JASMINE Loves

JASMINE Loves
Kehadiran Livi


__ADS_3

Di sebuah kamar yang sangat luas, terdapat satu bed ekstra king dilengkapi nakas di samping sisinya berwarna senada dengan guci ukiran gold di sudut ruangan itu.


Jendela yang menghadap langsung ke balkon kamar nampak berjajar rapi bunga bunga dan dedaunan hijau.


Di atas kasur bed extra king milik nya itu Rio merebahkan tubuh Defika,sedangkan dia masing duduk di samping gadis itu sambil sesekali tangan nya bermain di wajah gadis yang tertidur pulas karena bius nya masih bekerja.


TOK TOK


Terdengar suara ketukan pintu dan muncul kepala yang tak asing lagi buat nya “ Obed panggil segera Livina kemari suruh dia memeriksa luka luka nya” kata Rio saat dia menoleh yang membuka pintu kamar nya itu assistant pribadi nya Obed.


“Siap tuan” kata Obed dengan bergegas dia berlalu pergi.


Beberapa saat kemudian Livi datang dengan membawa seorang perawat bersama nya “ kenapa bisa seperti ini” kata nya sambil memeriksa beberapa luka lebam di sekujur tubuh Defika.


Rio saat itu menyandarkan tubuh nya tepat di sudut jendela dengan tangan terlipat di depan perut nya “ Apa luka nya terlalu parah?” kata Rio mendetail.


“iya dia mengalami dehidrasi dan luka nya terkena infeksi tubuh nya melemah saat ini” kata Livi sambil sesekali dia meletakan stetoskop di dada pasien nya itu, mengecek suhu tubuh nya detak jantung dan membersihkan beberapa luka di tubuh Defika.


“Selama beberapa hari kedepan gadis ini harus mendapat perawatan ekstra, besar kemungkinan dia mengalami shock Rio kata nya lagi tegas dengan tatapan tajam.


Livi menarik nafas nya dalam dan membuang nya kasar” kenapa bisa seperti ini, kasihan sekali apa kau menyiksa nya?!” kata nya dengan nada sedikit meninggi.


Livi teman sejak kecil Rio hanya dia wanita satu satu nya yang bisa dekat dengan nya dan tau betul sikap temperamental teman nya itu.


Temperamen nya yang kasar dan arogan serta putra dari seorang mafia terkenal di dunia nya saat itu sering kali membuat dia di kagumi sekaligus di puja kaum wanita tapi tidak dengan Livi.


Dari kecil sampai sekarang dia hanya menganggap nya sebatas teman bahkan sudah seperti saudara, tidak seperti wanita lainnya melirik Rio untuk dijadikan kekasih dengan embel-embel status, materi dan fasilitas itu sebab nya Rio menjadi sangat dekat walaupun sering kali di setiap pertemuan mereka sering terjadi adu mulut.

__ADS_1


"Pilihkan seorang perawat terbaik untuk nya" kata Rio sambil berjalan mendekat ke tempat tidur tempat wanita nya terbaring lemah itu.


"iy" kata nya singkat sambil menyibakkan rambut wig nya berwarna biru muda di padu padan kan dengan blush biru muda dengan rok sepan di atas lutut sepatu high heals setinggi 20 cm dengan ukurannya yang sangat mini.


"Fara aku tugasku sekarang kamu disini ,sekarang bersihkan tubuh gadis itu dan ganti pakaian nya." ucap nya dengan nada perintah.


"Ya dok" kata nya singkat lalu mengambil beberapa baju yang di berikan Obed sebelum nya yang baru dia beli atas suruhan Rio.


"Livi aku menunggumu di ruangan kerja, pastikan dia mendapat perawatan terbaik kau mengerti sus" kata nya lagi.


"Baik tuan" kata fara yang saat ini di beri kepercayaan untuk menjaga Defika.


Livi mengemas peralatan medis milik nya itu ke dalam tas nya.


"Segera kabari setiap ada perkembangan tentang dia, lakukan pekerjaan mu dengan baik aku tidak mau ada kesalahan" ucap nya dingin kemudian berlalu pergi.


"Ba baik tuan"kata Fara sedikit gemetar dan menunduk kan kepala nya saat melihat tatapan tajam lelaki yang kini menjadi tuan nya itu begitu menakutkan baginya, kemudian dia melakukan pekerjaan nya menggantikan pakaian


Tak lama kemudian Livi masuk ke ruangan Rio di lantai yang sama.


"Siapa lagi pet yang kau bawa itu?" ucap Livi sambil melangkah menuju kursi sofa berwarna coklat yang di sana.


"Dia aset baru ku" kata Rio sambil menyandarkan punggung nya di sofa yang sama.


"Begini aku mau kau melakukan sesuatu untuk ku vi" kata nya lagi.


"Apa itu, aku tak ada banyak waktu cepat katakan" ucap nya sambil sesekali membetulkan wig kesayangan nya dan meletak kan kata mata di atas kepala nya.

__ADS_1


"Ehmm begini, aku mau kau menyuntik kan beberapa obat dalam tubuh wanita tadi dan buat dia melupakan masa lalu nya" ucap nya singkat.


"Apa kau sudah gila" ucap Livi dengan nada tinggi seakan dia terhebat dengan lelaki yang duduk di samping nya itu.


"Mungkin benar kata mu, kalo aku sekarang gila haahaaahaaa" ucap nya santai.


"Begini, kau tau khan Alex si tua bangka itu menyuruhku segera menikah secepat nya" katanya singkat.


"Dari dulu aku menginginkan gadis itu untuk menjadi istri tapi dia selalu menolak ku" kata nya dengan wajah sebal sambil sesekali dia menggoyang goyang kan telapak kaki nya yang sudah berpangku pada kaki satu nya lagi.


" Haahaaahaaa seperti nya kau sudah kena karma Rio " katanya seakan mengingatkan bahkan cenderung mengejek teman kecil nya itu.


"Banyak wanita yang mau dengan mu di luar sana, nikahin aja kontrak mereka setelah urusan mu selesai kau bisa membuang nya" ucap nya dengan nada jengkel.


Ironis sekali lelaki ini, mau nya kok repot sampai harus menyuruh nya menyuntik kan obat untuk membuat seseorang lupa ingatan hanya demi menuruti kemauan kakek tua.


"Dia berbeda, dia selalu menolak ku" kata nya lagi sambil memegang kening nya.


"Aku baru pertama kali ini mendapatkan gadis perawan, entah kenapa aku menginginkan nya ya walaupun aku tak tau juga harus berapa lama dengan nya." ucap.nya panjang lebar.


"Kau yakin tidak ada rencana mu yang lain?" kata Livi penuh selidik dia tau betul otak lelaki ini terlalu rumit jika hanya sekedar suka dan menikah tanpa ada sesuatu yang lain nya. Sampai sampai dia nekad mau membuat gadis itu lupa ingatan.


"Aahhhh kau tak perlu tau lebih nya" kata Rio lagi lalu dia berdiri dari duduk nya menuju ke sebuah meja dan mengambil sesuatu dari sana mengambil pena dan mencantumkan nominal dalam jumlah dolar.


KRRIIEEKKK


"Ini, lakukan dengan cepat dan aman" sambil menyodorkan cek itu.

__ADS_1


"Kau hanya perlu ingat dia sekarang aset ku Livi" katanya lagi sambil memegang dagu wanita seksi di depan nya itu.


CCUUPPP CUUPPP dengan cepat di kecup nya gadis seksi di depan nya itu.


__ADS_2