
" Kenapa melamun, apa yang mengganggu pikiran mu kak."
Juan melangkah kan kaki nya mendekati kakak kandung nya yang terlihat murung di depan tumpukan baju baju yang berserakan tepat nya GAUN PENGANTIN yang masih setengah jadi .
Juan duduk di depan kakak perempuan nya yang tampak sering melamun, " kenapa dengan Jasmine apa dia ada masalah?!...."
" Aku sangat menghawatirkan Jasmine, semalam aku memergokinya pulang jam 4 subuh lagi." Napas nya terasa berat saat mengatakan tentang Jasmine.
" Aku sudah sering menanyakan perihal itu pada nya tapi dia selalu bilang bahwa dia tak akan macam- macam",
bagaimana aku tak mencemas kan nya?!...
"Bahkan aku sering menyuruh Alex untuk membuntuti kemana kakak nya pergi."
" Dia sudah dewasa kak, biar dia menikmati hidup nya, semasa kecilnya dia sudah mengalami banyak penderitaan " .
Juan nampak bersandar pada sofa dan mengambil cangkir kopi di depan nya meminum nya dan meletak nya kembali.
" Justru itu yang membuat ku khawatir, bahkan dia selama ini sering bergonta ganti teman lelaki."
" HAAAHHH, peluh nya terasa menetes membayangkan gadis kesayangan nya itu,devika menghela nafas panjang.
" Haaahaahaaa....bukan kah itu sifat plagiat turunan dari mu kak, wajar khan Jasmine masih muda dia cantik dan...."
Dengan nada tinggi " Justru itu aku takut dia mengalami hal sama seperti yang aku alami dulu, menikahi lelaki yang menghamiliku tanpa ada rasa cinta bukan kah itu kesalahan hhiikkssss."
Jasmine mengalami kesakitan , disiksa papa kandung nya sendiri selama ini karena aku hamil duluan dan dia tak menginginkan anak perempuan.
__ADS_1
HHHIIKKSSS....
Devika berderai air mata, mengingat masa lalu nya semakin terasa belasan belati tajam menusuk hati nya.
Juan mengangkat kedua tangan nya dan memeluk kakak kandung nya mengelus pundak saudara satu satu nya yang sudah terlihat beberapa garis menua di wajah nya.
" Masa lalu mu itu tak akan terulang lagi kak,aku sudah pernah khan berjanji padamu.
Selama ini Jasmine sudah sangat mengerti apa yang harus dia lakukan, cobalah untuk percaya pada nya."
" Kak kita sudah cukup baik mendidik Jasmine, mendidik nya dengan kasih sayang yang utuh sekalipun aku bukan ayah kandung nya tapi semenjak dia kecil dan dewasa aku selalu memberi kan kasih sayang seorang papa pada nya."
POV Juan
Lelaki yang sangat di cintai Jasmine, semenjak usia 12 tahun Jasmine hidup dan tinggal bersama suami dan istri paman nya, karena saat itu istri Juan belum mempunyai keturunan.
Setelah berkali kali pukulan, tendangan dan siksaan yang di terima Jasmine, Jasmine masuk rumah sakit.
Hasil pemeriksaan dokter ada beberapa tulang punggung yang retak terkena hantaman.
Juan yang saat itu bekerja di kantor kepolisian sebagai sersan merasa marah dan tak terima keponakan kesayangan nya disiksa.
Tanpa persetujuan Devika, Juan melaporkan semua tindakan kekerasan yang Jasmine alami.
Tetapi dia bisa lolos jeratan hukum karena memberikan cukup banyak uang dan membayar tinggi uang kejaksaan. Sejak saat itu entahlah roi pergi ke mana.
Untuk membesarkan anak anak nya Devika harus bekerja keras dan merintis usaha nya sebagai perancang desain khusus gaun pengantin.
__ADS_1
Usaha keluarga yang sudah turun temurun di bantu olah Juan dan istri nya.
Sejak tinggal bersama Juan, Jesika sering mengikuti kemana paman nya ini pergi untuk latihan sebagai seorang prajurit.
Disitu Jesika belajar banyak hal tentang keterampilan menembak, beberapa ilmu bela diri, teknik menyerang.
Awal mula Juan melarang karena Devika tak menyetujui nya, tetapi Jesica terus merengek kepada Juan.
Jasmine kecil awal nya hanya tak ingin berjauhan dari paman nya, saat itu mereka masih tinggal di area kompleks khusus anggota kepolisian.
Lama kelamaan Jasmien kecil jatuh cinta dengan semua kegiatan yang berhubungan dengan basic dasar seorang prajurit.
.
.
.
.
.
.
budayakan LIKE VOTE KOMEN
HAPPY READING
__ADS_1