
Alisha pun pergi dari ruangan tersebut menuju ruang kasir. Alisha mencoba bertanya kepada pelayan bar tersebut, "Excuse me sir did you see the girl who came out of here??"
Mendengar pertanyaan Alisha mereka saling pandang, dan kemudian menggelengkan Kepala nya bersama-sama.
Alisha merasa kecewa, ia hanya bisa menarik napasnya dalam-dalam untuk mengontrol emosi dan rasa panik di hatinya, sebenarnya Alisha ingin menangis.
"oke thanks" Lirih Alisha seraya pergi dari hadapan mereka, Alisha kini berjalan keluar dari bar, dan mencoba untuk hubungi nomor bu widia, namun tak kunjung di angkatnya.
Alisha pun menekan tombol kunci, sambil melihat pantulan wajahnya yang mulai mengeluarkan air mata, namun saat melihat ke smartphone miliknya ia melihat wajah pelayan bar, terdengar mereka yang asik mengobrol dan samar-samar Alisha mendengar ia juga membahas wanita tadi, Alisha curiga bahwa mereka membahas tentang bu dosennya, Alisha pun memfokuskan pandangannya ke pelayan mereka, Alisha sedikit faham bahasa Korea, karena Alisha pecinta drakor, dan Alisha pun membatalkan niatnya untuk pergi dari bar tersebut.
Alisha pun kembali duduk di kursi pojok bar tersebut, untuk menguping pembicaraan mereka, 'aku tau menguping adalah hal yang tak terpuji dan kata mama ku juga bisa sakit telinga bahkan bisulan tuh telinga hahaha,' gumam Alisha dalam hati.
'Aku sering menguping pas kecil, karena aku kepo akan apa yang papa dan mama bicarakan, namun aku pun ketahuan sehingga mama ku menakut-nakuti aku entah itu nyata atau tidak, tapi aku memang sering sakit telinga, jadi aku pun mulai dari situ tak pernah ikut campur urusan orang dan bodoh amat dan tidak mau tau atau pun ingin tau. namun ini berbeda ini demi keselamatan bu widia ibu guru serta pengasuhku waktu TK, aku memang sempat curiga dan sempat tak menyukai kedekatannya namun setelah itu jelas aku merasa bersalah di tambah lagi gara-gara aku bu widia mengetahui sifat kekasih nya itu, dan kini ia pun ke bar bersamaku dan ku tinggalkan dia sendiri pas mabuk dan kini ia juga menghilang karena aku,' batin Alisha merasa bersalah.
Alisha pun membuka ponsel pintar miliknya, ia membuka Google translate. Alisha selalu menggunakan handset Bluetooth ke mana-mana, kini Alisha menggunakan smartphone miliknya untuk menguping pembicaraan sang pelayan tersebut.
__ADS_1
"Silahkan bicara kami akan menerjemahkan bahasa Korea ke Indonesia" ucap mba Google tersebut
"iya yah termasuk nya beruntung sih, aku juga gak akan menolak namun kau lihat tadi iiihhh!" ucap wanita pelayan bar tersebut yang berambut merah muda dan panjangnya sebahu.
"ia ih! apa itu kekasihnya tuan Shi?" tanya wanita lainnya, yang memiliki rambut hitam pekat dan panjang.
"masa sih? tuan Shi sering kok bawa wanita-wanita lain, mungkin ini mainan barunya,?" ucap wanita yang satunya lagi, ia memiliki rambut ikal dan bertubuh seksi.
"tapi apa kamu lihat? tuan Shi itu amat jaga kebersihan, dan ia juga sindrom kebersihan akut kan? mana mungkin jika dia bukan kekasih nya? muntahannya wanita tadi mengenai jas tuan Shi begitu!" sahutnya yang lain.
"apa lagi kau ingat waktu itu ada seseorang yang sengaja menabrakkan dirinya ke pelukan tuan Shi dan ia juga menumpahkan wine ke bajunya?"
"ahh iya! indahnya ... sungguh karunia Tuhan, eh lalu aku ambil dong! aku cuci langsung ku jual ke toko," sahut wanita berambut gelombang tersebut.
"aaaahhh... kaka! kau tega sekali! tak Bilang-bilang kepada kami, ngomong-ngomong berapa kaka harganya?" Tanya temannya.
"kalian semua pasti terkejut harganya 17 juta 570 rupiah!" sombong wanita berambut gelombang tersebut. "wooooohhhhhh!" jawab mereka serentak.
__ADS_1
"kau tau? aku pas tanya ke kasir tersebut, aku tanya 'jika ini baru berapa harganya?' lalu mereka bilang kisaran 60 juta karena itu barang branded dan itu rancangan nona menikah dan aku pun sontak terkejut mendengarnya," jelas wanita itu mereka menyebutnya miss merry bukan nona menikah, dasar mbah Google.
"wooooohhhh, kenapa kaka tak Bagi-bagi!" gerutu temannya yang lain, "ia iuh!"
"hmmm kaka tak Adil!" mereka saling protes ke rambut gelombang tersebut.
"bukankah waktu itu aku traktir kalian makan hotpot?" mereka bertiga pun diam dan saling tatapan.
"oiii oi oi jadi waktu hari minggu kemarin itu kau dapat jackpot? adalah hasil dari jual baju tuan Shi?" tanya rambut pink.
"hmmm betul, dan kalian kan aku kasih Masing-masing 250 ribu," jelas wanita itu.
"Hmmmm asiknya... jika jadi istrinya tuan Shi atau selingkuhan nya juga tak apa sih!" sahut salah satu wanita itu.
"hmmm,"
"kau tau? aku juga sempat mendekati nya, namun kau tak tau sifat asli nya, jangan harap deh jadi mainannya, dia terlalu menjaga akan kebersihan dan sentuhan orang lain, namun aku merasa yakin wanita itu saudaranya atau mungkin... aish entahlah!" jelas wanita itu sedikit ada rasa kecewa.
__ADS_1
"ya sudahlah tak ada harapan lagi, huuuft! eh tapi tadi apa kau tak dengar ada yang mencari wanita itu? katanya sih wanita muda yang seumuran kita, apa mungkin adiknya?" tanya wanita berambut panjang.
Alisha merasa ayok, ia yakin bahwa yang di bahas oleh mereka adalah dosennya, tiba-tiba seseorang menepuk pundak Alisha secara tiba-tiba, sontak saja Alisha terkejut dan Alisha buru-buru mengunci smartphone miliknya.