
"Sepertinya kau meremehkan ku ja**** dan si sialan Alfin itu pasti akan menendang mu setelah tau kau bukan gadis yang pantas untuk nya" ucap nya penuh amarah.
"Kau milik ku Defika, hanya milik ku"ucap nya lantang menggema di setiap sudut apartemen milik nya
"Haaahaaahaaaa",
seluruh tubuh nya penuh peluh otot lengan dan bagian perut nya mengeras membentuk roti sobek berlapis, lengan kekar nya mengelap peluh di kening nya.
Setelah puas melampiaskan amarah nya Rio bergegas mandi membersihkan diri nya memakai kaos tanpa lengan memperlihatkan gambar Tato kepala Naga memenuhi lengan sebelah kiri nya dengan jam tangan berwarna hitam melingkar di tangan nya sebelah kanan.
Setelah selesai berbenah diri Rio mengambil kontak mobil nya dan melajukan mobil sport berwarna hitam kesayangan nya.
"Permisi nyonya kebutuhan rumah banyak yang habis"kata bibi yang saat itu melihat Lina sedang menyiram beberapa tanaman yang ada di halaman samping rumah itu sedang kan bibi berada di dapur yang bersebelahan dengan Lina berdiri.
Defika kebetulan berada di ruang makan saat mendengar percakapan bibi " Bi, pergi belanja yuk,aku temenin hari ini kebetulan ada beberapa alat mandi dan kosmetik ku habis."
"Iya sayang pergilah" kata Lina menyetujui Defika ditemani bibi untuk belanja.
"Sebentar bi,aku ambil tas dulu" Defika berlalu pergi mengambil tas milik nya lalu mereka beranjak pergi ke swalayan di antar sopir.
"Bibi pilih aja mana yang di perlukan bi, aku akan mengambil beberapa barang kosmetik di sana nanti langsung saja ke kasir ya bi. "kata nya lalu mereka pun berpencar.
Saat Defika memilih beberapa barang belanjaan keperluan nya dan akan mengambil lotion yang berjajar rapi.
CCLEEKK secara tidak sengaja dan bersamaan Defika memegang barang yang sama dengan seseorang dilihat nya tangan itu tangan lelaki
"EEHH maa maaaf ..." lalu Defika menoleh ke arah lelaki itu dia kaget matanya berbinar
"Kamu di sini?..." kata nya lagi Defika.
"Aku tadi ke rumah tapi mama bilang kau kemari jadi aku menguntit mu sayang".
Katanya dengan tatapan menggoda sambil tangan nya yang di pegang Defika tadi di genggam nya semakin erat.
"Apa yang akan kau beli,cepatlah aku akan mengajak mu seharian penuh ini menemaniku sayang" katanya lagi mendekat di telinga Defika berdiri membelakangi kekasih nya.
"Aaaahhh sebentar masih banyak yang akan aku cari,"Defika protes muka nya memerah saat hembusan nafas itu menyentuh lembut dileher belakang nya.
"STOP Alfin bentak nya spontan iiiihh malu maluin" Defika berlalu pergi dia malu jika Alfin melihat wajah nya yang memerah.
Alfin terkekeh kekasih nya malu malu karena sikap nya tadi,Alfin mengikutinya dari belakang Defika yang mengambil beberapa kosmetik dan keperluan yang dia butuhkan cukup banyak.
"Bantuin donk" kata Defika melirik ke arah Alfin.
"Sini kan apa sih yang gak buat pacar ku yang cantik ini?!" kata Alfin dan kedua tangan nya menerima satu barang yang di beli Defika.
"Nih" Defika memberikan 3 sabun botol cair,
Alfin menerima nya.
"Ini juga" 2 botol minyak goreng ukuran 5 liter di berikan nya pada Alfin lagi.
Defika menyeringai muncul di otak nya untuk mengerjain kekasih nya Alfin dia mengambil lebih banyak barangnya lagi dan lagii sampai sampai hampir penuh semua barang ada dipelukan dada Alfin.
Defika melangkah lagi mencari yang diperlukan nya " Ahh ambil 10 bungkus pembalut" dan berikan nya pada Alfin.
