
dengan semua janji kepada ka angga, nabila bisa keluar dari rumah penjara."sungguh tak kusangka ternyata perkataan ku bisa membunuhku, aku harus bagaimana ya allah, aku sangat sayang dengan mas zidan tetapi aku tak boleh egois, demi keselamatan mereka aku harus pergi dari kehidupannya".
"nabila!". sahut laki-laki yang menghampiri nabila.
" mas...zidan ".menunduk.
" kemaren kamu kemana aja, aku telfon bahkan aku kerumah mu pun tak ada"
"maaf mas, tolong jauhi aku". membuang muka karena takut mas zidan akan celaka.
" kenapa kamu bilang kaya gitu...maksud kamu apa???".marah dengan meraih tangan nabila.
"aku bilang jauhi aku!!!". baru pertama kali nabila mengusir orang, apa lagi dia yang membuat kemarin susah tidur.
" nabila...apa semalem kamu sama dia...sebenarnya hubungan kalian apa??!".marah meminta penjelasan.
nabila kecewa karena zidan ngak percaya dengannya"ya aku sama dia pacaran...lalu apa yang mas zidan mau?".
"kamu bohongkan!!!....aku ngak percaya kamu sama dia" langsung dipotong.
"aku jelasin sama mas sekali lagi, jauhi aku sekarang juga". tak bisa menahan emosi, langsung pergi.
" maafin aku mas, sungguh aku tak menyangka, kemarin kita masih bisa canda tawa, tetapi kenapa sekarang hanya ada perdebatan diantara kita"
"aku ngak nyangka!!!,kamu tak bisa mengerti apa yang aku rasakan sekarang, aku sangat bahagia disaat aku bicara terus terang saat keinginan ku jika ijab qabul aku ingin sebuah ayat suci al-qur'an, sungguh pemandangan indah jika itu terkabulkan, tetapi akhirnya harus diambang batas dan mungkin aku dan dia tak akan bisa bersama" dengan air mata yang membasahi pipi terbalut kain nabila lari pergi kesebuah sungai yang sangat disukainya saat dia bahagia dan sedih.
tempat ini sungguh bagaikan surga dunia, begitu banyak pepohonan yang bergerak seperti memuji sang kuasa dan indahnya sungai yang mengalir dengan berbagai macam hewan yang hidup didalamnya, sungguh indah dunia ini tak seindah pora-porandanya hatinya.
" nabila....".suara wanita yang mendekati nabila.
__ADS_1
"assalamualaikum ukhti" melihat nabila dengan lamunanya yang begitu lama hingga tak mendengar suara apapun.
"waalaikumsalam" mendengar salam membuat lamunannya hilang.
"ko kamu disini sih???, udara dingin loh disini".merasakan angin yang begitu kencang membuat bulu kuduk berdiri.
" benarkah...,bukanya begitu indah pemandangan disini..tak seperti kelamnya hatiku ini".
"sebenarnya apa terjadi...aku lihat tadi kalian berantem..apa yang terjadi". penasaran karena melihat perdebatan antara zidan dan nabila.
" ha..ha..aku tak mengingatnya, yang aku ingat disini tempat yang bagus untuk merenung".jawaban yang nglantur seperti orang gila.
"nabila kamu ngomong apa sih...jangan buat gue takut dong..., jawab pertanyaan gue". kesal melihat nabila seperti orang gila.
intan tak menyangka bahwa sahabat yang kemaren selalu terlihat bahagia hari ini berubah setelah menghilang satu hari entah kemana, dan membuat dia seperti orang gila yang membuat intan berfikir negatif.
"nabila sebenarnya apa yang terjadi kemarin" intan mencurigai terjadi sesuatu.
"kemarin....ya kemarin.... ha...ha.kemarin....". ngelantur sambil bersandar di pohon sebelah sungai.
" nabila kamu kesambet yah, kamu jangan buat aku takut dong".mulai ketakutan, dipikiran intan nabila kerasukan.
"kemarin adalah hari yang buruk buat ku hiks..huks". menangis karena semua ini berawal dari nabila.
" nabila kamu kenapa!!!, jawab nabila".sedih melihat air mata nabila menetes.
" nabila..kamu masih ada aku, ceritakan saja...aku ngak akan menghujat kamu...percayalah".merasakan sakit yang diderita nabila.
#flashback#
__ADS_1
"nabila jangan tinggalin aku...aku ngak bisa hidup tanpa kamu". ucap agga saat dikamar berbaring dikasur.
" ka, aku ini manusia bukan tuhan!!!".jawab nabila sambil duduk dan ketakutan
"apa kamu tahu, kamu wanita satu-satunya yang berteman dengan ku". katanya.
" bukankan sebelum ka angga mengenalku sudah mempunyai banyak teman".
"tidak.. teman ku hanya kamu!". sedih dengan mengeluarkan air mata.
" kenapa kaka menangis...apa aku salah omongan".takut menyakiti hati.
"tidak". jawabnya singkat.
" sebenarnya apa yang terjadi hingga kaka bisa seperti ini".tanya nabila mencoba menggali lebih dalam.
"apa kamu ingin tahu kenapa aku bisa seperti ini".
dijawab dengan anggukan yang menandakan " ya".
"kamu tahukan kedua orang tuaku berpisah dan aku ikut ayahku karena ayahku selingkuh dan membuat ibuku gila" dijawab anggukan.
"aku ingin ikut ibu tetapi ayah selalu memukuli disaat aku ketahuan ke rumah ibu, setiap malam aku dipukuli oleh ayah dan ibu tiri dan aku merasa ibupun dipukuli mereka karena setiap aku ke rumah ibu, muka ibu babak belur dan ibu melampiaskannya padaku, karena itu sifatku yang dulu penurut menjadi pendiam, cuek dan banyak yang bilang mataku seperti orang pembunuh, aku tak kuasa dengan semua ini dengan itu aku membunuh ibuku sendiri karena aku muak oleh mereka dengan tangan ku sendiri dan kuletakan pisau itu ketangan ibu agar tidak ada yang tahu bahwa akulah yang membunuh ibuku sendiri dan agar dikira dia bunuh diri karena stes" penjelasna yang begitu panjang membuat nabila takut atas apa yang angga perbuat kepada ibunya sendiri.
"setelah aku lulus sma diluar negeri aku membunuh ayah tetapi tidak menggunakan tanganku melainkan ibu tiriku yang selalu kuhasut agar membunuh ayah dan sekarang ibu tiri dipenjara seumur hidup". jelasnya lagi.
" maka kamu kalau ingin kelurga dan yang lain selamat maka kamu turuti mauku".perkataan itu membuat nabila gemeteran karena rasa takut itu menusuk kesemua tulangnya.
"sekarang hanya kamu yang aku percaya , jika kamu berani melakukan hal yang aku larang dan bencimaka jangan harap aku lembut padamu".
__ADS_1