Jawaban Sholat Istikhoroh Ku

Jawaban Sholat Istikhoroh Ku
hari baru


__ADS_3

setelah melewati hari kemarin yang dianggap nabila hari yang menyakitkan akhirnya sekarang nabila menjalankan hari barunya agar bisa menjadi lebih baik lagi dari hari sebelumnya.


"sekarang aku sudah memulai hari baru yang mungkin akan lebih cerah dari yang sebelumnya". batin nabila yang semangat menjalani hidup.


tak lupa kebiasaan nabila di sepertiga malam untuk bertemu sang maha pencipta untuk berdoa dan curhat atas apa yang dideritanya.


semua rasa sakit dan rasa penyesalannya diungkapkan di sholat istikhorohnya agar bisa lebih tenang menjalani hari-hari mendatang.


sudah dari kecil tak pernah melupakan dan malas menunaikan sholat sunah ini. sholat sunah ini diajarkan dari orang yandi benci dan yang disayang, pernah 2 tahunan lebih tak melaksanakannya tetapi rasanya ada yang hilang didunia ini.


rasa penyesalan yang ada dan entah mengapa rasa rindu dengan sholat itu selalu terbayangkan oleh pikirannya dan akhirnya menyadari apa yang hilang dihidupnya yaitu sholat istikhoroh disepertiga malam.


setelah menyadari dan mencoba untuk pertama kali sholat istikhoroh yang pernah dilakukan tetapi ditinggalkan, tangisanpun pecah entah apa yang melanda diri, rasa rindu yang begitu amat dalam akhirnya bisa bertemu lagi dengan sang maha kusa di sepertiga malam dan meminta ampunan agar bisa lebih baik kedepannya.


sekarang nabila merubah hidupnya, dan selalu melaksanakan sholat istikhoroh.


karena sakit nabila tidak bisa berangkat kuliah, setiap hari pak dokter harus pergi kerumah untuk memeriksa kondisi nabila.


memang aneh seorang dokter yang menawarkan diri bahwa setiap hari tak pernah lupa bahkan sampai 2 kali sehari kerumah nabila untuk memeriksa keadaannya.


"assalamualaikum". pemuda menghampiri nabila dan memberi salam.


" waalaikumsalam",eh pak dokter, pagi-pagi sudah sampai??". melihat dokter saat menghampiri nabila memasak.


"ya, ouh ya nabila, tolong jangan panggil aku pak dokter!."merasa risih jika dipanggil pak dokter oleh nabila.


" lah trus panggilnya apa??."begitu polos menjawabnya.


"panggil aja mas kan lebih afdol". merasa suka jika dipangil mas oleh nabila.


" mas??.kenapa harus mas??".tanya nabila sambil membuatkan kopi.


"karena aku ingin lebih dari saudara".


perkataan yang langsung keluar dari mulut zidan dan itu membuat nabila bingung.


nabila mempersilahkan duduk zidan dengan memberikan sebuah kopi agar tidak mengantuk dan lebih frees. nabila melanjutkan. memasak dengan didampingi umi .


"diminum pak dokter..nabila susah sekali diatur..dibilang jangan masak malah dia langsung pergi memasak sendiri". ucap umi yang menghampiri mereka setelah pergi kekamar kecil sebentar.


" ya ngak papa..kalau tambah parah ya tinggal disuntik". ucap zidan menggoda sambil tersenyum.


"ngak lah..ngak boleh..masa langsung disuntik begitu ajah". langsung menjawab dengan mata yang sinis melihat zidan dan membuat zidan geleng-geleng atas tingkah laku nabila.


setelah selesai masak. nabila dan zidan masuk kekamar untuk memeriksa keadaan nabila. setelah memasuki kamar, ada rasa yang meliputi hati nabila, dan terasa kamar ini tak sepi lagi, seperti ada sosok orang yang membuat kamarnya membuat ramai, tetapi dikamar hanya ada nabila dan zidan. itu yang dipikirkan.


"kenapa rasanya ramai sekali disini..tapi padahal aku sama mas zidan aja dikamar".batin nabila


setelah selesai memeriksa, zidan keluar dari kamar dan kamar terasa sepi disaat mas zidan keluar kamar.


