Jawaban Sholat Istikhoroh Ku

Jawaban Sholat Istikhoroh Ku
BAB 40


__ADS_3

dimaskar besar angga


saat memasuki gerbang sefina sangatlah takut apalagi sefina tak pernah di ajak kemarkas suaminya. baru saja masuk gerbang langsung dihadang dua penjaga berbadan tinggi dan kekar. melihat badannya sudah membuat gemetaran namun sefina mencoba memberanikan diri


"bolehkan saya masuk😊(😵)". senyum palsu.


"siapa kau, kalau mau ngemis jangan disini". salah satu penjaga yang mulai terlihat marah.


"tidak!!, saya kesini ingin meminta bantuan untuk (langsung kepotong).


"hajar saja, lagi pula tanganku sedang gatal ingin memukul seseorang.


sefina dihajar habis2an bahkan sebelum menjelaskannya hingga teriakannya terdengar sampai dalam ruangan.


"stop!!, aku hanya ingin menolong suamiku". babak belur. kedua penjaga itu tak mendengarkan omongan sefina dan akhirnya salah satu ada yang menolongnya.


"berhenti!!". seketika semuanya berhenti dan segap.


"nyonya!!". setelah melihat orang yang dipukuli. dia adalah bawahan yang setia dan sangat dipercaya angga. dia yang selalu dibawa kemanapun bahkan sudah dianggap adik oleh angga.


"to-long ca-rikan donor jan-tung untuk ka an-ga😵😵". merasakan sakit bahkan tangannya sampai berdarah.


"kalian tahu tidak dia siapa". dengan lantang dan sangat marah.


"maaf tuan saya tidak tahu". salah satu penjaga menjawab.


"dia istri tuan angga". pergi membawa sefina kerumah sakit untuk diobati.


setelah sampai dan sefina ditangani oleh dokter. dia mengingat omongan sefina. dia langsung berbicara dengan dokter yang menangani angga dan segera mencari donor jantung.


satu jam berlalu. sefina mulai sadar dari pingsannya.


"dok!!". suster langsung masuk keruangan mendengar panggilan sefina.


"suster aku mau ketemu suami aku!!".


"tapi nona harus istirahat".

__ADS_1


"kumohon aku hanya luka ringan saja, aku yakin bisa menangani ini". meyakinkan suster.


akhirnya sefina dibolehkan melihat angga dengan menggunakan kursi roda.


diruangan angga.


"kaka kapan bangun, aku takut kaka jika seperti ini terus, aku janji ka setelah kaka sembuh aku akan pergi dari kehidupan kaka karrna aku hanya beban untukmu tapi tolong sembuh dahulu baru aku bisa tenang meninggalkanmu". memengang tangan angga yang dingin. terasa hampa biasanya melihat angga bisa bicara walaupun dingin, cuek, akuh, namun lebih baik dari pada diam terkapar tanpa ada pergerakan.


"dokter cepat lakukan operasinya saya sudah mendapatkan donor jantungnya". teriakan dari luar ruangan.


"baik". semua dokter langsung menyiapkan segala peralatan operasi.


"regar, apa kau sudah menemukan pendonor jantungnya??".


"nyonya tenang saja, kita keluar dahulu dan dokter akan melangsungkan operasinya". mendorong roda kursi sefina keluar.


"tunggu!, aku mau bicara sedikit dengan ka angga". regar menunggu sefina selesai berbicara.


"ka angga semoga setelah operasi kau bisa seperti lagi. aku yakin 100% operasinya berjalan lancar. ka angga pasti kuat. regar hayu kita keluar". mereka berdua keluar dan berdoa selalu.


"ya allah sembuhkan suamiku". tak terasa air mata keluar saat meninggalkan ruangan.


sudah hampir setelah jam namun operasinya belum selesai


"regar. apa ka angga akan pergi meninggalkan ku??". prustasi melihat operasi yang tak kunjung selesai.


"nyonya tenang saja tuan pasti hidup dan bisa seperti dulu lagi". menenangkan sefina.


"benar, ka angga pasti sehat".


"kenapa tuan menyia-nyiakan wanita sebaik nyonya. jika dibandingkan dengan nyonya nabila lebih baik nyonya sefina yang berada di sisi tuan bahkan dia berani kemarkan sampai babak belum demi menyelamatkan nyawa tuan" memandangi sefina yang mukanya lusut.


akihirnya dokter keluar setelah 1 jam operasi berlangsung.


"dok bagaimana dengan opersinya??".


"alhamdulillah operasinya lancar dan donor jantungnyapun bekerja dengan cepat. ibu sabar saja mungkin 1 jam lagi pak angga akan sadar".

__ADS_1


#####


disis lain zidan dan nabila sedang pergi kekeluarga uminya. semuanya bahagia dengan kembalinya nabila dengan selamat.


"anakku". disambut bahagia seluruh keluarga yang berkumpul


"umi apa kabar?".ikut menangis.


"baik sayang, kamu kapan pulang sayang?".heran dengan pertanya uminya "apa umi tahu aku diculik??".


"iyalah, semua keluarga tahu kamu diculik sama dia. umikan sudah bilamg jangan dekat-dekat dengannya tapi kamu malah tidak mendengar umi".


"maafkan nabila membuat semua kawatir".


"kau ini, bisa tidak sih jangan membuat kaka khawatir". iku memeluk adiknya.


"kaka!!".


keluarganya sangatlah harmonis dan membuat semua orang iri.


semuanya kembali seperti semula. bahagia tanpa ada rasa sedih dan rasa kurang karena sudah berkumpul kembali.


"umi apa abi baik-baik saja??". pertanya yang membuat semua tercengang. semua diam seketika saat nabila bertanya.


"loh ko diem semua??". semuanya masih diam.


"emmm abi saki dek"jawab fauzan enteng.


"apa!!?, umi apa benar abi sakit. apa abi tahu aku diculik??, umi jawab??"". semuanya mengangguk.


"kenapa mas bilang abi sehat padahal abi lagi sakit mas!". melirik zidan yang ketahuan bohong.


"sayang kamu baru pulang dan kamu demam jadi aku masa bilang abi sedang sakit kan ngak mungkin".


"tapi mas kan bisa bilang tadi pagi bahwa abi sakit, pokoknya aku mau hari ke semarang jenguk abi!!". pergi meninggalkan semua keluarga yang sedang duduk.


" tunggu sayang, kamu jangan kaya gitu kita akan kesana tapi satu keluarga. nanti besok kita kesana bareng umi sama ka fauzan".

__ADS_1


"baiklah". memeluk suaminya. merasa dirinya tak berguna.


"ya allah. betapa tak bergunanya diriku dalam keluargaku . aku hanya beban untuknya"


__ADS_2