JASMINE Loves

JASMINE Loves
Wisata puncak 2


__ADS_3

"Eehhhmm tidak, aku tak tau" kata Defika, pandangan matanya menerawang jauh ke atas sana.


"WOW"Mata Defika melotot menikmati pemandangan di atas sana manusia terbang bergelantung an di sana.


Alfin yang sedari tadi memperhatikan kekasih nya melongo tiba tiba mendapat kan ide" Apa kau mau terbang bersama ku seperti itu" kata Alfin.


" Iya, apa kau bisa membawaku terbang pasti seru" gumam Defika yang masih tak mengedipkan mata nya.


"Kau yakin mau itu" katanya lagi.


"Hemm " kata Defika ngasal tanpa menatap kekasih nya dia masih fokus dengan pemandangan di atas langit itu melihat manusia terbang.


"Minumlah" Alfin menyodorkan minuman jahe panas kepada Defika uang dibeli nya kepada pedagang asongan yang lewat, Defika menerima nya tanpa memandang apa yang di ambil nya lalu meminum nya.


"Uhuukk Uhhuukk haaha huff huff pedas huff huff aauuww panass panass" Defika tersedak minuman nya sendiri.


"Kau ini kenapa pelan pelan ini panas" Alfin terkejut dia bergegas menepuk punggung kekasih nya itu lalu mengambil kembali gelas itu dari tangan Defika.


"Pedas sekali panas" rengek Defika sambil membuka mulut nya menghirup udara meniup niup nya sambil mengibaskan telapak tangan nya dengan lidah menjulur mengeluarkan rasa panas yang menyeruak dimulut nya.


Beberapa kali Alfin meniup uap panas dari gelas yang di beli nya tadi


"HUUUUFFF HHHUUFFF" beberapa saat dilihat nya uap panas itu hilang.


"Minumlah, habiskan cepat" paksa nya sambil tetap memegang gelas dan mengarahkan ke bibir Defika Detik menurut saja.


"Itu bagus untuk badan mu, agar tetap hangat cuaca nya semakin dingin" kata Alfin lagi tangan nya kini mengusap lembut bibir Defika yang sedikit memerah dan agak basah.


Aarrghhhh bibir ini kenapa ingin sekali aku ******* nya ucap nya dalam hati Alfin yang kesusahan menelan salivanya " Glek".


Defika diam saja mendapatkan perhatian Alfin yang mengusap lembut bibir nya, perlakuan nya itu lagi lagi membuat hati nya berdesir, bercampur rasa malu sendiri dengan sikap nya barusan.


"Ayo ikut" kata Alfin menggandeng tangan Defika menaiki mobil mereka meletak kan tas ransel itu di belakang mobil nya dan melanjutkan perjalanan.


"Ini kemana sepertinya bukan perjalanan pulang "


Tanya Defika dia menghadapi keluar jendela lalu menoleh lagi ke arah Alfin meminta penjelasan.


Alfin terus menggenggam tangan nya.


"Diam lah,ikut saja aku tak akan menculik mu" kata nya lagi sambil tersenyum kecil.


"Awas aja kalau berani" kata Defika lalu menggigit lengan Alfin karena gemas lelaki ini selalu menggoda nya.


" Aarrgghh agghh sakitt sakitt" teriak Alfin terkejut.


CCIIITT " Alfin mengerem mobil nya mendadak".


Membuat Defika terkejut dan melepas kan gigitan nya karena rem mendadak, hampir saja kepala nya membentur dashboard mobil dengan cepat telapak tangan Alfin menjadi bantalan kepala kekasih nya itu hingga kepala Defika tidak merasakan kesakitan karena membentur telapak tangan Alfin.


"Auuww"Alfin meringis merasakan sedikit hentakan pada telapak tangan nya di tambah lagi lengan nya berubah merona memerah membekas deretan gigi Defika.


DEGG DEGG lagi lagi jantung Defika mau copot karena terkejut dengan rem dadakan Alfin.


"Kau tidak apa apa sayang"kata Alfin panik.


