Jatuh Ke Tangan Sang Idola

Jatuh Ke Tangan Sang Idola
11.Otway ke tempat sejarah


__ADS_3

Setelah selesai sarapan ...


Para pemandu wisata menyerahkan sebuah kartu studi tour, atau sebagai tanda pengenal, tertera identitas mereka dan universitas. lalu di kalangan agar tak hilang dan dapat terlihat dengan jelas.


Alisha bersetelan coat dan kabaret warna pink yang senada dengan coat yang ia kenakan, dan menggunakan sepatu warna putih sepatu tali kelinci.


Mereka pun di pandu dan berjalan menuju parkiran yang sudah ada bus Korea, yang berwarna putih dan merah. grup Alisha bergabung dengan grup nomor 7, 8,9 dan 10.



Dalam satu bus ada 60 kursi, dan di jok kursi ada sebuah handuk kecil, yang lainnya layaknya bus biasa pada umumnya. Hanya saja yang membedakan adalah ada WiFi dan ada penghangat, karena di Korea ada musim dingin dan salju.


•••~~~


Alisha duduk sembari mendengarkan musik, menggunakan handsetnya. ia memejamkan matanya saat mendengar suara merdu JiMin menyanyikan lagu with you.


Namun Alisha dikejutkan oleh seseorang yang tiba-tiba mencabut earpod dari telinganya,


'Aku kira geng iblis yang rese ternyata Chloe yang ada si sampingku?' batin Alisha seraya membelalakan kedua matanya karena syok, Chloe hanya tersenyum, melihat ekspresi terkejutnya Alisha.


"Kenapa ... kaget yah? maaf yah?" tanya Chloe.


"Jelas aku kaget, aku lagi asik denger musik dan tak ada siapapun di sampingku, eh kamu tiba-tiba saja mencabut handset ku, aku terkejut lah masa nggak sih." gerutunya sambil memanyunkan bibir.


"Maaf," sesal Chloe, ia merasa bersalah.


"Eh, tak apa. kamu mau ke mana?" tanya Alisha karena Chloe hendak berdiri.


"Kamu marah sama aku?" tanya Chloe.


"Ya nggak lah ... masa gitu aja marah sih?" jawab Alisha.


Setelah mendengar jawaban Alisha, ia pun tersenyum lalu duduk kembali di samping Alisha.


Kini bus pun melaju menuju wisata pertama yang di tuju yaitu tempat bersejarah di Incheon, Gapgotdondae fortification tempat medan perang di Dinasti kuno.

__ADS_1



Tak butuh beberapa lama hanya 45 menit sampai lah di tempat bersejarah tersebut.


Pertama di suguhi pepohonan yang hanya bisa di lihat di serial TV drama Korea, dan Dinasti tersebut adalah yang paling megah di Korea, mereka pun di pandu dan di jelaskan oleh pemandu masing-masing.


Widia mengawasi Alisha, ia mengikuti grup Alisha. ia selalu di sampingnya atau di belakang, ia sesekali memotret Alisha secara diam-diam. Setelahnya ia kirim hasil jepretan tersebut ke Papa Alisha, Alisha merasa curiga selama ini akan hubungan dosennya dengan Papanya.



Selanjut mereka masuk ke tempat bersejarah tersebut, terlihat danau yang begitu luas, Alisha pun memotret pemandangan tersebut lalu ia kirimkan ke sahabatnya,Lisa. Sesekali Alisha berselfie dengan hamparan bunga yang cantik di taman tersebut.


Di sepanjang pembatas hanya di penuhi bunga yang rimbun untuk pagar, di atas tembok pembatasan tersebut. Konon katanya tak pernah berubah dari jaman dulu, tanaman tersebut memang untuk pagar pembatas di kiri kanan jalan istana kerajaan.



Selanjutnya mereka masuk ke taman yang amat luas, seluas stadion barcelona, ada banyak pohon yang daunnya warna orange dan ada yang kuning, saat angin bertiup begitu sejuk dan segar, di iringi daun-daun yang berjatuhan.


