Jatuh Ke Tangan Sang Idola

Jatuh Ke Tangan Sang Idola
2. Kena begal


__ADS_3

Alisha pun sudah siap diri dengan tangannya yang mengepal, walaupun Alisha jago bela diri macam-macam. namun ini pertama kalinya Alisha berduel dengan orang sungguhan, bukan pelatih.


'Aku bisa saja mengalahkan mereka,namun takutnya mereka menggunakan pistol, ataupun senjata tajam lainnya,' batin Alisha.


Alisha juga pernah latihan jika bertemu lawan yang menggunakan pistol, Alisha paham berbagai macam gaya mengeluarkan peluru dengan kakinya.


Dalam hitungan detik pemuda satunya sudah di samping motor Alisha, dan sok memijit-mijit ban yang kempes. Sedangkan pria yang 4 lainnya sedang merencanakan sesuatu, terlihat jelas dari gerak-geriknya, mereka saling menatap.


Alisha memasukan handphone miliknya ke dalam tas anti maling, sontak saja mereka menatap handphone milik Alisha. HP pengeluaran terbaru dari Samsung, mereka makin tak terkendali. Benar saja, Alisha bergegas mengunci tasnya dan masukan di balik jaketnya.



Para begal pun makin tak sabar, mereka menunjukkan sikap aslinya. Lalu mereka maju sedangkan yang satunya sedang otak-atik motor milik Alisha, karena motornya sudah Alisha kunci stang karena sudah filing.


Bak ...


Buk ...


Bak ...


"Cih! Empat pria melawan 1 wanita, kalian menjijikkan!" cetus Alisha dengan tatapan tajam.


"Mau kamu pria, ataupun wanita. Di mata kami sama," jawab pria yang berjenggot.


"Sama-sama enak, hahaha ...." sambung yang lainnya.


"Udah deh, jangan banyak gaya. Sini kamu serahin dompet, tas sama diri kamu. Pasti aku akan pelan kok mainnya, ya gak coy?" seru pria tersebut dengan nada ejekan.


"Jangan harap, Taehyung saja belum menyentuh aku. Jangan harap kalian bisa menyentuhku!" balas Alisha dengan geram.


"Sombong sekali kamu! Hajar kawan! Kita potong-potong tubuhnya! Sombong sekali dia."


"Jika aku kalah, setidaknya 2 lainnya mati di tanganku!" balas Alisha.


Mereka pun mengeroyok Alisha bersama, empat lawan satu.


BAK ...


BUK ....

__ADS_1


BAK ....


BUK ....


Mereka di hantam habis-habisan satu-persatu, Alisha layangkan kaki satu sedangkan tangan yang satu menonjok pria satunya. Dua pria terjatuh dan maju lagi dua pria, terus begitu hingga Alisha merasa bosan. Ia langsung mematahkan tangan pria berambut panjang yang rada kekar.


Terlihat begal tersebut merintih kesakitan dan tak bisa bangkit lagi.


Kini tinggal tiga pria lagi, Alisha bak siluman rubah yang cantik namun haus akan darah. Dugaan Alisha benar, mereka membawa senjata Berupa celurit, Alisha hanya menggunakan tangan dan kaki. Namun Alisha seperti melupakan sesuatu, hingga akhirnya ia teringat di bandulan kunci motornya terdapat semprotan merica level 100.


Alisha pun mengambil kunci motor dari dalam tas yang berada di balik jaketnya, setelah ia berhasil mengambil kuncinya, ia langsung semprot-semprot kan ke arah wajah mereka yang masih melawan.


Hingga akhirnya mereka kepanasan, Alisha merasa puas. Namun tak berhenti di sana Alisha menendang mereka satu-persatu dan di tonjok wajah mereka.


Alisha makin brutal, emosinya tak terkendali Alisha menatap ke arah motor yang berjejer, hingga akhirnya motor mereka satu-persatu di tendang hingga terjungkal ke kali yang deras.


"Eh aneh, aku merasa hatiku bahagia dan lega. Rasa puas, entah perasaan psikopat dari mana ini hahaha," gumam Alisha seraya menatap tajam ke arah pria yang masih bisa bangkit.


"Ternyata masih ada yang bangkit mencoba membacok aku?" gumam Alisha, seraya maju ke arah si pria yang kini memegang senjata sembari tertatih.


Alisha berbalik dan menendang perutnya dan menepiskan tangannya, hingga celurit tersebut terjatuh.


'Astaghfirullah ... apa yang sudah aku lakukan? aku telah membunuh orang, walau orang itu juga salah,' batin Alisha seraya melihat kedua tangannya yang bergetar hebat.


"Namun apa yang terjadi padaku? sampai aku asik merasa puas dan seolah-olah timbul rasa bahagia setelah melakukan itu?" gumamnya, namun terdengar oleh pria yang masih sadar.


