
Budayakan vote like komen.tx
Sesudah acara tiup lilin Fina menghampiri Defika sedangkan Rio berada jauh bahkan seakan tak nampak berada di sana,tetapi pandangan matanya setajam mata elang yang mengawasi setiap gerak gerik Defika tanpa berkedip di lantai atas sudut ruangan tersembunyi.
CHHEERSS
Rio memperhatikan incaran nya dari jauh Defika meneguk minuman yang di racik khusus Rio untuk nya.
"Kau harus jadi milik ku j***** hanya itu satu satu nya cara agar rencanaku berjalan lancar"gumam Rio dengan menghisap sisa puntung rokok dan membuang asap kasar di tangan nya lalu matikan nya ke ashtray di samping kanan nya.
Rio berjalan kembali berkumpul bersama para tamu undangan membelah setiap kerumunan orang dan berdiri menghampiri Defika yang nampak memegangi kepala nya.
"Auuw kepala ku sakit sekali, ke kenapa tubuh ku terasa panas"ucap Defika dengan jalan sempoyongan tangan nya memijat kening nya jalan terhuyung beberapa kali nampak menabrak beberapa orang di sana.
CLEEPPP
"Kau kenapa Defika"Rio menyapa Defika memasang wajahnya seakan dia panik dan perduli dengan nya.
"Rio kau,kau juga disini"ucap Defika terkejut dia tak menyangka akan bertemu dengan lelaki yang selama ini berusaha mati matian mendekatinya tetapi selalu di tolak nya.
"Iya,Fina juga mengundangku dia teman sekolah dulu"ucap Rio memberinya alasan sambil mengulurkan tangan nya dan memegang pundak Defika.
"A apa yang kau lakukan Rio"Defika terkejut Rio memegang pundaknya dan merapatkan badan nya.
Srreettt , Devika menepiskan tangan Rio yang memegang pundaknya tapi tidak berhasil karena tenaga nya seakan melemah dan kepala Defika semakin terasa berat di rasa nya.
"Sepertinya kau mabuk Defika,aku hanya mau membantu mu mengantar mu pulang" Rio memeluk pinggang Defika.
"Lepas Rio aku bisa sendiri,terima kasih"entah kenapa berada di samping Rio perasaan Defika menjadi tak nyaman seakan dia tau niat busuk apa yang akan direncanakan Rio.
Defika berontak saat Rio memapah nya keluar ballroom,Defika terseok berjalan kakinya memakai high heals berusaha mengimbangi langkah kaki nya.
"Ahhh kenapa seperti ini rasa nya pelukan Rio di pinggang nya semakin membuat nya merasakan ingin sentuhan yang lebih tapi Defika masih menggunakan akal sehat nya.
"Lepas Rio aku bisa sendiri"Defika masih dalam keadaan setengah sadar dia merancau tak karuan meronta dalam pelukan Rio.
Dari kejauhan Fina melihat Defika terhuyung sesekali nampak berontak dalam pelukan Rio,dia merasa bersalah karena telah menyetujui persyaratan Rio tapi semua sudah terlanjur.
"Ahh brengsek Rio awas saja kalau terjadi sesuatu dengan Defika"Fina mengumpat langkah kaki nya semakin cepat menghampiri Rio yang dilihat nya hendak keluar ruangan.
"Rio....tunggu apa apaan ini kau akan kemana" Fina mengeraskan suara nya tangan nya menarik narik baju Rio.
__ADS_1
"Rio...Rio..berhenti"Fina mempercepat langkah nya sambil mengangkat untaian gaun panjang berwarna peach sepanjang mata kaki,rambutnya yang tergerai dengan ujung menggelantung ikut bergerak mengikuti langkah kaki nya.Riasan tipis natural menambah semakin anggun Fina di malam perayaan hari ulang tahun nya.
Fina berlari mengejar Rio mendahuluinya beberapa langkah membalikkan badan nya dan menghadang Rio sambil merentangkan kedua tangan nya ke samping kanan dan kiri nafas nya tersengal dadanya naik turun mengikuti nafas nya yang berpacu sedikit memperlihatkan tonjolan dadanya yang menggunakan dress v neck belahan rendah.
Dilihat nya wajah Defika memerah gelisah tubuh nya bergetar hebat tangan Defika menggenggam lengan Rio seakan meminta lelaki disamping nya untuk memanjakan nya.
Dari arah kejauhan nampak beberapa lelaki berbaju hitam berdiri menyilangkan tangan nya di depan dadanya memperhatikan Rio,dengan bahasa isyarat tatapan mata Rio seakan memberi kode kepada mereka.
