
"Aku nggak apa-apa, makasih ya kalian mau khawatirkan aku?" jawab Alisha dengan terharu.
"Ia, kamu hebat banget sih. bertahan sampai sini, aku liat kamu tuh sering di jahili mereka, tapi kamu kok bisa sih jadi target mereka ya? apa kamu menyinggung mereka?" tanya Aryanti penasaran.
"Nggak kok, aku nggak pernah menyinggung siapa pun, aku juga nggak tau mereka se-benci itu sama aku," jawab Alisha.
"Mungkin mereka iri, kamu cantik, tinggi, putih, rambutmu juga bagus, pinter, tubuh kamu juga seksi, kamu dari keluarga punya," puji Aisyah.
"Nggak juga aku nggak begitu, aku biasa aja, dan gak semua orang bisa suka sama kita mau kita berbuat baik mau kita diem tetep mereka tak akan merubah pandangannya," jawab Alisha, dengan melangkah kan kakinya ke dalam kamar mandi, untuk mengganti pakaian tidur.
"Tapi heran aja gitu," sambung Aryanti yang masih saja penasaran.
"Ya ... kan karena Alisha gak menyerah dan malah ia gak lapor ke dekan jadi ia makin gregetan," sambung Aisyah.
Aisyah dan Aryanti terus ngobrolin masalah Alisha, kuat tak mudah menyerah, dan bahkan tak mundur diri tak pindah tak mengadu ke dekan atau ke orang tuanya.
"Aku salut sih sama kamu All," ungkap Aisyah.
"Terimakasih," jawab Alisha,yang kini duduk di bedcover.
Mereka pun mengobrol sebelum menjelang tidur, mereka asik membahas esok yang akan datang, universitas yang mengadakan studi tour di Korea selama 5 hari. karena itu jangka yang minim namun karena banyak mereka pun di ajukan jadi satu minggu.
"Aku pikir kamu itu orangnya sombong, dan gak asik di ajak bicara. eh ternyata kamu tak begitu yah?" ucap Aryanti.
"Emang aku kelihatannya orang yang begitu yah?" tanya Alisha balik.
"Ia dulu aku pikir begitu, soalnya kan kamu orang kaya, cantik, juga cerdas. Dan abis itu kamu pendiem banget dan hanya buku yang kamu baca, kamu juga jarang bergabung ke hal apa pun," ungkap Aisyah.
__ADS_1
"Oh ... gitu, aku cuman takut aja sih, dan gak pede aja untuk bergaul, aku tuh dingin gitu karena aku udah sering di bully dari kecil, dari TK hingga sekarang, aku sering ngajak kenalan dan gabung-gabung ke macam club, latihan ini itu grup ini itu tapi tetap saja aku gak di temani, justru yang aku dapat malah di bully." Jawab Alisha.
"Oh gitu yah, tapi kenapa yah kamu di bully? kamu kan cantik cerdas dan kamu gak kekurangan apa pun kok mereka jauhi kamu dan bully kamu sih?" tanya Aryanti
"Orang gak suka ya gak suka mau bagaimanapun tak bisa mengubah pandangan orang yang tak suka kepada kita, dan lagi orang tak suka tak butuh alasan maupun penjelasan, mengapa mereka tak suka. sama halnya orang yang suka dan orang cinta, apa kita butuh penjelasan? mau cacat ke, item, miskin. kita suka ya kita tetap suka tak butuh alasan kenapa kita suka kan? sama halnya begitu benci, orang benci mau kita ubah diri kita agar terlihat, sekali benci ya Bencilah,"jelas Alisha panjang kali lebar, seraya memandang kaca jendela.
"Iya ya? Bener-bener kata kamu, aku suka sama Denis, dia apa adanya, dia miskin dan dia juga bermata empat, namun apa yang aku suka?" gumam Aryanti tanpa di saudarinya apa yang di ucapnya barusan, sembari rebahan dan menatap langit-langit ruang.
Alisha dan Aisyah menatap ke arah Aryanti yang senyum-senyum sendiri. Entah apa yang ia pikirkan.
"Eh ... A-aku, maksudnya itu loh ... aku aku suka sama Denis itu bukan itu ...." jelas Aryanti panik setelah menyadari akan apa yang di gumam kan barusan.
