
Di sebuah universitas.....
"Anak-anak, setelah tanda tangan ini di kumpulkan besok, minggu depan kita berangkat ke Korea Selatan, " ucap Ibu Widia sumringah mengumumkan study tour yang akan di kunjungi.
Para mahasiswa begitu sumringah mendengar woro-woro sang Ibu dosen, termasuk Alisha.
"Aku harap bertemu dengan sang idola hehehe," gumam Alisha.
Dari banyaknya mahasiswa di Universitas tersebut semua mengidolakan k-pop maupun artis Korea. Entah itu cewe atau cowok sama saja, kebanyakan dari mereka mengidolakan Jisoo, jisung, suzy, dan Lisa black pink, jika wanita-wanita mengidolakan Jungkook, Taehyung, Jin dan member grup lainnya.
Termasuk Alisha, ia mengidolakan BTS. Bagi Alisha mereka semua bener-bener menginspirasi kehidupan Alisha,
"Karena menurutku mereka itu berjuang dari nol, dari bully-an dari gak di pandang hingga kini ia terkenal," ujar Alisha.
"Hei! kamu di izinin gak nih?" tanya teman Alisha satu-satunya yaitu Lisa.
"Nggak tau Lisa, tapi aku tetep mau ikut, lagian pakai tabungan ku sendiri ini." jawab Alisha.
"Ya emang orang tua mu ngizinin gitu?" tanya Lisa.
"Nggak tau. Nanti aku coba bujuk deh," jawab Alisha.
Mama Papa Alisha tak pernah mengizinkan Alisha untuk ikutan kegiatan sekolah, dari mulai SD hingga SMK.
"Apa lagi ini jauh, pas studytour ke Bali saja kamu tak di bolehkan untuk ikut, kali ini ke luar negri, pastilah Papa Mamamu tak izinin," ujar Lisa.
"Tapi semoga aja kali ini di izinkan yah All, kan kini kamu udah dewasa," sambungnya lagi memberi semangat.
Alisha pun menatap lembaran kertas tersebut, ia berharap orang tuanya mengizinkan kali ini, hingga seseorang merebutnya secara paksa.
"Hahaha, hei sini semua. Lihatlah sayang Alisha dia merenung." ejek Fida.
"Ya iya lah Fid ... dia kan anak Mamih. Pasti tak di izinin lah Fid," sambung teman Fida.
Mereka adalah gengs yang amat membenci Alisha, entah apa alasannya, yah kita tau orang benci tak butuh alasan. Meski baik pun kita sopan kita ramah, sekali benci tetap benci. Sama halnya suka, kita suka ya suka. Sekali orang itu cacat maupun miskin ataupun kurang apa, kita akan tetap suka.
Dea, Fina, Fida, dan Fani mereka semua sering mem-bully Alisha di kampus, Alisha sering di kurung di toilet, di jambak di caci maki malah sering fitnah, namun Alisha tak peduli. Alasan Alisha hanya tak mau pindah-pindah sekolah lagi.
Alisha teringat masa di mana ia masih duduk di bangku sekolah dasar, Alisha sering di bully. Dan pada akhirnya pun pindah sekolah, saat SMP Alisha juga di bully dan pindah lagi hanya pas SMK Alisha tak merasakan bully-an. Ia merasa nyaman dan juga banyak teman hingga akhirnya menemukan sahabatnya yang saat ini selalu ada yaitu Lisa.
Ternyata itu tak berhenti di situ, setelah masuk universitas pun Alisha merasakan lagi bully-an itu.
"Aku kira setelah aku cantik dan cerdas, aku akan banyak yang suka dan merasa aman, dan tak akan di bully. Ternyata dugaan ku salah aku tetap di bully," batin Alisha.
"Terkadang aku bercermin. Salah di mana dan apa kurang ku? Aku cantik, cerdas, tinggi, bersihan, rajin, putih mulus, aku juga gak pesek-pesek amat. malah bisa di bilang aku mancung walau tak semancung orang- orang Pakistan orang Arab orang Korea orang India."
"Aku masih oke, tapi tetap saja aku jadi bahan bully-an mereka. Kadang aku berfikir aku lelah aku ingin sudahi semua ini, namun aku ingat wejangan Mamaku tercinta.
" Nak bagaimanapun kau di bully, kalo tidak memukul jangan balas. Kamu diam saja, pasti akan ada yang membalaskan nantinya, entah itu orang lain, teman sendiri, binatang atau apa saja, dan kuatkan dirimu. Masih ada Mama yang menyayangimu sayang ... kau buah hati Mama, kau yang berharga buat Mama. Jangan menyerah karena orang tak suka, jika kau menyerah maka, mereka akan bertepuk tangan nak. Bukan malah menyesal, buktikan ke mereka kamu unggul dalam segalanya, kalahkan mereka dengan otak, dengan pribadimu yang baik, bijak, dan sabar.
Ingat kata mama kau akan mendapatkan lebih dari mereka, percayalah. Jangan menyerah ya nak," wejangan Mama Alisha memberikan semangat untuk Alisha saat terpuruk.
Alisha sebenarnya bisa ilmu bela diri, semenjak duduk di bangku SMP. Karena sering di bully, Alisha takut mereka lebih tak terkontrol, maka buat jaga-jaga Alisha pun memutuskan untuk mempelajari karate dan silat. Dan pada saat duduk di bangku SMK Alisha belajar taekwondo.
__ADS_1
"Hahaha, ya iyalah ... lihat saja besok, dia pasti akan sendiri dan termenung." ejek Fida seraya menerbangkan lembar kertas tersebut.