Alfin wajah nya nampak memerah karena sedari tadi beberapa mata memandangi nya terus dengan senyuman ke arah nya.
Defika cuek, dia terus saja mengambil beberapa pakaian dalam wanita dan di berikan nya pada Alfin.
"Eehh sayang sudah deh sengaja bikin malu aku hhaa".
"Tidak, kau bilang apapun akan kau lakukan buat aku heemmm" ucap Defika cuek sambil membetulkan beberapa barang yg diletak kan di dekapan Alfin.
CUIP CUPPP secepat kilat Alfin mencium puncak kepala Defika yang saat itu tepat di depan nya.
" Apa apa an sayang banyak sekali belanjaan mu,ambilkan kereta dorong nya donk"Alfin nampak pucat terlihat matanya memandang ke arah underware yang terselip di antara kedua tangan nya.
__ADS_1
" Kau ini berisik sekali"kata Defika sambil berlalu menyusuri lorong lorong dan tertawa geli melihat ekspresi kekasih nya itu.
"Mau ini seperti nya bagus ya fin" kata Defika menunjuk tas bertali panjang berwarna pink.
"Sudah cukup belanja nya,cepatlah" kata Alfin dengan wajah cemberut.
"iya tunggu satu lagi"
"Aku mau ini"kata nya lagi sambil mengambil tas ping berselempang panjang dsn melirik ke arah Alfin.
"Kau mau apa lagi" kata Alfin curiga.
"Tidak ada hanya ingin minta tolong bawain ini" sambil mengarahkan tas pink itu ke leher Alfin.
"Naahh kau semakin nampak cakep fin"
"Awas nanti akan aku balas" ucap nya mengancam.
Alfin mulai nampak kesal karena sekarang dia menjadi perhatian orang banyak.
"Sudah ganteng perhatian lagi ke istrinya ".
"Suami takut istri ya gini ini untung aja cakep".
Beberapa wanita di sana terlihat berbisik, Defika cuek Alfin nampak kesal untung saat itu dia memakai kaca mata berwarna hitam.
Defika mengambil smart phone Alfin yang terlihat mengintip di saku atasan hem yang di pakai nya itu.
"Senyum, satu dua ti" kata Defika sambil tangan nya mengarahkan hp camera menghadap kan nya depan.
Cekrekk cekreekkk
Lalu memasang pose Defika di depan Alfin memasang wajah imut nya dengan Alfin tampang cemberut karena sekarang dia seperti toko berjalan.
"Stop Def , kau ini membuatku malu saja"Alfin mulai nampak kesal.
"satu lagi satu lagi satu dua ti" Cekrekk Defika merangkul kekasih nya dari samping dan memonyongkan bibir nya.
Alfin melirik kekasih nya itu dan Cekrreek.
Beberapa gambar sudah di dapat Defika dia nampak puas akan kekonyolan nya kali ini.
" Waahh fin lihat bagus sekali khan" kata Defika kegirangan sambil menunjuk kan hasil jepretan nya.
"Cukup kita pulang" katanya kesal sambil berlalu ke arah kasir.
"Hihihihi" Defika nampak senang, mereka menuju kasir dan melakukan pembayaran dari arah belakang Bibi nampak menyusul.
"Ini bi bawa aja" ucap Defika sambil menyerahkan kartu debit beserta no pin nya.
"Kami masih ada keperluan lain nanti kami pulang malam bi sampaikan mama" kata Defika kemudian mereka berlalu.
"Kita akan ke mana fin"tanya Defika yang saat itu mereka sudah berada di dalam mobil.
"Duduk diam aja" kata nya lagi sambil melirik dan memegang dagu Defika dan mencium pipi kekasih nya itu.
CUPP CUPP CUP
Mengecupnya berkali kali" ini hukuman mu mengerjaiku tadi, kata nya gemas".
Defika terdiam nampak tersenyum di sudut bibir nya,perasaan nya sangat bahagia sekarang kekasih nya itu begitu manis dan perhatian pada nya.
