JASMINE Loves

JASMINE Loves
Menghilang


__ADS_3

Matahari nampak naik semakin tinggi, hari telah siang.


Di sebuah mension bercorak putih dengan pilar pilar yang menjulang tinggi, nampak di depan gerbang arah masuk mantion itu beberapa penjaga berbaju hitam dengan badan tegap nya membuka gerbang dan membungkuk kan badan nya saat mobil melintasi para pengawal bodyguard itu.


Dari arah gerbang mobil hitam mewah berjejer tiga beriringan memasuki halaman nampak sepuluh pengawal berbadan tegap keluar dari mobil lain yang ada di belakang mobil itu.


Dari arah pintu bercorak putih tulang dengan dua daun pintu yang menjulang tinggi nampak berdiri seorang wanita berparas cantik dengan pakaian mini dress berwarna biru dengan belahan dada yang sangat rendah.


“Siapa lagi yang kau bawa Rio?!” tatapan nya begitu tajam sorot matanya mengamati wanita yang berada dalam gendongan Rio.


Tatapan matanya terlihat heran dengan wanita yang nampak luka di beberapa bagian tubuh nya yang terlihat berbalutkan jubah putih melekat di tubuh itu.


Gadis yang cantik sebenar nya walaupun terlihat mengenaskan.


Apa dia korban lelaki yang di sapa nya itu, aaahhh sikap buruk nya tak pernah berhenti tidak pernah cukup dengan satu wanita tapi mengapa dia di bawa ke rumah ini?


Pikir nya lagi.


"Siapa dia" gumam nya.


Rio hanya diam tak menghiraukan wanita itu dia berlalu pergi menuju lift ke lantai tiga di mana kamar nya berada.


Wanita itu masih berdiam diri mengamati pintu lift yang terbuka lalu tertutup.


TINGGG TUUNGG


Dia terus melihat ke arah lampu yang menyala “ mau di bawa ke lantai berapa ?” ucap nya lirih.


“lantai tiga, bukan nya itu area privasi nya dan gak boleh seorang pun yang di sana tanpa ijin nya” ucap nya lagi.


“ Apa yang kau lihat” ucap seseorang dengan suara serak yang tiba tiba muncul dari balik pintu.


Pakaian jubah berwarna hitam dengan tubuh kurus tinggi dengan rambut kriting berkulit hitam legam matanya menatap tajam Paula yang masih mematung di sana.


“Kau ini mengaget kan ku saja?!”memegang dadanya yang terkejut katanya terbata sambil celingukan ke kanan dan kekiri.


“Ahh itu, eehhmm siapa gadis yang di bawa nya kemari” kata nya lagi sambil berbisik dan menyibak kan rambut blonde potongan bob nya itu.


Dia terlihat modis dan sangat cantik tepat nya seksi siapa pun lelaki yang memandangi nya pasti akan jatuh dalam pesona nya.


“ Jangan ikut campur, bukan urusan mu” jawaban Obed dingin.


“ Eehh ehh aku ini heran ya, tidak biasa nya Rio membawa gadis asing ke lantai atas itu" dia terdiam seakan berpikir.


"heemmm ku kira kau mau memberi tahuku siapa gadis malang itu mengenaskan sekali nasib nya."


"Baru saja dua hari lalu kalian party dengan puluhan wanita sekarang ada wanita baru lagi."

__ADS_1


Ucap nya lagi dengan wajah yang nampak berpikir dan menggeleng kan kepala nya.


“ Sebaik nya kau masuk dan diam atau aku yang akan menutup paksa mulut bawel mu”.


Paula terkejut dengan jawaban tak terduga pria hitam legam itu, bulu kuduk nya berdiri saat dirinya dekat dekat pria itu.


Obed berjalan mendekati Paula yang berdiri tepat di dekat nya.


" Ehhhh ehhh kau mau apa bodoh" ucap Paula panik dia memundurkan langkah kakinya karena tubuh nya terdorong lakinlakinitu terus saja maju merapat tubuh nya ke gadis itu.


"Stop stop di situ jangan mendekat atau aku akan teriak".


Obed tak menghiraukan kicauan gadis seksi di depan nya itu dia terus saja melangkah maju.


DUUKK DDUUKKK " Aauuwww hiikksss".


Badan dan kepala Paula menatap pinggiran pegangan tangga di sana mata nya melotot tajam saat tubuh pria itu semakin menghimpit tubuh nya.


"Ada lagi yang mau kau tanyakan hemm?".


Ucapnya lagi sambil tangan kiri nya mengunci tubuh Paula dan tangan kanan nya merogoh pisau kecil di samping paha nya sebelah kanan yang di angkat sejajar dengan paha gadis itu hingga dia bisa melihat jelas aksi Obed saat mengambil pisau lipat kecil di saku nya.


"Kau kau mau apa, pergi!! awas !!" kata Paula berteriak tangan nya berusaha mendorong lelaki di depan nya itu tapi sia sia tenaga nya terlalu kecil untuk lelaki seperti Obed.


