
Roi nampak murka dia kesal karena orang suruhan nya kehilangan jejak Defika, mendapat kabar Defika lost kontak dan hanya berduaan dengan Alfin membuat nya semakin naik darah.
“ Kau kemana Defika “ ucap nya sambil mengepal kan tangan nya dan dipukul berulang kali kepalan tangan nya di atas meja di sebuah kedai dekat dengan area dimana Defika tadi bermain paralayang nya.
Saat ini Rio sendiri yang turun mencari gadis yang di incar nya itu.
“Bagaimana perkembangan nya,kita sudah hampir tiga jam disini” Rio berteriak kesal lalu dia menyelidik ke beberapa petugas yang ikut melakukan pencarian.
15 orang lebih di kerahkan menyusuri arah hutan terlarang itu.
Beruntung mereka membawa GPS sehingga mempermudah tim menemukan lokasi nya tapi kondisi badai dan hutan terlarang yang curam membuat mereka kesusahan untuk mencapai tempat itu dengan waktu cepat.
“Titik lokasi sekitar air terjun arah pukul 9” teriak seseorang dari arah berlainan sambil menunjuk titik merah koordinat yang tersambung di laptop yang ada di pangkuan nya dengan GPS yang di bawa Defika masih berkedip tanda merah yang berbebntuk lingkaran itu.
“ Lokasi sangat curam pak anggota kita terhalang penerangan,besok pagi lanjut pencarian” ucap seseorang lagi yang menggunakan seragam sadari dengan sepatu boots hitam.
“Tidak jangan. Lanjutkan malam ini bentak nya pada seseorang yang berkata itu”.
“Berapapun akan aku bayar kalian, kerjakan sekarang”perintah nya lagi.
“Ta tapi Tuan kita tidak ada sarana yang bisa menuju sampai kearah sana terlalu beresiko pencarian tanpa penerangan jalanan terlalu curam, jelas nya lagi.
Seseorang itu menghampiri Rio membawa sebuah peta denah dan menjelaskan arah jalan yang akan mereka tempuh nanti.
Rio terdiam dia mengambil nafas nya cepat dan membuang kasar ke sembarang arah.
Rio semakin gelisah diambil nya smart phone yang ada di saku nya lalu dia menekan beberapa kali tombol di sana.
TIITT....TTTIIITTT
“Kirim bantuan heli pribadi ku sekarang, nanti aku share lokasi.” Ucap Rio singkat lalu menutup telepon nya. Tttuuuttt
Beberapa saat kemudian bantuan datang, hanya dua orang di tunjuk untuk naik ke heli itu seorang tenaga medis dan orang-orang tau betul area sana.
__ADS_1
Rio loncat menggunakan tali yang terlempar dari arah heli di ikuti beberapa orang suruhan nya dan setelah tepat dia mendapatkan petunjuk bahwa tepat di bawah sana arah titik lokasi dia memilih turun terlebih dulu.
Weengggg wengggg wweeng suara heli memecah di malam tepat di tengah hutan itu.
Alfin yang sedari tadi menjaga Defika merengkuh tubuh wanita itu dalam pelukan nya tersenyum bala bantuan tiba.
“Sayang bangun lah, mereka sudah menemukan kita” katanya sambil mengecup berkali kali kekasih nya itu saking bahagia nya.
Defika hanya terdiam, dia merasa lelah karena permainan Alfin membuat nya tertidur pulas.”kau pasti lelah karena ulah ku tadi” katanya sambil mengelus elus pipi cantik itu dan mengecup bibir kekasih nya ******* nya kembali, dia terlalu bahagia.
Defika diam saja dia masih terlalu pulas dengan tidur nya.
Jauh di atas sana ubun ubun Rio seakan mau meledak melihat wanita nya disentuh lelaki saingan nya “ brengsek,aku akan membuat perhitungan dengan mu Alfin” dengan sergap ny dia meloncat menuruni tali yang menjulur terikat di heli itu.
WEENGG WENGGG WENGG suara heli itu semakin keras berputar membelah semak semak yang melindungi Alfin dan Defika di bawah sana.