Tap tap derapan fantovel yang membentur lantai terdengar nyaring.
"Antar kan nona ini kedalam awasi sampai acara selesai."ucap Rio memberikan perintah nya dan pergi menuju apartemen pribadinya.
Rio meletakkan Defika di atas tempat tidur yang nampak merancu.
"Rio hheemmm sini temani aku sayang" Devika semakin menggila hasrat nya menggebu menginginkan kehangatan yang lain dan lebih,akal sehat nya tak lagi bisa dikendalikan.
Tanpa di sadari nya Defika meraba kedua dada nya yang nampak menonjol menggeliat seperti seorang penari ular mendesis nyaring terdengar di telinga Rio,baju dress hitam sepanjang lutut tersingkap menampak kan belahan pahanya.
"Malam yang panjang untuk kita jal***** ku malam ini aku akan membuatmu mengingat nya seumur hidup mu"gumana nya dalam hati.
"Tunggulah sebentar"segera Rio melepaskan sepatu celana baju hem yang dikenakan nya di salah satu sudut meja di pasang kan sebuah handycam mengarah tepat ke arah mereka.
Rio berdiri di samping tempat tidur tangan nya membelai pucuk kepala Defika dengan sedikit keras menarik rambut hitam bergelombang milik nya.
"Kemarilah sayang duduk dipangkuan ku"Rio menepuk pahanya yang tanpa menggunakan sehelai benang pun.
Defika menggeliat semakin gila menghampiri Rio berjongkok mengikuti naluri liar nya.
"Rio tolong aku menginginkan mu,ahhh"Defika hilang kendali memberikan tubuh nya untuk lelaki yang tidak di cintai nya.
Rio mengulur waktu membiarkan Defika meronta mengemis memohon padanya.
"Aahhh itu yang kau mau sayang?!heemmm"
Rio mengangkat dagu lancip Defika dengan telunjuk nya.
"Defika mengangguk kan kepala nya"sambil keduatangan nya di letak kan di dadanya sendiri.
Rio tersenyum licik jiwa iblisnya tertawa penuh kemenangan Defika sendiri menyerahkan tubuhnya bahkan memohon,bukankah itu sesuatu yang menyenangkan pikirnya.
Rio mengecup mengulum bibir Defika perlahan memasuk kan lidah nya ke dalam tinggal mulut Defika menyusuri setiap ruang rongga mulut gadis itu mengecap manis nya membangkitkan gelora yang semakin memanas.
__ADS_1
"Ccuupp sllerrpp"belaian tangan Rio menggerayangi tubuh Defika menimbulkan perasaan geli bercampur getaran yang hebat di setiap inci tubuh gadis ini.
Kecupan itu turun ke leher Defika ke dada nya yg masih tertutup membuat beberapa kissmark di bagian banyak tempat di sana.
Rio sengaja tak melepaskan dress Defika,perlahan namun pasti dia meminta Defika melepaskan semua pakaian yang menempel di tubuh nya.
"Bukalah semua sayang,aku akan memuaskan mu"ucapnya lirih.
Defika menuruti perintah Rio perlahan mengangkat dress hitam selutut yang menempel indah di tubuh nya dengan bagian renda tepi lengan dan sisi leher melepaskan semua pakaian dalamnya sehingga badan nya kini polos tanpa sehalai apapun.
"Aahhh Rio....lakukan sekarang.
Serangan demi serangan Defika terima dengan rasa perih yang teramat sangat di bawah sana.
Defika nampak gila dengan ucapan nya melupakan semua akal sehat nya menyerahkan mahkota berharga nya bersama lelaki yang bukan dicintai nya.
Hentakan demi hentakan laras Rio menembus pertahankan Defika,mereka saling beradu memberikan dan mencari kepuasan dan kenikmatan semu.
"Eehhhmm Good Defika....bergoyang lah sayang di sana puaskan dirimu"esshh.
Rio menumpahkan semua lahar panas nya dalam rahim Defika".
Malam yang sangat panjang Detik ambruk di bidang dada Rio,memeluknya menyatukan peluh mereka di peraduan yang sama.
Meninggalkan jejak memerah di kedua sisi paha Defika membasahi seprei dengan noda memerah,Defika terkulai lemas tertidur meringkuk.
Rio beranjak dari tempat tidurnya,menyimpan rekaman itu dan meninggalkan gadis itu sendiri di dalam kamar.
"Besok saat kamu terbangun,hari harimu dan otak mu akan selalu ada namaku sayang.
Haaahaaahaaaaa
.
.
.
.
.
__ADS_1
to be continue