"aku heran kenapa bisa begini rasanya". rasa deg degan disaat berdua dikamar dan diperkirsa.


setelah diperiksa nabila keluar dan menyiapkan sarapan pagi untuk makan bersama dengan zidan.

__ADS_1


semua sarapan sudah disiapkan dan juga semuanya sudah duduk dimeja makan. nabila yang mengambilkan nasi untuk semuanya seperti biasa. tetapi rasanya aneh saat menuangkan nasi ke piring zidan seperti langsung menusuk hati dan membuat deg-degan. jantungnya serasa ingin copot.


"kenapa bengong dek". ucap zidan yang tersenyum lebar saat nasinya diambilkan nabila dan dilayani nabila dan tiba-tiba nabila berhenti mengambilkan nasi.


"tidak". menuangkan nasi dengan rasa canngung yang meliputi hati.


nabila makan satu persatu nasi memasuki mulutnya. nabila memandangi wajah zidan terasa hangat dan berwibawa, badannya bagus walaupun tak begitu tinggi hanya sekitar 160 m , wajahnya yang putih bersih. membuat nabila terkagum-kagum melihat zidan.


melihat nabila bengong memandangi zidan umi tersenyum bahagia dan membangunkan nabila dari lamunannya"ehemm..mata dijaga".


melihat zidan memandanginya dengan senyuman membuat nabila bersipu malu tunduk dan mencoba mengalihkan pandangan semua orang dengan melahap makanannya.


akhirnya telah selesai menyantap hidangan sarapan pagi hanya makanan biasa tak ada yang mewah hanya nuansananya yang berbeda.


zidan berbincang-bincang dengan umi, nabila hanya memandangi dari jauh karena takut jika dia menghampiri mereka hanya membuat ketidak nyamanan mereka berbicara.


"umi sama mas zidan ngomongin apa...bust aku kepo aja tapi ngak usahlah". memandangi terus hingga kakinya kesemutan."aduh...semutnya banyak banget".memarahi kaki kesemutan yang membuat kakinya sakit dan keram tak bisa di berjalan sejenak.


setelah 1 jam lebih dan memerima telpon dari


rumah sakit. zidan berpamitan dengan umi dan nabila yang sedang kesemutan.


"dek..mas pulang dulu..nanti mas kesini lagi". melihat nabila diatas dan berpamitan dengan wajah nabila yang menyembunyikan rasa sakit kaki.


" ouh yah"memegangi kakinya terus.


nabila dirumah hanya tidur, memgaji, membaca buku dan bermain hp yang membuatnya bosan. setiap hari zidan memeriksanya paling tidak 2 × sehari dan membuat nabila semangat tetapi setelah pemeriksaan zidan langsung pergi karena ada banyak pekerjaan yang membuatnya betmut dan kesal.


"aku siap berngkat". jiwa semangat dan positif.


saat sampai didepan. nabila berpapasan dengan zidan yang akan memeriksanya.


"dek..kamu mau berangkat kuliah??". ucp seorang laki-laki yang menghampirinya saat menuruni anak tangga.


"ya mas..alhamdulillah nabila sudah sehat ". tersenyum lebar melihat zidan ada dirumah pagi-pagi yang membuatnya tambah semangat.


"loh..kamukan belum sembuh total nak..ko udah mau berangkat..kalo pingsan disekolah gimana".ucap umi yang sedang menata makanan.


"iya tuh..susah banget diatur anak satu ini". ucap alina yang menyambar saat duduk memakan roti bakar.


nabila tak mengiraukan ucapan alina. baginya hanya angin lalu " nabila udah sembuh ko umi". dengan yakin mengucapkan kata itu.


"ya ufah setelah sarapan bareng nanti kamu fiperiksa dahulu.. kalau memang sehat kamu boleh berangkat. tapi kalau kamu pura-pura sehat. nanti 1 minggu kamu dirumah". ucap umi.


mendengrnya membuat bulu nabila merinding dan takut"i..iya" gugup.


setelah selesai sarapa nabila diperksa dan hasilnya nabila telah membaik dan boleh berangkat kuliah.


nabila senang sekali dan dia tak mrrasa bosan lagi selama 3 hari kemarin.


nabila berpamitan dengan uminya dan akan memesan ojek.


saat ingin memesan zidan menghampirinya" kita berangkat bareng dek..."ucap zidan.

