JASMINE Loves

JASMINE Loves
Daster


__ADS_3

Kesempatan yang sangat langkah buat Bryan bisa sedekat ini dengan Jasmine, apalagi paman nya menitipkan nya padaku.


" Aku akan mendapatkan hatimu Jasmine. Ucap Bryan penuh semangat dan siasat".


Bagi dia seorang pasukan sudah terlatih untuk melihat peluang saat menyerang lawan.


Dianggap nya Jasmine sekarang adalah lawan yang akan di hadapi dengan seribu satu macam serangan.


Teori itu yang akan dilakukan Bryan pada Jasmine, menarik sambil tersungging kecil di ujung bibir nya.


Mendengar dokter berpesan tadi Bryan mendadak mendapat ide cemerlang.


TTINGG


seperti muncul kerlingan bohlam lampu memenuhi isi kepala Bryan.


Boleh juga kalo aku menjadi suami sehari Jasmine, ucap nya dalam hati.


KKKRRIINNGGGGG


MR.JUAN memanggil


tampak di layar smart phone nya.


"Ya pak" jawab Bryan.


"Bagaimana dengan Jasmine sekarang?!"


Juan nampak nada bicara nya gelisah, semalam Jasmine meninggalkan pesan.


JASMINE


" Paman Juan ada perampok masuk ke rumah, Jasmine mendengar ada beberapa keributan dan barang pecah. Tolong kirim bantuan sekarang paman, Jasmine akan mencari tau apa mau mereka. I loves u paman.


Saat menerima pesan dari Jasmine, Juan menelepon Bryan yang saat itu baru satu hari dia mendapat kan tugas di kota yang sama dengan Jasmine.


Krriinggg ....krinnggg


JUAN


Hallo Brian, kirim pasukan sekarang. Jasmine baru saja memberi kabar rumah nya di datangi perampok.


BRYAN


Siap pak 86


JUAN


Segera kabari saya Bryan apa saja yang terjadi di sana.


Besok kami baru bisa kembalì ke kota, titip Jasmine.


Untuk hari ini aku akan membebaskan tugas mu di kantor, lakukan untuk ku Bryan, aku percaya padamu.


BRYAN


Siap, Laksanakan.

__ADS_1


Sepanjang malam Juan tak tidur beberapa kali nampak gelisah dan mencoba menghubungi anak buah nya yang ada di sana.


Maaf kak Defika , aku tidak akan ceritakan ini dulu padamu.


Nanti setelah acara selesai aku akan mengatakan nya.


Jika aku bilang sekarang kau pasti akan langsung meninggalkan pekerjaan di sini, sedangkan ini proyek besar yang sudah lama kau impikan.


Maaf kan aku kak, Ucap Juan dalam hati, sambil menengok kamar Devika yang sedang terlelap di kamar tamu.


Juan nampak keluar dari pintu rumah dan menjauh dari beberapa anggota keluarga, dia hanya tidak mau pembicara an nya di ketahui Defika.


"Apa yang terjadi dengan Jasmine, Bryan?! cepat katakan ucap Juan.


" Tangan Jasmine terluka di bagian kiri karena terkena pecahan kaca pak, ada beberapa jahitan di lakukan tindakan medis.


Dan sekarang Jasmine masih tertidur karena obat bius".


Ehhmm semalam Jasmine kehabisan banyak darah, tapi sudah bisa di tangani pak, hanya butuh istirahan total.


Ucap Bryan memberikan laporan nya.


"Siapa yang melakukan nya?!....."


"Berapa orang yang menyerang?!...."


Satu persatu Juan menjelaskan secara detail semua nya tanpa ada yang terlewat.


Jasmine perlahan mengangkat tubuh nya dengan posisi duduk, di topang lengan Bryan sehingga Jasmine tidak perlu mengeluarkan terlalu banyak tenaga.


Diraih nya hendel tempat tidur lalu di putar sehingga tempat tidur itu bisa untuk bersandar Jasmine.


" Kemarilah aku akan melepas baju mu perlahan istriku" Bryan terkekehh melihat wajah Jasmien yang nampak tak peduli bercampur kesal.


Buat Jasmien bukan lah hal yang tabu jika tubuh nya di nikmati banyak mata lelaki toh pekerjaan nya sebagai ladies night juga serupa khan?!....


