Jatuh Ke Tangan Sang Idola

Jatuh Ke Tangan Sang Idola
9.sampai di Korea


__ADS_3


Mereka pun sampai di bandara internasional Incheonsetelah memakan waktu selama tujuh jam lebih di udara, mereka langsung di iring ke tempat peristirahatan.


Mereka menginap di hotel Hu Incheon airport, dalam satu ruangan di isi dengan 3-4 orang, Alisha satu kamar dengan Husna dan Nuaira.



Hingga pada akhirnya mereka semua di panggil oleh panitia, untuk berkumpul sekalian makan malam, juga membahas ke mana saja nanti keliling Korea.


Alisha turun bersama Aisyah, dan Aryanti. Mereka bertiga paling akhir karena terlelap.


"Apa semuanya sudah ada di sini!" tanya Pak Kris dengan hasnya yang tegas, bagi yang tak mengenal Pak Krist dan kepribadiannya. karena Alisha sendiri pernah liat bagaimana Pak Krist brutal dan agresifnya ketika menggila bersama Fida, anak didiknya.


"Baiklah anak-anak, kalian bagi kelompok yah? satu kelompok 30 orang, dan akan di pandu oleh pemandu para wisata dan ia juga bisa Bahasa Inggris maupun Indonesia, jadi kalian bisa tanyakan jika kalian kurang faham atau ada yang ingin di tanyakan," sambung Bu Widia.


"Baik Bu ...." jawab para mahasiswa serempak.


Kini para siswa-siswi pun berbagi kelompok, dan ada empat kelompok yang terbentuk, ya jumlah yang berangkat ke Korea hanya ada 130 mahasiswa. karena banyak yang tak mampu atau ada kendala misalnya Lisa.


Alisha di gabungkan ke grupnya geng Iblis, Alisha hanya bisa pasrah. ketika Alisha mengajukan untuk ikut grup yang lain, namun ia di tegur oleh ketua panitia. Ibu Widia juga faham posisi Alisha, dan ingin mencoba membujuk murid lain agar bertukar padanya namun Bu Widia terpojok.


"Sudahlah Bu nggak apa-apa, nanti malah Ibu Widia di skors gimana? aku pasti akan baik-baik saja," tolak Alisha, atas bantuan Ibu Widia, karena para murid akan merasa iri atau bahkan di kira Ibu Widia membedakan mereka, atau berpikir punya perlakuan khusus untuk Alisha.


Setelah di bagi kelompok mereka makan malam, di meja yang sudah tertera masing-masing, yang lebar bak meja keluarga bisa memuat lebih dari 10 orang.


Para mahasiswa makan malam,


Alisha memilih hidangan makanan khas Korea Selatan. Dari mulai kimchi, bibimbap, dan sup rumput laut. Sedangkan yang lain pesan berbeda-beda, Alisha memilih itu karena ia sungguh merasa kelaparan, dan memang Alisha menyukai makanan khas Korea tersebut.

__ADS_1


•••~~~


Setelah selesai makan malam, mereka pun di perkenalkan dengan penjuru wisatawan.


"Halo ... nama saya Lee Wong Chong, saya pemandu wisata kalian dan jika ada yang mau di tanyakan silakan tanyakan saja, Oke!" sapa pemandu Lee, dia tinggi, tampan, putih ,mancung dan manis senyumannya.


Mereka pun serempak menjawab. "Oke Opa!"


"Eh ... kalian boleh panggil saya kak Lee, atau abang juga tak apa, nanti takut ada yang salah faham," jawab nya.


"Hah! siapa Opa?" tanya Fida dengan nada so cute.


"Ya seseorang ... heheh" jawab Kak Lee, sembari senyum dan melirik pemandu grup nomor tiga.


"Baiklah, kalian boleh bubar dan istirahat yah, besok jam tujuh kalian harus berkumpul di sini sarapan dan kita menuju lokasi pertama," jelas Kak Lee


"Baik kaaak ...." Jawab mahasiswa serempak.


"Minggir nggak!" ucap Alisha sinis, dengan tatapan matanya yang begitu tajam.


