
hari ini adalah pernikahan kaka, dan hari ini adalah hari bersejarah bagi kakanya
nabila senang akhirnya bisa merelakan ka fauzan, saat nabila. menyadari 1 hal membuatnya sedih kembali saat mengenangnya. nabila kira hari ini adalah hari yang bahagia untuk keluargany , namun tidak semua, nabila malah merasakan kesedihan dihari bersejarah kaka.
nabila tak mengira hari ini akan bertemu seorang yang mungkin masih si benci dan masih di sayang. dia adalah abinya profesor hadi.
semua keluarganya bersiap-siap karena acara akan dimulai. kakanya sedang di rias dikamar pengantin bersama ka fauzan.
nabila bingung ingin langsung bersiap-siap atau nanti "sekarang apa nanti yah emm". mencoba baju apakah sesuai dengan badannya takut membuatnya terlihat gendut.
setelah 20 menit mondar-mandir masih menggunakan baju biasa dan tak ingin keluar namun apa daya "kalau aku ngak keluar pasti umi mikirnya ada apa-apa yang bersangkutan dengan ka fauzan".
akhirnya nabila bersiap-siap " tunggu..aku masih heran, kan aku pendamping wanita..dan sia pendamping pria yah???.bertanya sendiri. nabila menggunakan bajunya dan tak lupa berdandan agar cantik dan dibegi sddikit polesan lebih.
#aula pernikahan#
"assalamualaikum umi!". seorang lelaki menghampiri umi dibalik pintu.
" waalaikumsalam, kalian sudah sampai!!.berangkat jam berapa??.sampil mengangkat tangan untuk dicium lelaki tersebut.
"assalamualaikum umi.....,apa kabar?" suara laki-laki paruh baya yang sedang menghampiri umi.
"waalaikumsalam, baik". dengan nada rendah dan mendungkluk.
" assalamualaikum zahra!".seorang wanita paruh baya yang memberi salam kepada umi.
"waalaikumsalam mba". umi langsung mempersilahkan mereka masuk.
saat semuanya sudah selelsai nabila lakukan. nabila turun dengan pede. namun saat mendengar suara salam dari laki-ki paruh baya membuat nabila kaget dan kepo, setelah melihat sosok laki-laki yang memasuki rumah dan memberi salam. ternyata dia adalah abi yang tak ingin diihat.
hatinya langsung terasa ditusuk dan membuat air matanya keluar yang membuatnya masuk kembali kekamarnya apalagi laki-laki itu menggandeng wanita yang paling dibencinya.
" ya allah kenapa dia harus dateng".menangis deras yang tak bisa ditahan.badannya tersungkur lemas kebawah seperti orang depresi.
"nabila turun sayang". umi memanggilnya.
mendengar panggilan umi " sebentar umi". segera mengusap air mata dan membenarkan sedikit make up agar tak terlihat sehabis menangis dan segera turun agar orang tak tahu keadaannya.
__ADS_1
" umi panggil aku ada apa???".sambil turun dan menghampiri ruang tamu.
nabila hanya diam tak ada satu katapun disaat sudah sampai di depan semua orang. menekuk wajah dan terlihat suram.
"adek, apa kabar??.laki-laki yang memecah keheningan yaitu ka daffa, kaka tirinnya.
" baik ka alhamdulillah".cuek dan acuh.
"nak abi mau bicara sama kamu nabila!!". dengan suara yang tersedak-sedak karena batuk.
mendengar ucapan abi, umi langsung menyuruh semua orang masuk agar tidak mencampurinya" ayo kalian masuk".
melihat nabila ikut masuk kedalam umi langsung mencegahnya"nak duduk dulu, abi mau bicara".sambil mendukluk.
semua meninggalkan nabila dan abi. disini hanya ada sunyi yang begitu keras yang ada di kupingnya sambil duduk berjauhan dengan abi.
"apa kabar nak". abi memulai pembicaraan pertama.
" baik bi alhamdulillah...., abi apa kabar??.sambil mencium punggung tangan abi yang tak pernah selama ini dipegang rasa yang begitu gemetar saat pertama kali memegang tangannya dan saat meraih tangan abi, rasanya begitu rindu sampai meneteskan air mata ditangan abi.
"maafkan abi dulu ya nak!.abi salah".
