
Setelah itu mereka beristirahat dan makan siang, di sebuah resto yang tak jauh dari air port, yang hanya berjarak beberapa meter, di resto jamba Juice.
Sedangkan mahasiswa lain di resto lainnya, namun grup enam, di resto yang di rekomendasi kan oleh Kak Lee sendiri.
Selain makanannya yang enak, juga lumayan deket sama hotel mereka menginap, walaupun di pinggir hotel tersebut ada resto. Namun Kak Lee merekomendasikan resto itu secara langsung.
Alasan Kak Lee, merekomendasikan adalah sebagian besar dari mahasiswa hampir 80% memeluk agama islam.
Alisha kini duduk di kursi tersebut seraya terus memandangi setiap sudut resto, dari segi ruang tak beda jauh dari restoran-restoran di berbagai Indonesia, yang ada di mall. Selain itu sang pemandu mengatakan selain halal namun juga harga makanan pun murah meriah per porsinya, hanya 3$.
Alisha hanya duduk sendiri di sudut, sedangkan yang lain sedang asik berbincang-bincang dengan temannya masing-masing, membuat ia teringat sosok sahabatnya, Lisa.
Di saat kesunyiannya Alisha di sapa salah satu pelayan yang tampan, dia tersenyum dan bertanya menggunakan bahasa Korea. namun Alisha menjawabnya dengan bahasa Inggris.
Terlihat sang pelayan tampan tersebut sedikit gugup dan malu, ia berkata lagi menggunakan Bahasa Korea, namun kali ini dia juga menggunakan bahasa isyarat. Alisha yang tau sedikit bahasa isyarat pun mulai paham akan apa yang ia tanyakan.
"Mianhae unie nan Yeong -eouleul moshae" dan Alisha mengartikan jarinya dan ia berkata. "Maaf, kaka aku tak dapat berbicara dengan bahasa Inggris"
Alisha pun menjawabnya kembali dengan bahasa isyarat, "tak apa jika kamu tak tau bahasa Inggris, aku dapat mengerti dengan bahasa isyarat," jawabnya dengan menggerakkan tangannya.
Pria tersebut tak jumpa dan kagum, ia pun tersenyum lega dan membelai dadanya," syukur lah kakak tau bahasa isyarat." balasnya lagi.
Alisha menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya, dan akhirnya Alisha dengan sang pelayan saling berbicara dengannya menggunakan bahasa isyarat.
"Kakak cantik mau pesan apa?" Tanya pelayan tersebut, ia tersenyum ia berbicara hanya menggunakan bahasa isyarat.
"Ada menu apa saja? aku mau pesan yang menurut kamu enak saja," jawab Alisha.
"Oh, baiklah Kak. ini menu kami dan menurut aku sih macha enak, di resto kami cuman ada menu ini semua Kak," ucapnya.
"Watermelon breezy (clasic), Aloha Pineapple, Caribbean passion, Mango-a-go-go, Orange drim machine," Alisha membaca menu tersebut, 'nama menu yang unik,' batin Alisha.
Setelah selesai membaca menu yang di berikan pelayan tersebut, ia pun menyerahkan buku menu dan memesan salah satu yang ada.
"Gimana Kak? kakak mau pesan yang mana?" tanya pria tampan tersebut, masih menggunakan bahasa isyarat.
"Aku mau pesan yang biasanya kamu makan saja, aku asing dengan minuman-minuman begini, apa lagi aku baru di Korea," jawab Alisha.
"Hmmm ... baiklah Kak, tapi itu murah dan aku gak yakin di lidah kakak akan cocok,"
__ADS_1
"Asal kamu cocok, aku akan mencobanya mungkin saja selera lidah kamu emang enak," jawab Alisha. Mendengar jawaban Alisha membuat pelayan tersebut salah tingkah, ia pun pergi dengan telinganya yang merah merona, tak selang berapa lama ia datang kembali dengan membawakan pesanan Alisha.
"Ini Kak, tapi Kak. jika kakak tak suka, jangan di buang yah, dan aku akan membayarnya." ujarnya masih menggunakan bahasa isyarat.
"Terimakasih, masa aku buang sih? masih banyak di luar sana yang ingin makan begini, namun tak bisa. aku yang bisa malah buang-buang makanan? sayang banget, aku yakin selera lidah kamu bagus," jawab Alisha.
Tiba-tiba peramu saji tersebut menarik kursi yang ada di sebrang Alisha, dan duduk berhadapan dengannya. Alisha hanya diam saja, ia menenggak minuman yang pelayan itu suguhkan. "Eh ... enak kok, apa ini namanya?" tanya Alisha.
"Benarkah? kakak menyukainya? syukur lah ... Ini namanya 𝙠𝙚𝙨𝙚𝙢𝙥𝙪𝙧𝙣𝙖𝙖𝙣 Kak," jawabnya dengan sumringah.
"Apa? kesempurnaan?" tanya Alisha masih menggunakan bahasa isyarat.
"Ia kak kenapa?"
"Nggak kenapa-napa, aneh aja namanya," ujar Alisha seraya tersenyum, semua wanita menatap Alisha dengan tatapan iri dan benci, entah itu gadis Korea maupun mahasiswa termasuk geng iblish.
Namun setelah melihat cara mereka berkomunikasi, seketika mereka semua meremehkan Alisha dan pria tampan tersebut.
"Ck, tampan si tampan tapi bisu, percuma aja, sayang amat wajah tampannya," ucap Fina sinis.
"Kak? Kenapa kakak makan sendiri?" tanya oppa tersebut setelah melihat siswa lainnya.
