Jatuh Ke Tangan Sang Idola

Jatuh Ke Tangan Sang Idola
15. mabuk


__ADS_3

"Bu seharusnya Ibu bersyukur mengetahui semuanya sebelum menikah, jika ibu tau keburukan semua ini setelah ibu menikah, maka akan lebih sulit bu. untung Allah masih Melindungi ibu, dan ibu tau semuanya sebelum ibu sah menjadi milik pak Kris," ujar Alisha menenangkan bu widia.


"aku sakit ... aku sakit hati All, aku sakit hiks, aku sakit," gumam bu widia memukuli dadanya.


"sabar bu ... sabar, ingat bu widia masih ada orang tua Ibu, dan masih ada cowok lain yang lebih tampan, setia dan perjaka di luar sana. walau mungkin sudah tak perjaka setidaknya baik, sopan, setia dan sudah tobat bu. ibu orang baik pasti menemukan orang baik lagi bu, Allah gak akan keliru memberikan jodoh untuk kita," ujar Alisha seraya mengusap punggung Bu Widya.


"Maaf bu, Alisha tau bahwa aku ini masih bocah di mata ibu, namun percayalah ucapan ku. ibu berhak bahagia, ibu berhak menemukan yang lebih baik dari pak Kris, walupun mungkin tak sekaya pak Kris, setidaknya soleh dan baik hati bu," Alisha berusaha menenangkan bu widia.


"kamu dewasa banget sih, kamu benar sekali... makasih sayang," Ujar bu widia seraya menatap ke arah Alisha lalu memeluknya dan mencium keningnya, Alisha pun membalas pelukannya.


"ya sudah jika ibu sudah merasa lebih tenang, ibu silahkan istirahat dulu, atau mau cuci muka? Agar lebih fresh dan tak sembab, aku nanti saja," ucap Alisha.


Bu widia pun memegang pipinya, dan kini ia masuk ke dalam kamar mandi, setelah menutup pintunya tiba-tiba terdengar suara teriakan Bu Widya. "Aaahhhg... setaaan..." jerit bu widia, sontak Alisha pun bergegas ke kamar mandi.


Alisha menerobos masuk dengan tergesa-gesa, setelah sampai di sana mereka saling tatapan dan di akhiri dengan gelak tawa bersama di kamar mandi, "pantas saja tadi siswi itu terkejut melihatku, ternyata penampilanku begitu menakutkan!" celoteh bu widia sembari memanyunkan bibirnya yang tipis.


"iya hehehe, makannya aku suruh ibu ke kamar mandi, ini handuknya Bu," ujar Alisha sambil menyerah kan handuk yang di sediakan oleh hotel.


bu widia pun membersihkan dirinya, setelah Bu Widia keluar kini giliran Alisha. Tak butuh waktu lama Alisha pun keluar dari kamar mandi.


"bu Maafkan Alisha ya bu? yang kemarin," ucapnya penuh penyesalan.


"maaf untuk apa sayang?" tanya bu widia dengan lemah lembut.


"maaf untuk tuduhan ku tentang ibu, menuduh yang tidak-tidak dengan Papa ku, dan soal Vidio itu," jelas Alisha dengan menundukkan wajahnya.


"tak apa sayang, ibu tau kekhawatiran kamu sebagai seorang anak, ibu juga akan melakukan hal yang sama atau mungkin lebih berterus terang, jika ibu di posisi kamu, malah mungkin saja ibu akan langsung Marah-marah dan mungkin ibu tak mau berbincang sama orang tersebut, ibu pasti tidak akan percaya dengan penjelasannya, namun berbeda dengan kamu. Kamu malah percaya dengan penjelasan ibu, dan kamu malah akan Terima jika kamu anak ibu dan papa kamu hahaha, itu butuh hati yang kuat sayang, kamu hebat!" jawabnya dengan mengelus rambut Alisha.


"dan untuk masalah video itu,.. ibu justru makasih banget sama kamu, sebab kalo tidak... ibu tak tau lagi, ibu pasti akan menyesal seumur hidup ibu dan mungkin ibu jadi janda muda," ungkap ibu widia dengan tatapan yang sendu.


