmine, Bryan terlalu takut dengan paman Juan karena Jasmine keponakan kesayangan nya.


Kkrreeekkk Jasmine meremas seprei, sentuhan besi gunting yang bergeser di pundak kanan hingga leher Jasmine terasa dingin dan geli bercampur nafas Bryan yang menabrak di pundak nya. Tangan kanan yang Terpasang infus terasa seakan begitu nyeri di rasakan Jasmine karena reaksi tegang.


Lembaran kain yang terkoyak di sisi kanan Jasmine jatuh kedepan menampakan tali bra dan sebagian gundukan bukitnya nya dan terlihat begitu indah di mata Bryan.


" Saat seperti ini yang selalu aku rindukan sayang, ada lebih dekat dengan mu seperti ini membuat ku semakin menginginkan mu Jasmine." Nafas Bryan terasa begitu hangat menempel di pundak Jasmine,m.


"STOP Bryan kau sudah berjanji, Jangan lampaui batasan mu atau ka....


"Cuupp " Dilumat nya bibir Jasmine sangat lembut membuat Jasmine tersentak atas perlakuan Bryan, menciptakan rasa yang aneh di dalam dada nya.


Berdesir lembut dan sangat manis mengalir di bibir Jasmine, pagutan seorang lelaki yang dulu selalu mendekati nya dengan sejuta pesona nya, siapa wanita yang tak tertarik dengan ketampanan, tubuh kekar dan profesi nya yang sebagai seorang Komandan.


Tangan Bryan merengkuh leher belakang Jasmin membuat pagutan itu menjadi semakin hangat, basah dan....


"Lepas Bryan" Jasmine meronta berusaha mengambil napas mendorong pelan tubuh Bryan. Tangan nya terangkat menggapai kain yang terjuntai di depan bukitnya dan menutupi area kebanggaan Jasmine.


Bryan ambil nafas panjang dan membuang nya kasar ditelannnya saliva nya berkali kali jantung nya berdegup sangat kencang, mengamati keindahan bukit kembar Jasmine.


" Aku gak akan menyakitimu sayang" ucap Bryan lirih. Tangan nya mengarah lagi ke pundak bagian kiri Jasmine , di arahkan nya gunting Krreerrt kain menjuntai jatuh ke bagian depan dada Jasmine.

__ADS_1


Perlahan tangan Bryan memegang jemari Jasmine yang terlungkup di depan bukit kembar nya menurunkan tangan Jasmine dan tampak juntaian kain itu melorot dengan indah nya menampilkan bra berwarna cream dengan hiasan renda yang pengait nya berada di depan.


" Glleekk" berkali-kali Bryan menelan saliva nya menahan gejolak dan hasrat yang selama ini mengganggu di otak nya. Rasa berkecamuk yang begitu menyiksa nya, degupan kencang dada Bryan dan rasa ingin memiliki seutuh nya.


Tapi Bryan sadar dia bukan hanya menginginkan tubuh Jasmine tapi juga hati Jasmine. Bryan akan berusaha untuk membuat Jasmine begitu tulus mencintai nya .


" AAAhhhh No Bryan aku bisa sendiri " Ucap Jasmine yang tak kalah panik menahan degupan kencang genderang di dada nya. Perlakuan Bryan di rasa nya sangat berbeda dengan lelaki yang selama ini hanya menginginkan kan tubuh nya.


Ada sejuta rasa dalam hati Jasmine bahagia, takut, sedih, hasrat menggebu merasakan Bryan ada di dekat nya dan menjaga nya.


Tapi Jasmine masih meragukan rasa itu, apakah ada cinta untuk Bryan?!


Krreeett, sisa baju Jasmine di koyak Bryan dengan gunting.


" Cepatlah Bryan dingin kenapa lama sekali"rengek Jasmine. Udara ac dalam ruangan membuat rasa dingin menusuk sampai ke dalam tulang nya, membuat bibir Jasmine kembali memucat dan bergetar.


" sabar lah istriku, aku hanya tak mau membuat mu sakit" gumam Bryan.


" tapi dingin bbeerrrr" lirih Jasmine dengan tubuh bergetar.


" Bagaimana ini melepas nya?! ucap Brian lirih dengan mengambil pengait bra bagian depan Jasmine.


" Kau mau apa" Jasmine melihat mata bryan memandang ke arah dada nya.


" Melepas itu" sambil menunjuk pengait di depan dada Jasmine. Bluushhh wajah jasmine memerah.


"Beri tahu aku bagaimana cara nya, aku belum pernah memakai nya istriku" tangan nya menggaruk kening nya yang tak gatal.


.


.


.


.


.To be continue, pantengin terus

__ADS_1


Budayakan donk LIKE, KOMEN,VOTE


HAPPY READING


__ADS_2