
Fida pun hendak ke luar dari kamar tersebut, meninggalkan Alisha yang tengah duduk dengan menunjukkan wajah bingung.
"Fida aku mau ikut!?" Alisha pun akhirnya memutuskan ikut mereka.
kini mereka keliling, Alisha sebenarnya masih merasa risih namun karena mereka mencoba mendekati Alisha, ia pun terbawa alur mereka.
Dan mereka telah keliling pasar, plaza, dan sebagainya bersama-sama tanpa ada jebakan jebakan lain. Mereka juga ke berbagai tempat wisata terdekat hanya menumpangi Bus Kota, hingga malam.
Mereka sebelum pulang menuju Jembatan Mapo Bridge di Tengah-tengah Kota Seoul, Dan betapa indahnya air yang keluar seolah-olah berpencar Warna-warni tersebut.
"Woooh bagus banget yah!? " Ucap Fida takjub.
"Ya yuk kita foto " ajak Fina namun Alisha melihat mereka agak tak akur.
"Yu Fan kita foto bareng?! '"ajak Fida ke Fani.
Dan Fina hanya bisa diam lalu mengajak Dea namun Dea langsung menolaknya.
" Maaf aku merasakan gak nyaman , perutku sakit" Ujar Dea, ia begitu pucat dan yang lain masih asik.
"Loh kamu sakit? " tanya Fina.
"Iya , biasa tamuku datang tiba-tiba, aku lupa tanggalnya "Ujar Dea.
" Oh?! " jawab Fina.
"Kamu mau pulang saja!? " tanya nya lagi.
"Tidak ah sayang aku juga mau Foto-foto dulu di sini, nanti juga membaik, besok kan pulang" jawab Dea.
"Ya sudah aku ke sana dulu yah" pamit Fina, sambil melangkah ke tempat Fida dan Fani.
"Ya sana" jawab Dea seraya duduk di samping Alisha.
"Kamu gak Papa kan tinggal sendirian" Ujar Fina pada Dea seperti tak tega.
"Tak apa sana nanti juga aku baik kan, lagian ada Alisha yang menemaniku" jawabannya.
"Hmm" jawabnya sembari menatap ke arah Alisha tak suka lalu pergi.
"Aku juga mau foto pemandangan ini, !? " ucap Alisha.
"Yah all Maaf, ya udah sana gih aku di sini saja" ucapnya. Alisha merasa tak tega lalu ia putuskan untuk temani Dea.
Setelahnya mereka ke jajanan pinggir jalan lalu memesan beberapa makanan khas Korea Taekboki, kepala ayam saus tiram, ceker, dan hotpot, masih banyak lagi.
"Aku tak menyangka loh kamu orangnya asik juga. Aku kira kamu culun dan hanya kutu buku!? " Cetus Fani.
"Iya aku kira kamu itu gak asik orangnya, Maaf atas kesalahan kami yah" ucap mereka semua.
"Iya aku juga minta Maaf waktu itu aku ngelawan kalian dan menjambak rambut kamu Fina" Ucap Alisha dengan nada yang sama.
__ADS_1
"Eh iya nggak Papa kok, lagian kita impas kan? " jawab fida.
"Ya udah Stop-stop mari makan jangan bahas masa lalu lagi" Ujar Dea.
"Baiklah kita bersulang" Ucap Fina sambil mengadu gelas yang berisi kan soda.mereka tertawa bersama bercerita cerita, namun anehnya Alisha terasa berat kepalanya.
"All kamu gak Papa?! " tanya Dea khawatir.
"Nggak tau kenapa tiba-tiba Kepala-ku menjadi berat gini" jawab Alisha yang sudah mulai tak sadarkan diri.
"Kita pulang saja yuk" ajak Dea ke Teman-teman nya.
Namun setelah itu Alisha benar-benar tak sadar kan diri,
•••~~~
Jam 14:45 Seoul Korea Selatan
"Uhhh kepala ku sakit" Gumam Alisha lirih.
"Jam berapa sekarang" Ia mencari benda kesayangannya dan mencoba meraba-raba di sekitar, namun tak kunjung di temukan.
" Au, di mana ini!? " Gumamnya sambil melihat sekeliling ruangan tersebut, dan ia paksa kan untuk berdiri dan membuka matanya Lebar-lebar.
"Bukan di kamar hotel pariwisata kami, !! Di mana ini!! " ucapnya dengan nada bergetar, ia kini melangkah ke arah jendela, dan ternyata benar bukan di hotel yang Sekolah pesan dan ternyata ia terjebak lagi di tangan seorang Pem bully.
"Ah, aku harus Cepat-cepat pulang" Gumam Alisha dengan tubuhnya yang sempoyongan.
Ia pun naik lift dan menuju ke front office.
"Oh silahkan Nona mau tanya apa!? " jawab Resepsionis tersebut dengan senyuman manisnya.
"Kak siapa yang membawaku ke sini? " tanya Alisha.
