
semua keluarga berkumpul dikediaman nabila, semua sangat sibuk dengan mendekorasi, memasak masakan untuk pernikahan, membuat jajanan untuk pesta pernikahan dan nabila juga sibuk mencoba baju pengantin dengan kaka-kakanya.
alina dan zizah membawa nabila ke ruang rias untuk memilih baju pengantin
"nah...ini bagus..., " ucap ka alina melihat adiknya mencoba salah satu baju pengantin.
"ngak lah...ini kurang cocok" ucap ka zizah.
"ini aja deh"menjulurkan baju.
"ini bangus mba" ucap alina.
"ngak ini terlalu mencolok buat nabila"
"ngak ini bagus, itu mah kuno!!" ucap alina yang suka baju modern.
"cukup deh..kalau kalian mau ambil aja, kalian nikah lagi trus pake yang kalian inginkan" kesal nabila dan pergi meninggalkan mereka yang sedang berdebat baju pengantin.
"ihh...dek ko pergi...sini, besokkan hari nikah kamu masa kamu ngak ada baju yang kamu suka" ucap alina.
"lagian kalian ribet, aku udah ada baju yang cocok buat aku, kemarin aku udah milih sendiri sama mas zidan." ucap nabila.
"kaya apa coba...pokoknya kamu pake yang kaka pilih, kalau ngak bagus kamu harus pake punya kaka" ucap alina.
"bagus ko, udah aku pake".
******
haripun mulau sore semua persiapan sudah terlaksana dan begitu pun hiasannya, semuanya berwarna biru kesukaannya nabila, tak meyangka zidan bisa tahu apa yang dia suka dan dia tak suka. hari ini adalah hari yang paling bersejarah bagi nabila.
pesta pernikahan begitu mewah hingga membuat orang-orang ingin melihat pesta pernikahan.
" dek...cepet ini udah jam berapa??" ucap ka alina kepada adiknya yang belum siap.
"aku bingungka harus ngapain" ucap nabila yang tak pernah mengalami acara seperti ini.
"kamu gimana, inikan hari pernikahan kamu, tapi malah bingung heran kaka" ucap alina.
"aku ngak bisa paes pengantin..trus gimana" ucap nabila jujur.
"masa sih kamu rias sendiri..kan lucu, buat dekorasi aja mewah, masa pengantinnya jelek" kesal alina.
__ADS_1
"trus gimana ka".
" kalau ada apa-apa gomong, didepan udah ada rias pengantin tapi ngak tahu kamarnya, jadi duduk aja, kaka tahunya kamu lagi mandi jadi mereka nunghu dulu. ternyata kamu malahan mau paes sendiri".
"trus yang bayar siapa ". tanya nabila polos.
"ya calon suami kamu lah..diakan dokter..masa iya pelit banget, ini semua udah satu paket"kesal alina terhadap adeknya ini.
setelah alina memanggil perias pengantin, nabila dirias dengan berbagai riasan yang membuat nabila seperti bidadari.
"biamillah" ucap nabila yang gerogi.
"dek..udahkan..kebawah yuh" ucap azizah yang menghampiri nabila.
"sudahka"riasan sudah selesai
"subhanallah, adik ku seperti bidadari yang jatuh dari langit" takjub dengan perbedaan nabila.
"apaan sih ka. jangan godain terus deh ka" kesal nabila.
"cobadeh kamu ngaca, kaka ngaK bohong..kamu kaya bidadari turun dari langit walaupun ditutup dengan kain".
nabila melihat wajahnya kecermin, dari tadi dia takut melihat wajahnya sendiri karena riasannya bagi nabila begitu tebal dan seperti ondel-ondel.
beberapa menit kemudian nabila dituntun turun ketempat pelaminan dan nabila dibuat takjub dengan dekorasinya yang berwarna biru.
