JASMINE Loves

JASMINE Loves
Wisata puncak 1


__ADS_3

Alfin melajukan mobil nya ke arah puncak, mengajak Defika ke taman wisata terkenal di kota itu.


"Wah cantik sekali taman bunga nya?"Mata nya berbinar tebaran bunga warna warni tumbuh indah di sana semerbak harum bunga lily begitu menyeruak di penciuman nya.


"Alfin,itu juga cantik sekali" ucap nya girang seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan sebungkus permen.


Udara yang sejuk dengan aroma wangi aneka bunga di sana menyeruak di penciuman nya.


Bukan kah dicintai itu sangat indah?berada disamping Alfin sedekat ini membuat hati nya nya berbunga bunga seindah bunga di sana.


"Aaahhh Alfin" gumam nya dalam hati sungguh pesona Alfin membuat Defika jatuh semakin dalam dengan perasaan nya, ditatap nya lelaki itu dengan perasaan cinta,


cinta yang selalu tumbuh di hati nya cinta yang mampu membuai nya dengan sejuta pesona nya.


Defika merentangkan kedua tangan nya dan berputar putar merasakan sentuhan angin pada wajah nya menyapu setiap jengkal dikulit mulus nya dengan kesejukan dan wewangian nya.


Kepala nya mendongak ke atas " Aaahhhh indahh sejuk harum , gumam nya.


Rasa itu cukup membuat hatinya bahagia rasa yang ingin selalu di rasakan nya bersama kekasih hati nya,


Apakah itu mungkin?!


Tersirat ketakutan akan kehilangan semua nya ini,cinta Alfin,kebaikan Alfin, perhatian Alfin.


Alfin tersenyum melihat tingkah kekasih nya itu yang berputar putar rambut hitam legam nya menyibak ke udara bawahan rok yang ikut berputar mengembang bahkan semakin menampilkan kecantikan nya" sudah cukup nanti kau pusing" kata nya sambil meraih tangan Defika yang sedang berputar seperti baling baling.


"Defika merasakan sentuhan tangan kekar itu menarik lembut lengan nya,dia mengikuti langkah Alfin yang menggenggam jemari nya."


Begitu juga dengan Alfin semakin hari rasa cinta nya untuk Defika semakin tumbuh walaupun terlihat sulit saat ini dia harus memilih untuk menghancur leburkan diri nya sendiri demi menjaga Defika karena keegoisan papa nya yang mengharapkan pernikahan agar bisnis ilegal nya semakin berkembang.


"Fin apakah kau tulus mencintai ku?"gumam nya lirih satu tangan nya terentang menyentuh setiap kelopak bunga yang di lewati nya.


"Iya" singkat Alfin dengan tatapan mata penuh arti.


Bagi Alfin ungkapan itu bukan hanya cukup di mulut dia sudah berjanji akan selalu menemani dan menjaga gadis di hadapan nya ini.


Gadis manis yang mampu mengisi kekosongan hati nya selama ini, dia pria yang sudah memilih Defika untuk melabuhkan hati nya.


"Apapun yang terjadi padaku apakah kau tetap mau mencintai ku" dengan sedikit gemetar Defika menanyakan lagi hanya ingin memastikan ketulusan dan kesungguhan nya.


"Apa ada lagi yang belum aku ketahui dari mu hemm?" jawab nya kedua alis nya menyatu menanyakan maksud pertanyaan Defika,sepertinya ada yang kau sembunyikan hem, katakan apa yang sedang kau pikirkan sayang?!" ucap nya penuh penekanan membuatn nyali Defika ciut.


"Aahh tidak,bu bukan begitu" kata Defika,apa aku harus mengatakan nya bahwa aku... aku sudah kotor!pikiran nya kalut.


Tidak, tidak sekarang aku belum siap kalau saat ini puput nya lagi.


Maaf Alfin maaf aku terlalu egois hhikss tapi aku hanya ingin menikmati saat indah ini dulu dengan mu karna mungkin sebentar lagi kau yang akan mencampak kan ku,pikir nya lagi.


Aku sudah kotor aku mungkin tak pantas untuk mu hikss.


Rasa perih itu menyeruak di dada Defika tapi dia menahan nya sekuat tenaga agar air mata nya tak jatuh.


Defika merutuki takdir nya sendiri Rio brengsek hhiikss.


Apakah keindahan dan kebahagiaan nya bersama pujaan hati nya itu akan berahkir seperti ini!!Pikir nya lagi Defika tidak mau kisah nya berakhir seperti ini jika dia jujur.


"Ahh tidakk tidakk jangann" Defika berteriak kencang.

__ADS_1


Angin semilir menggoyang kan dedaunan dan bunga ikut melambai kekanan ke kiri membuat Defika terlelap sejenak dia meletak kan kepala nya di pangkuan paha Alfin.


Pikiran dan perasaan nya tertekan menyesak kan dada Defika apakah dia harus menceritakan aib nya sendiri atau apa yang harus aku lakukan?!


Entah mulut nya seakan tertutup terkunci rapat Defika ketakutan jika saat nya Alfin tahu tentang aib dirinya pasti Alfin akan membenci nya dan mungkin membuangnya.


Defika terlelap sejenak dalam pangkuan kekasih nya.


"Kau mimpi buruk, kenapa berteriak?!"kata Alfin panik.


Alfin terkejut saat Defika mengigau di pangku an nya,di belai nya rambut hitam legam itu berharap sentuhan tangan nya memenangkan kekasih nya.


