JASMINE Loves

JASMINE Loves
Ancaman Rio


__ADS_3

Gerbang depan terbuka sebuah mobil hitam masuk berhenti dan nampak sepasang kaki turun di sisi sebelah kanan dan kiri bagian belakang mobil hitam.


"Mama papa aku merindukan kalian "Defika menyambut kedatangan mereka dengan senyuman.


"Sayang, anak mama susah sekali di hubungi. Kamu sehat" wanita itu memeluk Defika memegang pipi anak kesayangan nya.


Defika memeluk erat mama nya mencium pipi nya demikian juga dipeluk nya papa nya dicium pipi kiri dan kanan nya.


"Anak papa ini manja sekali" kata lelaki setengah baya yang di panggil nya papa itu tersenyum dan lega ternyata anak gadis nya baik baik saja.


"Apa Juan sudah kembali ke rumah?" tanya ibu Lina pada Defika sambil berjalan menenteng tas koper di tangan kiri nya.


"Mungkin sudah di jalan mam" kata Defika mengambil tas koper yang di bawa mama nya"sini mam,mama pasti lelah".


"Tidak sayang kami hanya ingin mandi,badan mama terasa lengket perjalanan kali ini tidak seberapa jauh dari biasa nya".


ucap lelaki setengah baya yang di panggil nya papa itu bernama Jordan.


Mereka langsung menuju kamar dan mandi air hangat sedangkan Defika keluar menuju ruang makan "Bi, siapkan makan malam mama papa pasti lapar bi" kata Defika sambil membuka kulkas dan mengeluarkan beberapa bahan makanan yang ada di sana.


Dengan cekatan mereka memasak makanan dan menghidangkan nya di meja.


Tokk tokkk


" Mam pap makan malam sudah siap kami menunggu mu" kata Defika,letak kamar orang tua mereka berada di lantai satu.


"Iya sayang" kami menyusul mu papa mu sedang mandi", kata Lani teriak dari dalam kamar.


Defika kembali ke arah meja makan saat dia akan duduk, dilihat nya Juan menghampiri nya menyerah kan smart phone milik nya.


"Kak, Alfin menanyakan mu nih dia telpon".


Diambil nya telepon itu dari tangan Juan,


"A apa,i iya tadi aku di dapur memasak untuk makan malam smart phone ku di atas".


Ucap Defika sambil berpikir bahwa beberapa hari ini dia mematikan smart phone nya bahkan lupa di mana dia sudah meletak kannya.


Tuuttt dimatikan smart phone Juan lalu mengembalikan nya.


"Dia hanya menanyakan ku saja apa di rumah, bahkan aku lupa meletak kan smart phone ku itu di mana Ju",ucap nya lesu sekilas dia mengingat terakhir kali beberapa hari yang lalu dia melempar kan nya entah di mana.

__ADS_1


"Smart phone mu sudah aku carger dari semalam aku letak kan di kamar mu di sebelah meja sofa" kata Juan.


"Apa kakak masih tak mau cerita padaku"


ucap Juan lagi sambil mengamati raut wajah kakak nya yang tiba tiba berubah sendu dia duduk di sebrang Defika duduk.


"Ahh tidak Ju kakak baik baik saja." ucap nya berbohong.


"Jangan berbohong kak,aku sangat mengenal mu" kata Juan lagi menatap tajam.


traapp trapp suara sandal menggesek lantai ruang tamu mama Lina dan papa Jordan menghampiri meja makan.


"Ada apa serius sekali wajah kalian" tanya Lina sambil tangan nya mengambil nasi dan beberapa lauk di piring suami nya sesudah itu Lian mengambilkan makanan untuk dirinya sendiri.


Defika terkejut "mana mungkin aku menceritakan aib ku sama mereka,mereka pasti malu dan marah aku sudah menjadi aib buat keluarga ini,pikir Defika sedih.


Tapi dia tetap berusaha tersenyum di depan mama papanya kecuali Juan karena dia tau apa yang di alami kakak nya beberapa hari ini.


