JASMINE Loves

JASMINE Loves
Kehadiran Rio


__ADS_3

HHIIKS


HIKSSS


"JASMINE sayang ucap nya lirih jemari Devika menyentuh layar smart phone seolah membelai anak gadis nya "isak tangis Devika terdengar memilukan di telinga Alex mamanya begitu terpukul melihat keadaan Jasmine terbaring dengan wajah pucat air matanya tumpah tak terbendung membasahi kedua pipinya melihat tangan kiri terbalut perban tangan kanan tertancap infus hatinya sangat terluka.


Kepala Devika terasa berat pandangan nya kabur matanya terlihat sayup memandang layar smart phone bbuuggg Devika pingsan di pelukan Alex.


"Bryan tolong sampai besok kamu jaga Jasmien"


Bryan menyipitkan matanya serius menerima perintah Juan tampak di layar smart phone nya Devika menangis berdwrai air mata dan terkulai lemas lalu pingsan" siap pak" ucapnya lugas.


TTUUUTT TTTUUUTT


Juan terkejut kakak nya terjatuh dengan sigap Juan melihat Alex menangkap tubuh Devika dan segara mematikan telpon di genggaman tangan nya.


"Mama maa bangun ma"Alex panik tangan kanan nya masih nampak memeluk badan Defika dan tangan kiri nya menepuk pipi Devika yang nampak pucat tapi tak ada respon dari Devika.


"Paman Juan tolong mama paman"Alex berteriak panik dan meletak kan tubuh Devika di sofa panjang berwarna purple yang letak nya tepat di belakang tubuh Alex.


Perlahan Juan dan Alex memapah Devika yang terkulai lemas dengan wajah yang pucat lalu di baringkan nya tubuh Devika dan meluruskan kaki Devika.


"Kenapa kalian ini BRAAKK hanya melawan satu gadis kecil saja bisa babak belur dan kalian sama sekali tak membawa kan hasil apapun malah sekarang kawanan kalian harus berurusan dengan polisi HAAAHH!"


Seorang lelaki setengah baya duduk menghadap ke meja dan nampak geram tangan nya tampak terlihat buku buku jemari nya mengepal sempurna.


"Ga gadis i itu bisa melawan ka kawan nan kami de dengan mudah bos,ka kamipun tak menyangka dia bisa lolos dan tadi ti tiba tiba datang polisi dan langsung memborgol kawan-kawan kami"


Ucap seorang lelaki berkepala botak gemetar dan menunduk kan kepala nya dengan tangan penuh tato di lengan nya,menelungkupkan kedua telapak tangan nya kebawah di depan di antara kedua lipatan paha nya.


Membayangkan amarah bos yang berdiri di depan nya saja membuat otot kekar nya melemas,apalagi laporan gagal dalam tugas nya kali ini membuat nyalinya semakin menciut. Seakan dia belum siap dengan ancaman apa yang ada di depan nya.


"Saya sudah membayar mu mahal,temukan gadis itu sekarang dan secepat nya serahkan padaku"ucap nya dengan wajah memerah karena amarah dan tatapan wajah yang dingin.


Sorot matanya pun seakan mampu menghujam setiap orang yang berdiri di ruangan itu,menimbulkan aura mencekap di setiap mata yang memandang nya.


DDOORR BUUGGG


cetakkk pria itu dengan penuh amarah mengambil sebuah pistol di dalam laci mengarahkan nya tepat di bawah kaki pria botak bertato tanpa ampun di tarik nya pelatuk dengan satu tarik.

__ADS_1


"Aaaaahhh"


"Saya tidak suka dipermalukan,ini pantas buat hasil kerja kalian cuihh".


Lelaki botak itu tersungkur, dia merintih kesakitan kakinya terkena timah panas, darah berceceran,"ampunn tuan ampuun aaahhhh"


Teriakan memohon anak buah nya dianggapnya satu kesenangan yang menggelitik jiwa arogan nya dan semakin mencuatkan kekejaman sisi iblis yang tersembunyi dari dalam dirinya.


"Bawa dia pergi dari hadapan ku"perintah lelaki itu kepada beberapa lelaki berpakai an serba hitam yang sedari tadi berdiri tegap di satu sisi ruangan di sana yang menyaksikan kejadian menyeramkan aahh buat mereka itu sudah resiko bahkan dianggap nya biasa.


"Kali ini kau masih bisa lolos Jasmien pasti mereka anak buah suruhan Juan si sialan"umpatnya kesal tangan nya yang menggenggam pistol kesayangan nya dan mengembalikan nya ke laci meja kerja milik nya.


