
setelah 2 hari dirumah sakit akhirnya nabila boleh pulang walaupun sebenarnya keadaan belum membaik dan dokter zidan melarangnya pulang tetapi dia bersih keras pulang kepada dokter yang tak lain dokter zidan dengan gaya biasa seperyi seorang yang sudqh sembuh agar dokter bisa mempercayai keadaan nabila.
zidan tahu kondisi sebenarnya nabila walupun nabila bersih kukuh keras agar dirinya terlihat fres dan sehat. tetapi melihat rengekan nabila yang selalu meminta pulang, maka zidan rak tega terus melarangnya pulang.
melihat tingkah laku nabila yang begitu lucu zidan hanya tertawa kecil dan senyam-senyum dengan tingkah laku nabila yang seperti anak kecil.
pandangan itu membuat zidan deg degan dan merasa senang karena terhibur oleh nabila.
mungkin tak tega melihat wanita yang dia kenal 3 hari yang lalu, entah kenapa rasanya melihat nabila merengek minta pulang rasanya iba dan akhirnya nabila boleh pulang dengan kondisi agak baik.
setiap hari dokter zidan akan kerumah nabila entah mengapa itu yang ada dipikirannya, dan dia selalu kerumah nabila karena dia sudah berjanji dengan nabila dan umi.
zidan langsung mengajukan diri agar kerumah nabila untuk mengecek keadaan nabila. karena setiap saat melihat nabila terbaring rasanya ingin selalu mengecek kesehatan nabila.
setiap saat dirumah sakit pak zidan selalu membayangkan seorang wanita bercadar yaitu nabila, rasanya tak ingin pergi jauh dari nabila!.
sikap itu yang membuat umi bertanya -tanya lagi atas tingkah laku zidan kepada nabila dan ingin membuat zidan dan nabila bersatu.
"maaf pak dokter..saya ingin bertanya". menghampiri zidan yang sedang berjalan keluar dari ruangan nabila.
"ouh ada apa umi??!". ucap zidan.
"rasanya kita itu akrab yah..baru denger ada dokter yang panggil saya umi..biasanya dokter selalu panggil ibu pada umumnya". ucap umi menjelaskan.
mendengar ucapan umi membuat zidan kaget " ouh ngak umi..kan anak umi panggilnya umi..jadi ya saya panggil seperti anaknya umi". jelas zidan gugup dengan tangan yang gemetar.
"anak saya??...apa hubungannya dengan dokter". pertanyyan yang semakin membingungkan umi.
"emmm.. maksud saya biar lebih hormat kepada umi".jawab zidan ngelantur.
"maaf kalau saya menyinggung dokter..ada hubungan apa dengan anakku nabila??". pertanyaan yang langsung dilontarkan.
zidan berhenyi berbicara dan jantungnya berdetak kencang saat umi mengucpkan ada hubungan apa dengan anakku nabila. "tidak ada umi...hanya sebagai dokter dan pasien". jawab zidan.
"maaf ya kalau menyinggung...saya permisi dahulu dokter..maaf mengganggu waktunya".
"kenapa jantung aku berdetak kencang saat umi bicara perihal nabila...ada apa denganku". batin zidan
saat dirumah sakit mendengar umi menelfon dan ternyata yang diterpon adalah alina..dia tak bisa menjemput nabila karena ada meeting mendadak maka zidan langsung sigap menawarkan diri untuk mengantarkan nabila saat dia telah selesai memeriksa kondisi nabila.
"kalau bisa saya bantu..saya bisa mengantar nabila pulang..karena dengan kondisi seperti ini..dia harus segera istirahat". ucap zidan yang langsung menghampiri umi.
__ADS_1
"benarkah..apa dokter tidak sibuk hari ini". ucap umi yang tak yakin dengan keputusan zidan.
"tidak masalah". langsung sigap menjawabnya.
setelah menyetujuinya. maka nabila pulang dengan diantar dokter zidan. bahkan yang mengurus administrasi dan kepulangan nabila adalah zidan dan iyu semakin membuat umi curiga.
setelah sampai dirumah nabila diyuntun masuk zidan kekamarnya. rasanya memang canggung tetapi tak ada pilihan lain. hanya ada umi dan zidan seorang.
"terimakasih dok sudah mau mengantar anak saya yang super duper manja, dari kecil dia memang seperti ini!!".ucap umi
"tak apa umi, saya membantu dengan senang hati untuk nabila!!.".ucap zidan yang langsung keluar dari mulut.
"ternyata dia adalah dokter yang aku sangka ojek..pantas saja aku merasa kenal dengannya..begitu baik orang ini, pernah mengantar ku kuliah dan sekarang mengantar aku pulang dari rumah sakit bahkan semua urusan rumah sakit dia yang hendel". batin nabila
"kenapa dia panggil aku umi, kaya mau jadi suami anak ku ini.ha..ha". batin umi
"nak apa kalian saling kenal". pertanyaan umi.
"tidak umi, kita cuman pernah ketemu pas nabila mau berangkat kuliah, dia nyangka aku ini ojek."ucap zidan gugup.
"apa kamu menyukai nabila!!"(pertanyaan yang langsung umi tanyakan kepada zidan yang membuat kaget zidan).
zidan hanya bisa diam dan malu.
zidan sok dan kaget dengan pertanyaan yang dilontarkan umi.
"ti...dak umi, ki..ta cu..man ke..nal saja"(dengan nada gugup zidan menjawab pertanyaan umi).
