
"Hmmm gitu kah?" Jawab Alisha dengan menatap ke arah jalan.
Alisha pun menelan ucapan Chloe, tadi ada benarnya juga dan juga berfikir apa ia? jika aku menjaga kesucian ku maka calon imam ku juga saat ini tak berpacaran?' Pikir Alisha dengan memunculkan senyuman di bibirnya.
"Hei kenapa kau melamun?" tanya Chloe.
"Aku lagi kepikiran Bu Widia," dalihnya, 'mana mungkin aku bilang aku kepikiran semua ucapannya walau pun ada benarnya namun tetap aku malu dong,' batin Alisha.
••~~~
HOTEL HU INCHEON
Setelah selsai berkeliling mereka pun kembali ke hotel, lalu langsung kembali ke kamar Masing-masing, Karena mereka semua begi kelelahan.
Hari ini magrib baru sampai dari wisata, dan memang Magrib di Korea rata-rata jam 19:17 dan terbenam nya matahari di sini jam 19:16 namun Subuh pun sama halnya di Indonesia, Zuhur, Asar jam 16 lebih namun yang membedakan jam Magrib yang begitu lama.
Setelah jam 21:00 semua mahasiswa di perintahkan untuk berkumpul di lantai dasar, karena ada suatu pengumuman yang mungkin begitu penting, mereka pun segera ke bawah.
"Selamat malam semuanya ... Perkenalkan nama saya Ah In, jika yang ingin tau artinya dalam bahasa indonesia yang artinya saya itu ramah, dan baik hati hehehe..." ujarnya dengan gurau.
"Dan yah saya di sini untuk menggantikan Pak Lee, Di karenakan ada urusan yang amat mendadak yah," sambungnya lagi.
Ia memang benar-benar cantik dan ramah juga murah senyum, seperti namanya.
"Jadi saya akan umumkan besok kita akan ke Masjid kata Kak Lee begitu karena 70% dari Wisatawan adalah beragama Islam, Dan Ke-dua kita ke taman Incheon yang lagi Hits dan banyak wahana yah, hem..." jelas nona Ah In.
"Dan yang ke tiga kita ke pantai Jeju," jelas Nona Ah In namun ia membaca lagi dari isi chat yang ada di ponsel pintar miliknya.
"Eh sorry jadwal ke Jeju batal yah, kata Kak Lee karena perjalanan membutuh kan dua jam, maka di ganti ke pantai terdekat saja, bagaimana menurut kalian?" lanjut Nona Ah In.
"Yaaahhhhh!" Keluh mahasiswa serentak, semua siswi berdiskusi dan berbicara Masing-masing, hingga nona Ah In menjadi bingung dan mencoba meredakan kekecewaan mereka.
"Yah gimana sih Kak! jangan lah ..., masa di batalin sih!" keluh salah satu siswa.
"Ya Kak! betul tidak apa-apa, meski makan perjalanan dua jam, kami tak akan kecewa, padahal kami semua telah bayar Mahal-mahal masa di batalin sih!" susul yang lainnya.
"Ia Kak ah gak asik nih!"
"Hoooooohhhh!" sorak mereka sahut menyahut.
__ADS_1
"Bisa tenang semua hello .... semuanya bisa tenang!!!! " Seru nona ah in, namun tak ada yang menggubris teriakannya.
Hingga terlihat Ah In mulai emosi dan ingin menangis saking kesalnya, Ah in adalah seorang wanita yang lembut dan sabar, sehingga ia tak bisa mengeluarkan emosinya, Namun ia tak bisa meluapkan emosinya hanya bisa menangis jika ia tak di hargai, Hingga Alisha merasa tak tega melihatnya.
Alisha mengepalkan tangannya, lalu ia melihat ada salah satu pemandu yang sedang memegang microform, ia pun merebut Microform yang di pegang Kak An He Mouci yang bertubuh rada gemuk pemimpin group dua.
"HEI... BISAKAH KALIAN HARGAI KAK AH IN! DIA MENANGIS GARA-GARA KALIAN! APA KALIAN BISA DIAM SEBENTAR! DAN HARGAI KAK AH IN UNTUK BERDISKUSI DAN MENJELASKAN!" seru Alisha dengan penuh amarah.
Alisha pun merasa heran pada dirinya sendiri. Tak tau keberanian dari mana, Ataukah mungkin karena omongan Lisa sahabatnya itu.
---
"Keluarkan Pesiko kamu jika ada yang ditindas atau membela yang benar dan juga jika kau ditindas" ucap Lisa sahabatnya Alisha.
---
Setelah selsai mengeluarkan amarahnya, Alisha kembali ke tempatnya, seraya menatap tajam ke arah semua mahasiswa lainnya yang ribut, terlihat semua siswa merasa takut Kepada Alisha seketika itu.
Setelah sampai di barisannya, Alisha tertegun akan perbuatannya.ia pun sedikit menyesal dan juga ada rasa bingung.
'Eh apa yang barusan aku lakukan? itu sungguh memalukan! kenapa emosi ku tak terkendali begini' Gumam Alisha seraya memegangi Microform yang masih berada di tangannya.
Alisha pun membalasnya dengan senyuman, Tak tau mengapa hatinya terasa begitu lega dan merinding. saat Kak Ah In mengucapakan kata makasih dengan tulus dan juga ada rasa terharu, Alisha merasa ada sesuatu di dalam hatinya.