"Aaahhhg ... gadis sialan, mataku ahhhh mataku," salah satu dari mereka menjerit kesakitan, dan ada dua orang yang tak sadarkan diri.


"Akan aku laporkan kamu ke polisi, karena membunuh teman kami! dasar gadis busuk!" ancam pria berambut cepak tersebut seraya membawa temannya utuk kabur dari hadapan Alisha.


Mereka jalan kaki, pasalnya semua motor mereka telah di hanyut kan ke kali yang begitu deras dan dalam.


Alisha seketika merasa takut, dan ia pun pergi dari tempat itu dengan tangannya yang bergetar, setelah jalan begitu jauh dengan mendorong sepeda motornya, akhirnya Alisha menemukan kedai dan juga tambal ban.



"Mas, tolong tambalkan ban motor saya!" ucap Alisha dengan nada bergetar.


"Baik Mbak, Mbak silahkan duduk dulu?" ucap mas penambal ban tersebut.

__ADS_1


"Ia makasih Mas," jawab Alisha seraya mengistirahatkan tubuhnya yang merasa sedikit lelah.


"Mbak, ini kempes kena paku, Mbak jalan lewat mana?" tanya Mas tersebut.


"Lewat jalan itu Mas," Alisha menunjuk jalan yang tadi ia lewati, jalan tersebut perempatan namun yang Alisha lewati memang terkenal akan begal.


"Wah, untung Mbak nya selamet yah? tadi Mbak nggak ketemu sama hewan apa orang jahat?" tanyanya sembari menambal.


"Alhamdulillah nggak sih, aku baru sadar pas sampai tugu. Bahwa ban ku kempes, memangnya kenapa Mas?" tanya Alisha pura-pura tak tau.


"Jalan yang di lewati Mbak itu, terkenal angker loh Mbak. Udah dua bulan ini mungkin, hantu yang kena begalan bergentayangan di sana, dan lagi waktu itu ada orang yang di kejar-kejar macan loh Mbak!" jelas Mas tersebut sembari berbisik.


"Ah yang bener!?" jawab Alisha terkejut.


"Ih si Mbak! ya bener Mbak, saya sampai merinding gini masa bohong," ucap mas tersebut sembari mengusap-usap tengkuk lehernya.


"Mbak bocor nya tiga yah, ban belakang saya periksa dulu takutnya kena paku juga," ucap mas tersebut, seraya pindah mengecek kondisi ban belakang.


"Oh iya makasih ya Mas, " ucap Alisha.


"Mbak bukan orang sini yah?" tanya mas tersebut yang kini sedang otak-atik.


"Saya orang sini kok, cuman saya baru pulang saja. Dan kemalaman di jalan," jelas Alisha.


"Oh ... kenapa gak lewat jalan gang haji siram?" tanya mas tersebut.


"Aku takut, abis di situ kan juga angker Mas. Dan banyak pohon beringin tua yang akar-akarnya merambat ke bawah dan lagi, sepanjang jalan hanya ada kuburan. Meskipun ada rumah tetap saja jam segini sepi," jelas Alisha.


"Ih si Mbak, udah lama yah gak pulang? jadi gak tau kan? jalan itu sekarang udah mulus, udah banyak yang jualan dan yang lapangan itu udah di bikin pasar malam, tiap hari buka. nutupnya juga jam sebelas baru nutup itu pasar, meski kanan kiri kuburan tapi udah rame Mbak ... dan orang-orang di situ juga pada buka toko loh," jelas Mas tukang bengkel tersebut.


"Oh ya ampun, aku nggak tau. Malah lewat jalan yang berbahaya," ucap Alisha dengan nada penyesalan.


"Udah Mbak, yang penting Mbak kan nggak ketemu sama apa-apa, itu udah mending hanya ban kempes, si Mbak pemberani pisan ya!" kagum Mas tersebut, Alisha hanya bisa membalasnya dengan senyuman.


'Mungkin jika aku tak belajar ilmu beladiri aku sudah di terkam sama begal tersebut dan di bawa barang-barang milik ku ini ... masih untung sang Pencipta menolongku, melindungi ku, kalo tidak habislah aku' batin Alisha.


"Sudah Mbak, sudah selsai. Jadi semuanya Rp; 45.000, karena yang bocor ada 4 dan tambah angin," jelas pria tersebut.


"Oh ya makasih banyak ya Mas," jawab Alisha sembari menyodorkan uang lembaran 100 ribuan.

__ADS_1


Pria tersebut menerimanya dan masuk untuk mengambil kembaliannya, Alisha pun bergegas meninggalkan bengkel tersebut. Ia amat buru-buru menuju ke rumah nenek.


__ADS_2