"kamu ngak usah bohong, umi pernah merasakan jatuh cinta mungkin ini yang namanya cinta pandangan pertama. kalo kamu mempunyai rasa kamu kejar umi menyetujuinya tetapi umi minta tolong jaga dia, jangan buat dia sakit hati, dia sangat perasa, mungkin ini akibat kesakitan masa kecilnya!...". umi jujur kepada zidan.
zidan hanya diam dengar penjelasan yang di ucapkan umi,ternyata gerak-gerik zidan terlalu menonjolkan rasa kesukaan pada nabila, entah dari mana zidan merasakan hal itu, disaat dia mengantar nabila kuliah rasanya sangat nyaman berdua, dan rasanya akrab dengan nabila. rasa canggung yang sekarang dialami zidan, mau bilang hanya mengagumi tetapi ada rasa suka terhadap nabila, akhirnya zidan memilih diam. demi menghilangkan rasa canngungnya akhirnya zidan memilih pulang dengan rasa tak karuan didalam hatinya.
"apa ini yang namanya cinta pandangan pertama".
di kamar nabila
tok...tok....tok...
"masuk umi ,pintunya ngak di kunci!." mempersilahkan umi masuk.
"umi masuk ya nak, assalamualaikum".
__ADS_1
"waalaikumsalam,".
"umi mau apa ko tumben umi kekamar nabila(setiap umi kekamar nabila pasti ada perihal penting yang harus di bicarakan dengan nabila).
"umi mau bicara serius, tetapi takutnya kamu sakit lagi??. dengan nada yang kawatir umi berbicara agar bisa menjaga hati nabila.
"umi bicara aja , insaallah nabila kuat ko mendengar penjelasan umi, nabila ngak apa-apa ko umi...lihat nih nabila sehat!!(dengan menunjukan sok sehat dan sok tenang, sebenarnya nabila tau apa yang akan dibicarakan oleh uminya ini, tetapi jika di memilih marah maka dirinya tak bisa tau apa yang terjadi sekarang, dia hanya mencoba tegar menghadapi hidupnya).
"umi mau bicarain tentang ka alina dan ka fauzan.!!!.".
"sudah kuduga pasti umi pasti bicarain tentang mereka".dalam hati ku bergumam.
"ya udah umi cerita aja, aku ngak papa(rasa hati yang ingin menangis tetapi dia pendam agar suasananya tenang".
"umi tau kamu suka sama fauzan, kamu selalu cerita tentang dia, tetapi dia malah memilih kakamu, dulu umi hanya diam, umi tahunya kamu sudah tak suka lagi sama ka fauzan tetapi disaat umi mau bicara tentang ka fauzan pacaran sama kamu.....,kamu malah cerita sama umi bahwa kamu suka sama ka fauzan, akhirnya sampai sekarang umi tidak berani cerita tentang hubungan kakamu".
"umi...seharusnya umi jujur aja, kalo umi jujur ingsaallah aku bisa melupakan ka fauzan, kalo kaya gini rasanya aku ini ngak diharapkan dikeluarga ini..!!!!". menahan air mata yang ingin keluar.
"maafkan umi, umi ngak bermaksud seperti itu sayang, umi hanya ingin menjaga hati kamu, tetapi malah semakin membuat kamu terpuruk seperti ini.".umi menangis karena tak mengira harus seperti ini.
"umi seharusnya jujur, semuanya pasti terungkap, serahasia apapun pasti semua bisa terungkap walaupun dengan kurun waktu yang lama.!!!.(menenangkan hati)
"ya, maafkan umi, walaupun sekarang kamu ngak bisa dapetin ka fauzan pasti ada laki-laki lain yang mau suka sama kamu!!!".(menyebut laki-laki lain yang tak lain adalah pak dokter zidan yang tadi mengantar pulang dari rumah sakit).
"ingsaallah aku bisa ikhlas demi kebahagiaan kaka, mungkin sekarang bukan jodoh ku, jadohku masing ditangan allah (menguatkan hati dengan kata-kata yang bisa membuat tenang hatinya dan tak meragukan kekuasaan sang pencipta)
"kamu ikhlas sayang?!!. alhamdullilah.".umi terkejut dengan ucapan nabila seperti anak dewasa dan umi sangat senang dan tenang karena yang dipikirannya terjadi!.
"terimakasih ya allah sekarang nabila bisa menerima kenyataan pahit ini, semoga keluarga ku berjalan lancar seperti keluarga lainnya.(dalam hati umi bersyukur atas apa yang diucapkan nabila sambil memeluk anak kesayangannya).
"umi aku mau istirahat, capek mi tadi perjalannya lumayan jauh !!"(agar hatinya tenang nabila memilih menyendiri dikamar).
"ya sudah kamu istirahat yah , umi tinggal dulu kebawah, kamu ngak usah mikir yang aneh-aneh sekarang, kamu tidur biar lebih fres(sambil mengelus atas kepalanya nabila)
melihat umi keluar nabila langsung meneteskan air mata yang deras.. yang srlama berbicara tafi dia bendung.
"ya allah kuatkanlah hatiku, semua cobaan yang kamu beri tak akan melampaui batas manusia".(menangis dengan rasa sedih dan kecewa)
"sekarang aku harus tegar menjalani hidup ku,menata ulang kembali. semoga ini yang terakhir kali dan semoga hari seterusnya akan lebih indah dari hari sebelumnya".
dengan ucapannya nabila menyemangati diri sendiri agar dia hidup lebih baik lagi!!!.
__ADS_1
karena lelah nabila menutup mata hingga tertidur pulas sampai tak merasakan hawa disekitar. ini juga adalah pengaruh obat yang dikonsumsi nabila agar tidak terlalu banyak pikiran dan agar memperbanyak istirahat.