Jawaban Sholat Istikhoroh Ku

Jawaban Sholat Istikhoroh Ku
sadarnya nabila


__ADS_3

"kenapa ada yang manggil-manggil nama ku?. seperti familiar dengan suara ini, "nabila bagun" "nabila bangun sayang".itu yang didengar di alam mimpi.


" kenapa umi panggil nama ku dengan menangis, sebernya aku dimana kenapa semuanya indah tetapi muncul suara aneh itu.dimana aku!.."


umi... aku dimana??. aku dimana umi....???.dengan suara lantang dan menjerit tetapi tak ada respon sama sekali.


" jadi nama kamu nabila sungguh nama yang cantik".soerang laki-laki berbicara yang masuk alam mimpi. kenapa ada suara laki-laki siapa dia,.. sebenarnya aku dimana. tolong bantu aku.. siapa yang bisa dengar aku.. tolong bantu aku..". nabila menjerit tetapi tak ada yang menyaut.


setelah satu jam akhirnya nabila memunjukan kesadarannya.


"umi... tangan nabila bergerak umi..". ka alina yang pertama melihat tangan nabila bergerak.


"alhamdulillah ya allah. kau tak mengambil anak ku. ya allah terimakasih".mengangkat kedua tangan dan bersukur atas kesadaran nabila


"umi aku ..dimana...umi..tolong aku umi..umi ..aku dimana...?". ku langsung berbicara dengan mata tertutup dengan keringatan yang bercucuran.


"ya allah nak istighfar nak. ini umi..buka mata mu nak. umi didepan mu dan juga kaka mu ka alina!". umi kawatir dengan suara menjerit yang keluar dari mulut nabila.


membuka mata sedikit demi sedikit..melihat sekeliling kabuf hingga jelas.


akhirnya nabila bangun dari tidurnya yang begitu pulas hingga membuat orang sedih...


"umi, nabila dimana??. kenapa kepala nabila pusing yah umi???. aduh...". nabila sambil duduk dan memegangi kepala.


"nak.. hati-hati..".menegakkan nabila agar posisi duduknya benar dan tak akan membuat nabila jatuh.


"kenapa aku dirumah sakit, aku kenapa mi??".


melihat sekelilingnya ada alat medit, tangannya diimpus, umi dan ka alina yang begitu cemas dicampur bahagia membuat nabila bingung dan membuat dia bertanya-tanya kenapa bisa dirinya ada di rumah sakit.


"kamu pingsan dek, kamu bikin kami takut aja, kenapa kamu ngak bilang sama kami kalau kamu punya penyakit lambung, kalo sampai parah gimana, kan kaka yang repot!!". menasehati adeknya dengan suara tegas tetapi menghawatikan kondisi nabila.


"itu semua gara-gara kaka, kalo kaka bilang bahwa kaka ada hubungan sama ka fauzan kan akunya ngak akan bisa kayak gini, kan kaka tau aku ini suka.......!!!" dengan polos nabila menjawab pertanyaan kakanya.


"suka apa dek ko berhenti, ayo kaka mau tau jawabannya karena kamu udah buat kaka sama umi cemas kaya gini!.." kaka bingung dengan jawaban ku.


"sudahlah kan adek lagi sakit, biarin dia istirahat".umi langsung memecah keheningan takut semua terbongkar.


"ya ngak pokoknya kasih kaka jawaban, ayok dek jawab pertanyaan kaka". bersih kukuh ingin tahu jawaban dari nabila.


"su.....ka kebukaan maksudku.".


ya kaka anggep aku apa??. ngak ada hahh. udah ngak kasih tau hubungan kalian, dan ka fauzan mau ngelamar kaka aja aku ngak tau, emang kita saudara apa bukan sih"(dengan nada nyebelin agar bisa menutupi rasa sakit dihati dan tak dicurigai).


"maaf seharusnya kaka bilang, setahu kaka kamu tahu dari umi kan kamu selalu deket sama umi masa umi ngak ngasih tau hubungan anaknya sih(nada rendah)."kata kan alina.


"maaf umi lupa sayang".( memecah keheningan).

__ADS_1


"umi sebenernya ingin memberi tau kamu nak, tetapi umi takut kamu semakin parah, sakit dihati kamu aja yang sekarang belum bisa sembuh apa lagi ditambah lagi, kamu selalu cerita tentang fauzan kepada umi agar kamu tak sedih lagi jika kamu sedang sedih karena abi mu, jadi umi ngak mau kebahagiaan kamu nendadak jadi kesedihan, umi ngak mau dulu ter'ulang lagi sayang(dalam hati umi berkata).


"assalamualaikum".tiba- tiba ada yang datang memecah cekcok diantara adik dan kaka, ternyata dia adalah sahabat nabila yang selalu ada dan pengertian dengan kondisi nabila yaitu intan sahabat satu-satunya nabila.


"waalaikumsalam", seisi kamarpun menjawabnya.


"halo tante,ka apa kabar???.".


"baik". masuk nak sini duduk".bersalaman.


