Jatuh Ke Tangan Sang Idola

Jatuh Ke Tangan Sang Idola
22. Shi si tampan dan rupawan.


__ADS_3

Masjid tersebut banyak di tempati orang Indonesia, Dan tinggal di masjid tersebut, untuk orang Indonesia yang masih menganggur, atau tempat sementara.


Ah in sang pemandu menjelaskan kisah di balik pembangunan Masjid ansan Masjid & Islamic Center tersebut, ternyata ada turut campur tangan orang Indonesia juga di dalamnya.


Bukan hanya untuk beribadah, namun juga banyak para tourist dan para Wisatawan yang melihat keindahan masjid tersebut, para mahasiswa masih berkeliling ke Masjid-masjid di Incheon, Banyak yang mereka datangi, salah satunya,Masjid al Ikhlas Uenjeubeu. Dan di masjid tersebut jauh lebih banyak Orang-orang Indonesia.


Hingga waktu azan zuhur telah tiba, Dan para wisatawan mendengarkan muadzin yang ternyata dari orang Indonesia. Para mahasiswa yang beragama islam pun melakukan shalat berjamaah di masjid tersebut.


•••~~


"Baik lah semuanya kita akan pulang dulu , Besok kita akan ke Jeju dan kita juga akan melihat Masjid di Jeju yang terkenal di kalangan umat Islam di Korea, " Ucap Kak Ah In.


"Baik kaaaak!" Jawab serentak.


"Hmmmm ... kemana Bu Widia yah?" Gumam Alisha yang masih memikirkan keberadaan sang dozen.


•••~~


Hotel Hu Incheon



"kamu dulu gih mandi" ujar Alisa kepada Aryanti.


"baiklah makasih," jawab Aryanti yang memang sudah merasa lelah dan gerah.


setelah Aryanti keluar, "udah all, kamu dulu gih aku nanti terakhir aja," ucap Aisyah.


"nggak papa, kamu dulu sah, aku nanti terakhir aja, lagian aku juga masih ingin rebahan dulu," jawab Alisha sembari memegang handphonenya.


Sebenarnya Alisha begitu karena masih kepikiran bu widia, 'apakah baik-baik saja Ibu?pak kris juga tak hadir tadi, apa jangan-jangan sama pak kris?' Pikir Alisha.


'aku takut ia di apa-apa in sama orang tak di kenal yang ku lihat di CCTV bar waktu itu' pikir Alisha seraya meletakkan ponselnya di bibirnya yang ranum.


Tak beberapa lama Aisyah pun keluar, kini giliran Alisha untuk mandi.


---


"All? kamu mau ikut kami?" tanya Aryanti setelah Alisha selsai keluar kamar mandi.


"hmmm kemana?" tanya Alisha sambil mengeringkan rambutnya yang basah, menggunakan handuk.


"ke sebrang cari makan," jelas Aisyah.


"kalian dulu saja nanti aku menyusul, rambut ku masih basah," jawab Alisha.


"Hmm... baik lah, Kami tunggu di jomba juice yah," Jawab Aisyah seraya menatap Aryanti.


"Hmmmm iya deh," Jawab Alisha Ragu-ragu, sebenarnya Alisha tak mau keluar di karenakan masih ke pikiran dengan Bu dosennya, yang entah di mana keberadaannya.

__ADS_1


•••~~~


Villa pulau Anmyeondo



"Ah,, Please Stop, ah" Ucap Widia


Yah Widia saat ini ada di pulau terpencil di Korea Selatan dan jarang para tourist apa lagi orang-orang asli Korea yang ke pulau tersebut


Villa itu adalah milik Tuan Shi King Hee


"What do you say? Stop! " ucap pria tersebut, ia masih menggauli widia


"Ahhh Who.. oh ar-e ahhh you ahhh Mmm" Tanya Widia ter Senggal-senggal sebab ia juga tak bisa bohong ia menikmati juga,


Sudah 2 malam 1 hari ini ia tak berhenti, digauli, Walaupun itu pertama namun ia juga merasa kenikmatan yang tiada tara, Dan walau juga di selimuti rasa lelah


"Remember my name is ... Ahhh " Jawabannya tersendat, Ia melangsungkan pergerakannya dan mempercepat


"Aaaahhhh " ******* dari keduanya


"Your hubby" Jawabnya setelah mengeluarkan air kenikmatan,


Yah dia bilang namanya adalah suaminya, Widia di buat bingung,



" Ih dasar pria aneh, Aku kan tanya namanya siapa, Suami dia bilang, Baru saja bertemu," Gumamnya namun ia juga memerah wajahnya bak kepiting rebus


"UHG sakit nya, Apa dia iblis, Tak punya rasa lelah sama sekali,!! " Gerutu Widia