"Tidak ma itu telpon ku tidak aktif beberapa hari seperti nya rusak dan tadi Alfin menelpon Ju menanyakan keberadaan ku." kata Defika menjelaskan.


"Ohh iya ,gimana kabar Alfin sayang kapan dia melamar mu "kata Lina.


UUHUKK HUKK Defika terbatuk bagaikan di sambar petir pertanyaan mama nya seharusnya menjadi kabar yang bahagia karena mereka merestui hubungan nya dengan Alfin.


Saat ini Defika malah merasa nasib buruk menghampirinya, pikir nya bagaimana mungkin aku mengatakan ini kepada Alfin apakah dia mau menerimaku yang kotor ini?pikir nya Defika tersentak membuang kasar nafas nya.


Dengan cepat bibi mengambil kan minum dan memberikan nya kepada Defika kebetulan bibi saat itu meletak kan buah semangka sebagai hidanhan penutup mulut dan berdiri persis di dekat Defika.


"Pelan pelan non makan nya" katanya sambil mengusap punggung Defika.


"Makasih bi"kata Defika.


"Iya sama sama" bibi berlalu kembali ke dapur.


"Sayang kalian khan sudah lama mengenal dan mereka dari keluarga baik baik khan apa kalian ada masalah nak?".


Kata Jordan setelah selesai menghabiskan makanan nya dan mengambil buah semangka di depan nya "papa perhatikan dia anaknya baik dan bertanggung jawab".


"Tidak pap kami baik baik saja" ucap Defika singkat wajah nya tertunduk lesu nampak pucat dan bibir nya bergetar tapi dia berusaha untuk tetap tenang dan tersenyum.


"Iya nanti aku akan bicara dengan Alfin pap, aku permisi dulu pap mam" sambil mengelap mulut nya dengan tisu dan berlalu pergi.

__ADS_1


Malam menampak kan gemerlap nya lampu berwarna warni yang terlihat begitu indah dari atas apartemen begitu memanjakan setiap mata yang memandang.


Hiruk pikuk nya beberapa kendaraan dengan sorot lampu yang nampak silau seakan tak mampu menenang kan pikiran nya.


BAAGG BUGG terdengar suara samsak di sudut ruangan apartemen itu, pukulan dan hantaman memenuhi setiap sudut ruangan


"Sialan berani berani nya dia masih bertemu dengan kekasih nya setelah apa yang kulakukan padanya".


BAGG BUUGGG BAAGG BUUUGG bergantian tangan kanan kiri menghantam dengan kekuatan penuh.


Tangan yang terlilit sarung tinju berwarna hitam melilit jemari nya, teriakan kebencian dan amarahnya dia luap kan di sana.


"Aaarrggghhh kau menantang ku gadis j*****," .


Teriak nya berulang ulang nafas nya tersengal mengikuti irama emosi yang meluap hingga terasa di ujung kepala nya yang berdenyut.


Rasa benci muak marah seakan melebur menjadi satu,dadanya terasa sesak karena tenaganya terkuras melebur bersama amarah nya yang memuncak.


Pagi itu sengaja dia menyuruh seseorang mengamati rumah Defika bahkan hampi setiap hari orang suruhan nya itu beras di sana dan melaporkan setiap gerak gerik Defika.


Dia mendapatkan laporan dari anak buah nya beberapa gambar foto yang di kirim lewat smart phone milik nya, saat telah menerima laporan itu dilemparkan nya smart phone itu begitu kuat membentur dinding dan hancur berkeping.


Sepertinya kau meremehkan ku ****** dan si sialan Alfin itu akan pasti akan memandang mu setelah tau kau bukan gadis yang pantass untuk nya.


HAAHAAHAAAAA


.


.


.


.


.


.


To be continue.


Sambil menunggu up baca juga MY LITTLE BOY MY HUSBAND ya

__ADS_1


Budayakan vote like komen readers😉


__ADS_2