
Mereka pun tertawa bersama setelah berbicara.
"๐๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐ด๐ช๐ต๐ถ ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช s๐ข๐ฅ๐ข๐ณ akan ๐ฌ๐ฆ๐ฌ๐ถ๐ข๐ต๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช?" tanya Lisa setelah asik bercanda.
"Ia, aku merasa bahagia dan merasa puas di dalam hatiku. setelah memukul para penjahat, aku merasakan hal yang aneh pada diriku, tangan ku seolah-olah tak terkontrol jika tubuhku di sakiti orang lain, Lis apakah setelah kamu mendengar ceritaku dan aku yang sekarang ini, apakah kamu takut? apakah kamu masih sudi bersahabat denganku?" tanya Alisha seraya melihat kedua tangannya.
"๐ช๐บ๐ข ๐ซ๐ฆ๐ญ๐ข๐ด ๐ฅ๐ฐ๐ฏ๐จ," jawab Lisa, mendengar jawaban dari mulut sahabatnya itu, membuat Alisha terdiam dan sakit di dadanya, ia ingin memutar waktu dan tak akan menceritakan kejadian itu.
"๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฌ ๐ต๐ข๐ฌ๐ถ๐ต ... ๐๐ฆ๐ฉ๐ฆ๐ฉ๐ฆ, ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ข ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ข๐ฉ๐ข๐ฃ๐ข๐ต ๐ฌ๐ข๐บ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ, ๐ซ๐ข๐จ๐ฐ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช ๐ฑ๐ฐ๐ฌ๐ฐ๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฉ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ต ๐ฅ๐ฆ๐ฉ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ฌ๐ข๐จ๐ถ๐ฎ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐จ๐ถ๐ฎ-๐ฌ๐ข๐จ๐ถ๐ฎ ๐ฑ๐ฐ๐ฌ๐ฐ๐ฏ๐บ๐ข," ucap ๐๐ช๐ด๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ฉ ๐ข๐ฏ๐ต๐ถ๐ด๐ช๐ข๐ด.
"Tapi ๐is ... aku merasa aku berubah jadi wanita psikopat nggak sih?" jawab Alisha dengan ragu dan takut dengan perubahannya.
"๐๐ฉ๐ข๐ต! ๐ฑ๐ด๐ช๐ฌ๐ฐ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฃ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ? ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฌ ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฐ๐ฃ๐ข๐ต, ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ต๐ถ๐ฉ ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ด๐ช๐ฌ๐ฐ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฑ๐ข๐ณ๐ข ๐ฎ๐ถ๐ด๐ถ๐ฉ-๐ฎ๐ถ๐ด๐ถ๐ฉ, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐จ๐ช ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐บ๐ข๐ฉ, ๐๐ข๐ญ๐ข๐ถ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฑ๐ด๐ช๐ฌ๐ฐ ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐จ๐ถ๐ฏ๐ข๐ช๐ฏ ๐ฅ๐ฆ๐ฉ ๐ฑ๐ด๐ช๐ฌ๐ฐ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฉ๐ข๐ญ-๐ฉ๐ข๐ญ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ถ๐ฌ!" ujar Lisa.
"Maksudnya?" tanya Alisha dengan heran, akan apa yang ada dalam pikiran sahabatnya itu, yang super unik baginya.
"๐๐ข๐ฌ๐ด๐ถ๐ฅ๐ฏ๐บ๐ข ๐จ๐ช๐ฏ๐ช ๐ญ๐ฐ๐ฉ, ๐ฎ๐ช๐ด๐ข๐ญ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฏ๐ช๐ฉ ๐บ๐ข๐ฉ? ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ฐ๐ฌ๐ข๐ฏ. ๐๐ข๐ญ๐ถ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฉ, ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ-๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ซ๐ข๐ฉ๐ข๐ต ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฉ, ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ถ๐ณ๐ช ๐ข๐ต๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ณ๐ฆ๐ต ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ฐ๐ด๐ข , ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ข๐ญ ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ-๐ญ๐ข๐ช๐ฏ ๐ฏ๐ข๐ฉ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฉ, ๐๐ฆ๐ค๐ถ๐ข๐ญ๐ช ๐ต๐ช๐ฌ๐ถ๐ด ... ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ต๐ช๐ฌ๐ถ๐ด ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ข๐ฌ๐ข๐ญ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฉ," kekehan ๐๐ช๐ด๐ข.