"ya allah cantik sekali....aku tak menyangka hari ini begitu menegangkan dan membuatku terharu.
semuanya dari lampu, bunga, hiasan, buah yang dikelilingi warna biru, baju yang dipakai para tamu semuanya biru
acara akad nikahpun akan dilaksanakan, semua tegang dan bahagia, apalagi zidan yang akan menjadikan nabila istri dan dia akan menjadi imam nabila dan langsung wali nikahnya abi, penghulu hanya mendampingi abi.
"biamillahirrohmanirrohim, semuanya tenang karena acara akad nikahnya akan dimulai" penghulu mengucapkan asma allah.
"Saya nikahkan ananda nabila Putri binti hadi kusumo dengan zidan maulana bin sofyan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan surat arrahman dibayar tunai".ucap abi
" saya terima nikah dan kawinnya nabila Putri binti hadi kusumo dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan surat arrahman dibayar tunai ".
"sah". semua orang menyorak bahagia.
akhirnya mereka sekarang adalah suami istri yang sah dari segi agam dan hukum, hari ini begitu membahagiyakan bagi keluarga nabila dan keluarga zidan begitupun mempelai wanita yang sangat bahagia karena dari dulu dia hanya pernah mencintai satu laki-laki dan hari ini dia yang menjadi suami dan imam baginya dan anaknya nanti.
__ADS_1
tak terasa proses hijab kabulpun selesai dan mempelai wanita dan mempelai laki-laki dipersatukan di tempat duduk pengantin yang dihiasi bunga beraneka ragam tapi dengan lampu biru yang mencolok membuat suasana terasa seperti diatas langit.
sangatlah canggung bagi nabila karena tak pernah sedekat ini selama bertahun-tahun dan sekarang mereka dipersatukan dengan kata suami istri bukan dosen dan mahasiswa.
" cie...nabila..sekarang keinginanmu terwujud yah"gia intan.
"intan..apa kabar..ya allah sekarang udah gendong yah" ucap nabila melihat anak lucunya intan.
"ya dong..ngak kaya kamu...baru nikah"
" ouh ya namanya siapa??".ucap nabila yang tak pernah pergi ke rumah intan. karena intan tinggal di solo menemani kedua orang tuanya. memang dulu orang tuanya tingga dijakarta tapi karena sudah tua maka mereka kembali ketempat mereka berasal.
"namanya mesita maira, nama panggilannya mesi" ucap intan.
"mesita maira...nama yang bagus..."
"kapan nyusul, kan aku udah gendong kamu??".mengejek nabila dengan lembut
" ingsaallah "
"kamu ngan mau yah punya anak sama aku" ucap zidan yang membuyarkan obrolan nabila dan intan.
"ehem...udah goda godaannih yah" ucap ka daffa yang menyambar.
"lah emang kenapa ka..kan udah sah..pengang tangan juga boleh" sambil meraih tangan nabila dan direspon nabila.
"apaan sih mas...kan malu".pipi merah dan canggung
" kenapa malu kan udah sah" karena semua tamu sudah kembali kerumah masing-masing zidan memberanikan diri menggoda istrinya dan mengangkat nabila didepan keluarga.
"ah...turunin aku mas....malu tahu" jerit nabila yang kaget saat digendong zidan.
"kenapa malu kan udah dibilang udah sah...biar cepet ngendong buah hati kaya intan ngak mau??" ucap zidan.
"mas!!!"... turunin ngak".menutup wajah.
semua melihat mereka berdua sangatlah bahagia dan menertawakan sikap zidan.
" maaf yah sidan emang kaya gitu orangnya"ucap ibu zidan.
"ouh ngak papa, saat aku sama umi masih muda dan baru nikah juga kaya gitu" ucap abi.walaupun yang satu duda tapi tetap harus mesra.
__ADS_1
"ouh gitu yah" ucap mila yang merasakan bahwa prmernikahannya tak pernah diharapkan oleh abi.
"ouh ya..makan yuk" ucap umi membuyarkan omongan yang akan membuat hati salah satu orang tersakiti.