Alfin menikmati berduaan dengan kekasih nya itu dilihat nya hari ini Defika nampak cantik dengan atasan putih model sabrina dipadukan roh berwarna nude di atas lutut dengan model mengembang di bagian bawahnya.
Menampak kan kesan segar dan seksi di mata Alfin.Polesan lipstik berwarna pink menghiasi bibir nya.
" Jangan melihat ku seperti itu" ucap Defika kik kuk.
__ADS_1
" Kau cantik sekali sayang" jemari nya yang tadi memegangi dagu sekarang mengusap lembut bibir Defika seakan bibir itu mempunyai magnet yang begitu kuat.
Defika terdiam meremas kedua jemari nya,lelaki tampan di depan nya sungguh menghipnotis nya dengan ketampanan dan kelembutan serta perhatian.
"Kau mau apa Alfin" kata Defika lirih.
"Mencium mu saja,boleh?"katanya.
"Bibir mu itu menggoda ku?! kata nya lagi.
Defika tersipu dia mengangguk kan kepala nya mengiyakan keinginan kekasih nya yang beberapa hari ini tidak di dapatkan karena mereka berjauhan.
Alfin semakin mendekatkan wajah nya, gelora yang menggebu di dada Alfin tak bisa lagi di tahan nya melihat kekasihnya yang cantik dan sedikit seksi itu ada di depan nya.
Perlahan Alfin mendekatkan bibir mereka kini saling mengecup mereka mengecap rasa manis nya cumbuan,kecupan itu membuai dengan kenikmatan dan rasa yang berdebar di hati mereka masing-masing.
"Eehhh eehhmm eehhmm Alfin"
Benda kenyal itu kini saling ******* nampak basah dan semakin terasa panas, sesekali Defika mengambil napas.
Alfin menyesap kadang menggigit bibir kekasih nya itu kini lidah nya menjelajah masuk ke setiap sisi rongga bibir Defika menimbulkan kesal geli dan semakin meminta lebih.
" Sayang kau cantik sekali"ucapnya dengan suara sedikit gemetar kini jemari nya turun menggelitik di leher jenjang Defika.
" Ehhhmm Alfin geli, kau mau apa" Defika nampak pucat tapi tubuh nya menikmati setiap sentuhan itu.
"Alfin semakin menggila, kini ciuman nya turun ke leher kekasih nya bermain main di daerah situ".
"Aarrggh Alfin jangan " protes Defika lirih dia menahan rasa panas dalam diri nya.
Alfin tersadar"Aarghh sayang kau benar benar membuat ku gila katanya frustasi."
Alfin mengecup puncak kepala Defika
"Maaf,aku akan sabar menunggu sampai kita menikah sayang" ucapnya serius.
Defika tersenyum,dia bahagia sekali kekasih nya begitu baik.
Ohh iya minggu depan papa akan melamar mu, sepulang dari sini nanti aku akan membicarakan nya sama papa dan mama mu sayang,apa kau bahagia?!"
"Lamaran?!" maksud nya?!" sambil menoleh ke arah Alfin lagi di tatap nya pria yang sedang mengendarai mobil yang duduk di samping nya itu.
Bagaikan di sambar petir Defika pucat pasi entah itu kabar bahagia atau kabar buruk untuk nya, Defika murung.
"Bagaimana ini"?!pikirnya.
Seketika Defika mengingat lagi bahwa sebenarnya dia bukan lagi Defika seperti beberapa hari yang lalu, Defika merasa dirinya sangat kotor karena ulah Rio. Detik terdiam raut wajah nya nampak
Berbeda dengan Alfin dia berpikir bahwa dia akan menikahi Defika karena memang mereka saling mencintai.
Alfin mengatakan itu agar Defika tau bahwa dia serius menjalin hubungan ini.
Mana mungkin aku melukai nya, aku sangat menyayangi nya meskipun papa berencana buruk pada mu tapi aku sendiri yang akan menjaga mu,pikir nya.
.
.
.
.
.
.
To be continue
__ADS_1
Budayakan vote like komen pembaca setia ku. HAPPY READING.