"Tikus kenapa tikus?" Alisha di buat heran dan bingung sama ocehan sahabatnya yang satu itu.
"๐ ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ฐ ๐ต๐ช๐ฌ๐ถ๐ด ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ถ๐ญ๐ช๐ต ๐ฅ๐ช ๐ช๐ฏ๐ค๐ข๐ณ, ๐ข๐ฑ๐ข ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ฅ๐ช ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฉ, ๐ฉ๐ฆ๐ฉ๐ฆ๐ฉ๐ฆ. ๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐ด ๐ต๐ช๐ฌ๐ถ๐ด ๐ญ๐ข๐จ๐ช, ๐ต๐ข๐ฌ๐ถ๐ต ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฏ๐ข๐ฏ๐ต๐ช ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฅ๐ช ๐ซ๐ฆ๐ฃ๐ญ๐ฐ๐ด๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ณ๐ข." jawab Lisa sembari di ikuti gelak tawanya.
"Ada-ada saja kamu ini, lah kamu kan yang bahas tikusnya?" tanya Alisha dengan menggeleng-geleng kan kepalanya.
"๐๐ข ๐ข๐ฃ๐ช๐ด ๐ต๐ช๐ฌ๐ถ๐ด ๐ช๐ต๐ถ ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ช๐ค๐ช๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ช๐ค๐ช๐ฏ, ๐ด๐ฆ๐ญ๐ช๐ค๐ช๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ต ๐ญ๐ช๐ด๐ต๐ณ๐ช๐ฌ. ๐๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ฐ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ต ๐ด๐ข๐ธ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐จ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฏ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฃ๐ถ, ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ต ๐ญ๐ช๐ด๐ต๐ณ๐ช๐ฌ? ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ฑ๐ฆ๐จ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ข๐ฉ๐ข๐ฉ๐ข," tawa Lisa pecah dan terdengar suara tawa lelaki.
"Siapa itu Lis?" tanya Alisha.
__ADS_1
"๐๐ช๐ข๐ฑ๐ข ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ฌ๐ข๐ญ๐ฐ ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ค๐ข๐ญ๐ฐ๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ต๐ฆ๐ฏ," jawab Lisa.
'Kaka adik sama-sama tukang kepo,' pikir Alisha dengan memijit kepalanya yang merasa pusing dengan tingkah sahabatnya itu.
"Eh ngomong-ngomong sudah dulu ya Lis? aku mau makan dulu dan juga mau magrib ini kan?" ucap Alisha.
"๐ ๐ข ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ, ๐ฎ๐ข๐ข๐ง๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐บ๐ข? ๐๐ฌ๐ถ ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ต๐ถ ๐ฑ๐ฆ๐ด๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ช๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐จ๐ถ๐ฏ๐ข๐ช๐ฏ ๐ฑ๐ด๐ช๐ฌ๐ฐ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ฐ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ข๐ฏ๐ค๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ, ๐๐ฌ๐ฆ ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ!"
"Oke Lisa Aninditha aku akan jaga diri baik-baik jika aku nggak pulang kamu susul aku yah, yakinkan orang tuaku untuk kamu jaga aku hahhaha" jawab Alisha seraya melontarkan pertanyaan gurauannya.
"๐๐ด๐ฉ๐ฉ ... ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ช๐ฏ๐ช. ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ช๐ค๐ข๐ณ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ข๐ฉ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ข๐ณ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ถ, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฅ๐ถ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ถ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ถ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ซ๐ฐ๐ฅ๐ฐ๐ฉ๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ฉ๐ข๐ฉ๐ฉ๐ข๐ฉ๐ข...." jawab Lisa dengan gurauan.
"Sudah-sudah ah ... matikan dari situ yah, assalamu'alaikum," ucap Alisha menyudahi telpon tersebut, namun panggilannya tak ia matikan, ia hanya meninggalkan di atas meja belajarnya.
