Jawaban Sholat Istikhoroh Ku

Jawaban Sholat Istikhoroh Ku
jawaban nabila


__ADS_3

karena sekarang keluarga nabila disemarang, akhirnya nabila sementara menginap dirumah abi sekarang ini. hawa yang berbeda terlihat begitu jelas, dirumah ada anak ka daffa yaitu aminah dan alim, dan yang pastinya ada bu mila istri abi.


"ini kamar buat kamu yah dek, maaf sempit" kata istri ka daffa yaitu ka zizah.


"makasih ka" ucap nabila lembut


"umi!!, ini bulik nabila yang sering diceritakan umi bukan" tanya aminah.


"ya sayang, ini bulik nabila yang kamu ingin kaya dia" jelas zizah kepada anaknya.


"umi.... alim mau digendong bulik nabila" kata alim yang menghampiri dan memotong pembincaraan


"ouh alim mau digendong sama bulik....sini" sambil menyodorkan tangan.


"alim umurnya berapa" tanya nabila yang tak pernah kesini disaat ka zizah melahirkan, nabila hanya mendengar dari sms tak pernah melihat langsung anak-anak ka daffa.


"sungguh dengan aku membesarkan egoku, aku tak pernah merasakan kehangatan keluarga"


"maafin bulik yah ngak pernah nengokin kamu!!" ucap nabila merasa bersalah.


"bulik emangnya kenapa dak pelnah kecini, kan alim lindu cama bulik" ucap alim dengan logat cadelnya.


"ya maaf yah ponakan bulik yang paling ganteng" ucap nabila karena alim adalah satu satunya ponakan nabila yang laki-laki.


"nak udah malem buliknya mau tidur, cape buliknya dari jakarta ke semarang hayu tidur sama umi" seru zizah yang menghampiri kamar tamu.


"alim mau tidul cama bulik bolehngak umi"merengek.


"ngak ayo, bulik besok mau ke kakek" ucap zizah yang tak mau merepotkan nabila.


"ngak papa ka, aku ngak keberatan...ya itung-itung anak sendiri" ucap nabila yang ditertawakan zizah.


"mangkanya cepet nikah jadi punya anak sendiri" goda zizah.


"ya ka".t


*****


" ternyata punya anak senengnya, bisa merasakan apa yang tak pernah kurasakan"sambil melihat alim yang tidur begitu lelap.


"andai saja dia anak ku, aku akan sangat bersyukur mempunyai anak yang pintar sepertinya" ucap batin nabila.


karena begitu lelah akhirnya nabilapun ikut tidur lelap sambil memeluk alim seperti anaknya sendiri. mungkin karena umur nabila yang sudah pas untuk menjadi seorang ibu.


tak terasa haripun berlalu, sudah memasuki jam sepertiga malam dan nabila bangun untuk meminta ampunan atas apa yang dia lakukan selama ini dan meminta jawaban agar bisa menempati janji untuk memberi jawabannya zidan.


"ya allah maafkan hamba kenapa hamba tak pernah menyadari apa arti kebahagiaan" doa nabila.


"ya allah tolong kau permudahkan hamba untuk mencari jodohku ya allah, kemarin ada orang yang serius ingin menjadikanku seorang istri dan ibu bagi anaknya ya allah, maka aku hanya ingin ridomu, jika kau ridoi maka mudahkanlah, tapi jika kau tak meridoi maka jauhkanlah ya allah"


amin.....!!!!


******


karena nabila lelah maka dia tak menyempatkan diri untuk mengaji, dia langsung tidur setelah sholat tahajud dan istikhoroh.

__ADS_1


dan pagipun datang dengan hati yang gembira nabila membuka mata dan mengucapkan puji syukur karena telah diberi panjang umur dan telah diberi jawaban atas apa yang dia inginkan dan dia panjatkan doanya setiap malam.


"akhirnya aku bisa memantapkan keinginanku dan ingsa allah aku sudah siap untuk segala-galanya.


" umi....,umi "pagi yang cerah disambut dengan tangisan alim yang membuyarkan lamunan nabila.


" sayang sudah bangun"sambil menggendong.


"mungkin nanti kalau aku sudah menjadi istri dan sudah menjadi ibu akan seperti ini rasanya" batin nabila.


"ya sayang umi disini" menghampiri nabila dan alim diluar rumah.


"ngak papa ka, alimnya nurut ko ngak nangis, liat nih nurutkan" ucap nabila meyakinkan kakanya yanv melihat alim memeluk erat gendongannya.


"ouh ya ka, aku minta izin mau ngurus alim satu hari aja boleh ngak?" ucap nabila yang ingin merasakan bagaimana rasanya berkeluarga dan membunyai buah hati.


"cie....udh siap nih jadi ibu??" goda zizah.


"ingsa allah kalau ada calonnya" ucap nabila yang malu dengan godaan kakanya.


"kan udah ada....yang kemarin gelamar kamu!!!, pasti kamu udah ada jawabannya yang jelas jawabannya nerimakan....!!!!!" goda zizah lagi.