Benar-benar bak di serial TV drama Korea, Alisha bak bintang utamanya, Alisha tak mau menyiakan waktu, ia ber-selfie memegang daun yang jatuh tadi yang berbentuk jari atau bintang.


Setelahnya mereka di giring ke area danau, di mana bisa melihat danau dan jembatan yang ada di sebrang sana dengan begitu jelas, sebelumnya mereka melewati anak tangga yang terdapat mitos, konon katanya jika bener menebak anak tangga tersebut, maka semua impian maupun keinginan akan tercapai.



"Apa kalian menghitung anak tangga tadi?" tanya Kak Lee.


"Saya kak,"


"Saya kaka," semua unjuk jari,hampir semua menghitungnya. Termasuk Alisha, awalnya ia tak ingin menghitung, dan ia tak percaya akan mitos tersebut.


Namun benar saja, jawaban dari mereka semua berbeda-beda, ada yang 1000 ada yang 1500 ada yang hanya 500 ada juga yang 2000 dan salah satunya Alisha, ia menghitung hingga 3333.


"Kak aku 3333," ucap Alisha, mendengar jawaban Alisha, kak Lee pun tersenyum.


"Kenapa aku yang banyak sendiri yah?" gumamnya.

__ADS_1


"Hahahaha ..." geng iblis dan lainnya tertawa terbahak-bahak, meremehkan dan mengejek Alisha.


"3333 kamu gak salah tuh? atau kamu gak capek gitu ngitungnya?" tanya Fina dengan nada ejekan.


"Nggak kok, kan seratus seratus jika udah aku lipat jari 33 jari berapa kan tinggal di kalikan wee..." jawaban Alisha sembari menjulur kan lidah.


"Udah nggak apa-apa, malah bagus kok ada lagi yang 500, kamu siapa nama mu?" tanya Kak Lee kepada Fina.


"Fina kak," jawab Fina dengan wajah merah sumringah dan PeDe.


"Fina kamu 1400 bukan? lalu kenapa temanmu ada yang 2000? dan dia juga 1500," tanyanya kepada Fina sembari menunjuk dua sahabatnya, Fida dan Fani.


Fina pun terdiam karena malu.


"Baik ... sekarang kalian boleh main di taman ini sesuka hati kalian, dan jika ingin lihat bintang atau bulan boleh, pakai teropong tersebut," ucap Kak Lee menunjukan teropong yang ada 10 berjejer ke arah danau dan pemandangan kota.


"Kenapa kamu menghitung sampai 3333?" Kak Lee masih penasaran akan hitungan Alisha.


"Astaghfirullah, kakak ngagetin saja," ucap Alisha terkejut, karena ia sedang asik dan fokus dengan mengirimkan foto kepada adiknya dan sahabatnya.


Datanglah seorang wanita cantik, yang bertugas memandu kelompok nomor empat. "Wae Yeogiis -EO," ucap wanita tersebut dalam bahasa Korea jelas Alisha tak paham.


Mereka berbincang dalam bahasa Korea, Alisha yang tak paham bahasanya, ia hanya bisa menjauh secara diam-diam.


"Eh, iya bener juga sih, kenapa yah aku paling gede sendiri? dan aku kaya ngerasain dhe javu deh," gumam Alisha.


"Oh iya, aku ingat. pas aku sama Lisa ke makam salah satu wali, di Magelang Gunung pring yang tangganya juga ada beribu-ribu aku sempat ngitung dan sama 1333 sedangkan Lisa hanya 1200. mitosnya juga sama kali yah?" gumamnya.


Setelah memikirkan tangga, Alisha pun berjalan menghampiri gubug yang mewah. Konon katanya tempat para Selir-selir panglima santai, ada begitu banyak pohon, taman yang indah, dan di bawah gubug dinasty tersebut ada kolam ikan dan memang ada ikan koi juga ikan dewa. Alisha pun memotret pemandangan tersebut dan dirinya.


Cek Rek ...


Cek Rek ...


Cek Rek ...

__ADS_1


__ADS_2