__ADS_1


" ngak usah mas..aku bisa pake ojek". menolak sopan.


"sama saya aja...pake mobil biar ngak masuk angin". meyakinkan


nabila menetujuinya dan zidan mengantar nabila berangkat kuliah.


####


saat didalam mobil terasa sangat canggung dan malu. sepi sekali tak ada suara keluar hanya ada suara mobil.


"mas/dek". bersamaan.


"adek dulu aja/mas dulu deh". bersamaan lagi.


sidan menatap wajah nabila dengan senyum membuat nabila makin tersipu malu dan canggung.


"em...kenapa mas panggil aku dek..dan mas maunya dipanggil mas.. kayanya kurang sopan deh..kan mas dokter pribadiku". ucap nabila tunduk malu dan takut salah.


"biar pas..kamu panggil sku mas dan aku panggil adek".ucapnya yang sudah tahu pasti nabila akan menanyakan itu.


"kenapa🤔". melihat zidan dengan wajah yang polos.


melihat nabila memandanginya..membuat zidan tersenyum lebar" kan aku sudah pernah bilang. aku ingin lebih dari saudara". meneringah.


bagi nabila ucapan zidan itu ambigu dan tak bisa mengartikannya." emmn....maksud mas..astahfirullah haladzim..mas mau jadi bapak aku". dengan berteriak yang membuat zidan membeku. saat sebelum nabila menjawab. zidan begitu pede dan percaya diri pasti nabila senang dan bahagia dari keinginan zidan. tetapi saat mendengarkan jawaban nabila membuat xidan membafu dan hatinya remuk sekerika.


"apa aku cocoknya sama nenek-nenek apa".kesal dengan jawaban nabila.


"pantes..kemarin pas mas bicara sama umi..lama banget sampai kakiku kesemutan..pasti mas bicarain mau jadi bapak aku...pantes mas selalu baik sama aku setiap hari meriksa aku aja pagi sama sore, kaya aku minum obat 2 kali sehari". dengan polos menjawabnya yang membuat zidan mati rasa dan membatu kedua kali.


" bukan gitu nabila..maksud aku/ udah deh..mas ngaku aja" langsung menyakbar.


"*kenapa rasanya hati aku ngak suka yang kalau umi sama mas zidan..tapikan mas zidan baik, pengertian bahkan bukan hanya sama umi sama aku, dan kaka. umi juga kayanya suka sama mas zidan..bahkan setiap sarapan pagi umi masaknya enak dan mas zidan selalu sarapan pagi bareng..umi juga senang saat mas zidan kerumah".


" dasar anak ini..masa ngak ngerti yang aku omongin..malahan ngartinya aku mau jadi bapaknya😣😪😩". batin zidan*.


"dari pada ngak kelar-kelar mending diem aja deh...". menghela napas dalam-dalam.


setelah beberapa menit diam dengan suasana ambur adul. nabila masih bertanya tanya, zidan yang kesal dengan ucapan dan pikiran nabila yang membuat 1 mobil tak ada suara sedikitpun sampailah didepan kampus.


" makasih yah pak..udah mau anter aku". ucap nabila yang kesal karena zidan ingin menjadi pengganti abinya.


"lah ko pak sih...mas dong". ucap zidan keras.


"kan lebih afdol pak dari pada mas..kan pak zidan mau jadi bapak aku". ucap ketus.


"bukan gitu..panggil masa aja deh. biar setara". kaku sendiri.


"ya udabh..makasih yah masssss...dah😥". krluar mobil sambil dadah-dadah.


"dasar anak ini....harus gimana aku ngomongnya..kalau ngak langsung tude point nanti salah paham lagi".pergi meninggalkan nabila.


nabila memasuki kampus dengan wajah kusut dan tidak sesemangat sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2