Jatuh Ke Tangan Sang Idola

Jatuh Ke Tangan Sang Idola
26. tower cinta


__ADS_3

Seperti biasa kini mereka semua telah berkumpul dan sesegera ke Seoul, mereka di suruh Membawa peralatan yang akan mereka bawa.


Karena mereka akan menginap di Hotel Seoul, dan akan Berkeliling di Seoul, setidaknya 2 tempat lagi dan 1 tempat lainnya, sepuasnya tanpa di Pandu oleh pemandu, dan Hotel di Seoul adalah hotel yang sama pemiliknya dengan hotel Hu Incheon yang saat ini di tempati. Dan sudah bekerja sama dengan para travelers, seluruh negara.


Para mahasiswa cukup besar mengeluarkan untuk tour ke Korea , oleh sebab itu banyak yang tak ikut, dan banyak juga yang gagal ikut.


Namun setelah ke Korea Alisha tak menyesal ikut tour ini, karena ke semua tempat yang ingin ia kelilingi, dan menginap di hotel yang cukup bagus dan nyaman. Dan kini mereka ke Seoul pun akan menginap lagi di hotel Seoul tersebut.


"Oke semuanya tak butuh waktu lama mari kita berangkat, " ucap Kak Lee, setelah mereka semua sarapan, dan bersiap untuk pindah posisi.


•••~~~


Jam 8:30


Seoul Korea Selatan



Mereka pun Bersorak-sorai, semua mandangin Gedung-gedung yang tinggi dan terpampang jelas, bukan di TV yang sering ia tonton di acara drama romantis korea. Namun ini ada di depan mata mereka, semua merasakan takjub melihat Gedung-gedung dari kaca Bus.


Mereka pun sampai di Hotel Sinseoul-Dong.



Mereka pun di tunjukan kamar Masing-masing, namun masih sama seperti sebelumnya satu kamar 3 orang.


Alisha kini masuk ke dalam grup Dea dan Fida, Alisha sedikit terkejut karena ia di gabungkan dengan mereka, ada rasa takut dan gugup.


"Kak dan Pak Rahmat bisakah saya tukar dengan yang lain saja?" ujar Alisa dengan nada Hati-hati.


"Kenapa memangnya All? " tanya Pak Rahmat, yang memang tak tau kerusuhan mereka.


"Tak apa Pak, aku hanya kurang nyaman saja, Dan aku sudah mulai dekat dengan teman ku yang kemarin satu kamar, Dan aku sudah nyaman dengan mereka " Dalihnya.


"Nah kan justru bagus All, kita bisa dekat kalo kita satu kamar, kan di antara kita masih ada ke-salah pahaman kan, jika kita satu kamar mungkin kamu akan tau aku orang Baik" sambung fida sambil merangkul Alisha, ia bertingkah seolah-olah orang yang baik dan ramah tamah.


"Yah benar all, kita kan masih ada sedikit ke-salah pahaman, Maaf all," ucap Dea, dengan nada lirih.


" Yah sudah semuanya masuk ke kamar Masing-masing yah, dan Alisha daniela ilona kamu Maafkanlah mereka, dan memperoleh erat hubungan kalian yang tadi salah faham ya kan all? " ucap Pak Rahmat dengan nada tegas.

__ADS_1


"Baik Pak" jawab Alisha.


Alisha kini tidur di lantai 2 dan nomor 078, Nuansa di sana masih sama dengan yang hotel sebelum nya, namun di sini jauh lebih ramai dan ada jendela untuk melihat pemandangan di bawah dan sekitarnya. Seperti biasa Alisha pun pilih di dekat jendela.



"Woooohhh ini jauh lebih nyaman dari hotel sebelumnya yah, dan lagi nuansanya Di sini jauh lebih indah," ujar Dea dengan takjub.


Dea adalah gadis desa yang tak pernah keluar negri dan tak pernah lihat Hotel-hotel mewah sebelumnya, Dan meski ini pertama kalinya juga buat Alisha, namun sebenarnya Alisha sudah terbiasa ke hotel dan pernah juga ke luar negri bersama papanya.


---


Alisha pun mulai membersihkan diri, ia melihat mereka saling tatap dan melirik ke raha Alisha, Alisha tak tau niat mereka.


•••~~~


10:00


Mereka di suruh berkumpul lagi, untuk menuju ke Gunung Namsan.


"Kalian Benar-benar ingin ke Gunung Namsan,?" tanya Kak Lee memastikan.


"Baiklah kami tak memaksa, sebenarnya masih banyak yang di rekomendasikan ke kalian semua, misal Mousium Nasional palace Musium of Korea dan Gwanghamun Square atau Taman Chenggyecong stream, " ujar kak Lee mencoba membujuk mereka ke tempat lainnya. Namun tak ada yang menjawab, mereka semua sudah bulat ingin melihat menara yang populer di kalangan film drama Korea. Pasalnya hampir di semua drama Korea pasti ada sebuah tower tersebut.