"Oh Teman-teman anda Nona, jelas Nona tak ingat karena Nona mabuk dan takut di marahi ayah Nona maka Nona di infokan di hotel ini, Teman-teman Nona sungguh Baik" Ujar wanita itu.
'Dia tak tau yang katanya teman adalah seorang yang menjebak ku,' batin Alisha dengan mengepalkan kedua tangannya.
"Oh terimakasih Kak, lalu kapan mereka pergi? " tanyanya lagi.
"Pagi tadi mereka pergi, Dan wanita yang satu menitipkan uang buat Nona katanya buat ongkos taksi Nona pulang, dan berpesan agar Nona meminum obat pereda rasa sakit , " ujar nya.
Ia pun memberikan sejumlah uang hanya 100 . 000 won, Dan kasir resepsionis tersebut memanggil pastry untuk menyiapkan minuman penghilang mabuk, Dan Alisha pun meminum nya pelan-pelan lalu ia duduk di sofa.
"Kak apakah mereka membawa handphone ku? " tanyanya lagi.
"Ah itu saya kurang tau, apakah ponsel Nona tak ada?! " Alisha hanya menjawab dengan gelengan kepala.
"Apa Nona tak ingat rumah Nona? " tanya nya,
"Kak apakah kau percaya jika aku di jebak, mereka semua bukan Teman-teman ku, dan ponsel, uangku bahkan tas semuanya tak ada" Jelas Alisha dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.
"Omo, benarkah Nona! Maaf kami tak tau, " sontak mereka pun bergosip, Dan sesekali menatap ke arah Alisha dengan kasihan.
__ADS_1
"Nona ini makan dulu, tapi Nona bukan orang Korea asli kan? Nona orang mana? " tanya wanita yang setengah baya.
" Saya asli Indonesia, dan saya sedang tour ke Korea bersama siswa-siswi lain, tadinya saya menginap di hotel Hu Incheon lalu pindah ke hotel Seoul " jawab Alisha.
"Oh itu dekat Nona, naik Bus kota saja dan ongkosnya hanya 5000 won saja" ujarnya.
"Baiklah makasih, "
"Oh siapa nama Nona cantik ini?! " tanya wanita yang seumuran ibu Alisha.
"Alisha Daniela ilona," jawabnya dengan jujur.
"Nama yang cantik," ucapnya.
"terimakasih Nyonya, kalo begitu saya pamit dulu yah" Ujar Alisha seraya meninggalkan hotel tersebut dengan rasa sakit di kepala dan di hatinya yang Lagi-lagi di Prang oleh orang-orang yang membenci.
"Tunggu Nona" ucap wanita paruh baya tersebut.
" Iya ada apa ya Nyonya? " langkah Alisha pun terhenti.
"Nona bawa payung ini, mungkin akan turun salju nanti atau esok, atau Nona sebaiknya menginap aja dulu di sini!? " ujar nya.
"Tak apa Nyonya makasih atas kebaikan Nyonya, akan aku ingat sellau dan akan ku balas kebaikan Nyonya suatu saat nanti" ucap Alisha sambil memeluk wanita itu.
***>>>
Hotel Seoul cabang Hu Incheon
Jam 18:39
"Permisi apakah para wisatawan yang menginap di sini masih ada?! " tanya Alisha ke resepsionis.
" Oh maaf Nona semuanya sudah Cek out tadi pagi jam 9:00 langsung ke bandara Seoul internasional Nona, apakah Nona tertinggal? " jelasnya
"Oh begitu ya, makasih yah, "
"Iya aku tertinggal" lanjutnya lagi
"Oh kasihan, " ucap wanita itu
"Apakah boleh saya ke kamar 078" tanya Alisha.
"Buat apa Nona?! " tanya resepsionis tersebut
"Siapa tau ada barang milikku yang tertinggal, " ucap Alisha.
"Maaf Nona namun reservasi kami telah membereskan kamar tersebut dan semua telah di gantikan, lalu tak ada yang tertinggal selain kertas yang kami temukan di bawah bantan dekat jendela Nona" Ujar nya.
Alisha pun membaca isi surat tersebut, ternyata tulisan Dea 'Hallo All, Maaf kan aku, aku tak maksud menjebak mu namun aku terpaksa ikutan mereka, tasmu dan barang milikmu di buang dan ponselmu di jual disini dan aku sempat memohon agar mereka tak melakukan itu namun mereka mengancam ku dengan reputasi aku ke keluarga ku di kampung, Maaf kan aku Alisha, Maaf! Dea Rosmiati,' setelah membaca isi surat tersebut, Alisha hanya bisa diam dan bingung, ia tak memiliki benda selain uang pemberian Dea yang mungkin Diam-diam ia titipkan ke kasir.
'Kini uangku tinggal 75 ribu won,' batin Alisha, ia pun terpaksa buat belikan jaket atau coat. karena kemarin ia hanya menggunakan pakaian rajutan.
__ADS_1
Dan kini musim dingin dan mungkin esok atau nanti akan turun salju.