JASMINE Loves

JASMINE Loves
ISTRI


__ADS_3

Perlahan ku buka mata, nampak terasa sangat berat saat ada sinar lampu memasuki kedua bola mataku menyatukan kedua alis mata ku sebelum akhirnya mata ku perlahan terbuka.


Terasa nyeri di bagian tangan sebelah kiri kulihat balutan putih perban melilit tangan ku. Disebelah kanan tertancap selang infus.


" Minum" ucapku tenggorokan ku terasa kering terasa seperti tercekik.


Tampak di depanku berdiri seorang lelaki, aku mengenali belakang punggung itu. Bryan Pria berusia sepuluh tahun dengan nya, usia Bryan 27 saat ini, wajah blasteran mataram chinese, kulit kuning langsat, berbadan tegap dan tinggi 175cm.


" Kau sudah bangun Jasmine". Mendengar suara meminta air Bryan menghampiri Jasmine dan mengambilkan air minum.


" Kau haus?..." ucap Bryan melangkak kan kaki nya menuju pembaringan.Jasmine mengangguk kan kepala nya.


"Minum lah perlahan!" kata Bryan mengambilkan minum dengan sedotan sambil tangan nya menyibakkan rambut Jasmien ke belakang telinga, membelai puncak kepala Jasmine.


" Kau harus banyak istrahat banyak sekali darah yang keluar semalam Jasmine".


Bryan meletaknkan kembali gelas di samping tempat tidur Jasmine.


" Aahhhh pantas saja kepala ku terasa pening dan lemas Bryan" kata Jasmine lirih tapi masih terdengar.


" Aku akan memanggil dokter agar memeriksamu" di pencet nya bel yang ada di samping tempat tidur ku.


" Bryan...bagaimana perampok semalam apa yang mereka cari di rumahku?"selidik Jasmine.


"Hanya tertangkap dua yang satu masih dalam pencarian." ucap Bryan.


Mereka mengincar rumah kosong, beberapa hari mereka sudah mengawasi rumahmu sering kosong.


Tangan nya masih membelai rambut Jasmine dan merapikan beberapa helai yang berterbangan terkena ac.


" Bagian mana yang masih terasa sakit nona Jasmine?" Dokter dan suster muncul dari balik korden.


Suster memeriksa denyut nadi, tensi dan kontrol infus Jasmine.


" Hanya lemas saja dokter dan agak pening" kata Jasmine sendu.


" Usahakan makan banyak nona Jasmine, sementara hasil pemeriksaan nya masih sama seperti yang tadi. Belum ada kemajuan"


Dokter menerima rekapan map berwarna merah terang dari suster yang terdapat nama Nn Jasmine.


" Tuan minta tolong selama dua hari di sini istri anda di jaga luka jahitan nya usahakan jangan terkena air, boleh di mandi kan agar terlihat segar dan ini sudah saya beri perban anti air tepat di jahitan lengan kiri, rutin obat diminum agar menghindari infeksi dan luka jahitan cepat kering.


" A..apaa saya bu.."kata Jasmine memelototkan matanya dan hendak menjawab ucapan dokter itu

__ADS_1


" Baik dokter pesan anda akan saya ingat, istri saya pasti akan segera sembuh dan baik baik saja nanti saya akan memandikan nya perlahan."


Ucap Bryan dengan lancar dengan senyuman yang menghias sudut bibir nya.


" permisi" kemudian dokter dan suster itu berlalu dari kamar Grace.


Wajah Grace memerah mengingat ucapan Bryan barusan.


" Apa kau bilang Bryan, aahh tidak jangan harap aku mau dengan ide bodoh mu itu." jawab Grace kesana.


" Makanlah dulu, ayo buka mulut mu Grace" Bryan menyendok kan nasi beserta lauk yang sudah di sediakan rumah sakit.


" Sinii aku bisa sendiri" ucap Grace ketus.


Bryan terdiam dan meletak kan sendok nya di atas piring agar Grace memakan nya.