Defika pucat bagaimana ini dia yang menyebabkan Alfin mengerem mendadak lalu menggigit lengan nya hingga memerah sekarang malah Alfin yang minta maaf.


Kau semakin membuat ku gila Alfin dengan caramu mencintaiku pikir nya, dia semakin merasa bersalah.


" MA MAAF" Hanya itu yang keluar dari bibir Defika, dia sangat merasa bersalah.


CUPP CUPP dikecup nya lengan yang digigit nya tadi lalu diusap lembut dengan jemari Defika.


"Ma maaf,apa masih sakit?" kata Defika merajuk sambil melihat bekas ulah nya tadi membekas sempurna di lengan kekasih nya itu.


Sejenak Alfin terdiam dan menoleh ke arah kekasih nya itu.

__ADS_1


Kini wajah mereka semakin dekat mereka berbagi nafas bersama wajah Alfin memerah merasakan hangat nafas Defika yang sudah mengganggu pikiran nya.


"Sayang jangan menggodaku" kata nya dengan suara bergetar.


"Tidak"


kata Defika sambil tetap mengecup lengan itu dan sesekali meniup nya.


"Huuff hufff Apa masih sakit,Defika masih belum menyadari perbuatan nya itu sangat menyiksa Alfin.


"Hhuuff huff huufff" beberapa kali ditiup nya lengan itu lagi.


"Stop sayang aku tak apa ini hanya sakit biasa, katanya lagi dengan suara semakin bergetar".


Alfin menegang tiba tiba dia menahan hasrat lelaki nya karena perlakuan Defika.


Defika menghentikan aksinya lalu dia memberanikan dirinya menatap lekat mata kecoklatan Alfin.


Defika juga merasakan darah nya menghangat berdekatan seperti ini.


Defika semakin berani dia mengerlingkan salah satu mata nya.


"Sayang kau semakin nakal ya" kata nya lagi melihat gadis itu mengerlingkan mata kepada nya membuat pikiran nya semakin kacau.


Arghh pikiran Alfin semakin tak karuan,gadis ini membuat api mendidih di dalam darah nya.


Harum rambut Defika sangat mengganggu indra penciuman nya, menggelitik naluri kelelakian nya.


Bibir basah ini kenapa ingin sekali aku ******* nya pikirnya lagi, lagi lagi Alfin menelan berat saliva nya " GLEK, oh my"


Wajah mereka kini saling berdekatan bibir mereka sedikit lagi saling bersentuhan


TIIINN TIIINNNN TTIINNN!!!!


" Oeeyy "


TINN TINN TINN


" Oeeyy ini di jalan "


Teriak seorang sopir bersama kernet truk yang jengkel mobil di depan nya itu berhenti mendadak.


Alfin kaget dan dia menggaruk garuk kan kepala nya yang tak gatal lalu melajukan mobil nya lagi.


Defika terkekeh lalu menjauh kan tubuh nya dan menyandarkan kepala nya.


Beberapa saat kemudian mereka telah sampai.


"Haii brow how are you?!" kata seorang lelaki berkulit hitam legam dengan rambut brekele berwarna kuning jagung gigi putih dengan tato memenuhi betis paha nya menghampiri mereka


"Long time no see",mereka ber high five.


"Haaahhh" mata Defika sempurna membelalak melihat sekeliling nya pemandangan yang tak pernah di lihat nya sebelum nya.


CEKREEKK CCLEKK dari arah belakang dengan cepat tubuh Defika di bekap beberapa orang-orang yang tak di kenal nya.


Defika panik " HAII HAII apa yang kalian lakukan" dia berontak menghentak hentak kan kakinya di tanah.


Defika terkejut dia ketakutan,saking cepat nya orang asing itu mendekap Defika hingga dia tak bisa melawan.


" TIDAK TIDAK JANGAN JANGAN"


" HAAII TOLONGG TOLONG" Teriak nya semakin panik.


