JASMINE Loves

JASMINE Loves
Vidio call


__ADS_3

Tidurlah aku akan menjagamu " ucap Bryan sambil mengecup Jasmine dengan sangat lembut.


Jasmien mmenganggukan kepala perlahan mata Jasmine terlihat sayu terasa sangat berat dan perlahan menutup,


efek dari suntikan dokter pada selang infus nya mulai bekerja.


Kecupan Bryan di kening Jasmine menenangkan hati nya, membuat nya merasa bahagia dan merasa rasa nyaman berada bersama Bryan.


"APAA Devika tampak panik?! sayang maafin mama tidak ada di samping mu sekarang"ucap nya lirih.


" Jangan khawatir kak,ada Bryan di sana. Besok siang setelah semua selesai di kemas kita berangkat,aku sudah siapkan mobil nya .


Juan memilih waktu yang tepat untuk memberi kabar kepada Devika,Juan tau bahwa Devika pasti panik dan sedih mendengar kabar Jasmine terluka dan rumah mereka di rampok.


Malam hari setelah even acara resepsi pejabat selesai dan mereka pulang ke rumah.


,Juan memanggil Alex dan Devika duduk di ruang tamu.


"Syukurlah kak semua berjalan lancar"ucap Juan.


"Alex istirahat lah kamu pasti lelah seharian ini membantu paman dan mama mu, tinggalkan barang barangnya di sana nanti biar pak Junet yang mengembalikan ke tempat nya.


Tunggu paman di ruang tamu,panggil mama mu juga,ada yang mau paman bicarakan penting,pesan paman pada Alex.


" Iya paman Juan,tunggu paman di dalam ucap Juan.


Alex yang tampak kelelahan masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa panjang berwarna cream menyandarkan punggung nya yang terasa lelah seharian,sesekali Alex memijat pundak nya sendiri,memukul mukul pundak dan lengan nya, betis kaki nya di pijat perlahan dan beberapa bagian badan nya yang terasa begitu lelah .


Alex beberapa hari ini menemani mama nya menangani klien yang memesan jasa EO dari istri paman Juan.


Devika tampak duduk di meja makan sambil memegang gelas berisi air teh hangat,saat melihat Alex terduduk di sofa, Defika mengambilkan minuman jahe yang sebelumnya sudah di buatkan assisten rumah tangga paman Juan.


"Sayang minum lah dulu selagi hangat"ucap Defika sambil mendukung kan dirinya di samping Alex.


"Mama rindu kakak mu Jasmine,gimana kabar nya sekarang ya!tadi pagi dan siang mama berulang kali mencoba menelepon nya tapi sepertinya hp nya mati.

__ADS_1


Mama takut ada apa apa sama kakak mu Alex?!".Gumam Defika lirih dan tampak raut wajah sedih.


"Tenanglah mam kakak Jasmine itu wanita yang sangat kuat seperti ini nih" ucap Alex sambil menunjuk kan kedua lengan nya yang berotot.


Defika tertawa melihat tingkah Alex, Defika tau Alex berusaha menghibur mama nya karena sangat menghawatirkan Jasmine,


Huuhh bukan kah ikatan batin ibu dan anak itu sangat kuat!!?sekalipun tidak menggunakan smart phone canggih dengan tumpukan garis sinyal yang menjulang tinggi dan dengan kuota pasti nya.


Sungguh keajaiban Tuhan yang mampu memberikan kepada manusia sebuah ikatan yang tak kelihatan mata tapi mampu tersampaikan terhadap orang-orang tersayang.


Bahkan saat di acara hajatan anak jabatan yang di tangani nya tadi Devika menjatuhkan piring kosong secara tidak sengaja.


Piring itu di senggol nya dengan lengan nya tapi devika tak menyadarinya karena saat itu entah kenapa perasaan nya sangat kacau dan selalu ada nama Jasmine di isi kepalanya.


Tanpa bisa dihindari piring itu terlempar dari meja DEEGG DEGG DEGG perasaan Devika semakin kacau dan entah tetesan air di ujung mata nya jatuh tak bisa di tahan.


Juan selalu memperhatikan gerak gerik Defika, " Hhmm memang betul ikatan batin ibu anak itu sangat kuat.


"maaf kan aku kak nanti aku akan menjelaskan semua saat acara selesai" gumam Juan lirih dan terdengar oleh istrinya Lily.


"Bu tolong bantu kakak, alihkan perhatian nya supaya tidak semakin kacau perasaan nya memikirkan Jasmine ajak lah dia bicara atau makan sesuatu biarkan pegawai kita yang membersihkan di sana."


Sesampai nya di rumah Juan memandangi Lily dan memberi kode dengan mata agar istrinya ikut duduk bersama di ruang tamu.


" APAA Devika tampak panik?!sayang maafin mama tidak ada di samping mu sekarang ucap nya lirih air matanya pun jatuh berderai sangat deras, hati Defika sangat takut dan gelisah meninggalkan Jasmine sendiri dengan luka dan kejadian perampokan di rumah. Dia merasa belum bisa menjaga anak gadis kesayangan nya dengan baik.


HIKSS


HIKSS


HIKSS


"Maafkan mama sayang maaf tidak bisa ada di samping mu sekarang"ucap Devika dengan berderai air mata tangan nya kini memeluk Alex yang duduk di samping nya.


"Mama tenang lah kakak sudah di tangani dokter di sana,kakak sangat kuat mam,mama jangan nangis lagi.Ucap Alex menenangkan mama nya dan mengelus pundak Devika.

__ADS_1


" Jangan khawatir kak, ada Bryan di sana ucap Juan lagi.


TUUTTTT


JUAN


"Bryan bagaimana Jasmine apa dia baik baik saja,sedang apa dia sekarang" ucap Juan di balik telepon.


BRYAN


Maaf pak, Devika baru saja tidur setengah jam yang lalu.


"Bryan tante ingin melihat Devika alihkan ke vidio call"terdengar keras suara Devika karena Juan mengeraskan volume suara ny.


Bryan mengenali suara itu mama Jasmine yang suara nya terdengar parau karena menangis.


Bryan mengubah panggilan Vidio nya tampak sepasang mata sembab dan ada beberapa orang di balik layar smart phone Bryan.


HHIIKS JASMINE sayang


HIKSSS


Tampak Devika menangis pilu melihat anak kesayangannnya terbaring tidur dengan wajah pucat, tunggu mama sayang.HHIIKSS.


.


.


.


.


.


TO BE CONTINUE

__ADS_1


Budayakan LIKE KOMEN VOTE 😉


Baca juga MY LITTLE BOY MY HUSBAND


__ADS_2