"Aauuuw...hhiikss mamaa hikss" air mata nya keluar menahan sakit nyeri karena tusukan jarum di tangan kanan nya, karena di rasa badan nya terasa lemas. Grace menyerah.


" Dasar keras kepala" di pegang nya puncak rambut Jasmine dan di usap usap berulang kali gemas, melihat tingkah gadis di depan nya. hingga rambut Jasmin berantakan.


Diambil nya sendok dan perlahan di arah kan sendok itu ke mulut Jasmine.


" Aakk aa ... buka mulut cepat ", kata Bryan dengan nada memerintah.


Brian duduk begitu dekat menyuapin Jasmine, aroma parfum yang melekat di tubuh Bryan membuat Jasmine merasa nyaman akan kedekatan mereka tentunya dengan memasang beribu tembok beton di hati Jasmine agar tidak terlihat gugup.


Jasmine menurut semua kata pria yang ada di depan nya, dengan lahap dia menghabiskan semua makanan di atas piring tanpa tersisa.


Supaya genderang drumer di dalam dada nya itu tak kian benderang menggema dan terdengar oleh lelaki yang ada di depan nya.


Grace tak tau perasaan apa itu, yang jelas Grace tak mau berharap akan sesuatu yang menurut dia nampak bodoh dan konyol, sepertinya apa itu perasaan cinta atau kekaguman saja .Aahh entahlah.


Beda dengan Bryan dia menginginkan waktu saat ini berhenti dan entah Bryan merasa saat saat seperti ini yang selalu di tunggu nya, berdua bisa menatap gadis yang di sukainya berada di depan nya.


" Ccupp gadis manis, di kecup nya pipi Jasmine yang menggelembung berisi penuh makanan".


Jasmine terdiam dia terkejut dengan tindakan Bryan tapi di sisi lain tubuh nya tak bisa melawan karena masih terasa lemas.


*hhuufff maling kesempatan, Grace tau perasaan Bryan tulus kepada nya tapi selalu di tolak semua perhatian Bryan sebelum nya tapi kali ini Grace menyerah.


HHIIKSSS Grace enjoy your day.


Bukan kah perasaan itu sungguh aneh dia tak nampak tapi mampu membuat seseorang menjadi bahagia, sedih, membisu dan mampu membuat orang menjadi gila heemm*.

__ADS_1


Bryan berdiri meletak kan piring kosong dan mengambil baskom, waslap yang berisi air hangat, kemudian berlalu menuju ke tempat tidur.


" Ayo duduk lah aku akan menyekamu Grace" ucap Bryan sambil tangan nya menyibak kan selimut yang menutupi badan Jasmine dan menyampir kan nya ke leher tempat tidur."


" HEEII APA .. APAA yang mau kau lakukan hah?!..."


" Menyeka mu, apa kata dokter tadi kurang jelas Grace, kemarilah aku akan membantumu."


Kata Bryan


" NOO Bryan NO STOP....Jangan bercanda gak lucuu" kata Jasmine membentak sambil membuang muka.


Apa yang ada di otak nya dari dulu selalu begitu aku ini bukan apa apa nya tetapi sikap nya selalu membuat ku salah tingkah AAAhhhhhh sialan,gumam Jasmine.


" Aku hanya akan membasuh badan mu Jasmine, apa kau tahan dengan bau badan mu yang berkeringat dan ada banyak darah kering menempel di badan mu".


"Aku janji tak akan berbuat macam macam sambil salah satu tangan nya mengangkat dan membentuk jari V ,JANJI " sorot matanya nampak serius.


Badan ku memang terasa sangat lengket dan tak nyaman, semalam perkelahian Jasmine dengan preman membuat nya merasakan lengket dan bau di beberapa bagian tubuh nya.


" Baiklah, awas sampai kau macam macam Bryan aku akan teriak. ancam Jasmine.


TO BE CONTINUE


.


.


.


.


.


.


LIKE ya


VOTE donk


KOMEN nya juga


HAPPY READING😘

__ADS_1


__ADS_2