Jatuh Ke Tangan Sang Idola

Jatuh Ke Tangan Sang Idola
12.Memberanikan diri


__ADS_3

Alisha pun mengecek kembali hasil selfie-nya tadi, namun saat ia mengecek, ia di buat terkejut saat melihat di setiap ia selfie selalu ada seseorang, dia adalah bu Widya.


Wanita itu pun menghampiri Alisha, yang kini tengah duduk di samping tiang.


"Hei kebetulan sekali..?" tanya Ibu Widia.


'Kebetulan katanya? Bukannya sungguh jelas bahwa ini sengaja? Dan memang ada yang ingin ku tanyakan dengan jelas kali ini,' batin Alisha.


"Ia, Ibu juga ada si sini?" Tanya Alisha balik.


"Ya, Ibu penasaran tadi kan belum ke sini, eh bagus juga pemandangan nya yah, ini meja kayanya terbuat dari batu giok asli dan termahal," dalih Ibu Widia.


"Nggak tau juga Bu, baru kali ini aku liat, eh batu giok kan mahal, masa buat meja segini sih? mungkin ini hanya tiruannya saja Bu, yang asli mah di simpan apa di jual," jawab Alisha.


"Masa sih? ini kan Korea emangnya di mana aja sih hehehe," Jawab Ibu Widia dengan terkekeh.


Lalu hening seketika, hingga akhirnya Alisha melirik ke arah Widya.


"Bu, aku mau tanya boleh?" Ujar Alisha beranikan diri untuk bertanya, Alisha penasaran akan hubungan dosen dan Papanya. Ia merasa sedikit was was akan ucapan sahabatnya, Lisa.


•••~~~


flash back....


"Eh Sha? kamu gak takut misal Bapak kamu itu selingkuh dan mamah kamu gak tau selama ini? dan gimana kalo tiba-tiba mama kamu tau dan bercerai, atau jangan-jangan kamu anaknya Ibu Widya lagi sama bapak kamu, dan diam-diam dia dari jarak jauh pantau kamu, dan selama ini kamu di titipin sama istri tua alias mama kamu itu!l," ucap Lisa


"Ah kamu tuh yah kebanyakan baca novel komik yang nggak-nggak," Jawab Alisha namun sedikit termakan ucapan Lisa.


•••~~~


Bu Widya tersenyum, dan menganggukkan kepalanya. Alisha sedikit ragu-ragu, namun ia ingin sekali bertanya.


"Ibu apanya Papa aku sih?" Tanya Alisha bak anak yang masih begitu polos, tanpa ia sadari kini matanya mulai berkaca-kaca, karena rasa rakut, dan panik. namun Alisha sudah siap apa saja akan jawaban Ibu Widya.

__ADS_1


Dosen cantik nan seksi tersebut hanya terdiam, ia tak mengeluarkan ekspresi apapun. Alisha semakin panik, jantung Alisha begitu berdebar, ada rasa takut, ia khawatir apa yang di katakan sahabatnya adalah kenyataan, dan Alisha memang bukan anak mamah sama Papa, melainkan anak Ibu Widya dan Papanya.


Alisha tak kuat menahan air matanya, ia pun menjatuhkan darah putih dari kedua matanya. Sontak saja membuat Widya bingung, dan ia pun menghampiri gadis yang kini sedang terisak.


"Hei kenapa kamu menangis nak?" tanya Widya, Alisha pun kembali menatapnya dan memberanikan diri untuk mengulang pertanyaannya.


"Bu, tolong di jawab Bu! Ibu siapa nya Papa aku?" Tanya Alisha.


"Huft ... kamu ini, aku heran aja, kamu tanya gitu ke Ibu, apa yang ada di pikiran kamu nak?" Jawab Widya seraya melontarkan pertanyaannya.


"Jawab sejujurnya Bu, Ibu itu siapa Papa aku?!" tanya Alisha.


"Ibu ini pengasuh sekaligus bodyguard kamu, dan kamu pikir Ibu ini selingkuhan Papa kamu yah?" jawab Widya dengan jelas dan tegas, ia pun tersenyum akan kekonyolan Alisha, namun Alisha tak percaya akan jawaban dosen cantik tersebut.


"Kenapa kamu menangis?!" tanya Widya seraya mengusap air mata gadis cantik, dengan tangan nya yang halus.


"Bu, jika memang aku anak Ibu dan Papa, dan Ibu adalah Ibu kandungku, atau Ibu selingkuhan Papa ku, dan Ibu di suruh menjaga mengawasi aku aku terima bu, asal Ibu jujur," ucap Alisha, ia mendengarkan saran Lisa untuk mengatakan perkataan tersebut.


"Kamu bicara apa? Ck, kamu ini, baiklah akan Ibu ceritakan, pada saat itu Ibu ini pengasuh kamu, apa kamu tak ingat pas masih TK, dan aku di gaji lumayan besar pada saat itu. Ibu saat itu umur 15 tahun, dan masih duduk di bangku SMP, Ibu kumpulkan hasil gaji dari Papa mu, untuk aku tabung buat pendaftaran kuliah, namun tak di sangka Ibuku malah masuk rumah sakit dan Papa mu lah yang membiayai pengobatan Ibuku, dan masalah gaji tetap tak akan di potong," jelasnya.


