Jatuh Ke Tangan Sang Idola

Jatuh Ke Tangan Sang Idola
14. curhat sang dosen


__ADS_3

Hotel Hu Incheon ....


namun mereka semua dari grup 1_10 berkumpul karena hari sudah mulai petang, kak Lee dan yang lainnya ada rapat untuk membahas klien yang akan datang setelah mereka yang dari Indonesia.


"Baiklah semuanya ... kakak nanti malam tidak bisa ikut makan malam bersama kalian, karena kami ada rapat, dan untuk besok yang akan kita kunjungi adalah taman ekologi sorae," jelas Kak Lee.


"jadi sudah jelas semuanya" tanya Kak Lee.


"jelas kaaak" Jawab para mahasiswa serempak.


"baiklah Kaka-kaka izin pamit ... kalian bebersih atau istirahat dulu, lalu baru makan malam seperti kemarin. dan ingat besok jangan sampai ada yang terlambat lagi! jika tidak, kalian akan di hukum setelah kalian pulang dari perjalanan, kalian di larang istirahat malah harus nyapu dulu di sini!" tegas Kak Lee, Mereka pun takut melihat ketegasan dari ekspresi yang di keluarkan kakak Lee.


Setelah Kak Lee pergi, lalu di susul pemandu lainnya, Para mahasiswa pun ikut bubar untuk menuju ke kamar Masing-masing.


Begitu pun Alisha, namun saat hendak ia melangkah pergi, ia di panggil oleh teman satu kamarnya, Aisyah dan Aryanti. "Alisha!" panggil Aryanti.


Alisha pun berhenti dari langkah kakinya, lalu memutar kepalanya, Alisha melihat mereka berjalan mendekatinya. "huft All, kamu tak apakah?" tanya Aryanti.


"Memangnya aku kenapa?" tanya Alisha yang merasa bingung akan pertanyaan Aryanti.


"maksudku kamu tak di kerjain sama geng centil itu kan?!" tanya Aryanti khawatir.


"nggak kok, aku nggak papa malah tadi dia sempat mau komplain masalah keterlambatan aku kan? tapi malah dia juga yang kena semprot sama Kak Lee," ujar Alisha seraya tersenyum.

__ADS_1


"syukurlah," jawab Aryanti dengan menghela napasnya.


"ya sudah yuk kita ke kamar bareng-bareng!" ajak Aisyah seraya menggandeng tangan mereka berdua.


"ayuk!" jawab Alisha dan Aryanti serempak, mereka pun masuk ke kamar, karena tadi pagi Aryanti yang terakhir maka kini Aryanti lah yang pertama masuk ke kamar mandi untuk ber bersih, dan di susul Alisha lalu Aisyah. begitulah cara mereka agar adil dan tak berebutan siapa yang duluan.


Alisha pun mengganti pakaiannya yang ia gunakan lalu mengenakan kimono, sembari menunggu Aryanti.


Alisha terduduk di tepi ranjang, ia teringat kata-kata Bu widia. 'apakah benar adanya begitu? dan aku juga kepikiran tentang hubungan bu widia saat ini.'


saat Alisha memikirkan tentang masalah tadi di wisata, tiba-tiba pintu kamar terketuk, Alisha dan Aisyah saling tatap, "coba buka aja, siapa tau petugas atau siswi lain yang ingin tanya, atau membutuhkan sesuatu," ucap Aisyah yang sedang membuka hijabnya.


Alisha pun membukakan pintu, Alisha pun terkejut saat di dapati bu Widia yang kini sedang menangis sesenggukan, tanpa pikir panjang Alisha langsung mengajak bu Widia masuk, dan Aisyah tentu saja sok melihat bu widia menangis seperti itu.


"ayuk bu masuk, tidak apa-apa," ajak Aisyah, bu Widia pun melangkah masuk, namun sebelum Alisha menutup pintu kamarnya, ia memastikan terlebih dahulu, tak ada yang mengikuti Bu Widia dari belakang. Setelah di rasa aman Alisha pun menutup pintu tersebut.


"Huhuhuuuu..." Bu Widia makin pecah tangisannya, Alisha pun memeluk bu Widia mencoba menenangkan dosennya, di balasnya pelukan tersebut oleh bu Widia dengan begitu erat. Alisha sampai tak bisa bernapas karena di tekan oleh buah dada bu widia yang begitu over, mungkin ukurannya 47 atau lebih.