"Sayang bangun" berulang kali di tepuk nya pipi Defika dengan tangan yang satu nya.


"Oohh tidak" kata Defika terkejut memang nya aku tertidur eehh bilang apa tadi iya sepertinya aku bermimpi buruk".


Detik mengucek ngucek mata nya dan duduk bersandar di pundak Alfin merapat duduk nya tangan nya memeluk pinggang kekasih nya itu.


Alfin terkejut tidak seperti biasa nya Defika kekasih nya seperti ini memeluk nya erat di depan umum tapi dia diam saja.


"Apa kau lapar sayang,telapak tangan nya menepuk lembut pipi Defika" kata nya pandangan mata nya semakin dekat dengan mata Defika membuat jantung Alfin berdetak kencang berada sedekat ini dengan kekasih nya.


"Iya , lapar sekali " kata Defika lagi sambil memanggut manggutkan kepala nya yang masih menempel di pundak Alfin.


Alfin tersenyum tidak seperti biasa nya kekasih nya ini bermanja manja dengan dia, Alfin diam dalam pikiran nya.


Dilihat nya semakin dekat Defika nampak semakin manis di mata nya.


"Apa gak malu seperti ini , itu kita dilihatin orang" kara Alfin menggoda.


"Tidak" kata Defika singkat.


"Menurut mu" kata Alfin.


"Kenapa tanya balik menyebalkan" Defika cemberut.


"Tunggu disini,jangan kemana mana sampai aku datang."


Alfin menggeser perlahan pundak nya dan berlalu pergi.


Beberapa saat kemudian Alfin kembali dengan banyak makanan yang ada di kantong plastik putih dan beberapa lagi di tas ransel di belakang pundak nya yang baru saja dia beli.


"Wwaaaw banyak sekali, buat siapa sebanyak ini" kata Defika memelototkan mata nya.


"katanya kau lapar sekali,nih makan lah" aku gak mau di salahkan orang tuamu kalau kau kenapa napa.


" Tapi tidak sebanyak ini, kau ini aneh" kata Defika menggelengkan kepala nya sambil membuka bungkusan kotak putih berisi nasi lauk dengan gelas plastik berisi minuman hangat bersegel.


Defika memasuk kan makanan ke dalam mulut nya.


"Aakk buka mulut mu kata Defika" Defika pikir mungkin ini saat terakhir nya bisa bersama Alfin ya setidak nya ini bisa jadi kenangan manis untuk nya.


Defika menitik kan air mata tanpa di sadari nya, entah kenapa hatinya terasa sangat perih.


Lelaki du depan nya ini begitu mencintai nya dan dia sangat terharu melihat perhatian Alfin padanya.


"Kau kenapa menangis, apa makanan nya tak enak atau terlalu pedas" Alfin membuka mulut nya dan ikut makan dari suapan Defika.

__ADS_1


"awak" Alfin membuka mulut nya.


"Ehhmm enak koq tidak pedas" Alfin terheran


"apa aku menyakitimu sayang" ucap nya lagi.


Defika menggelengkan nya sampai sampai ingus nya keluar Defika malah semakin keras menangis mengeluarkan air mata yang sedari tadi di tahan nya.


Alfin bingung apa yang harus dilakukan nya diambil nya slayer yang ada di saku celana nya lalu mengusap lembut air mata Defika dan ingus yang membanjiri hidung kekasih nya itu.


" Kau ini ,lihat banyak sekali ingus mu" kata Alfin menggoda dia bingung mau menghibur kekasih nya dengan cara bagaimana lagi.


" Huaaaa" Defika semakin keras menangis.


Entahlah perasaan nya begitu kacau mungkin dengan cara seperti ini hatinya bisa sedikit lega.


Setelah selesai makan Alfin dan Defika berberes dan beranjak pergi.


Tepat di tengah taman itu terdapat jalan setapak Defika dan Alfin berjalan bergandengan tangan saling menggenggam mereka sangat menikmati suasana di sana.


"Apa kau menyukai nya?!" kata Alfin yang saat itu berjalan lebih dulu, tepat di tengah taman mereka berhenti di situ.


" Iya ,indah sekali" kata nya matanya nampak berbinar.


"Lebih indah kamu dari pada semua bunga yang ada di sini",ucap nya sambil menatap kedua mata kekasih nya.


"Iiihhh Alfin" Defika tersipu hatinya kini begitu bahagia perhatian Alfin membuat nya terbius dalam indah nya madu kasmaran.


Rasa manis madunya itu memabuk kan Defika.


Tangan kiri nya menggenggam jemari Defika dan memeluk nya dari belakang tangan Defika memeluk pinggang nya yang bertumpu pada tangan Alfin, Alfin mencium kepala belakang Defika, harum rambut nya begitu menenang kan nya masuk menyeruak ke rongga penciuman nya.


" iidihhh" kata Defika sambil mencibirkan bibir nya.


"Kau masih tak percaya pada ku " kata Alfin lagi semakin merapat pelukan nya.


"Hermmm " katanya sambil mengangguk.


"Kau minta bukti apa,ayo kata kan" kata Alfin.


" Emm apa ya" Defika berpikir sejenak.


" eerrhhmmmm!!!...."


"Cepatlah kau minta bukti apa"Alfin semakin gemas di buat nya.


"Eehhhmm tidak, aku tak tau" kata Defika.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.to be continue


HAPPY READING


__ADS_2