"Hmm baiklah, kalian milih ke Gunung Namsan maka kita berangkat dan pulang jam 23 atau jam 00 yah kalian di larang mengeluh ini dan itu, ini permintaan kalian kan, "


"Ya Kak Leeee" jawab Siswa-siswi serentak, mereka sudah tak sabar ingin ke Gunung Namsan.


----


Tak butuh waktu lama mereka pun berangkat menuju Gunung Namsan yang melegenda itu


***•~~


Gunung Namsan



Kini mereka mulai mendaki, Gunung yang ay terpopuler yaitu Namsan tower atau biasa di kenal bukit cinta, dari bawah pun sudah terlihat di mata mereka tower cinta tersebut, namun lampunya belum menyala. Ternyata bukanya Gunung Namsan ini buka jam 10 dan tutup jam 4 subuh.

__ADS_1


'Pantesan Kak Lee mengajak kami pada jam 10:30 ternyata baru di buka' batin Alisha seraya menatap keindahan gunung Namsan.


"N Seoul Tower atau yang lebih dikenal dengan Namsan Tower merupakan salah satu destinasi wisata populer di kota Seoul ini. Tempat ini terletak di atas gunung Namsan dengan ketinggian 479 meter di atas permukaan laut dan menjadi landmark paling mencolok di Seoul. Tinggi menaranya sendiri sekitar 237 meter." Jelas Kak Ah in menjelaskan tentang menara cinta.


"Namsan Tower mulai dibangun pada tahun 1969 dengan tujuan untuk difungsikan sebagai pemancar radio dan televisi. Baru, pada tahun 1980, menara ini dibuka untuk umum dan dijadikan objek wisata yang menawarkan pemandangan indah Kota Seoul dari puncak menara." jelas pemandu Kak Wui.


"Warna lampu di Namsan Tower pada malam hari Berubah-ubah sesuai dengan kondisi udara saat itu. Warna biru menandakan cuaca sangat baik. Warna hijau menandakan kondisi udara tidak terlalu baik dan disarankan menggunakan masker. Sedangkan warna merah menunjukkan bahwa udara sangat buruk dan jika begitu masyarakat di di anjurkan tidak keluar rumah." lanjutnya


"Oh ... begitu rupanya?" Semua murid mendengarkan penjelasan Kak Wui tersebut dan ternyata begitu cara Lampu-lampu tersebut menyala.


"Ternyata ada pengukuran suhu di menara tersebut kak?" tanya salah satu siswa.


"Yah," jawab Kak Ah In.


"Udara saat ini sangat dingin, di karenakan mungkin besok atau lusa akan turun salju," ucap Kak Ah In.


Para mahasiswa menggunakan jaket tebal dan coat bahkan ada sebagian Siswa-siswi yang menggunakan sarung tangan.


"Apa karena ini, Kak Lee membujuk kami ke tempat lain karena suhunya begitu dingin?" tanya Alisha kepada Kak Ah In.


"Heheh... iya begitu, di tambah lagi masih banyak tourist yang akan menggunakan jasa kami, Jadi begitu sibuk, Dan Kak Lee adalah ketua jadi maklum kalau begitu sibuk, Dan di sini udaranya cukup dingin, Ya kan?" jelas Kak Ah in sambil menggosokkan kedua tangannya dan meniupnya.


"Ya Kak aku juga menggunakan lengan panjang rajut dan di luar coat masih saja aku merasakan dinginnya udara," jawab Alisha.


"Nah itu dia," Ucap Kak Ah In.


Ah In terlihat dari kalangan atas, atau orang kaya, namun entah kenapa mau bekerja di perusahaan pemandu wisata, Dari setia pakaian semua bermerek , Dari mulai jam tangan , Sepatu dan lainnya, Belum lagi penampilannya yang begitu elegant. Namun ia juga asik untuk di ajak berteman.


Alisha tersenyum melihat Kak Ah In yang melontarkan senyuman padanya, Dan sesekali Kak Ah In menunjuk ke arah taman di sekitar Gunung Namsan tersebut.


"Apa kamu punya kekasih Lisha?" tanya Kak Ah In, mendengar ucapan dari kak ah in membuat Alisha sedikit terkejut, pasalnya Kak ah in memanggil nama ujungnya, yah kebanyak orang Korea memanggil nama orang dari belakang bukan dari depan sebagai tanda sayang.


"Tidak Kak, Aku masih Singgle," jawab Alisha dengan jujur.


"Yah sayang dong," Gumam Kak Ah In, namun masih terdengar oleh Alisha.


"Memang-nya kenapa Kak?" tanya Alisha merasa sedikit bingung.


__ADS_1


"Kau tak tau? Namsan Towers menjadi tempat favorit pasangan yang sedang jatuh cinta karena gembok cintanya. Terdapat satu area di Namsan tower yang penuh dengan gembok yang dipasang di tembok. Biasanya para pengunjung Muda-mudi sudah mempersiapkan sebuah gembok yang ditulisi namanya dan pasangannya, kemudian dikunci, dan kuncinya dilempar ke bawah area Gunung." jelas Kak Ah In.


__ADS_2