
Jasmine mengambil smart phone nya dan dilihat nya jam sudah menunjuk kan pukul 00.00, dirapikan nya beberapa peralatan yang ada di meja itu dan dimasuk kan nya ke dalam tas.
" Besok aku akan serahkan ke mama, sketsa ini lebih cepat dikerjakan lebih baik" gumam nya.
Kemudian Grace mengambil kunci mobil dan memacu mobil nya ke arah pulang.
Sesampainya di depan rumah Grace merasa aneh karena di dalam rumah nya terlihat beberapa bayangan orang dan terdengar suara gaduh.ssrreekkk..pyaakk.
" Berani sekali , siapa mereka" sambil menggenggam tangan nya mengepal dan memukul setir mobil Jasmine geram wajah nya memerah.
Perlahan Jasmine memundurkan mobil nya mengamati dari jauh dan meraih smart phone nya.
Sejenak dia meninggalkan pesan kepada seseorang dan dengan cepat keluar dari mobil nya mengendap endap, meloncati tembok rumah di samping taman, berusaha agar tidak terlihat.
HAAPP....Dari samping rumah Jasmine ada jendela yang memiliki cukup lubang untuk melihat ke dalam rumah, dia memang sengaja membuat lubang itu jika sewaktu waktu Jasmine keluar atau masuk rumah tampa pamit kepada mama yang di sayangi nya. Lubang itu salah satu cara yang dia lakukan.
Jasmine lebih senang memakai cara mengendap endap dari pada dia terlihat mama yang di sayangi nya itu terlalu takut dan menghawatirkan Jasmine saat tau dia sering pulang malah. oohh pulang menjelang subuh tepat nya.
Jasmine tau betul Devika sangat menyayangi Jasmine.
Arah jam 9 ada 2 orang. arah jam 12 ada 1 orang.
Hhhmm kau masuk ditempat yang salah bodoh, Jasmine mengambil beberapa batu di tangan nya.
SRREELK dia mengambil ketapel mainan nya yang menempel di pohon yang sengaja dia simpan di sana.
PLETAAK di lemparnya batu dengan ketapel Jasmine mengarah ke halaman belakang sengaja untuk mengalihkan perhatian satu orang asing dan BAAAGG di saat yang pas Jasmine menjegal satu penjahat yang tadi berusaha mencari sumber suara dari arah belakang rumah nya.
SRREETT BAAG BUGG..
"Aaakkhhh "pekik nya terkejut.
Tepat di belakang leher lelaki berbaju pria dengan perawakan tinggi tersungkur dan Jasmine menarik nya dan menyembunyikan nya di balik pintu.
"Oeeyy suara siapa itu, apa kau baik baik saja bro"
Salah satu kawan nya tampak curiga karena samar terdengar teriakan teman nya.
SSSRRRIIEETT terdengar derit suara pintu terbuka.
" Kluar lah hadapi aku" ucap nya berteriak menggema saat dia menemukan teman nya yang sudah ku buat pingsan itu.
" Ku lihat dari balik kamar mandi ada seorang dengan tubuh penuh tato di lengan kanan nya, berbadan sangat kurus tapi sorotan mata nya sangat mematikan".
__ADS_1
Dia lagi, hhaahhh.... sebentar lagi waktu mu tiba.
" Rasakan ini" gumam Jasmine lirih.
Sekuat tenang kulemparkan batu asahan pisau yang ku temukan di dapur, dan mengenai kepala nya hingga menetes kan darah.
Dia merintihh kesakitan dan dengan wajah merah padam dia menarik tangan ku.
Beberapa saat kami beradu jotos, saling menghindar .... BUUGG aahhh badan ku terlempar dan tangan ku menghantam lemari kaca dapur.
PYYYAAAARRR auuhhh
Dia juga terhuyung dan mendatangi ku dan hendak melayangkan genggaman tangan nya.
"Angkat tangan , kalian sudah di kepung"
Terdengar suara yang sangat aku kenal
" Bryan "
"huuff aauuwwww" terasa perih tangan ku sebelah kiri yang mengenai serpihan kaca, bahkan masih terdapat beberapa pecahan menempel di kulit ku, robek cukup panjang dan dalam tetean darah menodai lantai berwarna biru langit.