"Aku tak punya teman, kebanyakan mereka justru mem-bully ku, entah apa salahku. mungkin aku jelek dan buruk rupa, atau mungkin aku tidak seperti mereka," jawab Alisha dengan melanjutkan menyantap makanan di depannya.
"Masih ada yang mau berteman denganku, namun dia tak ikut.karena ada urusan keluarga," jawab Alisha dengan nada sedih.
"Maafkan aku Kak, membuat kakak sedih," ia pun mencoba menggapai tangan Alisha, namun Alisha langsung mengambil minumannya dan menyeruputnya.
"Oh iya, makanan penutup di sini apa yang paling cocok sama minuman ini?" tanya Alisha, seraya menunjuk gelasnya yang ia pegang.
"Oh yah, aku membuat menu sendiri loh. Apakah kakak mau mencicipi?" tawar oppa tersebut.
Pria tersebut menyerah kan buku menu lainnya, Alisha langsung melihat menu yang khusus ia buat sendiri, "peach perfection, watermelons breeze, PB chocolate love, orange dream machine, strawberries wild, Caribbean passion," Alisha menatap laki-laki tersebut setelah membaca beberapa menu, Alisha merasa heran akan nama menu yang menurutnya unik.
"Kenapa Kak?" tanyanya dengan tatapan matanya yang sekilas terkesan merayu, Alisha pun kembali menatapnya namun dugaannya salah. Tatapan matanya seperti semula, berubah jadi tatapan sopan dan lugu.
"Tidak ... ini yang buat menu kamu sendiri?" tanya Alisha.
"Ya bukan lah Kak, itu kakak aku yang buat. kebetulan ini resto milik kakak aku sendiri, jadi dari pada abis sekolah aku nganggur, mending belajar berdagang atau bisnis lah Kak, buat cari pengalaman saja sih," ujarnya.
__ADS_1
"Oh begitu ...." Alisha mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Memangnya kenapa Kak? ada yang salah ya di menu tersebut?" tanyanya dengan polos dan lugu.
"Tidak sih, hanya saja ini lucu aja. mungkin kakak kamu buatnya dari pengalaman kali yah?" tanya Alisha dengan tersenyum manis.
"Ia mungkin," jawabnya tanpa ragu-ragu.
"Eh lupa, kakak mau pesan makanannya yah?" tawarnya.
"Iya, keluarin semua yang menurut kamu enak. Eh ... tapi satu aja lah, aku kekenyangan nanti," jawab Alisha.
"Oke kak, sebentar yah?" ia pun berdiri lalu pergi untuk ambilkan makanan yang Alisha pesan, menurut seleranya? Alisha tersenyum ia merasa lucu dengan nama-nama menu yang baru saja ia baca.
Alisha merasa nyaman berbicara dengan bahasa isyarat, dengan orang asing yang baru ia kenal.
Karena pengalaman yang Alisha alami, membuat ia mampu berbicara menggunakan bahasa Isyarat. bahasa Isyarat yang ia kuasai karena pernah mendapatkan trauma. Ia di bully semasa masih duduk di bangku sekolah dasar, Alisha sampai tak dapat berbicara sampai empat tahun lamanya, dan semasa SMP kelas dua pun Alisha akhirnya dapat bicara dengan normal.
Lima menit kemudian pesanan pun datang, pria yang membuatnya menggunakan bahasa isyarat lagi.
"Ini Kak, silahkan di coba?" ucapnya sambil tersenyum padanya.
'Uh senyumnya manis juga, aku baru sadar kok mirip-mirip oppa Suga yah? hehehe, tapi ini beneran manis banget,' gumam Alisha dalam hati.
Alisha pun membuka penutupnya, terlihat menu tersebut masih begitu panas, dengan terbungkus dengan plastik platinum begitu rapih.
"Hmmm, iya ih cocok banget, kamu tau banget yah selera lidah aku?" ucap Alisha dengan menggerakkan tangannya.
"Hm ... hm ... jelas dong!" jawab nya dengan bangga, dengan isyarat menempelkan jempolnya ke hidung.
Mereka pun tertawa bersama, lalu Alisha melanjutkan menyantap hidangan yang ada di depannya. Mereka tak menghiraukan tatap mata orang yang melihat ke arah mereka dengan tak suka.
"Kalau boleh tau ...nama kakak siapa?" tanyanya.
"Oh iya, aku lupa. Namaku 𝘈𝘭𝘪𝘴𝘩𝘢 𝘋𝘢𝘯𝘪𝘦𝘭𝘢 𝘐𝘭𝘰𝘯𝘢," jawabnya dengan menempelkan tangan di dada dan Alisha menyebutkan nama.
"Oh nama yang cantik, namaku 𝘊𝘩𝘢 𝘮𝘪𝘯 𝘏𝘰𝘰, bukan 𝘓𝘦𝘦 𝘮𝘪𝘯 𝘏𝘰𝘰 loh yah?" jawabnya sembari memberi tau namanya dan sedikit gurauan.
Setelah berada di resto selama 30 menit, mereka pun di beri isyarat untuk masuk ke dalam bus. Sebelum berpisah Alisha tak lupa untuk menyapa sembari mengucapkan selamat tinggal kepada Cha min Hoo.
__ADS_1
"Jagbyeol-insa hajima naneun uliga dasi mannal su issdolog," ucapnya seraya melambaikan tangannya. Alisha tak faham maksud dan arti yang ia ucapkan.
Pria itu terus memandangi Alisha, begitu pun sebaliknya. Alisha juga balik menatap pria tersebut dari balik kaca bus, Alisha melambaikan tangan dari dalam bus, Alisha mengucapkan banyak-banyak terimakasih dalam bahasa isyarat.