Jatuh Ke Tangan Sang Idola

Jatuh Ke Tangan Sang Idola
8.Terbongkar buaya betina


__ADS_3

Setelah Lisa keluar, Alisha pun mencoba memejamkan kedua matanya, sebelum akhirnya ada seseorang yang masuk ke dalam ruangan UKS tersebut.


Mereka tak menyadari keberadaan Alisha di UKS, Alisha samar-samar mendengar suara laki-laki dan perempuan yang sedang berbisik.


Tak lama kemudian pintu UKS tersebut di kuncinya, pikir Alisha mungkin saja orang sakit ataupun sedang menstruasi, pasalnya terdengar suara bisikan 'buka kain segitiga milikmu'.


Dan tak lama kemudian terdengar suara rintihan, Alisha masih terbaring lemah, ia hanya bisa merebahkan tubuhnya sembari memegang perut yang masih nyeri, obat yang ia cerna belum bekerja dan membutuhkan waktu lama untuk meredakan rasa nyeri yang ada.


Namun tak lama kemudian Alisha mendengar suara yang amat bising, hingga akhirnya ia pun merasa terganggu oleh suara tersebut.



Alisha membuka matanya, dan mendengarkan dengan jelas, Alisha pun di buat terkejut dan mual di buatnya, Alisha mendengar suara yang tak seharusnya ia dengar. Alisha pun memberanikan diri untuk mencoba mengintip dari balik tirai penghalang berwarna coklat UKS tersebut.


'Astaghfirullah,' gumam Alisha seraya menutup mulutnya, ia merasa mual menyaksikan hal yang amat menjijikkan itu.


Alisha merebahkan tubuhnya kembali, dan mencoba menutup telinga namun suara itu tetap menembus telinga Alisha. Dan Alisha tak percaya akan apa yang baru saja ia lihat.


Suara tersebut makin menjadi dan makin membuat Alisha semakin mual dan jijik, ia ingin pergi dari ruangan tersebut dengan perutnya yang saat ini masih sakit.


"Ahhh ... Krist Pak Krist lanjut Pak...! Mmm ... ah aha ... ah ... Pak Krist punyamu gede banget dan paling enak," ucapnya seraya di iringi ******* kenikmatan.


"Apa Junior milikku ini yang terenak sayang? ahg ..." tanyanya di campur dengan suara hasnya sepasang yang berbuat tak senonoh, yang keluar dari mulut Pak Krist sang dosen guru Bahasa.


"Ah ... iya Pak ah ... lanjut lagi Pak ...." jawab wanita itu dengan memohon agar lebih di percepat, "oke nanti malam kamu ke fila Bapak yah? kita beradu semalam akan aku puaskan kamu sampai kamu lupa milik yang lain ... ah .... hmm ... gimana sayang? Mau kan? Ahh ..." tanya Pak Krist ke wanita tersebut dengan di iringi suaranya yang terengah-engah.


"Baik Pak ... ah ... Pak aku mau sampai ... Ahhh ...." triak wanita tersebut begitu erotis dan akhirnya terdiam beberapa menit. Lalu di lanjutkan lagi dengan suara yang makin menjadi di ruangan tersebut.


Hingga ruangan tersebut di penuhi akan suara yang begitu khasnya milik mereka berdua.


setelah beberapa menit tak terdengar suara hanya nafas yang menderu hingga akhirnya mereka memulai lagi dan lagi.


Mereka melakukan sebanyak tiga kali "ah yah pak enak sekali lidah Bapak seksi uh ... ah"


"Astaghfirullahalazim," gumam Alisha dalam hati merasa muak.


Hingga akhirnya 30 menit lamanya baru usai, terdengar suara pintu yang terbuka dan suara sapaan perempuan tersebut. "Bay ... jangan lupa ya Pak, saya permisi dulu cup," ucap wanita tersebut berpamitan sembari meninggalkan kecupan, lalu bergegas pergi dari ruangan tersebut.


Wanita itu tak lain adalah Fida, ketua gengs yang suka mem-bully di kampus tersebut.

__ADS_1


"Wah gila! aku harusnya tadi bawa handphone yah? tukang bully di bully gimana yah?" gumam Alisha, namun ia tak sekejam itu.


Namun Alisha tak membongkar apa yang ia lihat, ia hanya menceritakan ke sahabatnya, Lisa. Dan Lisa membongkar ke Fida agar Fida tak mem-bully lagi, namun nyatanya Fida makin brutal, dan mendorong Alisha di tengah lapangan olahraga.


Fida merasa takut dan malu, karena ia selama ini pura-pura sok suci di depan pacarnya itu.


dan bukannya dia tobat malah ia makin membenci Alisha dan juga sahabatnya. Ia makin memprovokasi teman-teman lainnya untuk mem-bully Alisha.


Flashback off ....


"Beraninya kamu bilang gitu! aku aja nggak pernah di senyentuh kekasihku!" bantah Fida sembari mengeluarkan air mata buya.


Kekasih Fida pun bimbang dan ia merasa bingung harus percaya dengan siapa.


"Heh ... percaya atau tak percaya kau buktikan sendiri, kau tiduri dia apakah masih prawan atau sudah longgar!" ucap Alisha sinis.


