
"Huahahhaa" Tangisnya malah tambah pecah, Namun Shi tetap sabar untuk terus memeluk dan mengelusnya agar ia meredakan rasa sakit di hati-Nya
Yah Widia jelas menangis ia menjaga kesuciannya selama 28 tahun, Ia beberapa kali pacaran dengan pria namun ia selalu menolak jika di ajak berhubungan lebih intim
Ia ingat pesan ibu-Nya " wanita yang tak menjaga kesuciannya dan mengobral nya maka tak jauh dari ayam atau kucing dan juga akan di pandang hina oleh suaminya kelak, meski itu sekali ia bermain dengan pria dan musibah yang tak sengaja
Sekali tak suci maka akan di anggap murahan kelak oleh suami, "
Dan kini ia telah kehilangan kesuciannya bahkan orang asing, Orang yang tak di kenalnya,
Semuanya itu karena ia mabuk, Ia bukan baru pertama kali ke BAR namun ia baru pertama kali minum minuman jenis wine, Hingga ia mudah mabuk walau satu tenggakan Dan langsung di anggap wanita penghibur ia makin histeris memikirkan semua itu
"Bagaimana masa depanku hiks hikss" Setelah mulai tenang ia pun mecoba menanyakan ke Shi King Hee tersebut
"Tuan Shi kenapa? "" Tanya Widia sambil menatap dengan sendu,
"Why? Ayok! " Widia pun di angkat tubuh nya ala bridal style,
Dan kini ia di baringkan tubuhnya dengan lembut di bad yang super size Xing
"Kenapa kau Memperlakukan aku begitu lembut? " Tanya Widia, Ia tersentuh karena baru kali ini ada pria yang melakukannya bak bunga mawar yang harus di jaga walau kini ia sudah layu
"Apa kau merasa bersalah setelah menjamah seorang wanita yang perawan? " Lanjutnya
"Aku bukan... " Ucapannya terputus karena kini ia di kecup bibirnya oleh Shi King tersebut
"Oke kau tanya aku!? Nama ku Shi King Hee, Dan kau masih perawan aku juga masih perjaka, " jelasnya
Sontak membuat Widia tercengang mendengar ucapan Shi King Hee yang katanya masih perjaka
*Apa tak mungkin ia masih perjaka* Pikiran Widia, Ia terkejut akan pengakuannya walau sedikit ragu, Di jaman sekarang masih ada perjaka apa lagi orang ini orang Korea, Yang amat tampan, Kaya , Di lihat dari style nya pun semua bermerek
"Aku tak percaya!! " Cemooh Widia sambil menatap tajam
"Hehehe yah kau percaya atau tak Up To You!? Namun jujur kita pernah bertemu pas di London dan kedua di Paris ketiga pas di hotel LA Young cina apa kau ingat? " Tanya nya
"Apa kah iya? " Tanya nya sambil mengingat ingat
" Dan aku anti Wanita julukan ku oleh sahabatku, Namun pas ketemu kamu di Paris kita tak sengaja berpelukan namun aku tak merasakan apa pun, Aku tak merasa risih atau jijik atau muntah! " jelas nya, yah Shi mengidap kebersihan tingkat dewa
"Oh yah, I member!! Yah waktu di Paris!!Aku Buru-buru, Temanku waktu itu kecelakaan " Ucap Widia serentak sambil memukul tangannya yang refleks Dan ia tak menyadari selimutnya tak menutupinya lagi, Kini ia Bugil
__ADS_1
"Oho you remember? " Tanya nya yang kini menatap ke arah lain, Sambil tersenyum mesum
"Yah" Widia masih tak sadar akan apa yang di tatap Shi tersebut
"Ahh kau mesum" Gerutu Widia sambil menarik selimutnya kembali sambil merebahkan tubuhnya
"Stop, Aku masih Pegal-pegal" Celoteh Widia
"Hmm balik lah" Jawab Shi dengan nada kecewa
"Lanjutkan saja ceritamu dan penjelasan mu" lanjut Widia
"Oke!! " Shi pun kini naik ke atas bed yang super size tersebut, Dan melepaskan handuk nya, Dan kini ia satu selimut dengan Widia
"Ahg apa yang kau lakukan, Bukan kah kau bilang akan menceritakan lagi!! " Gerutu Widia
"Yah kan enaknya sambil pelukan gini" celoteh Shi King tersebut
Dan berlanjut lah tolak menolak dari Widia