"Udah minggir yuk kita ke kamar aja," ajak Dea, seraya menghindari tatapan mata Alisha.


Dea mulai takut setelah ia kepergok saat liburan, dia sedang mangkal di kawasan bar ia bekerja di sana sebagai wanita penghibur atau kupu-kupu malam.


Flashback ....


Alisha tak berniat pergi ke bar, ia terpaksa karena adiknya di ajak oleh pacarnya ke bar saat itu. Alisha melabrak mereka, dan ternyata adik Alisha di jebak oleh teman satu sekolah nya. perempuan tersebut sudah hamil dengan sahabatnya sendiri, yang masih dalam satu tongkrongannya, dan sengaja menjebak Dimas adik Alisha yang tak melakukan hal tersebut, agar ia yang tanggung jawab.


Namun Alisha tak sengaja menabrak Dea saat hendak keluar dari bar tersebut, dea tersungkur ke lantai. Awalnya Alisha tak mengenal siapa yang ia tabrak, dan ia menolong wanita tersebut. Betapa terkejutnya saat tau ternyata yang ia tabrak adalah salah satu si pem-bully dirinya.

__ADS_1


"Eh, ah maaf- maaf aku buru-buru, maaf yah?" ucap Alisha sambil menjewer salah satu telinga adiknya.


Dea yang tersungkur langsung di bantu oleh om-om tersebut, dengan wajahnya yang panik. Dea langsung di peluk oleh om yang gendut dan tua, dengan senyum mesumnya ia di cium lehernya dan di peluk.


Alisha di tegur oleh om tersebut dengan nada sinis. "Gimana sih! punya mata gak sih! Jalan tuh liat-liat! jangan selonang - slonong saja! Dasar," ucapnya.


"Kamu gak papa kan sayang, hmm?" lanjut pria tersebut, dengan terus memeluk wanita itu, namun Alisha di buat terkejut saat mengetahui kliennya adalah benar-benar Dea.


Dea sama terkejut nya sama dengannya, Dea membulatkan kedua matanya dengan sempurna. Terlihat jelas ada rasa khawatir,takut, dan juga malu. "Ti-tidak apa-apa Om, y-ya sudah a-yo kita pergi saja Om?" jawab Dea dengan terbata-bata.


Alishy hanya diam dan acuh seakan-akan benar-benar tak mengenalnya, dan tak membicarakan Dea sama sekali.


•••~~~


Dan sejak hari itu Dea benar-benar diam, dan tak mau ikut campur untuk mem-bully Alisha lagi. Alisha mempunyai kartu as Dea, sekali Alisha membuka aibnya maka hancurlah hidupnya.


Alisha tak akan membongkar, menurutnya itu semua urusan dia bukan urusannya.


Alisha pun akhirnya bebas dari jeratan geng iblis dan melangkah ke kamar dengan bebas, terlihat Aisyah dan Aryanti sudah ada di ruangan tersebut, merek sedang asik mengobrol, mereka menatap ke arah Alisha yang baru saja tiba.



"Assalamu'alaikum," salam Alisha, seraya melepas mantelnya.


"Walaikumsalam," jawab mereka serempak.


"Eh, tadi kamu di apain sama tuh geng wanita centil?" tanya Aryanti.


Aryanti di colek Aisyah agar sedikit mengontrol Kekepoannya. "Ada apa sih? aku kan cuman tanya, khawatir juga aku. Aku paham betul bagaimana sikap geng centil itu, jail,rese,norak lagi, mungkin menurut mereka keren namun nggak menurut aku, dan adikku yang laki-laki saja jijik. katanya kalo melihat mereka berempat," ujar Aryanti dengan wajah kesalnya.

__ADS_1


"Ya tapi jangan gitu ah, oh ya kamu gak Papa,? aku sering liat kamu di bully mereka, dan kini kamu masuk ke grup mereka, tadinya sih pas bu Widi ngomong kamu suruh masuk ke grup kami, aku seneng. tapi seseorang tak mau tukeran sama tuh geng cewek empat centil itu." jelas Aisyah.


__ADS_2