"hmmm...hm ... hm ... inal hadil ard, massa Allah!!!" Aryanti pun keluar dari kamar mandi, seperti biasa Aryanti masuk keluar maupun di kamar mandi tetap bernyanyi. meski sudah beberapa kali di bilangin sama Aisyah malah sempat Alisha takut-takuti malah Lagi-lagi ia lupa sampai-sampai mereka lah yang merasa Lelah sendiri memberi taunya.


Aryanti terkejut bukan main setelah melihat wajah Bu Widia, Ia sampai tak bisa melanjutkan lagu yang sedang hits itu.


"Maaf bu saya hanya menggunakan handuk jadi saya terkejut, eh Syah ambilkan aku baju tidur dong," sambung Aryanti seraya meminta tolong padanya.

__ADS_1


Aisyah pun mengambilkan baju untuk Aryanti, sama halnya Alisha dan lisa. Mereka kadang saling memerintah, atau saling tolong menolong.


"udah kini giliran__" tanya Aryanti menatap wajah Aisyah dan Alisha bergantian, "aku lah," jawab Aisyah, setelah di beri isyarat oleh Alisha. Seharusnya memang Alisha namun karena Alisha sedang menenangkan Bu widia Ia pun yang terakhir.


Jika tidak di beri isyarat, Aisyah tak akan mau mendahului Alisha, karena Aisyah orang yang selalu menepati janji dan begitu menjunjung tinggi amanah.


setelah Aisyah selesai keluar dari kamar mandi, Aisyah pun mengajak Aryanti untuk keluar mencari angin,"yuk membeli lok-lok ala Korea!" ajak Aisyah, Ia ingin memberi ruang untuk dosen dan Alisha.


"apaan tuh Lok-lok?" tanya Aryanti yang memang tak tau jajan jalanan, "udah .makanya ayok!" ajak Aisyah seraya menarik tangan Aryanti.


"All, kami pergi dulu yah? bu kami permisi dulu," pamit Aisyah kepada mereka, lalu di jawab dengan anggukkan oleh Alisha.



"Dan jangan lupa kunci ya All," ucap Aisyah mengingatkan Alisha, lalu Alisha pun beranjak dari duduknya dan mengunci pintu kamar tersebut.


"Bu ada apa? Ibu kenapa tiba-tiba menangis begini?" tanya Alisha dengan memberikan tisu kepada Bu Widia.


"All, benar apa yang kamu bicarakan! dan aku telah memutuskan hubungan dengannya, namun dia tetap tak mau putuskan aku, dia katanya mau insyaf, namun tadi ia masuk ke kamar Fida dan aku memergoki mereka. dan apa kamu tau? Krist bilang ini yang terakhir, tapi Fida bilang dia sedang hamil anak Kris dan kandungan nya menginjak satu bulan All," ujar Bu Widia dengan tatapan penuh amarah.


"ya Allah... Tapi masa sih Fida hamil? aku tau sifat Fida dia pasti berbohong," jawab Alisha.


"berbohong atau tidak, tapi sudah jelas ia sudah tak perjaka lagi, sedangkan aku masih perawan! aku tak sudi menerima lelaki tukang selingkuh! tukang penjajah wanita! aku tak mau. aku saja belum pernah berhubungan sama laki-laki, aku memang tak seluruh nya polos aku memang gonta-ganti pasangan namun aku jujur aku belum pernah lakukan sejauh itu All, setiap kali lelaki itu mengajakku untuk melakukan yang lebih intens dan memang jujur aku akan mulai terbuai. Namun aku akan ingat ibuku All," curhat bu widia.

__ADS_1


"Cih! aku tak sudi sama dia lagi, namun sakit hati ini All, kenapa baru sekarang aku mengerti semuanya!" sambungnya dengan kesal.


"Bu seharusnya Ibu bersyukur mengetahui semuanya sebelum menikah, jika ibu tau keburukan semua ini setelah ibu menikah, maka akan lebih sulit bu. untung Allah masih Melindungi ibu, dan ibu tau semuanya sebelum ibu sah menjadi milik pak Kris," ujar Alisha menenangkan bu widia.


__ADS_2