Hingga akhirnya Widia tak bisa berkutik dan mengalah, *Demi tau penjelasan apa yang akan ia keluar kan dari mulut si mesum ini* Gumamnya dalam hati
Widia menahan tawa dan terkejut akan kelakuan orang tuanya
"Jadi? "
"Yah jadi aku menolak aku ini normal dan lurus, Hingga pada hari itu aku melihatmu lagi, Kau bersama pria sedang berdebat, Aku pun menebak mungkin itu kekasih mu ia kan? " Tanya nya
"Yang mana? " tanya Widia seraya menoleh dan tak sengaja berciuman
"Hehhe itu kau sendiri yah yang mesum" kekeh Shi tersebut
"Aahh noo itu itu tak sengaja!! ! Lagian kau dekat sekali sih" Gerutu widia
"Oke fine!? Hehe"
"Lanjutkan" Sinis Widia
"Yah aku lihat kau di bawah gedung Fresh Grads Chik, Atau apa lah, Aku pun meminta Pengawal ku untuk membuntuti kamu, Sorry ini juga demi keselamatan kamu, Aku takut kamu di apa-apa-in sama cowok itu, Aku pun juga menyuruh orang untuk membuntuti pria itu,
Namun apa kau tau pria itu memiliki wanita lain, Dan ia menyewa hotel yang jauh dari hotel yang kau sewa itu, " jelas Shi King jujur bukan maksud memprovokasi
__ADS_1
"What!! Jadi kau membuntuti aku"
"Yah sorry" Jawab Shi dengan nada penyesalannya
*Lucu sekali lihat wajah penyesalan nya ini hihi* Umpatnya dalam hati
"Lanjutkan" perintah Widia bak Guru yang menyuruh siswanya
"Yah dan malam nya aku di jebak oleh sahabatku itu, Dia ingin aku menghilangkan keperjakaan ku ini, Ia menyewa wanita yang masih perawan 2 dan wanita yang lihai 2 namun aku malah emosi di buatnya, Aku pun menyingkirkan Wanita-wanita itu lalu mengancamnya jika tak pergi akan aku,,
Hmm aku bunuh karena aku jujur saja muak dan mual jika di sentuh wanita namun berbeda dengan kamu
Aku pun lari saat itu, Aku pun mengalihkan pengelihatan ku saat orang suruhan ku juga ada di situ, Lalu aku tanya dengan tubuhku yang Benar-benar lemas, Ia menunjuk ke ruang VIP dan ku dapati kamu sendirian dengan keadaan mabuk,
Lalu aku bawa kamu dari tempat bedebah itu, Dan aku tak tahan lagi dengan tubuhmu yang molek aku pun melakukan itu karena efek akan obat yang di berikan temanku
Lalu ku bawa kau ke tempat VVIP lalu kau masih tak sadarkan diri setelah obat yang di tubuhku hilang aku pun membawa mu pergi dan ku bawa ke sini!! " Jelas Shi itu
"Oh lalu di mana adik ku waktu itu? " Tanya Widia yang di maksud adalah Alisha.
"Aku tak mendapati siapa pun kecuali kamu dan pria yang akan melakukan kejahatan, ! " jelas nya lagi
"Yah kau hampir di gilir oleh beberapa pria tak bermoral tersebut!! " Jelasnya sambil ia mengeluarkan tatapan tajam Seolah-olah akan membunuh
"Yah makasih kau telah menyelamatkan ku, Namun apa bedanya jika aku juga saat ini kehilangan keperawanan ku ini!? " Gumam Widia
"Sorry girl, Sungguh waktu itu karena pengaruh obat! " Dalihnya, Walau benar akan obat juga ia dari lubuk hatinya ia menginginkan nya
"Namun tadi ? Tadi lagi? Dan pas bangun tidur? Semalam ? Aku mau makan? Dan tadi aku sarapan? Apa itu juga pengaruh obat? " tanya nya dengan sengaja nada ejekan
"No aku tak tau saat melihat wajahmu aku tak terkendali girl dan aku ingin sekali melahap mu kapan pun di mana pun saat melihat wajahmu, misal saat ini" Ucapnya sembari tersenyum nakal
Dan kini tangannya pun sudah di area sensitif Widia, "Hmmmmm" ******* Widia tanpa sadar
"Yeah girl cup" Ia pun mengecup leher Widia
Tanpa rasa jijik ataupun rasa muak ataupun mual dan sebagainya
"Sssss... Stooo. . p Aahh"
"No girl aku tak bisa menahan kau lihat saja di bawah, Ini menyiksaku , Baru kau lah Penawar nya girl I love you"
__ADS_1