Lalu gengs rese tersebutpun pergi meninggalkan Alisha dan Lisa.
"Sabar ya All, semoga hati orang tuamu luluh," ujar Lisa.
"Ih rasanya aku ingin nonjok muka ganjen mereka itu," sambungnya lagi, seraya mengarahkan kepalan tangannya ke arah geng ganjen yang kini mulai tak menampakkan diri.
"All, kamu kan bisa ilmu bela diri. Kenapa kamu diam aja sih? Nggak tonjok mereka apa gimana gitu," gerutu Lisa merasa kesal.
"Udah, aku gak papa ini, ya udah yuk kita pulang," ajak Alisha.
Dan mereka pun beranjak dari duduknya dan pergi dari ruang kelas tersebut.
Sesampainya di asrama ....
Alisha langsung membersihkan diri, lalu ia memasak untuk dirinya.
Namun saat ia hendak memasak, terdengar bunyi ponselnya yang menggema di ruangan tengah.
Alisha segera menghampiri asal suara tersebut, lalu ia melihat ke arah benda yang saat ini tergeletak di atas sofa.
Alisha pun mengambil ponselnya dan melihat siapa si panggil, dan tertera nama 'Mbah Putri' Alisha pun segera mengangkat panggilan tersebut.
"Halo assalamu'alaikum?" salam Alisha.
"𝘞𝘢𝘢𝘭𝘢𝘪𝘬𝘶𝘮𝘴𝘢𝘭𝘢𝘮, 𝘯𝘢𝘬 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘯𝘨𝘢𝘱𝘢𝘪𝘯?"
"Oh, ini lagi masak Mbah, Mbah sendiri lagi ngapain?" jawab Alisha seraya melontarkan pertanyaan.
"Hmmm, bisa Mbah insyaallah, nanti malam akan ke sana jam 9 akan segera tiba, tapi Mbah jangan bilang-bilang dulu yah." ucap Alisha.
"𝘐𝘢, 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘵𝘪-𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘺𝘢𝘩, 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘯𝘨𝘦𝘣𝘶𝘵."
"Ia, pasti hati-hati."
"𝘠𝘢 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘔𝘣𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘵𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘺𝘢 𝘱𝘢𝘯𝘨𝘨𝘪𝘭𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢, 𝘢𝘴𝘴𝘢𝘭𝘢𝘮𝘶𝘢𝘭𝘢𝘪𝘬𝘶𝘮."
"Wa'alaikumsalam," jawab Alisha sebelum akhirnya panggilan pun berakhir.
"Hmmm ... kesempatan," gumam Alisha seraya tersenyum.
Setelah melanjutkan memasak dan makan siang, Alisha pun bersiap untuk menuju ke rumah sang nenek, yang berada cukup jauh dari asrama yang di tempati nya.
"Oke, jam tiga sore. Cukup lah sampai ke sana. Gak sampai magrib pun udah sampai," gumamnya seraya melihat jam yang melingkar di tangannya.
Alisha pun mengambil helm dan tas ranselnya, lalu mengecek isi tas tersebut. Memastikan bahwa tak ada lagi yang tertinggal.
__ADS_1
Setelahnya, ia pun berjalan ke arah pintu dan menutup nya kembali, lalu mengunci rapat-rapat.
Kini Alisha telah sampai di basement, lalu menyalakan mesin motor maticnya.
"Bismilah," gumamnya seraya melajukan sepeda motor tersebut.
\---~~~~~~~~
"Aku harus buru-buru ke rumah mbah Putri, takut nanti Mama Papa ku tiba di sana duluan gimana," gumam Alisha sembari menyetir motornya.
Namun di tengah jalan tiba-tiba ban motor Alisha mengalami kebocoran. ternyata ada paku yang menumbles ban Alisha.
"Aduh gimana dong? Kok ban ku bisa kena paku sih," gerutu Alisha, namun tak selang beberapa lama ada lelaki yang datang menghampiri Alisha.
"Mbak kenapa? Mogok ya motornya," tanya pria itu yang masih di motor matic nya.
"Oh nggak Kakak, aku lagi nungguin temanku," dalih Alisha, ia merasa curiga dengan gelagat pria tersebut.
Kebetulan dari tempat Alisha mogok memang ada dua rumah di sisi jalan, di sepanjang jalan tersebut hanya ada rumah tersebut.
Kini jam telah menunjukan 8:55 malam, namun jalanan memang sudah sangat sepi mungkin karena daerah perkampungan, dari asrama kampus Alisha ke desa Mbah nya lumayan jauh. Dan melewati hutan, memang ada jalan lain, namun itu lebih menakutkan. Karena ada kuburan di sepanjang jalannya dan sering orang-orang di goda oleh mbak kunti yang ikut membonceng, hingga akhirnya Alisha memutuskan lewat jalan sunyi tersebut.
Sialnya ternyata kini musim begal, dan filing Alisha mengatakan paku yang menumbles bannya adalah jebakan mereka. Dan di saat ban nya bocor mereka pun datang.
'Aduh firasat ku gak enak, ban ku bocor mereka datang. Dari tatapannya aja idah gak enak.' batin Alisha.
"Mbak bener, lagi nungguin temen Mbak?" tanya pria satunya, yang mengendarai motor satria, yang kenalpotnya di bikin berisik.
"Ia kakak," jawab Alisha sembari tersenyum.
__ADS_1
"Eh ... tapi Mbak, ban Mbak bocor loh?" mereka semua turun, dan mematikan mesin motornya masing-masing.