" nak tunggu......,waalaikumsalam".pasrah.
begitu berat nabila melangkahkan kakinya menuju kamar, butiran-butiran kecil menetesi pipi membasahi cadar dan baju. dibalik tirai nabila berdiam, memandangi wajah abinya yang sedang batuk, menahan semuanya dalam-dalam agar bisa membuatnya tegar" apakah aku harus selalu mundur saat menghadapi masalah kenapa??.. hanya satu salaman saja sudah membuatku gemetar tak berdaya".
"nak!!. ko kamu ki disini??". membuyarkan tangisan nabila.
" eh umi!!"mengusapkan air mata.
melihat anaknya menangis, umi langsung memeluk"nak..umi tahu ini berat tapi mau sampai kapan kamu kayak gini terus". nabila mencoba tersenyum lebar untuk menenangkan hati umi yang gelisah.
karena menangis membuat cadar dan kerudung nabila kotor terkena make up. jadi nabila menggambil kerudung di kamar ka alina karena tak ada warna yang sama yang dimiliki nabila.
" ka!!. apa kaka punya kerudung yang sama dengan ini??". tiba-tiba masuk kamar pengantin dan langsung diambilkan.
" kak, kan aku pendamping wanita, terus siapa dong yang jadi pendamping laki-laki??? ".saat teringat omongan kakanya kemarin.
__ADS_1
" lah masa kamu ngak tahu sih, diakan calon imammu dek". begitu jujurnya berbicara.
kaget dengan perkataan kaka"calon imam**ku**.
" ya sana".sambil mendorong keluar dan memberi banyak peralatan make-up.
nabila memilih mengganti kerudung dan cadarnya di kamar mandi sambil menaruh kerudung kotor di bak cucian. 15 menit lebih nabila berdandan. saar keluar tiba-tiba ada laki-laki yang terdiam setelah melihatnya, dia tak bergerak sedikit pun."mas"......" mas"......"mas......" mencoba memanggil tetapi dia tetap diam.
"mas". sambil menepuk bahu dan akhirnya dia sadar dengan lamunannya.
" eh..na..bi..la".nada gugup yang keluar.
"loh ko mas zidan gugup sih???"
"ngak ppa, tadi aku liat....bidadari"yang dimaksud bidadari adalah nabila.
" bidadari.....mana mas mana??.nabila bahagia sekali saat zidan bilang ada bidadari karena nabila tak pernah melihat wujud asli bidadari.
"ada didepan mataku".sambil menatap mata nabila.
" mana???...coba aku liat!!.mendengar nabila zidan langsung jongkok dan membuat mata dia berada di hadapannya.
"liat yang teliti yah". sambil tersenyum menggoda.
" deg...deg..deg "suara itu yang terdegar jelas disaat matanya bertatapan dan langsung pergi karena malu dan tak tahu apa rasa yang sekarang dirasakan.
pesta pernikahan
semua tamu telah berkumpul semua, semua properti , dekorasi berwarna merah, dan baju pengantinnya juga berwarna merah. pokoknya serba merah.
baju yang aku gunakan juga merah, tetapi yang membedakan adalah motif, setiap pasangan beda motif.
nabila dan zidan dengan baju dan motif yang sama, berdiri disebelah alina untuk menyalami para tamu.
tak menyangka, rasa nyaman yang meliputi diri jika disamping zidan, dan ada rasa canngung karena ada tamu yang bilang " kalian sangat cocok yah, kapan nyusul".itu membuat hatinya ber debar-debar begitu kencang dan malu karena perkataan pasangan itu ,sekilas melihat ke arah zidan yang ada disampingnya dan dia juga seperti salah tingkah.
nabila heran dengan perkataan zidan kepada pasangan tersebut yang menandakan bahwa nabila dan dia memiliki hubungan."ingsaallah nanti nyusul****".nabila dibuat kaget kedua kalinya yang membuat pipi merah dan rasa deg..degan begi kencang hingga jantung ingin copot.
__ADS_1
semuanya berjalan lancar tak terkecuali, nabila yang masih merasa malu dibuat zidan akhirnya pergi keluar untuk mencari seasana yang damai dan zidan mengikutinya dari belakang yang membuatnya diam. "kita bukan muhrim kenapa berdua-duaan kaya gini!!!."tetapi nabila tak bisa mengucapkannya.