GRAABB TAAP TAPP
Rio meloncat persis lima meter dimana posisi Defika, GRAABBB Rio melompat TAPP TAPP dia berlari ke arah tubuh itu terlelap dalam dekapan lelaki saingan nya.
dengan membabi buta Rio menghantam Alfin yang sudah tak berdaya itu. “ Anggap itu hadiah kecil dari ku karena kau berani menyentuh wanita ku BUGG BAGG BUGG
“ ucapnya penuh tatapan dingin dan membunuh.
Alfin tersentak dan melepaskan dekapan nya, tubuh nya menggelepar di atas tanah ia tak berdaya.
"Rio, apa yang dia lakukan di sini" ucap nya lirih.
Defika masih terdiam dia masih terlelap dalam tidur nya saat Rio menggendong nya ala Bridal style.
“Membusuklah di sana, bodoh” ucap nya geram DOOR DOORR di raih nya pistol dari balik pinggang nya itu, itu hadiah kedua dari ku.
“Aaarrggghhh” Alfin berteriak menahan timah panas yang menembus di paha sebelah kiri nya darah nya mengucur deras tubuh nya semakin melemah.
__ADS_1
Tapi dalam hati nya ada perasaan lega karena wanita yang sangat dicintai nya sekarang sudah mendapat pertolongan.
“I LOVE YOU,DEFIKA” ucap nya lirih lalu dia memejamkan mata.
Di dalam heli Rio menatap wajah wanita nya itu, kini hatinya ikut miris melihat wanita nya terluka di beberapa bagian tubuh nya.
Direngkuh nya tubuh gadis itu ke dalam pelukan nya “ kau masih nampak manis dengan wajah seperti ini hem, pantas si brengsek itu tak mau melepas kan mu”.
Katanya sambil jemari nya membelai wajah gadis nya itu, menggesek bibir tipis itu berkali kali hingga membuat Defika menggeliat pelan dia masih tertidur pulas seluruh badan nya terasa begitu remuk.
“Baiklah, anggap tadi sebagai malam terakhir kalian” setelah itu kau jadi milik ku ucap nya lagi bibir nya tertarik di bagian kiri atas dengan alis terangkat satu.
Rio mengambil pakaian jubah yang tersampir di jok sandaran duduk nya heli melilitkan jubah putih pada tubuh Defika, pakai an nya benar benar lusuh dan sobek di beberapa bagian.
GLEEKK Rio menelan susah saliva nya saat dia mengingat perbuatan binatang nya yang di lakukan paksa pada gadis ini beberapa waktu yang lalu.
Hati Rio merasa sangat bahagia saat tau dia yang pertama pemilik tubuh ini lalu dan mengalihkan pandangan nya ke arah lain karena dilihat nya tim medis itu lelaki , Rio meminta mereka menyiapkan semua peralatan itu.
“ Sini kan, katakan saja bagaimana ini biar aku sendiri yang membersihkan luka luka nya” kata nya penuh nada perintah.
Setiap inci tubuh gadis itu tak luput dari pandangan matanya diusap nya perlahan matanya tertuju pada lengan tangan nya yang terluka dan mengeluarkan darah segar mengucur membasahi baju Rio.
“Tuan , luka ini harus segera di tangani karena pendarahan nya dan sobekan itu terlalu dalam” kata seorang tenaga medis.
“Apa yang harus dilakukan sekarang katakan cepat” ucap nya dengan kedua alis menyatu.
“ Saya harus membersihkan sisa darah nya dulu tuan dan membuka baju di bagian lengan nya saja” katanya lagi.
“Balikan dulu badan mu aku akan melepas baju nya, segera bius total” perintah Rio pikirnya dia tidak mau melihat wanita yang kini terlelap di paha nya meraung kesakitan akibat ujung runcing jarum yang menusuk nusuk di kulit nya, merepotkan pikir nya lagi
Saat Rio melepas pakaian atas Defika dia menarik kedua alis nya, mata nya memerah saat melihat terdapat beberapa tanda merah di bagian leher dan dada wanita nya itu dia geram.
Di belai nya setiap tanda merah itu dengan jemari nya, nanti setelah kau membuka mata mu aku akan tunjuk kan bahwa tanda ini ini dan ini sambil menusuk nusuk di beberapa bagian yang merah sekarang beralih jadi milik ku.
__ADS_1
Heli mendarat tepat di atas rumah megah milik Rio yang letak nya berbeda kota dengan tempat tinggal Defika, dia sengaja melakukan itu agar dirinya dapat lebih lama menemani wanita nya tanpa ada yang mengganggu.