"apaan sih ka...di bantuin adeknya malah godain gimana sih" marah nabila yang malu karena godaan kakanya.


"umi... ganggu bulik aja cih....alim di cuekin nih...alim masih ngantuk" ucap alim yang tak terima dia tak diajak ngobrol karena terganggu.


"maaf alim....., bulik ngak bermaksud begitu!!" ucap nabila yang merasa ngak enak kepada ponakannya.


"dih...alim..pinter goda bulim juga yah...!!" ucap ka zizah kepada anaknya.


"apaan cih umi, ganggu aja..umi ulus mba aja, aku...cama bulik cantik" sambil memeluk nabila.


"dih...anak sama uminya sama aja.." sambil mencubit pipi alim yang tembem.


"duh cakit...nanti pipi alim abis dicubit bulik dong.." ucap alim yang tak terima.


nabila seharian menjaga alim dengan sekuat tenaga, pergi kesini..mau ini.. mau itu pokoknya banyak.


"ya allah ternyata punya anak itu cape...tapi seneng sih, ada temen curhat, main, pokoknya enak" batin nabila sambil memegangi pinggangnya yang pegal


karena hari mulai siang, nabila harus pergi kerumah sakit untuk menjaga abi dan juga membawa alim, karena ingin menjaga alim selama satu hari.


"assalamualaikum.. abi" ucap salam nabila degan membuka pintu.


"waalaikumsalam.. loh nabila kamu bawa alim??" tanya abi.


"ya bi..hari ini rencananya nabila urus alim satu hari..ya itung-itung buat temen" ucap nabila.


"buat temen apa mau belajaran jadi ibu??" goda abi.


"ngak ko abi" kesel nabila.


"ngak salah"


"assalamualaikum" ucap zidan menghampiri mereka yang membuat canggung nabila.

__ADS_1


"eh..nak zidan...mau ketemu nabila yah??" goda abi.


"apaan sih abi...mas zidan kesini itu mau jenguk abi yang sakit..bukan mau jenguk nabila...emang nabila sakit apa harus dijenguk" jelutak nabila yang tak suka dengan godaan abinya.


"aku kesini mau jenguk abi dan juga ingin meminta janji kepada seseorang" ucap zidan.


deg. deg. (suara hati nabila).


"ya allah kenapa aku" batin nabila.


"kan benar kata abi apa??"


"ya..tapi yang paling utama jenguk abi...ya kan mas??" mengharapkan zidan setuju dengan omongan nabila.


"insa allah".


" assalamualaikum "semua kelurga menjenguk abi.


" waalaikumsalam "semua yang ada diruangan menjawab salam.


" umi...kapan nyampe kesemarang" sambil menyalami tangan yang biasa dia cium setiap hari.


"satu jaman lah...tadi ke mba mila dulu baru kesini bareng-bareng"


"ouh gitu".merasa kesal mendengar nama itu


" alim...sama umi yah, kasian bulik, dari kemaren gendong kamu terus"ucap umi alim.


"dak mau...maunya cama bulik..kalau sama umi, semanya da boleh, mau beli ini dak boleh, ini angan, pokoknya banyak dak bolehnya" ucap alim protes dengan uminya.


"ya allah".


" zidan kamu???....ehem, ada yang lagi bahagia nih yeh..."ucap zizah.


"apaan sih ka" elak nabila.


"ouh ya umi..kemaren zidan ngelamar nabila tapi ngak tahu nabila udah jawab belum" ucap zizah kepada umi.


"ya nak...ya udah ngomong..sekarangkan kita kumpul satu keluarga...kamu jawab aja" ucap umi yang senang akhirnya anak terahirnya mau mempunyai seirang imam.


"tapi mi".


" udah nak, kamu pasti udah ada jawabannya" ucap umi meyakinkan anaknya.


"biamillah, mas semalem saya sudah sholat istikhoroh dan meminta jawaban dari allah, dan saya sudah mempunyai jawabannya" ucap nabila mencoba tebang


"ya apapun yang kau berikan ingsa allah aku terima" ucap zidan menguatkan hati.


"kemarin saya bermimpi laki-laki itu dan saya sudah tahu siapa laki-laki yang sering ada disaat saya tidur setelah sholat istikhoroh dan saya akan memberikan janjiku untuk menjawabnya dihari ini dan mungkin ini adalah hari yang allah ridoi untuk ku menjawabnya" ucap nabila.


semuanya mendengarkan penjelasan dengan seksama begitu pula zidan yang mulai ombang-ambing dibuat nabila.


"ingsaallah saya sudah siap dengan segala hal hang akan terjadi" ucap zidan.


"bismilahirrohmanirrohim, saya...menerima lamaran mas zidan".

__ADS_1


"alhamdulillah" semua memberi syukyr kepada allah atas kebahagiaan yang engkau berikan.


"akhirnya sebelum kepergianku tak ada kebencian didalam hati anakkku lagi" batin abi


__ADS_2