" Borgol mereka semua" ucap Bryan penuh amarah sambil melangkah ke arah ku yang terduduk di lantai.
Kemudian mereka memborgol kedua lelaki yang sudah bermain dengan ku, dan menggiring nya ke dalam mobil patroli.
" Apa yang kau lakukan hhaahh, paman sudah meminta untuk menunggu ku jangan gegabah Jasmine", Ucap nya kesal, marah sorot matanya penuh kekuatiran membuat ku salah tingkah, tak sanggup menatap mata nya.
" Aku gemas , sudah lama tangan ku tidak menghajar orang mereka menghancurkan rumahku. Ini luka kecil bawel" ucapku memberi pembelaan.
"Iiiissshh.." terasa perih yang sangat menusuk di luka itu
Diambil nya tangan ku yang terluka
" Ini luka yang cukup dalam harus di jahit Jasmine." memegang dan mengamati nya lebih dekat. Ya dia seorang komandan , pastilah tau seberapa parah luka dalam Jasmine.
" Kemarilah aku gendong" ucap Bryan.
Bryan mendekatkan tubuh nya dan meraih tubuh ku.
Brian salah satu anak buah paman yang saat itu di tugas kan di tempat yang sama, Brian orang yang sangat perhatian, tampan dan berprestasi, bahkan beberapa kali dia selalu setia menemani Jasmine berlatih menembak, panah berlari.
Tetapi sudah setahun belakangan ini paman di pindah tugas kan ke kota lain tapi mreka masih saling menghubungi satu sama lain.
__ADS_1
" Noo no Stop ...aku tidak cacat , aku hanya sakit di tangan saja masih bisa jalan sendiri." Ucap Jasmine.
" Dasar keras kepala". kata Bryan.
Jasmine meringis mendengar kata Brian, dia merindukan suara itu suara yang mampu membuat Jasmine tenang di saat sakit nya seperti sekarang ini. Ada perasaan rindu, senang dalam hati Jasmine, perasaan yang lama sekali tak pernah di rasakan nya lagi.
" Diamlah atau luka mu nanti semakin mengeluarkan banyak darah gadis nakal". Ucap Brian penuh penekanan.
Diangkat nya tubuh Jasmine merapat ke depan dada Bryan, heeemmmm aroma parfum yang menggelitik penciuman Jasmine membawa nya merasa semakin nyaman dan menyandarkan kepala nya di dada Bryan.
Bryan tersenyum memperhatikan wajah Jasmine gadis nakal yang usia nya terpaut hampir 10 tahun dengan nya itu.
Bryan masuk ke dalam mobil sambil menggendong tubuh Jasmine, darah deras keluar dan mengotori seragam Bryan.
Badan nya semakin lama terasa lemas dan dia tak kuasa menahan kantuk dan mata berat, Jasmine tertidur.
Dalam tidur nya Jasmine bermimpi seperti ada yang mencium bibir nya, melihat nya dengan sangat lembut, terasa basah di bibir Jasmine.
Jasmine pun membalas ciuman yang membuat tubuh nya terasa begitu hangat.
Punggung nya pun dan paha terasa ada yang membelai dengan lembut, perlahan dia merasakan kenyamanan dan semakin membuat nya tertidur.
Bryan memperhatikan Jasmine yang ada dalam pelukan nya, Jasmine tertidur karena jam sudah menunjuk kan pukul 03.00 pagi.
Di perhatikan nya gadis di dalam pelukan nya itu, perlahan bibir Bryan mengecup lembut namun semakin lama terasa menggairahkan untuk Bryan.
Bryan me masuk kan nya tangan nya dan menyentuh punggung Bryan, mengusapnya perlahan karena tubuh dalam dekapan nya kini rerlahat sedikit pucat dan ....
.
.
.
.
TO BE COBTINUE.
.like ya
komen donk
vote juga
__ADS_1
HAPPY READING