
"tolong pesankan minuman anggur yang ringan," pinta bu widia ke pria tersebut menggunakan bahasa Inggris.
"oh baik nona manis," jawab pria tersebut sembari tersenyum seraya menatap tajam ke arah bu widia.
Alisha sedikit gugup dan ada rasa khawatir di hatinya, Alisha merasa curiga terhadap pria tadi, ia berbeda dengan pria atau pelayan lainnya di bar tersebut. ia menggunakan rompi yang sama namun ia menenteng jaz nya yang bermerek, dan ia juga menggunakan sepatu kulit yang terlihat begitu mahal, dan bukan hanya itu, pria tadi juga menggunakan jam Rolex Nya kelihatan asli merek Chanel.
tak lama kemudian pria itu kembali sembari membawa nampan yang berisi anggur, namun Alisha tak sadar sejak kapan bu widia sudah minum.
Alisha sedari tadi hanya duduk diam di pojokan sofa, seraya memikirkan bagaimana nanti jika sampai bu widia mabuk, akankah dirinya memanggil Pak Kris mantan bu widia, namun belum juga selsai memikirkan hal tersebut, tiba-tiba Ia melihat bu widia yang kini telah setengah sadar. padahal Alisha sama sekali tidak melihat dosennya itu meminum minuman beralkohol.
"hhahaha ahahahha__ " suara gelak tawa bu widia, dia mulai melantur karena tak sadarkan diri. ia mulai ngoceh tak karuan, Alisha pun langsung mendekati bu widia, dan Alisha melihat ke arah meja. ternyata bu widia telah menghabiskan satu botol anggur.
"sorry sir can i ask for hangover medicine?" tanya Alisha pada pria yang masih berdiri di sana. Alisha mencoba memberanikan diri untuk minta obat penghilang mabuk ke tuan tadi, "don't call me sir i'm still young!" jawab pria tersebut dengan smirk.
"okey! I'm sorry," sesal Alisha, Alisha menatap pria tersebut, ia mengira-kira dia seumuran dengan bu widia oleh sebabnya dia panggil pak, namun pria itu menolak di panggil pak karena menurutnya ia masih begitu muda, memang benar dia muda, namun tetap di atas umur Alisha atau mungkin 15 tahun jarak umurnya, pikir Alisha.
"ok bro can you please leave us," ucap Alisha yang mulai sedikit kesal padanya, pria itu pun meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
"bu ... bangun lah bu! sadar lah!" ujar Alisha dengan menepuk pipi bu widia pelan.
"huhuhuhuhu ... kenapaa kenapa semua jadi begini, hubungan ku hancur, di kala aku mencintaimu di kala aku menginginkan kamu!! ahahaha dan aku telah mempersiapkan untuk pernikahan kita Kris!" gumam bu widia di tengah setengah sadarnya.
mendengar ocehan bu widia, Alisha sedikit terenyuh hatinya, Ia juga merasa menyesal telah membongkar kebusukan pak Kris pada bu widia.
"bu sadar lah ini aku, ayuk kita pulang!?" ajak Alisha mencoba menyadarkan bu widia.
"huhuhu ... kamu jahat aku sengaja menabung selama ini, semua untuk hari kebahagiaan kita! aku nabung buat urusan nikahan kita! tapi tak... hiks hiks ... kamu tega kriss hahahah," Lagi-lagi yang keluar dari mulut bu widia sebuah rasa sakit di hatinya, dia menangis tertawa secara bersamaan bak orang gila, ini akibat alkohol itu. Alisha merasa iba, ia pun beranjak dari duduknya, menuju ke kamar mandi untuk mengambil air dingin, atau mengelap muka bu Widia siapa tau setelah di siram air ia akan tersadar, pikir Alisha.
Alisha pun bergegas lari, namun di tengah perjalanan Alisha menabrak seseorang.
Bruk...
"thanks," ucap Alisha tanpa melihat wajah orang yang mengulurkan tangan, Alisha pun berdiri dan melanjutkan berjalan menuju arah kamar mandi , namun tiba-tiba tangannya di tarik dari arah belakang oleh seseorang, hingga membuat Alisha terkejut, tubuhnya berhasil mendarat di pelukan pria tersebut
Alisha membulatkan kedua matanya, Alisha seketika terpejam karena aroma tubuhnya yang harum dan segar, ia melupakan suatu hal yang amat penting, sedetik kemudian Alisha pun tersadar lalu ia mencoba melepas kan diri dari pelukan pria tersebut.
"ah sorry," ucap Alisha dengan wajahnya merona, sambil melepaskan diri. Alisha mendongak kan kepalanya, ia menatap sosok pria yang kini ada di depannya, Alisha terkejut saat melihat wajah pria yang tak asing baginya, " loh kamu?" Ucap Alisha, menggunakan bahasa isyarat.
__ADS_1
Alisha celingukan lalu menatap wajahnya pria yang ada di depannya lagi, ia ingin memastikan bahwa pria itu benar-benar adalah sosok yang ada pernah bertemu di restoran siang tadi.
"geulsse, naneun uliga bandeusi dasi mannal geos-ilago imi malhaessda" ucap pria tersebut, namun Alisha tak faham apa maksudnya.
Alisha pun membalasnya dengan bahasa yang ia tak tau, yaitu bahasa Inggris.
"sorry ? what you said i don't understand what you are saying(maaf? apa katamu aku tak faham dengan apa yang kamu katakan)" ucap Alisha, mereka saling membalas dengan masing-masing bahasa, namun tak faham akan omongannya seolah-olah bicara masing-masing.
"hahah museun mal-inji al-ayo agassi" Ucapnya seraya tersenyum jahil.
Alisha tak tau akan tatapan dan senyuman nya itu, "maaf aku tak tau maksud dan ucapan mu aku sudah bilang aku tak faham dengan bahasa Korea, dan aku juga lagi Buru-buru mohon maaf saya permisi!" ujar Alisha menggunakan bahasa isyarat, lalu ia pun pergi dari hadapan pria tersebut.
Alisha pun bergegas ke WC dan sebelumnya sudah meminjam handuk kecil kepada sang pelayan, setelah selsai membasahi handuk kecil, Alisha pun kembali ke ruangan VVIP bar tersebut, namun saat ia masuk ia tak melihat keberadaan dosennya itu.
"ya Allah di mana bu widia!" Seru Alisha ia begitu panik dan takut.
Alisha takut terjadi hal-hal yang tidak di ingin kan, Alisha pun mencari ke sana kemari sambil berteriak-teriak "bu bu widia! bu apa ibu masih di sini!" Seru Alisha, namun tak di dapati sosok wanita yang ia cari.
Alisha pun bergegas keluar dari ruangan yang di sewa bu widia,lalu langsung menuju ruang costumer. "Excuse me sir did you see the girl who came out of here?(maaf tuan apakah melihat wanita yang keluar dari sini?)" tanya Alisha kepada pengunjung lain yang kebetulan ada di kursi depan ruangan VVIP bar tersebut.
__ADS_1
"sorry miss, I didn't see it" jawab pria tersebut, yang katanya tak melihat siapapun yang lewat dari situ selain Alisha sendiri.
Alisha semakin panik, bagaimana mungkin ia hilang begitu saja, Alisha memijit kepalanya. Ia bingung harus ke mana dan memberi tahu siapa, "bu ... ibu di mana sih?" Gumam Alisha seraya menoleh ke arah kanan dan kiri.