"Hmmmm aku harus bagaimana ini,!! Ini pertama ku, Dan keperawanan ku hilang oleh pria yang tak ku kenal, Dan lagi di mana ini!!! " Gumam Widia yang kini mulai bangkit dan melihat ke arah jendela yang besar


Bukan jendela namun dinding cermin yang tebal dan anti peluru, Entah siapa pria yang meniduri Widia tersebut,


Yah Widia selama malam minggu ia telah di gauli dan juga tak keluar dari kamar yang super mewah dan luas itu,


Hanya jika ia lapar hanya tinggal klik makanan datang, Ingin minum di kamar tersebut terdapat kulkas dan sudah komplit,


Setelah selsai makan, Lalu Widia akan di makan, Lalu mandi setelah selsai mandi lalu di makan lagi dan setelah bangun tidur pun akan di makan begitu seterusnya


"Wooohhh apakah ini pulau? " mata Widia kini melotot melihat hembusan air ombak di batu karang yang terdapat di sekitar vila tersebut,


"Apa ini di Tengah-tengah laut? " Gumamnya


"Yah betul sekali" Jawab pria yang kini berdiri di belakang nya sembari menggosok kepalanya dengan handuk, Dan hanya menggunakan handuk sepinggang hingga Ter-pangpang jelas bentuk tubuh Atletis nya


"Ahhhh" teriak Widia

__ADS_1


"What ! Haven't you seen it girl" Ucap pria tersebut,


"Noo!! "


Yah aku memang sudah melihat nya namun itu pas masih bergaul dan tak nampak jelas, Kini aku dalam ke adaan sadar tanpa nafsu dan kau berdiri di belakangku dan tanpa menggunakan Apa-apa " gerutunya dalam hati"


"Noo? Kenapa tidak!!? Apa kurang jelas girl? Yang kita lakukan itu? " Tanya pria tersebut


"Kau bisa bahasa Indonesia? " tanya Widia


"I so" Jawabnya singkat, Lalu ia mendekat ke arah Widia


"Jangan mendekat,!! "


"Kenapa girl ?! Tadi saja kau menikmati nya? " Ucap pria tersebut


"Apa siapa ya-yang menikmati? " dalih Widia


"Hahahha baiklah honey, Aku tak akan Apa-apa kan kamu! "


"bohong!! " Gerutu Widia sambil memuciskan bibirnya


"Ih so cute girl, Kau membuat nya begitu lagi girl" sambil menunjuk kan tangan-Nya ke arah pedang yang kini mulai berdiri


"Aaah kau mesum!!!?" Teriak Widia yang kini menutupi wajahnya dengan selimut, Yah Widia hanya menggunakan selimut ia tak menggunakan pakaian karena tak tau pakaian miliknya itu ada di mana,


" Hahahah kau lucu!! !? Kau begitu indah !! i like it " Sembari memeluk Widia lalu mengecup keningnya dengan penuh kelembutan


"Bukalah !? " Ucap shi king sambil menarik selimut tersebut


"Oke tuan Shi, aku mau tanya jawab dengan jujur!! " Kini Widia pun melepaskan selimut tersebut dari mukanya, Dan membalut lagi ke bagian dadanya,


"Ya tanya lah honey!? Akan aku jawab" Jawab Shi sambil memeluk Widia dari belakang dan menghadap ke dinding kaca tersebut,


Sambil menikmati desiran ombak yang menerjang batu karang,


"Huftt tuan Shi bisa lepaskan pelukannya dulu,? " Ucap Widia sambil mencoba melepaskan tangannya Shi namun pelukannya begitu kuat, Dan Widia hanya bisa menghelai nafas untuk bersabar


"No! " Jawaban Shi singkat sambil tersenyum


"Baiklah, Aku mau tanya kenapa tuan Shi membawaku,!! Aku di BAR waktu itu, Dan aku bukan gadis nakal, Aku bukan gadis yang menjual diri , Aku masih perawan tuan Shi !!! pasti tau kan pas pertama kali kau menjamah ku ? Aku masih gadis tuan Shi!!! " Awalnya Widia sabar dan kini ia mulai menitikkan air matanya,


Mungkin Widia di kira jual diri atau pelayan yang suka melayani Plus-plus di BAR tersebut


"No!! Aku tau kau masih perawan, ... "


Jawab Shi yang terputus karena terpotong oleh tatapan widia


"Why? Kenapa anda tau!!? Namun anda membawa saya dan menyetubuhi saya,! ! ! Saya hiks hiks " Ucapannya terputus karena tak tahan karena rasa sesak di dada dan akhirnya pecah tangisannya

__ADS_1


"Don't Cray honey !! ? Please!? " Kini ia Memeluk-nya dengan erat, Shi bingung harus melakukan apa dengan gadis di depannya yang sedang menangis


__ADS_2