"nabila kenapa loh sakit kaya begini, bikin orang hawatir aja sih loh(sok tak tahu, sebenarnya intan tau apa yang diderita nabila tetapi ini keinginan nabila agar orang tuanya tak tau penyakit apa yang sekarang dia derita).


"maaf udah buat kamu kawatir, aku ngak papa ko cuman butuh istirahat, ouh ya gimana kabar kamu??".melanjutkan sandiwara


"baik dong ngak kaya loh, berbaring dirumah sakit, buang duit tau??".


"ya maaf. hhah....haa..hha..ha".


"ko kamu ketawa nak apa yang lucu???".umi heran dengan kelakuan nabila dan intan.


"ya lucu lah, aku baru dapetin orang kaya intan, sahabat ko kaya seorang ibu.. ha.ha...ha...".memuji yang berlebihan.


"sudahlah.... umi tinggal yah umi keluar bentar sama ka alina, kalian berbincang-bincang dulu. umi tinggal, assalamualaikum". umi dan kaka keluar untuk mempersilahkan aku dan intan bercanda tawa.


akhirnya umi dan ka alina meninggalkan mereka berdua dikamar pasien.


"bagus ngak ekting gue??.".bertanya kenapa nabila dengan kehebatannya saat berekting.


"bagusih tetapi kurang...ha...ha..ha".


"yyeh...ouh ya .kenapa loh bisa jagi kaya gini harus kumat . huhh ngak lucu deh....."


"nanti aja jelasinnya aku masih ngak mut buat jelasinnya sekarang".


(marah)


" hidih cemberut, jelek banget sumpah!!!.haha..hha...".


"ya udah pokoknya kalo kamu udah berangkat kuliah kamu ceritain yah sama aku!!.". kepo ingin mendengar penjelasan nabila.


"ya tapi ngak janji....mble....."


"dasar anak sialan...ha...ha..ha".


" emang aku anak mu, bilang anak sialan, kasih makan aja ngak??!...hah..aha..".


ya iya sih, ya ngak papalah, yang penting sekarang loh harus jaga diri, kalo loh sakit gue sama siapa dikampus???...".

__ADS_1


ya sama bayangan mu!!!.haahh


.ha.."


"udah deh loh istirahat aja, biar cepet sembuh".


"crewet banget sih kamu...mama muda".


walaupun intan terkenal anak tomboy tetapi dia ini sudah bisa berpikir dewasa, dia bisa menjadi teman, sahabat, kaka, ibu untuk nabila.


nabila bersukur mempunyai sahabat seperti intan yang selalu ada untuknya. walaupun dari segi penampilan sangat berbeda tetapi mereka sangat cocok satu sama lain.


saat mereka bercanda tawa sampai tak ingat waktu dan tempat..tiba-tiba seorang dokter masuk dan dokter itu adalah zidan.


"permisi..". melangkah masuk ke ruangan.


mendengar ada suara yang memasuki ruangan..mereka berdua diam dan takut akan sandiwaranya terdengar oleh orang lain.


melihat nabila sudah bisa duduk dan bercanda tawa..membuat zidan senang dan tak kusut lagi.


"*subhanallah...begitu indahnya saat dia tertawa dan tersenyum..bisa membuat seseorang luluh seketika saat melihat senyumannya" batin zidan saat melihat nabila sudah sadarkan diri.


"tunggu...kaya kenal dokter ini..siapa yah..coba aku inget dulu"batin nabila*.


"eh..pak dokter..mau priksa pasien yah". mempersilahkan dokter untuk memeriksa nabila.


"ada yang aneh nih...ko dokternya langsung diam berdiri tegang dengan rauh wajah yang begitu gembira saat melihat nabila".batin intan yang heran dengan kelakuan dokter.


"emm...apa badannya masih lemas, pusing, lambungnya masih sakit". ucap dokter sidan dengan gerogi. dan dijawab geleng-geleng oleh nabila yang menandakan dirinya sudah lebih baik.


melihat tingkah dokter yang salting membuat suster tertawa dan senyum-senyum sendiri.


"dokter...dokter. ngak usah gerogi". ucap duster dengan lantang yang membuat zidan malu dan canggung.


"ini dokter sama suster kenapa sih..aneh". batin intan yang masih bingung.


akhirnya setelah memeriksa keadaan nabila..dokter dan suster keluar ruangan untuk mengecek pasien lainnya.


"kenapa cepet banget harus keluar". gumam zidan.


"aduh kasian dokter yang satu ini... cinta bertepuk sebelah tangan". nada kasihan yang menandakan mengejeknya dengan candaan.


"nabila...loh ngerasa aneh ngak sama suster dan dokter tadi". ucap intan yang langsung menghampiri nabila setelah diperiksa kondisi kesehatannya.


"ngak tuh". dijawab dengan judes yang membuat intan kesel.


"aku juga. ngerasa aneh sama dokter tadi..ngerasa kenal sama dokter tadi tapi siapa" batin nabila yang masih heran.

__ADS_1


mereka berdua asik mengobrol sampai tak ingat waktu yang telah gelap gulita. maka intan memilih tidur di rumah sakit agar pagi hari bisa pulang kerumah.


__ADS_2