Pria itu masih diam dengan tatapan nya yang tajam itu dia semakin mendekat kan wajah nya ke wajah Paula yang mulai nampak ketakutan.


“Dasar pria tengil, bisa nya cuman mengancam” ucap nya sebal lalu Paula menginjaknkeras kaki lelaki itu " Aarrgh " teriak Obed dan pada saat Obed lengah dia mencari celah laku mendorong lagi keras tubuh Obed sehingga dia sedikit terhuyung dan berlalu pergi.


Ucap nya lagi dengan jari telunjuk dan mata melotot dengan lidah menjulur ke depan.


Obed menyeringai menatap punggung wanita itu hingga menghilang dari pandangan nya.


“Bagaimana ini pa, kenapa jam segini anak kita belum ditemukan hiks” wanita separuh baya itu menangis terisak sudah puluhan kali dia mondar mandir di depan pintu masuk menunggu kedatangan anak gadis nya itu tapi tak kunjung pulang.


"Sayang kau ada di mana", isak nya memenuhi setiap sudut ruangan.


“Anak buah papa sedang mencari anak kita bu, sabar lah anak kita pasti baik baik saja”.


Ucap lelaki setengah baya mencoba menenangkan istrinya yang nampak panik semenjak kemaren, sebenar nya dia juga khawatir tetapi dia berusaha tetap tenang di depan istrinya itu.


" Hiks, dimana kau sayang" ucap nya lagi sambil kedua jemari nya terlihat menyatu saling mengait dan menempel di depan bibir nya


Tuluuuttt tuluulutt suara telepon berbunyi.


Jordan nampak serius mengangkat dan berbicara dengan seseorang di balik telpon itu.


"Ya Halo bagaimana?"

__ADS_1


"Apa kau yakin dengan ucapan mu itu!!


Jangan hentikan pencarian kau paham, kabari cepat kalau ada perkembangan."


Tuuttt Telepon di tutup.


Wajah Jordan nampak semakin panik setelah sesaat telpon dimatikan, kepala nya terasa berdenyut memikirkan musibah yang dialami keluarga nya ini, Defika menghilang.


" Gimana pap, Defika sudah ketemu ya".


Istrinya ini nampak tak sabar dengan informasi dari suami nya itu, "ayo pa kita jemput sekarang" dia bergegas berdiri dari duduk nya dan hendak beranjak pergi.


"Tunggu ma, tadi anak buah papa kasih kabar Defika belum di temukan tapi" Jordan terdiam .


Hati nya terasa sakit saat ingin mengatakan berita ini kepada istri nya hati nya begitu tak tega melihat satu hari saja ini istri nya begitu mencemaskan anak perempuan nya itu.


"Tapi apa pa" jauh di dalam hati nya dia bisa menebak suami nya itu belum mendapatkan kabar tentang anak nya


" tapi apa pap" kata nya lagi.


"cepat katakan ada apa dengan anak kita" Istrinya semakin panik.


"Anak buah papa sudah menemukan Alfin, tapi sekarang dia koma karena terdapat lukq tembak di paha nya dan dia terlalu banyak kehabisan darah ma"


" Lalu , anak kita sudah ketemu ya kan pa".


Jordan masih terdiam seketika mulut nya tertutup rapat hati nya bingung harus mengatakan apa.


"Kenapa diam pa, cepat jawab" kata Istrinya yang berdiri di depan nya sambil menarik baju kemeja suami nya itu.


KRIEKK pintu ruang tamu terbuka.


"Ada apa pap mam" dari arah pintu masuk muncul Juan yang terheran karena melihat mama nya terisak " pasti ada sesuatu " ucap nya lirih.


Jordan menarik nafas nya panjang lalu membuang nya kasar ke sembarang arah.


Dipandang nya anak lelaki nya itu dari arah ke jauhh " Nak papa dapat kabar dari kantor kalo kakak mu dari semalam belum di temukan".


" Maksud papa" Juan terheran karena semalam dia memang tidak pulang ke rumah karena sedang ada latihan bersama dosen dan beberapa teman-teman nya sehingga mereka menhinap di kampus.


" Dari kemaren kakak munpwrgi dengan Alfin dan tadi kami dapat kabar kalau Alfin ditemukan di dalam hutan seorang diri saja kakak mu masih belum di temukan.


"Apa pa, di hutan" kata Istri nya tercinta dan juan sama sama terkejut.


"Iya, mereka kemaren berwisata dan bermain paralayang di sana karena cuaca buruk akhir nya kecelakaan itu terjadi" kata Jordan panjang lebar.


" Hhiikksss" seketika wanita itu kaki dan badan nya lemas.

__ADS_1


BBUUGGG dia pingsan, Juan dan Jordan terkejut dengan cepat di rengkuh nya tubuh wanita yang di panggil nya mama itu lalu di bopong nya.


" Bawa mama mu ke kamar Juan" perintah Jordan.


__ADS_2