
setelah alina menikah. maka tinggal 2 orang saja yang menempati rumah itu, alina ikut suaminya ke rumah orang tua fauzan. itu yang membuat bete nabila.
kebiasaan setiap pagi saat sarapan mereka. berdua selalu berantem tetapi sekarang sunyi. ngak ada yang teriak, marah, dadan lama. semuanya tinggal kenangan.
saat usai kuliah nabila langsung pulang ingin istirahat. karena hari ini tak ada siapapun yang mengajah dari jam pertama sampai akhir.
hari ini adalah hari minggu, dimana kebiasaan hari minggu itu jalan-jalan bersama pacar. namun nabilakan tak punya pacar bahkan tak boleh pacaran di ajarannya. nabila hanya melihat bintang dari cendela kamar, memohon agar dapat dipertemukan segera jodohnya sambil menulis diari.
disela-sela menulis terdengar suara seseorang yang sedang berbicara dengan umi dibawah. dengan inisiatif nabila langsung turun agar dirinya tak merasa bosan.
saat melihat seorang laki-laki duduk dikursi sedang berbica dengan umi "assalamualaikum mas zidan". langsung memberi salam lembut.
" waalaikumsalam". dengan senyuman manis yang membuat terpukau.
" kamu turun nak......, loh mana cadar mu??".
" astagfirullah".memegangi pipi ternyata tak memakai cadar, nabila langsung pergi kekamar dengan rasa malu langsung menghampiri zidan tanpa menggunakan cadar. itu kebiasaan nabila saat dikamar jika ingin tidur malam.
"ya allah..ceroboh sekali aku..sampai tak ingat bahwa aku telah melepaskan cadar". batinnya sambil menepok dahi. nabil tergesa-gesa memakai cadar dan sesampainya di ruang tamu melihat zidan senyum-seyum yang membuatnya sangatlah malu.
"nak duduk sini!!!". menyuruh duduk disebelah umi menepuk kursi.
" ya umi "....,oh ya ada apa mas ko malem begini dateng ke rumah ku???".nyerocos.
" ya maaf dek, aku kesini mau ajak kamu makan keluar apa kamu mau???".
"ya nabila mau". umi langsung menyambar dan tak memikirkan nabil
" apa umi!!!...nabilakan". / "sudah sana, kamu sudah cantik kaya gini masa ngak pergi" langsung memotong pembicaraan.
"tapi mi..yang seharusnya makan malam kan umi..bukan aku??". jawab nabila.
"loh ko umi??". bigung.
__ADS_1
" ya kan mas zidan sukanya sama umi bukan aku". mengingat cetita di mobil.
"nak..kamu salah.. cepet kamu ambil tas lalu jalan-jalan". paham dengan ucapan nabila namun zidan masih bigung.
"tapi umi??". / "umi tak apa-apa"
"beneran mi" dan dijawab anggukan umi.
"apa umi ngak suka sama mas zidan yah padahalkan dia baik"mengambil tas
"assalamualaikum" sambil mencium punggung tangan umi.
"waalaikumsalam".jawab umi.
" umi kami pamit duluyah, assalamualaikum".berpamitan.
"waalaikumsalam, jaga anakku ya nak, dia kan yang akan jadi istrimu".
" ya".jawab zidan yang mengerti ucapan umi dan nabila kaget dengan ucapan umi kepada zidan.
"ngak papa". karena nabila salah pengertian, maka yang dipikirkan nabila itu umi menolak zidan dengan halus dan itu membuat zidan bingung." kenapa nabila bilang gitu yah??. kayaknya ada yang ngak bener nih??"
# restoran #
setibanya direstoran yang keadaanya begitu ramai sampai mencari tempat dudukpun susah.
"mas,ini rame banget yah. kita duduk dimana". takjub dengan pemandangan yang begitu ramai.
" memang tempat ini selalu ramai, disini semuanya berkesan dengan ala romantis".ucap zidan.
"romantis, emang arti romantis itu apa?". begitu bolos bertanya.
" romantis itu perbuatan istimewa untuk orang yang dicintai dan suasana yang bahagia ".menjelaskan kepada nabila.
__ADS_1
"ouh berarti disini makanan, minimuman semua berkesan percintaan....ouh begitu.".
jawab nabila membuat zidan tertawa.
" kenapa tertawa..emang lucu yah jawaban aku??"
setelah beberapa menit berjalan menelusuri orang yang sedang makan. akhirnya sampai juga bangku yang telah dipesan zidan.
saat beberapa menit duduk semua pelayan menghidangkan makanan mewah dan berkelas
" ini makanan buat kita berdua??". heran melihat begitu banyak makanan yang tersaji dimeja dan dijawab anggukan.
" ya allah..bisa-bisa aku gendut kalau makan sebanyak ini.. apa ngak mubazir".
nabila langsung melahap makanan yang dirasa sehat dan mengenyangkan sampai seisi perut kenyang.
hari ini juga tak jauh dari lokasi ada sebuah pasar malam yang membuat nabila tertari mengunjungi.
"masya allah..bagus banget". takjub dengan pemandangan kelap-kelip yang terpancar.
begitu senang nabila memasuki area permainan. nabila memcoba satu persatu permainan yang ada. begitu bahagianya yang sudah lama tak pernah pergi ke pasar malam. membuat kejenuhan hilang seketika.
setelah menarasa puas. nabila dan zidan duduk di bangku untuk memandangi cantiknya cahanya dari pasar malam ini.
" ternyata mas zidan orangnya romantis juga yah dan juga. dia tahu apa yang ku suka dan yang gak ku suka".melihat wajah zidan yang begitu senang.
"kamu suka yah mandengin muka ku, nanti kamu naksir gimana" dengan gaya sok cool.
"hidih, pede amat mas". merasa sebel sama dia.
nabila memandangi langit dan juga lampu pasar malam dia bersukur. karena hari ini dia bisa begitu bahagia dan segar dan melirik wajah zidan kembali.
"andai saja dia suami ku..pasti aku sangat bahagia sekali". memandangi wajah zidan yang berseri-seri dan zidan pun menyadarinya yang ikut memandangi wajah nabila yang dibaluti kain cadar.
__ADS_1
mereka saling bertatapan dibawah sinar rembulan yang cerah dan begitu banyak bintang. membuat suasana makin romantis. sampai apa yang ingin di tanyakan nabila terlupakan