'Aku merasakan bahagia,' Gumam Alisha dalam hati.
Setelah menatap ke arah Alisha, kini Kak Ah In pun melanjutkan membaca isi dalam ponselnya.
"Ekheem... baiklah saya akan berdiskusi lagi sama Pak Lee, jadi kita tetap ke Jeju? tapi kita harus berangkat jam 6 pagi, jadi sampai sana jam 8. kita bisa menghabiskan waktu yang lama, namun di larang ada yang komen lelah! itu karena pilihan kalian sendiri kan?" Ucap Kak Ah In.
"Dan tempat yang akan di datangi setelahnya atau ke empat, atau wisata kalian yang ke 6 adalah ke Seoul dan ke Gunung Namsan. Lalu selebihnya kita akan menginap di hotel, salah satu cabang hotel ini yang berada di Seoul. Namun hanya satu malam dan Pak Lee juga sudah menyiapkannya, Dan hari ke tujuh atau terakhir... terserah kalian mau keliling ke mana, Bus kita akan menunggu di tempat itu juga," lanjut Kak Ah In.
"Jikalau kurang jelas maka saya akan kirimkan rekaman saya tadi ke Masing-masing HandPhone milik kalian," Ucapnya.
"Oke segitu saja.. Kalau begitu saya undur diri," ucapnya seraya menatap ke arah siswa-siswi yang menyoraki dirinya.
"permisi! selamat malam, silahkan kalian makan malam," Sambungnya seraya berjalan dengan langkah cepat meninggalkan para mahasiswa.
Setelah para pemandu pegi, semua mahasiswa pun mulai membubarkan diri, mereka menuju meja makan masing-masing, namun berbeda dengan Alisha, ia justru bergegas mengejar para pemandu tersebut.
__ADS_1
"Ah... Hai?" sapa Kak Ega Ga, salah satu pemandu.
"Ah... Hello Kak, ini saya mau mengembalikan Microform milik Kak An He," ujar Alisha seraya membungkukkan setengah tubuhnya sebagai tanda sopan dari ciri khas Korea.
"Hello, nama mu Alisha kan?" tanya Kak An He menggunakan bahasa Inggris.
"Ya hello Kak, Ini punya Kakak. maaf tadi main rebut saja, aku secara refleks Kak hehehe," jelas Alisha, dengan rasa canggung bercampur malu.
"Makasih yah, tadi kamu membela Kakak, Kamu gadis yang pemberani," sambung Kak Ah In sambil tersenyum manis kepada Alisha., Alisha pun tersipu malu melihat senyuman manis dari wanita cantik yang kini ada di depannya.
"Ini buat kamu," ucap Ah In seraya menarik tangan Alisha, lalu pun memberikan sesuatu di tangan Alisha.
Alisha pun membuka telapak tangannya, dan melihat benda yang begitu indah. Pemberian dari wanita cantik yang kini tengah menatapnya dengan penuh kasih sayang.
"Eonjengan i Beulochicheoleom Byeonhago Bichnal Su Issgileul" ucap Ah In, sembari senyum seperti biasa.
Alisha yang tak paham maksudnya hanya bisa garuk-garuk kepala yang tak gatal, dengan tersenyum bodoh, setelah itu Alisha pun pamit untuk undur diri, seraya mengucapkan terima kasih atas Bros yang Kak Ah In berikan, Selain cantik bros tersebut juga bermerek.
•••~~~
Setelah selesai makan malam mereka pun bubar lalu ke kamar masing-masing, begitu pula dengan Alisha, ia selalu menatap bros kupu-kupu pemberian Ah In, ia memasang bros tersebut di kerah bajunya.
---
Jam telah menunjukkan pukul empat pagi, tak terasa waktu begitu cepat. Di kamar Alisha seperti biasa, sudah mulai melakukan aktifitasnya, Alisha yang tengah mandi, sedangkan Aisyah yang kini tengah solat, sedangkan Aryanti jangan tanya lagi, seperti biasanya.
Setelah selsai mandi Alisha pun menyusul Aisyah solat Subuh, seperti biasa setelah selsai sholat baru membangunkan Aryanti.
•••~~~
6:00 para mahasiswa telah bersiap dan mereka semua telah selsai sarapan, Kini mereka akan melakukan perjalanan menuju a Masjid seperti yang di umumkan Kak Ah In tadi Malam.
Tak butuh waktu lama hanya 25 menit, Bus pun berhenti di Masjid yang megah dan mewah, ada sebuah kolam buatan di masjid tersebut.
Bangunan lima lantai itu berdiri megah di salah satu sudut Kota Ansan, tepatnya di Gyeonggi-do, Ansan-si, Danwon-gu, Wongok-do 714-5. Di ujung atas bangunan itu terdapat sebuah kubah berukuran tidak lebih dari 10 meter. Kubah berwarna emas dan sebuah lafaz Allahu Akbar, yang terdapat di bagian atas gedung itu, menjadi tanda gedung ini merupakan tempat ibadah untuk para muslim. Alisha memotret dan berdecak kagum akan pemandangan Masjid itu dan sambil mendengarkan penjelasan Kak Ah In yang cantik dan ramah tersebut.
•••~~~
__ADS_1