Setelah berbincang begitu lama dengan Lisa, Alisha pun merasa lapar, namun menunggu azan maghrib terlebih dahulu. Alisha menunggunya sembari mengecek barang-barangnya yang akan ia bawa ke Korea memastikan tak akan ada yang tertinggal.
Alisha pun bergegas menuju ke kedai tersebut, untuk membeli yang ia inginkan, Alisha sering makan di tempat dengan ramai-ramai bareng anak kampus lain, nasi gudeg sama besengek has jogja, dan awul adalah kesukaan Alisha.
Alisha kini telah sampai di kedai dan makan di situ. Setelah selesai mencicipi makanan khas jogja, Alisha pun berpindah tempat untuk mencicipi cemilan khas jogja lainnya. Ia merasa masih ingin mencoba makanan lainnya, lalu ia membeli jajanan khas jogja apa saja yang ia lihat hingga hampir semua di kelilingi. Sembari membeli beberapa jajanan yang awet, lalu Alisha membeli yang kiranya bisa buat untuk di bawa ke Korea.
'Oh ya besok pagi aku kan mau ke Korea, jadi buat kenang-kenangan mungkin jadi aku tiba-tiba ingin semua jajanan khas jogja' batin Alisha.
Kini jam telah menunjukan pukul sembilan malam namun Alisha masih berkeliling di sekitar jalan tersebut.
Setelah ia sudah selesai, Alisha pun berniat untuk pulang ke asramanya, namun tiba-tiba ia di hadang oleh dua pria yang tak di kenal dan menghalangi jalannya. Namun disamping pria tersebut ada empat wanita yang tak asing bagi Alisha, siapa lagi kalo bukan geng Iblis.
__ADS_1
"Ck ck ck ... ini kamu bilang yang sakitin kamu?" tanya pria tersebut ke salah satu wanita tersebut, Fida. Dan Fida mulai berakting seolah-olah gadis lemah lembut, dan sok imut di depan pria tersebut.
"I-iya Kak," jawabnya di buat-buat seakan-akan takut dengan Alisha, tidak seperti biasanya yang bingas dan kejam jika melihat wajah Alisha.
"Memang nya aku apain kamu sih? sampai kamu ngadu-ngadu gitu? dan jangan sok polos deh jijik liatnya tau nggak sih!" cetus Alisha.
"Kurang ajar kamu yah! Dasar wanita ******! ada aku aja kamu masih berani hina kekasih ku! apa lagi di belakangku! Kamu nggak tau siapa aku hah!" bentak pria tersebut ke arah Alisha sambil membulatkan matanya dengan sempurna.
Sontak saja membuat Alisha merasa emosi di buatnya, psikonya mulai mengalir ke dalam otaknya ia merasa mendidih darah dan jantungnya.
"Heh kekasih kamu bilang? Oh ya? kamu yakin kamu di anggap kekasih oleh wanita itu? aku kira adik kelas atau dosen di kampus adalah kekasihnya, soalnya aku pernah liat dia sama dosen di ruangan UKS, waktu itu sedang ekhem ... nggak enak lah aku jelasinnya, ini aib sepasang kekasih!" jawab Alisha dengan nada santai namun ngena.
Si pria langsung melihat ke arah Fida yang kini terlihat gugup dan heran, bagaimana bisa Alisha tau tentang hubungannya dengan dosen.
Ya waktu itu Alisha pernah tak sengaja melihat adegan panas antara Guru dan murid tersebut, melakukan hal yang amat menjijikkan, langsung di depan mata Alisha.
Flashback....
Pada saat itu Alisha penyakitnya magh nya kambuh, di saat jam pelajaran hingga akhirnya ia di bawa ke ruang UKS oleh sahabatnya, Lisa.
"Lis, udah aku baik-baik saja kok, kamu balik lagi aja gih ke kelas," ujar Alisha.
"Beneran kamu nggak apa-apa All?" tanya Lisa sedikit khawatir.
"Nggak apa-apa kok, dah sana," jawab Alisha yang kini sudah terbaring di ranjang pasien.
"Ya sudah aku keluar yah, kamu istirahat aja," ucap Lisa, lalu di balas anggukan oleh Alisha, sebelum akhirnya Lisa pun pergi meninggalkan sahabatnya sendiri di ruang UKS tersebut.
__ADS_1