"AAHH bodoh amat, ucap Jasmine dalam hati."


" Aku akan membuka baju nya perlahan istri ku "ucap Bryan.


Bryan mengangkat perlahan kaos putih Jasmine, beberapa kali tangan Bryan sengaja menyentuh kulit kuning langsat Jasmine perlahan naik sampai terlihat pusar dan punggung Jasmine.


Bryan terpaku jantung nya berdebar cepat melihat tubuh Jasmine sedekat ini, menggeser setiap jengkal jari nya menyentuh tubuh Jasmien.


Perlahan itu nya yang di bawah berontak melihat langsung pemandangan yang sangat indah.


Jasmine mengangkat ke dua alis nya, tampak tersungging bibir nya saat melihat si itu Brian mengeras di bawah sana.


Dasar buaya kaleng cap panda gumam nya Jasmine dalam hati.


"Apa yang kau lihat, kenapa diam?" goda Jasmien.


Jasmien mendekat kan bibir nya nya di telinga Bryan. dengan nada yang sengaja di buat nya serak.


Jasmien terkekek karena tangan Bryan semakin bergetar.


" Bryan terlihat susah menelan saliva nya kenapa bergetar begini?!

__ADS_1


"iiihh memalukan" gumam nya.


Bryan menarik nafas panjang lalu membuka nya perlahan.


" Ayo Bryan cepat lakukan" ucap Jasmine memberi sorakan layak nya pemain bola yang hendak menyerang lawan.


" aahhh ...ssshhh pekik Jasmine saat di rasa tangan Bryan membelai perut rata nya naik turun perlahan kemudian tangan Bryan menaiki buah dada Jasmine yang berukuran lumayan ranum dan siap di remas, mengelus tutupan berwarna pink motif bunga sesekali jemari nya menyusup ke dalam ".


" Ahh indah sekali, aku nggak tahan jika hanya melihat nya sayang, ucapnya lirih terdengar berat dan serak. ucap Bryan.


Kaos Jasmine perlahan terangkat tepat di atas dada Jasmien m, satu satu Bryan melonggar kan lubang baju sebelah lengan yang terdapat luka jahitan.


"Susah sekali "setelah diperhatikan lobang lengan baju Jasmien tampak sangat kekecilan Gumam Bryan.


" tunggu lah sebentar kemudian Bryan merapikan kembali kaos Jasmine, menatap mata Jasmine yang sendu dan mengecup lembut bibir Jasmine.


"Kau sekarang milik ku sayang, tunggulah sebentar"


Bryan berlalu dan meninggalkan Jasmine


"Aku memerlukan sesuatu untuk membuka baju Jasmine, dan mengganti kan nya yang baru." lirih. Kaki nya melangkah ke ruangan yang bertuliskan koperasi.


"Eehhmm hanya ada ini, baik lah. ucap Bryan.


Beberapa baju baru untuk ganti Jasmine di ambil nya satu daster tipis , bagian leher berkerut berbentuk sabrina tanpa lengan, kerutann bagian leher yang sangat lebar hingga memperhatikan bagian depan dan belakang si pemakai nya. beberapa celana dalam dan bra baru ber corak pink ,beberapa handuk kecil, sedang dan ta lupa gunting.


" Ini bu" sambil menyerahkan beberapa lembar uang dan menerima barang yang dipilih nya.


Bryan kembali ke kamar, dilihat nya Jasmine yang menekan tombol remote tv dan sekali tertawa geli melihat adegan SPONGE BOB dan PATRIK di depan layar.


" Senyum yang manis istriku" goda Bryan.


Jasmine mendapat kan kamar khusus karena Bryan memilihkan satu kamar dua bed dilengkapi tv, jemuran baju dan kamar yang cukup luas dan bersih.


" Apa saja yang kau beli, banyak sekali Bryan.


" untuk keperluan mu , nanti aku yang akan memakai kan nya semua istriku. Ucap Bryan matanya menatap lekat mata Jasmien.


" Apa kau menyuruhku memakai daster? "


"yang ada hanya itu" kata Bryan berbohong".


.


.


.


.


.To be continue


LIKE donk


KOMEN


VOTE donk

__ADS_1


HAPPY READING


__ADS_2