Jawaban Sholat Istikhoroh Ku

Jawaban Sholat Istikhoroh Ku
keikhlasan


__ADS_3

setelah semingguan keadaan nabila sudah sembuh total dan setiap hari pasti zidan kerumah untuk mengecek kondisinya yang membuat nabila heran kenapa dia senang sekali ke rumahnya??.hingga mengingatkan kejadian sebelumnya.


bahkan nabila berbicara kepada umi perihal zidan" umi tahu ngak..kenapa mas zidan setiap hari kesini memeriksa aku 2 kali sehari bahkan sarapan pagi bareng..ternyata umi mas zidan mau jadi suami umi dan akan menjadi bapak pengganti". ucap nabila serius.


mendengar ucapan anaknya membuat perutnya sakit karena tertawa tapi nabila masih bersikukuh keras bahwa itulah yang dimaksud zidan.


"kamu kata siapa nak". bertanya sembari tertawa.


"kata mas zidan". ucap nabila lembut.


"mana ada..nak zidan mau sama umi yang sudah tua dan. peot ini ..nak-nak kamu ngawur". umi sudah tak tahan dengan anaknya ini yang membuatnya tertawa hingga perut dan pipinya sakit


"tapi mas sidan yang bilang gini mi saat dia anter aku kuliah 'aku ingin menjadi lebih dari saudara' berarti dia maunya jadi bapak ku dong umi, kan ngak mau jadi kaka aku". ucap dengan begitu polos.


dan lagi-lagi umi pun tertawa terbahak-bahak hingga membuat nabila heran" nak kamu pikirin lagi deh..arti yang diucapkan nak zidan.. masa iya dia mau jadi suami umi..jauh banget sayang".


"ya juga yah..masa iya..mas zidan mau sama umi kan bantak wanita yang masih muda dan single". batin nabila sambil memikirkan arti senebarnya.


karena mendengar ketawanya umi membuat alina turun dari kamar" ada apa umi..sampai umi ketawanya terbahak-bahak gitu". ucap alina mengampiri mereka sambil telponan sama fauzan.


"eh..kaka..sini duduk bareng".


" kaka kepo banget sih". ucap nabila yang tak suka kehadirannya.


"kenapa sih kamu..beberapa hari ini sensi banget..lagi datang bulan yah!!😠". geram.

__ADS_1


"sudah-sudah"menecahkan perdebatan.


karena alina menghampiri mereka. nabila memilih pergi dan masuk kekamar. karena rasanya infil berdekatan dengan dia. mungkin ini imbas dari kecewa, marah dan lain-lain.


"kenapa sih..kalau aku deket sama kaka..badanku ingin pergi..pokoknha jauh-jauh darinya".


haripun sudah malam..nabila tidur agar bisa menunaikan sholat istikhoroh dan berangkat kuliah.


saat jam 3 pagi seperti biasanya nabila bangun dan menunaikan sholat istikhoroh


setelah berkali-kali sholat istikhoroh untuk menemukan jawaban sampai yang diterima semuanya sama, berulang-ulang melaksanakannya agar mendapatkan jawaban yang bisa lebih baik lagi. tetapi tetap sama.. semua jawabannya nabila harus iklas atas kakanya dan ka fauzan.


dengan tegar dan memcoba ikhlas agar bisa menerima kenyataan dan bisa menjalani kehidupan yang normal kembali seperti semula agar lebih baik lagi.


umi menyuruhnya ikhlas dan menasehati agar selalu menjadi anak yang harus menerima kenyataan.


# H-1#


"gimana ka??. udah siap belum nih, besokkan hari bersejarah kaka??". membuat kakaknya memerah.


"ingsaallah sudah, kamu gimana udah siap belum??."kata ka alina membingungkan


"maksud kaka...apa, kaka ngak usah manas-manasin aku??!.". nada marah karena salah paham dengan apa yang dimaksud kakanya.


"lah kan besok kamu juga juga gandeng laki-laki !!!. mungkin itu jodoh kamu!?". ( kakanya sudah tau siapa laki-laki yang akan bersama nabila di pesta pernikahannya dan dia adalah zidan , ka alina diceritain sama umi tentang ka zidan mempunyai perasaan terhadap nabila).

__ADS_1


setiap saat bertemu umi, zidan selalu bersalaman dan bercerita tentang perihal nabila dan selalu bertanya semua tentang nabila.


"ya sudahka aku kekamar dulu!!."nabila perpamitan, langsung kekamar merasa infil jika nanti besok akan menggandeng laki-laki yang ngak dikenalnya.


"enak banget jadi ka alina, udah dapet orang kaya, ganteng , pengertian, sedangkan aku..belum pasti"


#di kamar#


"kenapa kaka bilang kaya gitu, sebenernya siapa laki-laki itu, kenapa begitu akrab dengan keluarga ku???, umi juga bilang nanti akan ada laki-laki yang akan menyayangi ku".memikirkan terus saat beranjak ke kamar sampai tiduran.


"sekarang aku bisa mengikhlaskan ka fauzan untuk ka alina karena ka fauzan itu jodohnya ka alina bukan aku..tapi siapa yah laki-laki itu". bergumam.


besok adalah hari bersejarah kakanya. setiap malam nabila berdoa agar selalu diberikan ketabahan, walaupun rasanya sakit melihat undangan dan acara yang ditulis dengan nama alina dan fauzan bukan nabila dan fauzan.


selalu tersenyum agar merasa bahagia di atas kesedihannya, pikirannya hanyalah nanti pasti akan bertemu jodoh tetapi bukan sekarang!!!....


persiapan pernikahan begitu banyak yang harus dirangkai dan di tata, begitu berantakan dan semua orang pun sibuk, dari pada bengong nabila pun ikut membantu sebisa dia.


begitu banyak prabotak, hiasan, makanan, yang harus dipasang dan diselesaikan hari ini juga karena besok adalah hari yang begitu bersejarah untuk ka alina dan ka fauzan.


saat memasangi foto preweding mereka, nabila senang melihat semuanya tersusun dengan rapi , baik dan juga foto mereka berdua yang ditata begitu elegan.


memandangi semua foto yang dipasang sebagai dekorasi, memang mereka sangat cocok jika berdua bersanding di pelaminan. sungguh nabila salah jika dia memilih menghancurkan kebahagiaannya.


"mumpung aku sudah ikhlas..kalau ngak, semua foto ini pasti sudah aku pecahin" gumam nabila sembari mengelus dada.

__ADS_1


semua orang sibuk dan pekerjaan nabila yang sudah selesai. nabila memilih jalan-jalan keluar agar tidak mengganggu pekerjaan orang.


__ADS_2