Mereka pun meledek Aryanti, dan tertawa bersama hingga seketika menjadi teman dekat, setelah selsai bergurau, mereka pun terlelap bersama setelah canda gurau di negri orang ini.
Pagi hari ....
Setelah selsai ia dapati dua sahabat, terlihat Aisyah yang sedang membangunkan Aryanti, sudah biasanya di asrama seperti itu.
Alisha pun teringat sahabatnya, Lisa. Mereka juga sama dekatnya bak Aisyah dan Aryanti.
Sesekali Lisa tinggal di asrama Alisha yang mewah, mereka berbincang-bincang, bercanda ria, bergurau, berbicara masa depan dan Cita-cita. kadang menghalau jika Alisha dan Jimin bertemu, hingga Alisha pacaran. Begitu pula sebaliknya, Lisa tak ingin kalah menghalau. jika ia juga berpacaran dengan anggota EXO, lalu pembicaraan tersebut akan di akhiri dengan gelak tawa keduanya.
"Hei bangun ... udah mau jam tujuh ini, kita harus berkumpul atau kau akan di tinggalkan?" ucap Aisyah yang mulai geram, Aryanti amat susah di bangunkan, meski mereka tidur di waktu yang sama, namun tetap berbeda karena tempo waktu Korea dan Indonesia berjarak tujuh jam.
Setelah memakan beberapa menit, akhirnya Aryanti pun bangun, setelah Aisyah menggertak nya akan di tinggal, hingga ia langsung turun dari bedcover dan langsung menuju kamar mandi.
Setelah selesai menunggu Aryanti selsai, mereka pun bergegas menuju lantai satu untuk berkumpul. Terlihat semua mahasiswa telah berkumpul, Alisha pun berpisah dengan Aisyah dan Aryanti, menuju clubnya masing-masing.
__ADS_1
"Baik semua sudah kumpul kan?" ucap Lee, semua mahasiswa menatap Alisha, karena ia paling akhir yang datang.
"Maaf kak Lee ... Atas keterlambatan saya," ujar Alisha sembari membungkukkan setengah badannya.
"Iya tak apa, tapi ingat yah jangan di ulangi lagi!?" ucap Kak Lee menegurnya.
"Baik Kak, tak akan ku ulangi Kak," jawab Alisha.
Nampak ada yang tak puas dengan keputusan Kak Lee, ia ingin Alisha mendapatkan hukuman. "Kak Lee ... tapi tak adil dong Kak? kami telah menunggu lama, tapi ia malah santainya minta maaf saja? Itu tidak cukup," celetuk Fina.
Tiga sahabatnya hanya diam menatap Alisha dengan penuh kebencian.
"Apakah kau punya dendam sama Dongsaeng ini?" tanya Kak Lee, seraya melihat ke arah geng iblis tersebut.
Mereka akhirnya diam tak berkutik, mungkin terlihat jelas dan Kak Lee sudah menebak, dari sifat dan tatapan matanya, terlihat akan kebencian mereka kepada Alisha.
"Lagian Dongsaeng ini terlambat tiga menit, tak nyampai 1 jam kan? ini yang pertama kali juga, jika yang kedua kali mungkin aku hukum, dan jika ada yang ke beratan, coba ajukan apa yang harus saya lakukan agar kalian puas dan adil menurut kalian semuanya?" jelas Kak Lee.
"Jika ada lain kali, aku akan tempatkan ia di bagian belakang, dan mereka membersihkan halaman ini. siapapun yang besok lagi terlambat, karena ini pertama .. Saya memaklumi, namun tidak lain kali!" ujar Kak Lee dengan tegas.
Semuanya terdiam dan grup lain juga mendengarkan ungkapan Kak Lee, dan ucapannya di benarkan oleh pemandu lain.
"Benar, dengan yang di katakan kakak Lee, jika esok ada yang terlambat juga akan kena hukuman! berlaku untuk semua grup," ujar pemandu nomor dua dan di lanjut 1457 dan seterusnya.
"Baik kini sudah jam tujuh lebih ... kalian silahkan sarapan, setelah sarapan kita berangkat ke area pertama!?" ucap Kak Lee.
"Baik Kak ..." jawab para mahasiswa.
__ADS_1
Mereka semua sarapan,...