Lelaki asing itu yang satu memegangi kedua tangan Defika mengunci nya di belakang punggung Defika sedangkan yang satu lelaki asing tadi memasangkan sesuatu untuk dia kenakan nya


CEKLEKK, pengait itu terpasang sempurna.

__ADS_1


"GO GO GO" teriakan seseorang dari arah belakang gadis itu.


BLEPPP Defika merasakan punggung nya terdorong sangat kencang, dia melangkah maju


TRAAKK TRAKK WWUUSSHH,


Angin yang begitu besar menabrak tubuh mungil nya Defika menutup rapat matanya, dia berontak tapi tubuh dan kaki nya lemas jantung nya seakan mau copot.


"ARRGGHH TOLONGGG TOLOONG ALFIINNNN" Teriak nya lepas tapi tetep tak ada yang mendengar nya sekalipun di sana banyak sekali orang mereka cuman memandangi saja gadis itu.


Seketika tubuh nya melemas dia merasakan ringan di sekujur tubuh nya hawa dingin di rasa nya menusuk sampai ke tulang tulang.


Beberapa detik sebelum nya, secepat kilat Alfin memasang beberapa peralatan di tubuh nya, dia menduduk kan Defika pada harnest dan menggunakan helmet di kepalanya.


Setelah beberapa peralatan siap seperti GPS,Variometer,Anemometer lelaki itu menganggukkan kepala nya dan menarik kan ujung ibu jari nya ke arah gerombolan lelaki yang ada di belakang nya itu.


CEKLLEEKK...pengait Terpasang sempurna.


"Vole avec moi( terbanglah bersamaku - prancis)" kata Alfin berteriak di belakang telinga Defika.


"Waa aaaaa" Defika berteriak sangat kencang.


"ouvere tes yeuh ( bukalah matamu )" katanya lagi dengan kedua tangan nya kini memegang kendali paralayang.


Perlahan Defika membuka kedua matanya, dia sangat takjub melihat pemandangan yang membentang di bawah nya.


"Waaauuww takut" rengek nya saat melihat sekarang Defika terbang seperti yang dilihat nya tadi.


Mengemudikan para layang bukan hal baru bagi Alfin karena ini salah satu hobi nya dulu sewaktu masa sekolah tanpa sroengetahuan gadis itu .


Alfin sengaja memberi kejutan untuk kekasih nya untuk mengajak nya terbang seperti yang di inginkan Defika.


Tanpa sepengetahuan kekasih nya itu Alfin meminta bantuan beberapa kawan lama nya yang kebetulan ada di lokasi itu untuk membantunya memasangkan beberapa peralatan di tubuh Defika sedangkan dia sendiri mempersiapkan diri nya memasang parasutlayang dan beberapa peralatan yang diperlukan saat mengudara.


"Kau bilang tadi ingin terbang" sambil kedua tangan nya beberapa kali menggerak gerak kan kemudi para layang.


Rasa takut Defika perlahan lenyap berganti rasa nyaman saat dia melihat Alfin dengan terampil mengemudikan nya.


" Apa kau bisa fin" tanya Defika berteriak.


"Apa kau senang" tanya Alfin.


Gadis itu mengangguk kan kepala nya.


"Bawa aku terbang Alfin ke manapun aku ikut, AKU MENCINTAI MU ....AAAAAAA"


Dengan sekuat tenaga Defika berteriak mengungkapkan isi hatinya menumpahkan segala rasa yang menyesak kan di dalam dada nya.


"AKU MENCINTAIMU DEFIKA" balas Alfin dengan teriakan lantang nya.


"Apa apa an ini?!" BRAAKK PYAARR Guci mahal di sudut ruangan berkeping hancur karena lempar an anak kaca yang ada di meja nya.


beberapa kali dilihat nya layar smart phone di tangan nya itu...dia nampak geram saat melihat orang suruhan nya mengirimkan beberapa gambar Defika.


Apakah rencana Rio selanjut nya untuk memisahkan Alfin dan Defika?! to be continue


.


.


.


.


vote


like

__ADS_1


komen


HAPPY READING.


__ADS_2