Pembicaraan merekapun berakhir dengan saling berpelukan.


"baiklah ibu sudah fresh sekarang! Ayuk ikut ibu Jalan-jalan di sekitar, kita cari pakaian atau oleh-oleh!" ajak bu widia.

__ADS_1




Ingat hukum alam itu adil!!!



Siapa yang menyakiti suatu saat akan Tersakiti !!!



Drama manis yang kau mainkan akan kalah dengan karama sadis yang menyakitkan!!



•••~~~




"ia, ibu pengen ngerefresingkan pikiran ibu yang buntu ini ... Gara-gara si kris itu!" ujar Ibu widia seraya bergumam.



"baiklah bu ayuk! aku juga mau sekalian Lihat-lihat di sekitar sini, dan mau icip-icip makanan khas Korea," jawab Alisha dengan penuh semangat.



Mereka pun bersiap lalu keluar dari kamar hotel bersama, dengan senyuman yang mengembang di masing-masing wajah mereka. dan kini mereka pun masuk ke sebuah pasar makanan has Korea di sekitar hotel hu Incheoun.


__ADS_1


bu widia mentraktir Alisha berbagai macam jajanan, Alisha menyadari sesuatu bahwa Bu dosennya terus berpura-pura tersenyum sepanjang jalan, namun bu widia saat ini sangat merasa begitu tersakiti. Terlihat begitu jelas dari matanya yang berkaca-kaca, ia menyembunyikan luka hatinya dengan senyuman palsu.



"bu kita ke dalam situ yuk?" ajak Alisha ke sebuah resto yang tertutup, ia tak tau apa isi di dalamnya, "nggak ah, aku mau ke sana sekali-kali kan, ayuk!" tolak bu widia seraya mengajak ke sebuah toko yang bertuliskan 'BAR Union'.



'apa apaan ini?' Pikir Alisha, namun karena bu widia yang mungkin sedikit emosi dan sakit hati jadi Alisha pun mengiyakan saja ajakannya. Mereka pun masuk ke dalam bar tersebut tanpa pikir panjang.



Karena sang pemandu sedang ada rapat hingga mereka bebas untuk melakukan apapun di malam ini, dan makan malam pun terserah mereka mau di luar mau di hotel terserah, hanya perbedaanya jika di hotel gratis, karena semuanya sudah di tanggung oleh pembina dan para pembimbing studi tour maupun tim traveller.



°°°°


Mereka pun masuk ke dalam bar, dan memilih tempat di paling ujung. Di dalam sana begitu hening dan tidak seperti yang ada di dalam film-film yang penuh dengan kebisingan, lampu kelap kelip, orang berjoget, maupun wanita-wanita seksi.



di sana malah seperti Caffe pada umumnya saja, bu widia pun berbicara dengan kasir atau pelayanan pria, dan ia menunjukkan arah ke sebuah kamar atau room khusus.



"ayuk kita masuk!" ajak bu widia, "hmmm" jawab Alisha dengan gugup, ia tak tau mau menolak atau mau ikut, Alisha pun akhirnya masuk, mengikuti langkah kaki Bu widia, ia khawatir pada dosennya, ia takut terjadi yang tidak diinginkan kepada bu widia.



"bu kenapa kita di ruang ini? bukan di luar saja?" tanya Alisha polos, sembari melihat setiap sudut ruangan tersebut. memang tak bisa di pungkiri, ruangan tersebut memang begitu nyaman, ruangannya begitu besar dan cukup untuk sebuah ruang meeting 3×5 m2 dan ada tempat duduk, sofa yang luas meja yang sudah di penuhi minuman keras di atasnya.


__ADS_1


"hei you!" panggil bu widia ke salah satu pria yang lewat, "ya?" jawab pria tersebut sopan, pria tersebut begitu tampan dan tinggi, mungkin saja giggolo pikir Alisha.


__ADS_2