Jawaban Sholat Istikhoroh Ku

Jawaban Sholat Istikhoroh Ku
BAB 38


__ADS_3

"apa kau sudah mempersiapkannya". ucap zidan dengan seseorang misterius.


"aku sudah siap dengan semuanya tinggal tunggu hari h kita beraksi".


"nabila doakan aku agar aku bisa sukses membawamu pulang dengan selamat" duduk dengan membayangkan kebersamaan dirinya dengan nabila. zidan sudah menyusun strategi tinggal melancarkan aksinya. dia bahkan melupakan kewajibanya sebagai dokter, setiap hari berurusan dengan orang-orang hebat agar menjadi kawan untuk melawan angga.


#####


"ya allah tolong beri jalan agar aku bisa kembali dengan suamiku, aku tidak suka disini karena aku hanya wanita penggancur rumah tangga dan lagi aku sudah memiki suami yang kau berikan padaku". menangis tiada henti saat melaksanakan sholat tahajud. tak bisa sedih atau senang seperti patung. hanya bisa memandang pandangan luar. ingin menggapainya namun banyak rintangan.


๐ŸŒž esok hari yang cerah


nabila masih terdiam dijendela memandangi dan berkhayal berada di luar menghisap udara luar, jalan-jalan, shoping, bercanda tawa dengan suaminya. begitu bahagia rasanya jika bisa seperti itu bagi nabila yang selalu dikurung dikamar hanya boleh keluar waktu makan saja. rasanya bosan, sedih, jenuh, pusing bercampur menjadi satu.


"tuhan kapan aku bisa keluar" ucap nabila.


"setelah kau menjadi istri sah ku sayang". ucap angga yang mengagetkan nabila tiba-tiba masuk kamar nabila tanpa mengetuk pintu seperti biasa. angga langsung duduk diranjang sebelah kursi yang diduduki nabila. nabila hanya menoleh melihat kedatangan angga tanpa bersuara.


"kau sangat ingin keluar sayang??". ucapnya sangat lembut selembut sutra. nabila menggangukan kepalanya bertanda iya.


"baiklah, kita keluar mencari udara segar, dandan yang cantik sayang, kutunggu diruang tamu". mengelus kepala nabila yang memakai kerudung.


"benarkah, ya allah akhirnya aku bisa keluar dari rumah yang ibarat sangkar ini dan bisa kabur dari genggamannya" bahagia tiada tara.


nabila memakai baju yang bisa digunakan untuk berlari kencang, ini pertama kalinya ia memakai celana panjang. karena tinggal dirumah angga, nabila tak pernah memakai cadar karena angga tak menyediakan cadar dan benci jika nabila memakainya. bahkan dilemari baju lebih banyak baju berlengan kecil dari pada berlengan panjang tapi nabila tetap memakai yang berlengan panjang walupun tidak memakai cadar.

__ADS_1


setelah beberapa menit nabila keluar dengan wajah gembira karena ada peluang untuk kabur.


"kau terlihat bahagia sekali sayang". mendekati nabila yang sedang berjalan turun tangga.


"ya, akhirnya sudah 1 bulan lebih dikurung aku bisa keluar". ucap dengan jujur.


" baiklah, aku akan sering mengajakmu keluar agar kau tak jenuh namun kau harus selalu bersamaku jangan coba-coba kabur dariku". menggandeng tangan nabila. nabila termenung mendengar ucapan angga yang tahu tujuan nabila.


"tidak, aku tidak akan pergi". ucap manis mencoba memecah ketakutan agar angga percaya. disisi lain 2 orang wanita yang melihat kemesraan nabila dan rangga merasa sangat marah dan terima apalagi bagi anggita.


"dasar ******, benar-benar hebat bersandiwara, didepanku ingin pergi namun dibelakang bermesraan dengan ka angga". ucapnya geram dengan sifat nabila.


"seharusnya yang digandeng suamiku adalah aku bukan nabila, kenapa hidupku begitu tak adil". sedih melihat suaminya menggandeng bermesraan dengan wanit lain didepannya.


"siapa suamimu!, minggir jangan halangi jalanku!". bentak angga. mendengar bentakan dan tak dianggap tak terasa air mata menetes dipipinya tanpa aba-aba.


"maafkan aku mba, gara-gara kehadiranku kau tak dianggap diaini. tapi tenang saja hari ini aku pasti pergi dari sini dan tak akan mengganggu rumah tangga kalian lagi" menarik tangan angga agar cepat pergi


"ayo ka angga nanti keburu panas๐Ÿ˜Š" mencoba tersenyum lebar dengan terpaksa.


"ya sayang, maaf tadi membuat kamu kaget gara-gara aku membentak wanita tak tahu diri". ucap angga yang sangat menyakitkan. kedua kalinya angga menyakiti hatinya sefina. lebih baik fisik yang tersakiti dari pada hati yang tersakiti.


"apa aku begitu tak berarti sama sekali dihidupmu mas bahkan kita sudah menikah lebih dari 2 tahun" jatuh tak berdaya. badannya tak kuasa menganggan bebas tubuhnya sendiri.


######

__ADS_1


nabila dan angga pergi menuju mal untuk berbelanja. nabila duduk termenung memikirkan betapa sakitnya seorang istri yang tak pernah disayang, dihormati bahkan dirinya tak dianggap ada oleh suaminya sendiri. nabila melirik angga karena tak percaya apa yang yang tadi terjadi. angga yang melihat lirikan nabila langsung menyahut gembira.


"apa aku. begitu tampan hingga membuatmu mencuri-curi pandangan". ucap angga sanagt pede dan bahagia mengira nabila sudah mencintainya.


"tidak, aku hanya mau melirik sana sini saja". elak nabila.


"kau hanya boleh melirikku yang lain tidak boleh". ucap angga tegas.


"hmmm". memalingkan wajah.


"ku bilang kau hanya boleh memandangiku!". menarik wajah nabila agar menghadap ke dirinya.


setelah perdebatan kecil dimobil nabila dan angga keluar dan masuk kemal ternama. angga menggandeng nabila dengan erat dan tersenyum bahagia melihat nabila ikut dengannya tanpa meminta memberi jarak dan tidak bepegangan tangan. sebenarnya nabila risih dengan gandengan angga tapi demi bisa kabur dia harus membuat angga percaya dahulu baru mencari kesempatan.


"ya allah maafkan aku yang bergandengan tangan dengan bukan mahromku"


mereka masuk mal melihat-lihat baju disiti nabila melihat berbagai jenis dan warna cadar yang ditata di deratan baju muslim.


"alhamdulilah, akhirnya aku menemukan cadar disini!" memengang salah satu cadar.


"jangan kau coba-coba membeli cadar untuk dipakai! atau kau ingin aku bakar semua baju panjangmu dan kusisakan baju mini". ucap angga memengang erat tangan nabila. mendengar ancaman angga, nabi langsung melepaskan cadar dan mengganti pokok pembicaraan "tidak, aku hanya melihat-lihat saja, ouh ya disana pasti banyak baju bu yang bagus buatmu ka". melangkah menuju deretan baju laki-laki.


"kapan ada kesempatan aku pergi, kalau gini terus ggal rencanaku" . dari tadi angga memegang tangan nabila dengan erat.


disisi lain zidan sudah marah sekali melihat kemesraan mereka dan sudah tak sabar melancarkan aksi.

__ADS_1


__ADS_2