"Lalu aku bekerja paruh waktu, di tukang roti, namun saat itu papa mu kebetulan lewat, memesan kue ulang tahun. katanya sih buat anak nya yang ke dua, aku pun menyapanya dan Papa mu menanyakan ke adaan Ibuku, lalu aku pun menceritakan banyak hal yang sudah aku lalui semenjak tak bekerja pada papa mu, dan Papa mu memberikan pekerjaan yang ringan kepadaku dengan gajinya yang besar,"


"Memang aku sempat tergoda oleh bujuk rayuan setan, aku punya perasaan terhadap papamu, karena Papa mu sering menolongku dan selalu ada, dia juga masih tampan, umurku beda jauh 10 tahun apa salahnya jika aku menjadi pelakor? Heh, pikir ku waktu aku masih labil," jelas Widia.


Alisha terkejut akan kejujurannya ia ingin menjadi pelakor, katanya?.


"Namun Ibuku adalah korban pelakor, makanya aku buang-buang pikiran tersebut. dan ku anggap Papa mu adalah kakak ku yang telah tiada, Allah telah menggantikan kakakku dengan sosok Papa mu yang baik hati, aku tak mungkin merusak rumah tangga orang baik semacam Bu Nur," ujar Widia.


"Lalu bagaiman Ibu bisa sedekat itu sama papaku itu ..." ucap Alisa terpotong saat Widia melanjutkan ceritanya.


"Jadi untuk itu aku selalu kasih kabar sama mama kamu dan Papa kamu, namun mama mu cukup sibuk sedang kan Papa mu selalu menanyakan keadaanmu, aku selalu mengirimi fotomu saat kamu di kampus atau saat ini, karena aku dengar dari cerita Mama mu kamu selalu di bully semenjak SD," ujar Widia.


"Aku sudah menganggap Papa mu kakak ku sendiri, dan aku juga sudah punya calon suami kok," ucap dosen cantik tersebut, sembari menunjukan senyum seksinya.

__ADS_1


"Oh, begitu yah? Syukur lah, semoga Ibu selalu bahagia, maaf ya Bu kelancangan dan kecurigaan ku selama ini? Ngomong-ngomong siapa Bu?" tanya Alisha.


"Amin, nggak apa-apa, wajar jika kamu curiga mungkin aku sedekat itu sama papa kamu." jawab Widya, seraya celingukan seperti mencari seseorang.


"Itu ada di sana," Widia menunjuk ke arah pria yang saat ini sedang berdiri tak jauh darinya, yaitu Kris dosen killer, yang pernah menjamah Fida. Alisha pun terkejut.


"Astaghfirullah," ucap Alisha spontan.


"Kenapa nak?" tanya Widia setelah melihat reaksi anak didiknya.


"Bu lebih baik Ibu jauhi pak Kris," ucap Alisha tanpa pikir panjang.


"Hah?kenapa?" tanya Widia.


"Maaf Bu ini pasti menyakiti hati Ibu saya akan mengirimkan gambar via Chat," dan tak lama Alisha pun kirimkan vidio saat di UKS, perpus, dan saat pertama tiba di Korea.


Widia langsung membuka chat dari Alisha, dan berapa terkejutnya saat melihat adegan panas tersebut, orang yang akan jadi calon suaminya kini main bersama anak didiknya sendiri, begitu mesra dan liar, Widia hanya bisa membungkam mulutnya.


"Bu maaf," sesal Alisha, 'jujur aku tak mau orang sebaik Ibu Widia di sakiti dan di khianati, mumpung ini belum terlambat, jika sudah menikah maka aku tak tau, mungkin nasib Bu Widia akan sama seperti yang Ibunya alami' batin Alisha seraya menatap Widya dengan iba.


"Iya kamu sudah benar, dengan mengatakan dan menunjukan belang si baji**an tersebut ke Ibu, Ibu jadi tau dia pria seperti ini di belakang ku, yang buat aku heran adalah, Fida dia kok bisa kaya gitu ya? Terlihat seperti anak yang polos, lugu, cantik, imut tapi kenapa aslinya cewek kaya gini?" geram Widia.


Tak lama geng iblis mendekat ke arah Alisha saat ini, dan di susul dengan sang calon suami Widia. Yang mungkin akan menjadi mantan Widia.


Alisha beranjak dari duduknya, ia beralasan pergi untuk melihat bintang, ia penasaran akan teropong dan bintang di siang hari. Untuk melihat bintang mengharuskan Alisha untuk antri dengan mahasiswanya lainnya.


Alisha memang sering ke taman nasional di Indonesia, dan melihat bintang lewat teropong. Namun teropong di Korea begini ringan, Alisha penasaran dengan penampakan bintang di siang hari.


 


Setelah beberapa menit kemudian, kini giliran Alisha untuk melihat bintang, Alisha pun tak lupa memotret bintang via teropong tersebut dan memang sangat jelas, ia langsung kirimkan ke sahabatnya,Lisa.


Alisha sudah banyak chat dari Lisa, namun tak di balas oleh Alisha, ia hanya mengrimkan hasil jepretannya saja sebagai balasannya.

__ADS_1


Kini sang pemandu pun menyudahi aktifitas di Incheon nasional sejarah, mereka pun akan menuju suatu wisata lagi. Mereka selama di Korea akan menuju lima wisata. yang akan di pandu oleh pemandu yang telah di sewa, dan yang ke enam lainnya hasil dari rekues dari guru, sedangkan yang ke terakhir keinginan sang murid serempak.


__ADS_2