Namun ternyata kekasihnya itu memang sepertinya sudah mencurigai Fida, dan ia hanya diam menatap Fida hingga ia mempersilahkan Alisha untuk lewat.


Alisha pun pergi meninggalkan mereka, dengan senyum semriknya, ia menuju asramanya dengan wajah sumringah dan bahagia.


"Mungkin mereka sedang adu argumen, dan saling bertanya juga gimana ia akan menjelaskan juga membuktikan, dan teman-temannya mereka hanya bisa diam," gumamnya


°°°~~~


Pagi hari ....


Terlihat Alisha yang kini tengah bersiap-siap mandi, lalu berpakaian dengan begitu rapih. Karena hari ini adalah hari keberangkatan ke Korea, namun Alisha merasa bingung dan sedikit berat hati, karena Papa dan Mamanya tak tau akan datang atau tidak, di tambah sahabatnya yang tak ikut ke Korea bersamanya.


"Tak mau ikut ... tapi ini pengalamanku yang pertama study tour," gumam Alisha seraya melihat kopernya yang sudah tertutup rapat.


"Berat rasanya, sudah Lisa tak ikut Papa Mama tak mengantarku karena sibuk," sambungnya lagi. Sembari menggunakan Jens dan kemeja putih, Alisha membiarkan rambut panjangnya terurai begitu saja, lalu ia menggunakan sepatu olahraga berwarna putih.


Setelah selsai semuanya Alisha pun siap untuk menuju ke Korea, ia derek kopernya lalu mengunci asramanya dan pergi menuju perkumpulan.


••universitas...



Alisha kini telah berkumpul dan di absen, Lisa tak di panggil karena ia mengundurkan diri dan tak ikut, biaya untuk study tour telah di kembalikan kepada Lisa walaupun separuhnya. Setelah di absen para mahasiswa masuk ke dalam Bus untuk menuju ke bandara.

__ADS_1


••


Di dalam bus Alisha menelpon Mama Papa, dan Lisa, hanya do'a yang mereka sampaikan, terasa sesak di dada Alisha.


Hingga akhirnya tak butuh waktu lama sampailah di bandara. Mereka di suruh untuk menonaktifkan ponsel masing-masing atau mode pesawat.


Alisha memilih mode pesawat, dan memasang handset di telinganya.


Mereka semua masuk ke dalam pesawat ekonomi macan terbang, Alisha sedikit gugup, Papa Alisha tak mengizinkan jika ia naik pesawat macan terbang, karena trauma akan kejadian yang sudah-sudah.


Alisha duduk bersebelahan dengan anak jenius dari kota cendrawasih, yang membuat unik adalah ia mempunyai rambut yang lurus, kulitnya juga tak hitam pekat.


Mereka saling memperkenalkan diri, dan membahas materi sekolah, kejuruan apa berasa-basi.


"Oh ya kakak udah punya kekasih kah kak?" tanyanya dengan logat khas papua.


Alisha pun jujur apa adanya dan menceritakan semua masalahnya, dari SD hingga kini ia masuk ke universitas, ia masih jomblo dan sering mendapatkan perlakuan yang tak mengenakan.


"Kenapa kaka ... Kakak ini kan cantik toh? tinggi pula, putih bak pidadari surga Kak, mungkin mereka hanya itu toh?" ucapnya, Alisha pun tertawa mendengar ungkapannya.


"Kakak Chloe berlebihan sekali, kadang aku juga memikirkan kenapa mereka mem-bully aku kak, dan menjauhi aku, padahal aku ini ramah dan mencoba akrab dengan mereka. Namun mereka tak mau berteman denganku," jawab Alisha.


"Oh, ya sudah berteman sama beta saja, apa tak apa kah? atau nanti malah buat malu kakak?" tanya nya lagi.


"Ngapain malu?" tanya Alisha balik.


"Ya karenakan beta ini orang hitam, dan jelek. takutnya kaka malah gengsi berteman sama beta ini toh?" ungkapnya sembari menundukkan kepalanya.


"Eh ... kau tak usah panggil aku kakak panggil saja namaku, tak apa. Dan kamu termasuk putih di ras mu kok," jawab Alisha.


"Ya kaka, eh maksudku Alisha. Kau benar aku memang yang ter putih di ras ku, namun jika di sampingmu bak susu dan kopi," dan mereka pun saling tertawa.


Mereka pun saling bercanda gurau, hingga tak terasa dua jam sudah di atas awan. Alisha pun merasa mengantuk, dan merebahkan sedikit jok kursi tersebut, agar lebih nyaman dan sudah si sediakan selimut juga bantal. namun Alisha memilih memakai selimut sendiri dan boneka yang ia bawa, dan Alisha pun menutup kedua matanya.


Wajahnya yang cantik dan manis ketika tertidur membuat Chloe terpana.


"Hei gadis kau terlalu manis ... semoga kau menemukan impianmu dan kebahagiaanmu ya, meski aku suka pada pandangan pertama, saya sadar diri. saya tak pantas untukmu, selamat mimpi indah. percaya lah saya tak akan ngapain kamu," gumam Chloe yang menyadari Alisha belum sepenuhnya terlelap.


Hingga akhirnya Alisha pun merasa tenang berada di samping Chloe dan akhirnya ia terlelap.

__ADS_1


__ADS_2