Carikan orang terbaik Dean bawa Jasmien datang ke hadapan ku secepat nya.Nampak garis tua halus di wajah nya,kedua alisnya menyatu terlihat jelas kekecewaan nya karena baru kali ini anak buah nya tertangkap.


Lelaki itu adalah Roi ayah kandung Jasmien,selama ini Roi berusaha ingin dekat dengan Alex namun selalu gagal karena Alex juga sangat membenci nya.


Kekayaan yang dimiliki nya sebagai pengusaha legal di beberapa daerah di negara nya masih belum menjadikan nya puas.


Semakin hari usaha yang di gelutinya bertambah semakin maju dan berkembang pesat,ditambah penghasilan nya yang dia peroleh dari usaha ilegal.


Tapi kini dia baru sadar bahwa dia memerlukan generasi penerusnya generasi yang berasal dari darah keturunan nya, Roi telah memilih Alex tapi dia semakin geram mengetahui Alex sangat membencinya.


****


kebencian nya kepada Devika dulu karena Devika sangat sulit untuk didekati, saat itu Devika sudah memiliki seorang kekasih bahkan sudah memiliki tunangan.


Mati matian Roi berusaha merayu dan memikat hati Devika tapi dia selalu gagal, rencana busuk Roi berhasil mendapatkan Devika secara licik.


Malam itu di sebuah acara ulang tahun teman Devika juga dihadiri oleh Roi,melihat sasaran nya berada di tempat yang sama Roi menjalankan niat busuk nya untuk menikmati tubuh Devika mengikatnya secara paksa agar memilikinya seutuhnya tubuh dan jiwanya.


" kali ini saja Devika, kau kan temanku...ayo rayakan malam ini dengan seteguk wine, ucap teman wanita nya yang saat itu berulang tahun.


"Ma-maaf aku tak minum itu" tangan nya menolak dengan sangat halus devika memohon.


"Pliizz satu gelas saja", teman yang lain nya memaksa Devika meraih gelas wine dan di letak kan di telapak tangan Devika.


CCCHHHEEERRSS terdengar teriakan yang di ikuti hampir seluruh undangan disana.


Chheerrsss jawab yang lain serempak sambill mengangkat wine yg sudah ada gelas di tangan mereka.

__ADS_1


Ttinggg, melihat semua pandangan beralih pada Devika karena berdiri sejajar dengan pemilik acara membuat Defika terpaksa meminum wine.


Dengan terpaksa Devika meraih gelas wine yang sudah ada di tangan kanan nya, mengangkat gelas wine dan meminum nya seteguk dirasanya minuman itu mencekat di leher nya, glekk glekk cairan itu merasuk di setiap sisi mulut Defika.


Mata nya terpejam merasakan rasa kuat aroma wine di dalam lidah nya.


Di sisi sudut lain sepasang mata terus memandangi Devika tanpa berkedip,sudut bibirnya tampak tersungging senang, ya mangsa nya sudah masuk dalam jebakan licik nya.


"Fina hadiah apa yang kau minta dari ku heemm?!" Rio mendatangi Fina yang saat itu berdiri di depat kue tart settingi 1 meter.


Sambil meraih gelas minum soft drink tepat saat pelayan lewat di samping nya mereka membuat kesepakatan.


"Ahh betulkah kau akan memberikan nya Rio" ucap Fina dengan semangat karena selama ini dia mengenal Rio adalah seorang yang sangat perhitungan.


" Heemmm...dengan satu syarat dan itu sangat mudah, ucap Rio lirih dengan tatapan lucik nya.


"Ya.apa yang harus aku lakukan" Ucap Fina menyetujui penawaran Rio.


"Buat Defika meminum ini".


Rio memberikan sebuah gelas wine yang sudah di campurkan obat per****** wanita.


"Apa maksud mu?!" Fina kaget ternyata Rio menyuruhnya untuk memaksa Defika minum minuman beralkohol dari Rio"


"Gila kau Rio,apa rencana mu dia sudah punya kekasih dan akan segera bertunangan?!Fina tak menyangka Rio nekad menjebak Defika.


"Turuti saja perintahku dan kau akan dapat yang kau mau, gimana? ucap Rio lirih wajah nya tanpa ekspresi.


Sesudah acara tiup lilin Fina menghampiri Defika sedangkan Rio berada jauh bahkan seakan tak nampak berada di sana,tetapi pandangan matanya setajam mata elang yang mengawasi setiap gerak gerik Devika tanpa berkedip.


CHHEERSS


.


.


.


.

__ADS_1


.To be continue


HAPPY READING


__ADS_2